
####
" Sweetie, kita mau masak apa ?? " tanya felix karena dia sendiri tidak bisa memasak.
Xavier menatap seluruh bahan masakan di atas meja dengan sedikit berfikir.
" Bahan bahannya sangat terbatas fel ? , kita masak Capcay dan Ayam kecap saja bagaimana ??? " ujar Xavier memberikan ide masakannya.
Felix sendiri hanya mengangguk saja, sebenarnya ia ragu kalau kekasihnya itu bisa memasak, namun ia tidak mengatakan nya takut pacarnya tersinggung.
" Baiklah sweetie, aku ikut saja " jawab singkat Felix dengan senyum tipis nya.
Xavier segera menyiapkan seluruh bahan bahannya untuk memasak dua menu makanan tersebut.
" Fel kamu potong potong wortel nya ya, biar aku yang bersihkan ayamnya " ucap Xavier membagi tugas.
" Oke sweetie " Felix dengan segera melakukan apa yang diminta Xavier.
Felix segera memotong motong wortel, sosis dan sayuran lainnya.
Xavier juga dengan cekatan membersihkan daging ayam tersebut dan membagikannya beberapa potongan.
Xavier dan Felix saling berkerja sama dengan baik hingga mereka sama sekali tidak merasakan kesusahan saat memasak.
Sedangkan di meja Perseta lain sudah sangat kacau balau salah satunya adalah Tim Erlan dan alan.
" Hey !!!, cepat cuci beras nya !!! " ucap Alan dengan kesalnya.
" iya ini juga lagi dicuci !!! ' sahut Erlan yang tak kalah kesalnya.
" Dari tadi cuci beras aja lama banget !!! " ujar Alan heran karena Erlan sudah mencuci beras itu selama lebih lima belas menit.
" Ya sabar dong !!, ini masih cucian yang ke 7 kalinya !!! " ucap Erlan yang kembali menambahkan air lagi kedalam wadah yang berisi beras itu.
" Hey BODOH !!!, sejak kapan cuci beras sampai 7 kali BODOH !!!! " ucap kesal Alan yang sudah terbawa emosi melihat kebodohan saudara kembarnya itu.
" Lah emang nya berapa kali ?? " sahut Erlan dengan wajah bodohnya.
" Kenapa gak bilang dari tadi ???, Ck ! sia sia tenaga gue nyuci nih beras sampai 7 kali !! " ucap Erlan yang masih tidak menyadari kebodohannya sendiri.
" Ya Lo gak nanya SETAN !!!! " ucap Alan yang sudah ingin memukuli wajah saudara kembarnya itu.
Sedangkan di tempat Sandra dan Liora masih sedikit lebih kondusif dibandingkan dengan kondisi meja Erlan dan Alan.
" San , habis ini ngapain lagi ? " ujar Liora yang menunggunya arahan Sandra yang sedikit memiliki keterampilan memasak.
" Oh, kamu masak pastanya aja, nanti jangan lupa kasih sedikit garam ke air buat rebus pastanya " ucap Sandra mengarahkan tugas lain untuk Liora.
" Oke !! " ujar Liora yang langsung menyanggupi.
" Sip lah kalo begitu, biar aku yang buat saus untuk pastanya !! " sahut Sandra.
Mereka pun kembali melakukan tugasnya masing-masing dengan cukup terampil.
Sedangkan di meja Tristan yang sudah berbaikan dengan Luna mereka memutuskan untuk menjadi setim.
Sejak awal perlombaan hingga waktu sudah berjalan separuh dari waktu yang ditentukan oleh panitia, hanya Tristan sajalah yang memasak dan Luna sama sekali tidak Membantu apa apa.
Luna malah sibuk memperhatikan kearah meja Felix dan Xavier dengan wajah yang sangat menahan amarahnya.
" Seharusnya aku yang ada di sana bersama dengan Felix bukannya si gadis sialan itu !! " batin Luna menatap tajam kearah Felix dan Xavier berada.
Sedangkan Louis mau tak mau harus satu tim dengan Audrey yang juga sama sekali tidak Membantu apa apa seperti Luna.
Tapi Louis sama sekali tidak meminta Audrey untuk membantunya karena ia cukup malas untuk berdebat dengan gadis gila seperti Audrey.
Sedangkan di sisi keluarga Jacob mereka sejak awal memperhatikan ke arah Felix dan Xavier yang sedang sibuk memasak.
" Apakah si Kitty itu benar-benar bisa memasak ?? " ujar Rigel sedikit merasa tidak yakin.
" Aku kurang percaya dia benar-benar bisa memasak !! " sahut Lucas yang kurang percaya dengan kemampuan pacar adiknya itu.
" Sudahlah kita lihat saja nanti bagaimana masakan si Kitty itu " ucap dingin Matthew yang juga menatap kearah Xavier dan Felix.