Kiara's Second Life

Kiara's Second Life
Rencana di balik rencana



##


Di sebuah rumah yang tak kalah besar dengan mansion Dixon dan Jacob, terjadi sebuah pertemuan serius disalah satu ruangan di mansion tersebut.


Nampak ada tiga orang berbeda usia sedang membicarakan suatu hal yang sangat penting untuk mereka.


" Jadi gadis yang ingin dihabisi oleh wanita ******* itu adalah kekasih putra Jacob itu" ujar seorang pria tua yang berusia sekitar 60th.


" Benar tuan besar, gadis dari keluarga Dixon itu ternyata adalah kekasih putra bungsu tuan Alexander Jacob" sahut salah satu pria yang berkerja sebagai tangan kanan pria tua sebelum nya.


" hahaha!!, Bagus sekali kalau begitu, itu berarti kita sudah mengetahui kelemahan pria kecil Jacob itu " ucap pria tua tersebut dengan tawa nyaring yang menunjukkan kepuasan.


" Apakah kita akan menargetkan gadis itu juga untuk kebutuhan rencana anda tuan" ucap sang tangan kanan pria tua itu.


Sedangkan pria ketiga hanya menyaksikan pembicaraan dari pria tua tersebut dengan tangan kanan nya tanpa ikut serta bersuara.


" tidak!, gadis itu tidak tahu apa apa tentang dendam antara kita dan para Jacob itu " ucap pria tua tersebut dengan sangat tegas.


" lagipula gadis itu dari keluarga yang juga sangat berpengaruh, jadi akan lebih baik kita berhati-hati dalam bertindak agar jangan sampai kita malah menambah musuh yang merepotkan " lanjut nya.


" mengerti tuan ! " jawab Sang anak buah dengan patuh.


" tapi tuan, menurut laporan dari mata mata yang kita kirim, Felix sangat mencintai gadis Dixon itu sampai-sampai saat gadis itu keritis akibat ulah wanita bernama Amanda itu, target tidak pernah meninggalkan gadis Dixon itu bahkan menurut laporan , kondisi target terlihat sangat kacau tuan " jelas sang anak buah dengan terperinci menjelaskan seluruh hasil laporan para mata mata yang mereka kira untuk memantau rumah sakit tempat Xavier dirawat.


" hemm, seperti pria kecil Jacob itu sangat mencintai gadis Dixon itu, persis seperti tua Bangka sialan itu , memang hubungan darah tidak bisa berbohong " gumam pria tua itu dengan wajah yang menunjukkan kegeraman meingat sosok seseorang yang sangat ia benci.


" untuk rencana memanfaatkan gadis itu bisa kita bicarakan nanti saja, tapi tetap awasi saja gadis itu dan laporan semua kegiatan gadis itu kepada ku " pungkas sang pria tua dan segera menyuruh tangan kanan nya itu untuk meninggalkan ruangan tersebut.


Dengan sangat hormat anak buah itu pun segera melangkah pergi meninggalkan pria tua itu dengan seorang sosok lainnya di ruangan tersebut.


Dan tinggal lah pria tua tersebut dengan seorang lelaki yang berusia sekitar delapan belas tahun.


" Kakek, apakah kakek yakin untuk memanfaatkan gadis Dixon itu? " tanya pria muda itu yang ternyata adalah cucu pria tua sebelum nya.


" tentu saja, menurut semua laporan yang kakek terima, cucu kesayangan tua Bangka itu sangat mencintai gadis Dixon itu" jawab pria tua tersebut dengan sedikit berfikir.


" Memang nya kenapa? " lanjut tanya pria tua itu kepada cucunya yang seperti memikirkan sesuatu.


" hemm, aku hanya tidak ingin keluarga kita mempunyai musuh besar lagi seperti keluarga Dixon, kalau kalau kita dengan sembarangan menargetkan salah satu anggota keluarga mereka" jawab pria muda itu dengan tatapan rumit.


" tenang saja, kakek tidak berencana untuk mencelakai atau membunuh gadis itu " sahut sang kakek dengan penuh keyakinan.


itu karena di negara ini saja perusahaan miliknya keluarga Dixon yang dipimpin oleh Xander sudah sangat besar hingga menempati posisi kedua setelah keluarga Jacob.


itu pun perusahaan yang dijalankan oleh Xander hanya perusahaan cabang, sedangkan perusahaan utamanya bertempat di London.


Itulah sebabnya keluarga Dixon masuk sebagai salah satu keluarga terkaya di dunia.


##


kembali ke rumah sakit.


Xander dan Felix begitu sangat setia menunggu dokter keluar dari ruang rawat Xavier untuk bertanya tentang kondisi Xavier.


Xander sejak setengah jam lamanya berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang rawat putrinya.


sedangkan Felix dudu di kursi tunggu dengan wajah yang juga menampakkan kekhawatiran.


sedangkan Alex sendiri duduk dengan tenang di samping putranya dan sesekali menenangkan kegelisahan Felix.


hingga akhirnya seorang dokter yang sangat mereka tunggu keluar dari ruang rawat Xavier.


" Bagaimana kondisi Putri ku ?" gegas Xander bertanya dengan cukup terburu buru.


Felix dan Alex juga segera menghampiri tempat sang dokter, yang juga menanyakan kondisi Xavier.


" ehem!" dihadapan oleh ketiga sosok yang menyeramkan, membuat Dokter tersebut merasa sedikit gugup.


" ada apa, cepat katakan !! " Ujar felix dengan wajah yang tak sabaran melihat dokter tersebut hanya diam saja.


" i..iya tuan " sahut Sang dokter yang tersentak kaget.


" jadi begini .." dokter tersebut pun menjelaskan bahwa kondisi Xavier sudah cukup baik, andapun dengan kondisi Xavier yang histeris sebelum karena diakibatkan trauma atas kejadian buruk yang ia alami.


Sang dokter juga menjelaskan bahwa Xavier harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari lagi.


Selesai menjelaskan semua diaknosa nya, Dokter tersebut pun pamit undur diri dari hadapan ketiga pria yang menyeramkan itu.


" huh!, mimpi apa aku semalam, bisa bisanya aku bertemu dengan orang-orang menyeramkan itu " gumam sang dokter setelah berjalan cukup jauh dari tempat Xander dan lainnya berada.