
##
Sedangkan di sisi ruang inap Xavier yang masih belum sadar dari kondisi kritis nya.
Kondisi Xavier sekarang masih belum mendapatkan izin untuk dijenguk oleh teman teman Xavier yang sangat ingin menjenguk nya.
Semua itu atas keinginan Daddy Xander yang menerima saran dari Alex untuk tidak membiarkan orang luar untuk menjenguk Xavier dengan alasan keamanan.
Alexander juga menyebutkan bahwa kemungkinan yang menimpa Xavier bukan murni kecelakaan namun ada beberapa bukti bahwa kecelakaan tersebut disengaja.
tentunya Daddy Xander langsung geram, dan sudah menebak bahwa ini pasti berkaitan dengan orang di masa lalu nya.
Seluruh rumah sakit terutama ruangan Xavier diberikan penjagaan yang ketat hingga tidak ada yang boleh menjenguk Xavier tanpa izin dari Xander atau Alex.
namun bukan hanya kondisi luar rumah sakit yang sedikit mencekam dengan banyaknya anggota Red Lotus yang menjaga gedung rumah sakit tersebut, di ruang inap Xavier juga sedikit terasa aura suram yang ditujukan oleh kedua sosok laki-laki yang berbeda usia tersebut.
Lantaran dua sosok yang sangat penting untuk Xavier sedang adu pandang yang sedikit menunjukkan permusuhan.
Siapa lagi kalau bukan Daddy Xander dengan Felix yang sejak beberapa hari terakhir mengalami perseteruan.
Semua terjadi lantaran Daddy Xander yang tidak menyukai hubungan Felix dengan Xavier anaknya lantaran sedikit cemburu dan takut Xavier akan lebih mementingkan Felix dibandingkan dirinya.
Felix yang awalnya hanya sedikit kesal dengan ketidak sukaan Xander kepada nya mulai semakin jengkel setelah mendengar alasan konyol Daddy Xander tidak merestui hubungan nya dengan Xavier.
Apa lagi saat Xander sedikit mengancam akan mengirim Xavier untuk tinggal bersama keluarga Dixon yang lainnya di London.
Tentu saja Felix langsung marah dengan rencana gila orang tua kekasih nya itu.
" Ayolah uncle, bukankah itu sudah keterlaluan dengan memisahkan aku dan Xavier" keluh Felix yang tak habis pikir dengan pemikiran Xander.
" aku dan Xavier sama sama saling mencintai, uncle tidak bisa memisahkan kami hanya karena alasan konyol yang uncle buat " serunya.
" Saling mencintai?, Kalian berdua itu masih bocah ingusan !, cinta kalian hanya cinta bocah baru puber !" seru Xander yang masih ngeyel dengan mengeluarkan alasan konyol lain nya.
" Ini tidak seperti yang uncle sebutkan!, aku benar-benar sangat mencintai Xavier, perasaanku itu serius bukan main main" ucap Felix dengan wajah yang sangat meyakinkan.
Xander sedikit tertegun dengan ungkapan isi hati Felix, di dalam hati Xander sendiri sudah mengetahui bahwa Felix adalah pria yang serius dengan ucapannya.
Karena setahu Xander seluruh keluarga Jacob sangat menjunjung tinggi kesetiaan jadi sebenarnya ia sudah percaya bahwa Felix pasti akan menjaga Xavier dengan sangat baik.
Namun di sisi lain hatinya, Xander merasa tidak rela jika harus merasakan nanti jika perhatian putri nya terbagi dengan pria lain yang baru memasuki kehidupan Xavier.
Xander juga merasa bahwa tidak ada yang bisa menjaga putri nya sebaik dirinya sebagai seorang ayah, Xander takut jika Felix membuat putri nya patah hati mungkin kelak.
sedangkan di lain sisi Alexander yang sudah beberapa hari melihat pertengkaran antara sahabat dan putranya itu hanya bisa menghela nafas dalam dalam.
" jika nanti ada seorang penggemar wanita mu yang lebih cantik dari pada putriku kau pasti akan meniggalkan nya kan !, MENGAKULAH !!! " ucap Xander yang menuding Felix tipikal orang yang tidak setia.
" Astaga Uncle !, itu tidak akan pernah terjadi, Aku bersumpah untuk itu " sangah Felix dengan wajah sedikit tertekan menghadapi sikap keras Xander.
" Ck! Pembohong!, aku sudah pernah merasakan masa muda bocah !, Jangan berfikir bisa menipuku " ucap Xander yang tidak mau kalah.
" huh ! "
" Stop Kalian berdua ! " ucap tiba-tiba Alex yang sudah mencapai batas kesabaran mendengar pertengkaran kedua orang didepannya itu.
Xander dan Felix seketika terdiam dan menatap kearah Alex secara bersamaan.
" Kau tidak perlu ikut campur Alex, ini masalah antara aku dengan bocah ingusan ini ' ujar Xander sambil melirik tajam kearah Felix.
" Aku sudah dewasa uncle, aku bukan anak kecil lagi " sahut Felix dengan wajah jengkel.
" Tutup Mulut Kalian Berdua !! " ucap alex dengan suara yang keras.
Kedua orang didepannya itu langsung berhenti saling adu pendapat namun masih mengeluarkan pandangan sinis masing-masing.
" Hah ! " Alex seketika menghembuskan nafas berat.
" Ingat kita sekarang ada di rumah sakit, apa kalian tidak sadar sudah menganggu Xavier Beberapa hari ini " ucap Alex dengan memandang geram kedua manusia didepannya itu.
" huf !" suara hembusan nafas Xander dengan Felix yang baru menyadari kelakuan mereka yang sudah menggangu waktu pemulihan Xavier.
" Selesai kan nanti saja setelah Xavier benar benar sembuh" ucap alex memberikan saran.
Mendengar saran dari Alex, Xander dan Felix hanya bisa pasrah.
" Uhuk ! "
secara tiba-tiba terdengar suara batuk dari arah belakang mereka.
" Princess?? "
" Sweetie ? "
Seketika itu Xander dan Felix berlari menuju ranjang tempat Xavier berbaring.
Mereka melihat bahwa orang yang sangat mereka nantikan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda akan segera sadar.