Kiara's Second Life

Kiara's Second Life
Max Anderson



##


Sedangkan di sisi Xavier, setelah diantar pulang oleh Felix, Xavier segera menuju kamar nya dengan perasaan sebal.


" Brakk..!


Seketika Xavier menutup pintu depan keras setelah memasuki kamar nya.


Xavier langsung membaringkan tubuhnya di kasur mewah miliknya.


" huf !"


" Huwaaa...!!! aku bosan !!! " Xavier langsung meluapkan kekesalannya dengan bergulung gulung di kasur.


Xavier sekarang terlihat seperti anak kecil yang sedang tantrum yang merengek tidak jelas.


" Ih!!, kenapa kalau soal larang larang kedua manusia itu kompak sih, heran banget deh gue " cerocos Xavier yang heran dengan sikap Daddy Xander dan Felix yang sering membingungkan, bisa tiba tiba bermusuhan, bisa tiba-tiba juga akrab dan kompak mengurung dirinya.


Karena hari ini dia tidak diizinkan untuk pergi seperti yang direncanakan oleh nya dan kedua sahabat nya, Xavier segera menghubungi kedua temannya untuk mengabari bahwa rencana hangout mereka batal.


Setelah selesai mengirim pesan kepada kedua temannya, Xavier langsung saja membuang handphone nya di atas kasur.


" Menyebalkan!, untung gue sayang sama Lo Fel, kalau gak udah gue acak-acakan muka nya! "


Saat Xavier masih merasa kesal karena batal jalan-jalan dengan kedua temannya hari ini, tiba-tiba handphone miliknya berbunyi.


* Ting..!!*


Terdengar suara notifikasi pesan yang berbunyi dari handphone milik Xavier yang tergeletak di ujung kasur.


Xavier segera mengambil handphone miliknya dan mengira itu adalah pesan balasan dari Sandra atau Liora.


Tapi saat Xavier melihat nama orang yang tertera di handphone miliknya, ia merasa mulai memiliki perasaan tidak enak.


Karena lagi lagi orang yang mengirim chat dari nomor yang tidak dikenal.


" Apa orang suruhan mantan pacar Daddy itu yah, udah lama juga gue gak dapet chat teror dari mereka " batin Xavier yang masih melihat layar Hp nya tanpa berniat untuk membaca pesan tersebut.


Xavier masih sedikit takut dengan teror teror dari orang di masa lalu Daddy Xander tersebut.


" Buka gak yah, Gue takutnya ini pesan penting, tapi gue juga takut kalau ini pesan teror kayak sebelum sebelumnya " Xavier merasa sedikit gelisah apa harus membuka pesan tersebut atau tidak.


hingga akhirnya setelah pertimbangan beberapa saat dan setelah mempersiapkan mental dirinya jika saja pesan tersebut adalah teror seperti yang ia duga.


***


***


Xavier sedikit merasa aneh dan tidak mengerti dengan maksud pesan tersebut.


" Apa maksudnya?, Felix pria yang sangat baik, kenapa orang ini mengatakan Felix tidak sebaik yang aku kira ?" Xavier semakin dibuat bertanya tanya dengan maksud pesan tersebut.


Tanpa mau berfikir panjang Xavier hanya menyimpulkan orang yang mengirim pesan tidak suka dengan hubungan nya dengan Felix.


##


Sedangkan di sebuah Mansion yang sama besarnya dengan mansion Dixon.


Terlihat sebuah mobil sport yang baru saja memasuki pekarangan mansion mewah tersebut.


Beberapa saat kemudian nampak seorang remaja pria keluar dari pintu kemudi mobil tersebut.


Pria itu memasuki mansion tersebut dengan langkah ringan dan tak lupa senyuman tipis tersungging di bibirnya.


Remaja tersebut berjalan menaiki lift menuju kelantai tiga untuk menemui seseorang yang sangat penting bagi hidupnya.


" Cklek ...!!


Bunyi pintu yang dibuka oleh remaja tersebut yang mengarah ke sebuah ruangan.


Saat remaja tersebut memasuki ruangan itu sudah terdapat seorang pria tua yang sudah menunggu kedatangan remaja tersebut.


" Hi kakek!! ' ujar remaja tersebut dengan senyuman yang tak luntur dari wajah tampannya.


Pria tua tersebut langsung melihat ke arah remaja tersebut dengan wajah yang sangat gembira.


" Oh cucuku, Bagaimana dengan sekolah baru mu Jevano ? " ucap pria tua tersebut yang ternyata adalah Max Anderson musuh besar keluarga Jacob.


" Sangat luar biasa kakek, Sepertinya aku akan suka dengan permainan ini " ucapnya


Senyum hangat yang selalu menghiasi wajah Jevano, mulai berubah menjadi sebuah seringai kejam.


" hahaha..!!, bermainlah sesukamu Cucuku " sahut Max dengan tawa nyaring.