Kiara's Second Life

Kiara's Second Life
Olahraga



###


Keesokan harinya para murid sudah banyak yang berkumpul di area lapang yang ditentukan oleh pembina Acara.


Walaupun masih banyak murid yang belum datang karena telat bangun.


Salah satunya adalah Tim satu yang hampir semuanya bangun kesiangan hingga mereka harus segera datang tanpa mandi terlebih dahulu.


" Huwaahh !!! " Mulut Erlan menguap dengan sangat lebarnya.


" Astaga Erlan, dasar tidak sopan " Ujar Sandra melirik ke arah Erlan yang terlihat masih setengah sadar.


" Diam deh Lo ! , Kenapa Lo gak bangunin kita sih tadi kan Lo yang bangun duluan " Kesal Erlan.


" Eh !!, Aku udah berusaha bangunin kalian ya tadi, tapi kalian yang susah buat bangun pagi " Ucap Sandra mendengus kesal.


" Terutama lo Erlan, Aku sampek bangunin tiga kali tapi tetap aja gak bangun bangun, Lo tidur udah kayak mati tau gak ! " Timpalnya lagi.


" Ck, iya iya Sorry ' decak Erlan yang tidak bisa mengelak lagi.


" Gara gara kesiangan aku jadi gak mandi, Huhuhu ! " Ujar Liora.


Tim dua hanya bisa melongo melihat pertengkaran di tim pertama yang semakin Aneh.


" Emangnya kalian tadi bangun jam berapa ? " Ucap Xavier bertanya.


" Heh !!, Aku sih bangun jam setengah lima pagi, Tapi mereka bangun jam 5;50 jadi cuma bisa ganti baju olahraga aja deh " Terang Sandra apa adanya.


"Hahaha ! " Ucap Sandra langsung disambut gelak tawa yang lainnya terutama Alan yang tertawa paling kencang.


" Kalian emang tim yang sempurna " Ucap alan sambil menunjuk jari jempolnya.


" Ck!!, Sodara Lucnut !! " Kesal Erlan pada saudara kembarnya itu.


Beberapa saat kemudian para kakak pembina sudah datang mereka langsung memberikan arahan kepada seluruh murid untuk melakukan olahraga pagi.


Seluruh murid pun langsung berbaris rapi dan mulai melakukan gerakan pemanasan terlebih dahulu sesuai arahan dari para kakak pembina.


Gerakan pemanasan tersebut menghabiskan waktu selama 15 menit.


Setelah selesai melakukan pemanasan, mereka langsung diarahkan kembali untuk joging mengitari perkebunan Jacob.


" Heh ?, Mereka nyuruh kita lari ngelilingi perkebunan seluas ini, Mereka pasti pengen bunuh kita " Keluh Liora dengan nafas yang tersengal-sengal.


" Kayak nya bener sih, Huhuhu Bisa bengkak betis ku " Timpal Luna yang sudah merasa tak sanggup.


" Udahlah kalian kalau soal olahraga aja langsung Lemah ! Letih ! Lesu !, Tapi kalau lagi keliling Mall aja sampai berjam jam " Sindir Louis.


" Udah la aku duluan aja ! ' Ucap Louis langsung mempercepat larinya menyusul Alan dan Erlan.


"Kak Louis jangan tinggalin aku nanti kalau aku capek siapa yang gendong aku ! " Teriak Liora kearah Louis.


Liora langsung berlari menyusul kepergian kakak nya.


Sedangkan di sisi Xavier dan Felix mereka berjalan dengan cukup santai.


Mereka ingin berjoging sambil menikmati pemandangan di perkebunan milik Jacob tersebut.


" Fel lihat deh itu kebun jeruk !! " Ucap Xavier antusias menunjuk ke arah kebun jeruk yang mereka lewati.


" Hemm ? " Felix langsung melihat kearah yang ditunjuk Xavier.


' Wah !!, Rimbun banget buah nya !! " Ucap Xavier dengan wajah yang berbinar.


melihat reaksi Xavier membuat Felix gemas sendiri karena wajah Xavier terlihat sangat imut saat sedang antusias.


" Buah jeruk memang salah satu yang di kembangkan di sini sweetie " Ucap Felix dengan suara lembut.


" Selain buah jeruk masih ada kebun Apel, Peach dan Anggur, Selain itu juga masih ada kebun yang menanam Sayuran " Jelas Felix.


" Wahh !!, berarti perkebunan ini luas banget dong " Ujar Xavier.


" Yes sweetie " Jawab Felix.


Sedangkan dari arah belakang nampak Luna yang memperhatikan semua kegiatan Felix dan Xavier.


Luna merasa sangat kesal dengan keromantisan yang terpampang di matanya itu.


" Sial sebenarnya apa yang diberikan vier untuk Felix hingga membuat Felix begitu sangat mencintai nya " Batin Luna yang merasa geram hingga wajahnya memerah.


Tristan yang melihat perubahan Luna mengira bahwa kekasihnya itu sedang sakit.


" Honey kamu sakit, kok wajah kamu merah gitu " Ujar Tristan yang merasa khawatir.


" Eh !, Enggak kok ini efek kena sinar matahari mangkanya kulit ku merah merah " Ucap Luna yang langsung tersadar.


" Kamu mau aku ijinkan ke kakak pembina biar gak usah ikut olahraga aja Honey ? ' Tawar Tristan.


" Tak perlu sayang, Aku baik baik saja kok " Ucap Luna dengan senyum manisnya meyakinkan.


" Baiklah..." Jawab Tristan.