Kiara's Second Life

Kiara's Second Life
Panik



##


Felix, Tristan dan Alan telah sampai di tempat mereka meninggalkan Xavier, Audrey dan Luna.


" Hah !, Akhirnya sampai juga kita " ujar Alan.


Sedangkan Felix dan Tristan malah mencari keberadaan pacar masing-masing.


" Mereka kok belum datang juga ya ? " ujar Tristan yang mempertanyakan keberadaan ketiga gadis yang menjadi rekan setimnya.


" Iya ya, Seharusnya kan mereka udah kumpul duluan disini ? " sahut Alan yang merasa sedikit bingung.


" Apa kita cari aja" ucap Felix yang sudah tidak bisa meredam kegelisahan nya untuk melihat kondisi kekasihnya secara langsung.


" Ya udah lah kita cari di sekitar sebentar, Paling mereka ada di sekitar sini aja " sahut Alan yang mengikuti saja keputusan kedua temannya itu.


Ketiga cowok tersebut pun langsung saja mencari di sekitar tempat itu.


##


sedangkan di sisi Luna yang masih belum menemukan jalan menuju perkemahan merasa cukup frustasi.


" Akghh !!, Sial !, Ini gue dimana sih ?? " ucap kesal Luna sambil melihat sekelilingnya yang dikelilingi pohon pohon besar yang menambah kesan menakutkan.


" Gila , kok bisa gue kesasar sih " Umpat Luna dengan kebodohan nya yang bisa bisanya lupa jalan pulang.


Luna semakin dibuat frustasi karena menyadari dirinya semakin memasuki hutan.


Namun saat Luna masih melihat sekelilingnya tiba tiba ia merasakan ada sesuatu yang merayap di kakinya.


Dengan rasa takut Luna perlahan melihat ke bawah kakinya.


Seketika mata Luna membulat sempurna saat melihat seekor ular yang cukup besar melilit kakinya.


" Akhhhhgg ..!!!! " seketika Luna menjerit keras dan langsung berlari kocar-kacir tak tentu arah sambil menghentakkan kakinya untuk melepaskan lilitan ular tersebut.


" Tolong.. !!!


" Akhhhh...!!!, Lepaskan ular ini dari ku !!


Saking paniknya Luna hingga tanpa sadar ia berlari menuju pinggir jurang.


" Lepas ... !!!


" Srett!! " karena tak melihat sekelilingnya Luna terperosok ke dalam jurang.


Luna jatuh berguling guling dari atas jurang.


" Srett .. !! " dengan refleks tangan Luna menggenggam akar pohon yang menjuntai di sisi jurang hingga menahan tubuh Luna tidak jadi jatuh ke dasar jurang.


" Tolong ..!!!, Tolong .... !!! Huwaaa ...!!!


Mommy ... !!! , Tolong aku ... !!!! " jerit Luna yang masih bergelantungan di dalam jurang.


##


Sedangkan di sisi Felix yang masih belum menemukan keberadaan kekasihnya merasa semakin khawatir karena hanya menemukan sapu tangan miliknya yang sudah ia berikan kepada Xavier tergeletak di atas tanah.


" Gimana ini, Mereka gak ada disini ? " ujar Tristan yang langsung merasa gelisah karena belum menemukan keberadaan Luna.


Melihat wajah Tristan yang sudah khawatir apalagi saat melihat wajah Felix yang semakin dingin seperti ingin memangsa seseorang itu membuat Alan juga ikut takut kalau kedua temannya itu mengamuk karena belum menemukan keberadaan kekasihnya masing-masing.


" Sabar Bro, Mungkin aja mereka udah balik duluan ke tempat camping" ujar Alan yang mencoba menenangkan kedua temannya itu.


" Gue gak bisa sabar kalau Luna belum ketemu Alan !! " ucap Tristan dengan nada membentak.


Felix juga langsung menatap tajam kearah Alan.


" Sial, kenapa gue jadi kena bentak sama tatapan maut dua Budak Cinta ini sih " batin Alan tersenyum kecut.


" Oke gini aja gue balik duluan ke perkemahan buat lapor ke panitia tentang hilangnya Xavier, Audrey dan Luna biar mereka juga ikut terjun cari mereka " ucap Alan memberi usul dengan wajah yang penuh kesabaran.


" Oke kalau gitu cepat Lo Pergi sonoh , Kita bakal tetap di sini buat cari mereka " ucap Felix yang setuju dengan ucapan Alan.


" Ya udah Gue pergi duluan" tanpa menunggu lama Alan segera kembali ke perkemahan.


##


Sedangkan kondisi Xavier yang di papah oleh Audrey semakin parah karena luka di punggung nya terus mengeluarkan darah segar.


" Lo harus sedikit bertahan Vier, gue bakal bawa lo balik ke perkemahan ' ujar Audrey yang sedang memapah Xavier yang sudah berwajah pucat.


" Terima kasih Audrey, Gue tau lo aslinya emang baik " ucap lirih Xavier yang semakin merasa lemas karena mengeluarkan darah yang cukup banyak.


" Udah lo gak usah banyak omong kosong , gue ngelakuin ini semua karena gimana pun lo jadi kayak gini gara gara selamatin gue " ujar Audrey mengelak pujian dari Xavier.


Xavier tidak menjawab namun hanya tersenyum tipis.