
###
di lokasi camping..
"Kak apakah Luna sudah ditemukan ? " tanya Tristan kepada Jack yang baru saja menghadap tuan Alex.
" Tenang saja, Luna sudah ditemukan, dia sekarang berada di tenda medis juga " ujar Jack berterus terang.
Tanpa banyak bicara Tristan segera menghampiri tenda medis milik Luna dengan wajah yang sangat khawatir.
sesampainya di tenda medis, Tristan melihat keadaan kekasih nya yang sudah di obati dan satu tangan nya nampak diperban.
" Baby !! " Tristan berlari menghampiri tempat tidur Luna yang masih sedikit meringis kesakitan.
" Hu hu hu !!, Sayang !! " Luna langsung memeluk erat Tristan dengan tangisannya.
" mana yang sakit sayang !! " ucap buru buru Tristan dengan suara yang menunjukkan rasa bersalah.
" Hiks hiks hiks !! , Semuanya sakit !!! " tangis Luna dengan suara yang keras.
" Maaf kan aku Baby, Seharusnya aku tidak meninggalkan mu " ucap Tristan dengan rasa bersalah.
Luna hanya kembali menangis tersedu seduh di dalam pelukan Tristan.
" Tapi kenapa bisa kamu, Audrey dan Xavier tersesat di hutan " ujar Tristan yang langsung membuat Luna sedikit gugup.
" Untung saja aku dan Felix berhasil menemukan Xavier dan Audrey di area yang cukup berbahaya, Tapi kamu kok gak sama mereka ? " ucap Tristan yang langsung disambut wajah kaget Luna.
" ma.. maksud kamu, mereka selamat ? " ucap Luna dengan wajah yang suram.
Tristan hanya mengangguk membenarkan saja.
" Sial !!, semua rencana Tante berarti gagal total dong, Cih! nasib gue hancur banget kali ini, udah gagal masuk jurang, hampir mati pula !! " Batin Luna dengan wajah yang sangat suram.
"Ada apa Baby ?, kamu baik baik saja kan ? " ucap Tristan yang melihat wajah Luna yang seperti tertimpa beban berat.
" hiks hiks!!, ini semua gara gara mereka !! " ujar Luna dengan wajah penuh keyakinan mulai menyudutkan Xavier dan Audrey.
" Siapa baby, katakanlah !! " ujar Tristan.
" Siapa lagi kalau bukan Xavier dan Audrey !! " ujar Luna dengan wajah yang sangat kesal.
Tristan pun cukup terkejut dengan perkataan Luna yang menyebutkan bahwa itu semua adalah ulah Xavier dan Audrey.
Luna pun menceritakan kalau Xavier dan Audrey meninggalkan nya sendirian hingga membuat dia tersesat dan masuk jurang, Luna menambahkan kalau Xavier dan Audrey pasti sengaja membuat ia celaka.
Tristan yang mendengar semua penjelasan Luna yang penuh tipu muslihat itupun masuk dalam perangkap nya.
Tanpa mencerna kembali Tristan langsung mempercayai kebohongan Luna tersebut hingga membuat ia terbakar amarahnya dan segera meninggalkan tenda tersebut dengan amarah yang memuncak.
Tristan beranjak pergi ke suatu tempat untuk melampiaskan amarahnya.
sedangkan Luna langsung tersenyum tipis melihat Tristan yang masuk perangkap nya.
##
ditempat tenda medis lainnya nampak Audrey yang masih berbaring dengan wajah yang tertekan dan cukup trauma dengan kejadian yang menimpanya hari ini.
Namun lamunannya tersebut buyar dengan kedatangan Tristan yang langsung menarik tangan Audrey dengan kasar.
" akhh!!, Tristan lepas !! " teriak Audrey yang kesakitan dengan cengkraman tangan Tristan di bahunya.
" MAKSUD LO APAAN SIH !! " ujar Audrey yang masih belum menemukan letak tuduhan Tristan kepada nya.
" LO GAK USAH SOK GAK NGAKU AUDREY !! " ucap Tristan dengan suara keras dan cengkraman tangannya.
