Kiara's Second Life

Kiara's Second Life
Orang yang Di Curigai



##


Xavier segera tersadar dari lamunannya dan mulai kembali berdiri.


" Kamu lebih baik sembunyikan saja, biarkan aku yang melawan pengecut ini " ujar Jevano pada Xavier untuk berlindung saja.


" Ba.. baiklah " Xavier hanya bisa menuruti perkataan Jevano, karena ia juga sadar diri dengan kemampuannya yang masih cetek.


Jevano masih menatap tajam kearah perampok yang berhadapan dengan dirinya.


Xavier memutuskan kembali masuk ke dalam mobil dan hanya memperhatikan perkelahian di depannya.


" Bakkk..!!


" Bukkk...!!!


Tak perlu waktu lama Jevano dan perampok tersebut pun mulai jual beli pukulan.


* Bakkk...!!!


* Bukkkk....!!!


perampok tersebut melayangkan pukulan namun langsung di tangkap oleh Jevano.


Jevano menarik tangan perampok tersebut dengan keras dan saat tubuh perampok tersebut tertarik ke arah Jevano, dengan segera Jevano menghantam wajah perampok tersebut dengan bogem mentah.


Tak berhenti sampai disitu, Jevano kembali menghantam perut perampok tersebut dengan lututnya.


" Ugh..!!" Perampok tersebut sangat kewalahan menghadapi Jevano, hingga membuat perampok tersebut menahan rasa sakit.


Dan masih tanpa ampun Jevano mengangkat tubuh perampok tersebut yang sudah tidak berdaya lagi, Dan dengan keras Jevano membantingnya ke atas aspal hingga membuat perampok tersebut tidak sadarkan diri.


Setelah memastikan perampok tersebut sudah kalah, Jevano segera menyunggingkan senyumnya.


Sedangkan di sisi Xavier yang melihat perkelahian Jevano melawan perampok yang memiliki tinggi dan berat lebih besar dari nya.


Hanya bisa terbengong melihat keahlian beladiri Jevano yang sangat luar biasa.


" Buset..!! Ternyata dia selevel Suhu !! " Xavier merasa cukup tercengang karena melihat Jevano hanya membutuhkan lima belas menit untuk mengalahkan perampok tersebut.


Sedangkan pak Ren yang juga sudah mengalahkan perampok yang menjadi lawannya.


Sejak awal kedatangan Jevano, pak Ren cukup curiga dengan kedatangan Jevano yang secara kebetulan tersebut.


Apalagi dia mendapat informasi dari Red Lotus jika Jevano masuk daftar orang orang yang dicurigai sebagai musuh.


Namun ia hanya bisa diam dan membiarkan Jevano bertindak menyelamatkan Xavier.


Karena bagaimanapun Xavier tidak tahu kalau dirinya adalah orang suruhan dari keluarga Jacob.


Sedangkan Xavier sendiri saja belum mengetahui identitas Felix sebagai keturunan Jacob.


" Lebih baik aku langsung melaporkan hal ini pada tuan Alexander saja secara langsung " batin pak Ren yang memutuskan untuk mengabari Alex terlebih dahulu sebelum Felix.


Sedangkan Xavier yang sudah melihat situasi cukup aman pun melangkah keluar dari mobilnya.


" Kamu baik baik saja kan ? " tanya Xavier secara langsung untuk mengetahui apakah Jevano juga terluka akibat perkelahian tersebut.


Jevano sendiri menjawab dengan suara yang tenang dan tak lupa senyum tipis menghiasi wajah tampan nya.


" it's oke, Dan kamu ? " tanyanya balik.


" Aku gak papa kok cuma radak shok aja " jawab Xavier apa adanya.


Sedangkan pak Ren segera ikut menghampiri tempat dua remaja tersebut.


" Syukurlah nona baik baik saja " ujar pak Ren dengan nada penuh kelengahan.


Xavier segera melihat kearah pak Ren dan mata nya melihat jika pak Ren terlihat berjalan sedikit pincang.


" Astaga, Anda baik baik saja kan! " ucapnya dengan raut wajah panik.


" Saya tidak apa apa nona, mungkin hanya sedikit terkilir saja " sahut pak Ren.


" gak!!, kita harus pergi ke rumah sakit buat periksa lebih lanjut " sahut Xavier dengan nada serius.


Pak Ren sendiri cukup merasa sangat terharu dengan ke khawatiran yang ditunjukkan Xavier untuknya.


" Baiklah kalau begitu lebih baik saya segera mengantarkan anda terlebih dahulu untuk pulang " ucap pak Ren.


Sedangkan Jevano hanya melirik sekilas ke arah pak Ren dan nampak ada senyum sinis yang terlihat di wajah Jevano.


" Ooohh, seorang assassin, ck! ck! ck! Jacob benar-benar sangat menjaga dengan ketat Xavier " Jevano tak habis pikir dengan kegilaan keluarga Jacob yang bukan menempatkan bodyguard untuk menjaga Xavier melainkan malah menugaskan seorang assassin yang memiliki tugas sebagai mesin pembunuh.


" Ehem!, Bagaimana jika biar aku yang mengantarkan Xavier pulang, jadi anda bisa langsung pergi ke rumah sakit " ujar Jevano yang menawarkan pendapat.


" ehh ? "


" Tidak..!!" dengan tiba-tiba pak Ren menolak dengan keras usul Jevano.


jika sampai Felix tau jika dirinya membiarkan kekasih nya Xavier dibonceng oleh pria lain, bisa-bisa dia mendapat hukuman yang kejam dari pangeran Jacob tersebut yang pasti terbakar api cemburu.


" Lebih baik saya saja yang mengantarkan nona Xavier pulang, lagi pula saya baik baik saja " sahut tegas pak Ren sambil menunjukkan sikap bahwa kondisinya baik baik saja.


Sedangkan Jevano tentunya langsung mengerti expresi panik yang ditunjukkan oleh pak Ren.


" Sorry ya Jevano, lebih baik aku ikut pak Ren saja "


" Tapi sebelumnya aku sangat sangat berterimakasih dengan pertolongan dari mu " ucapnya dengan suara yang tenang.


Jevano sendiri hanya mengangguk saja, sebenarnya ia hanya ingin menguji reaksi yang akan ditunjukkan oleh pak Ren.


Dan menurut pandangan nya, melihat ekspresi pak Ren yang waspada terhadap kehadirannya di dekat Xavier, sudah membuktikan kalau pak Ren sudah mendapatkan perintah untuk berhati-hati dengan nya.


yang memiliki maksud lain bahwa pihak Jacob sudah mulai menaruh kecurigaan terhadap dirinya.


" Ternyata mereka sudah menaruh kecurigaan terhadap diriku, mulai sekarang aku harus lebih berhati-hati dalam menjalankan rencana ku " batinnya yang mulai menganalisis keadaan.