" Maksud Lo apa ninggalin Luna di tengah hutan sendiri Hah !! " ucap Tristan yang langsung membuat Audrey yang awalnya diam langsung menatap tajam kearah Tristan.
Audrey mulai mengerti kalau Luna pasti mengatakan yang tidak tidak kepada Tristan hingga menuduh nya seperti ini.
dengan gerakan cepat Audrey melepaskan cengkraman tangan Tristan di bahunya.
" Lepas ..!! "
" Gue gak nyangka Lo bisa senekat ini cuma gara gara gue lebih memilih Luna di bandingkan Lo ! " ucap Tristan dengan suara yang tertahan.
" Cukup !! , gue gak pernah celakain pacar munafik lo itu !! " ujar Audrey dengan wajah yang juga tersulut emosi.
Hari ini jiwa dan raganya sudah sangat terbebani dan harus mengahadapi emosi Tristan yang tidak mendasar membuat Audrey sudah tidak bisa sabar lagi.
" JANGAN HINA PACAR GUE !!, Luna jauh lebih baik dari lo yang udah ngejar ngejar gue kayak ****** !! " ucap pedas Tristan dan langsung disambut tamparan keras dari Audrey yang sudah mencapai batas kesabaran nya.
" PLAKK...!!!!
Tristan langsung dibuat tertegun dengan tindakan Audrey yang menamparnya.
" Cukup !!, Gue bilang Cukup !!, Lo punya hak apa bandingkan gue dengan cewek sialan itu !! " ucap Audrey dengan emosi yang memuncak.
" Lo gak punya hak apapun buat ngecap julukan apapun kepada Gue !! "
Tristan hanya menatap tak percaya kearah Audrey yang memandang nya dengan penuh kebencian.
Mata Audrey yang selalu memandang Tristan penuh dengan cinta tiba-tiba hilang seketika diganti kan tatapan mata yang penuh kebencian.
Dan entah mengapa Tristan merasakan rasa sakit di hati kecilnya saat melihat pandangan penuh kebencian dari Audrey.
" Lo marah marah gak jelas kayak gini tanpa mendengar sedikit pun pembelaan dari gue, Emang nya Lo siapa Tristan !! " ucap Audrey sambil mendorong kasar dada Tristan hingga Tristan melangkah mundur.
" Gue sama Xavier memang ninggalin Luna sendiri, Tapi itu atas keinginan PACAR TERCINTA LO ITU BERENGSEK !! " ucap Audrey dengan suara keras hingga membuat wajahnya memerah.
Tristan langsung tertegun dengan kenyataan yang diucapkan Audrey.
" Dan gue juga ninggalin PACAR TERCINTA LO ITU di pinggir hutan bukan di tengah hutan BERENGSEK !! " ujar Audrey sambil menunjuk ke arah wajah Tristan yang masih tertegun.
" Gue bener bener bodoh sudah jatuh cinta sama COWOK GOBLOK KAYAK LO TRISTAN !! " ucap Audrey dengan wajah yang sangat kesal.
" Sekarang lo pergi dari sini !! " ujar Audrey yang langsung meminta Tristan untuk keluar dari tenda medis tersebut.
Tristan pun hanya diam dengan wajah yang bersalah nya, ia merasa sangat keterlaluan memperlakukan Audrey tadi tanpa berpikir panjang kalau Audrey juga dalam kondisi yang tidak baik.
Dengan wajah yang menunduk Tristan meninggalkan tenda medis tersebut meninggalkan Audrey sendiri di dalam tenda.
Setelah kepergian Tristan, Audrey langsung jatuh terduduk di bawah dengan tangisannya dan hatinya yang hancur dan lelah dengan sikap Tristan kepada nya.
" Aku sudah lelah untuk mencintaimu Tristan, Aku menyerah mengejar janji mu dulu kepada ku " lirih Audrey dengan tangisannya.
Sesungguhnya Audrey mengejar cinta Tristan karena dulunya saat mereka kecil, Tristan telah berjanji akan menikah dengan nya saat sudah dewasa.
Karena itu keluarga mereka memutuskan untuk menjodohkan mereka namun berakhir dengan sifat Tristan yang berubah saat mengenal Luna.