
##
Jevano terus mengajak keempat gadis di depannya untuk mengobrol dengan nya.
" Oh ya, jemputan kalian belum datang " ucap Jevano.
Keempat gadis didepannya pun menjawab dengan alasan berbeda-beda.
" Kalau jemputan gue sih udah di perjalanan " ucap Audrey.
" kalau aku dijemput kakak, masih di perjalanan juga " sahut Sandra.
" sama yang jemput Mama, kayaknya sih diperjalanan juga " ucap Liora.
" Kalau kamu vier " tanya Jevano pada Xavier yang sedang sibuk mengotak-atik hp nya.
" chat ku masih belum dijawab sama sopir aku, jadi belum pasti dijemput siapa " ujar Xavier yang sedang memeriksa handphone nya.
" ooh " sahut Jevano.
" Coba chat lagi deh vier atau telfon aja" ucap Audrey.
Xavier segera mengirim chat lagi kepada supir yang menjemputnya karena tak biasanya supir yang menjemputnya datang terlambat.
Hingga akhirnya chat nya pun dijawab oleh supir Xavier dan saat Xavier membaca balasan dari supir nya wajah Xavier sedikit kesal.
" Hah!, Kayanya jemputan aku gak datang deh " ucap Xavier dengan wajah tertekuk.
" Loh kenapa ?" tanya Sandra.
" Tadi pak supirnya chat kalau mobil nya mogok di perjalanan " ujar Xavier membacakan situasi yang terjadi.
" Ya ampun, Kalau gitu bareng gue aja gimana ' tawar Audrey mencoba memberikan tumpangan kepada Xavier.
" Oh gak usah kok .." sahut Xavier.
" Gimana kalo sama gue aja, gue anterin sampek rumah kamu dengan selamat, dijamin deh " ujar Jevano yang ikut menawarkan tumpangan.
" Eh gak perlu ..."
"..."
" Pacar gue gak perlu tumpangan dari siapa pun, termasuk Lo " terdengar suara datar yang tiba-tiba muncul dari arah belakang mereka hingga langsung membuat semua melihat sumber dari suara tersebut.
" Felix .." gumam Xavier melihat kedatangan Felix dan anggota geng Tiger lainnya.
Tanpa banyak bicara Felix segera berjalan menghampiri Xavier dan langsung merangkul pundak nya dengan posesif.
" Gue bisa antar pacar gue pulang, jadi terima kasih niat baik nya" ujar Felix dengan wajah datarnya melihat penuh ancaman kearah Jevano.
Sedangkan Jevano hanya menyunggingkan senyum tipis melihat reaksi Felix.
" Oke lah kalau vier udah ada yang nganter" ujar Jevano yang masih memandang ke arah Xavier dan Felix dengan senyum yang menyungging.
Xavier dan teman temannya hanya mengangguk untuk menanggapi Jevano.
Sedangkan geng Tiger sedikit saling lirik seperti memikirkan sesuatu yang sama.
" Oh ya Felix, Jaga dia baik baik " ucap pelan Jevano saat berjalan berpapasan dengan Felix, hingga hanya Felix dan Xavier saja yang mendengar perkataan Jevano.
Felix tentu saja langsung mengeram marah mendengar perkataan Jevano yang tentunya ia mengetahui maksud asli Jevano.
Sedangkan Xavier menganggap bahwa Jevano bermaksud untuk mengingatkan Felix dan Xavier untuk hati hati dijalan.
" Ehem!, gimana jadinya kita pulang gak! " ujar Erlan yang memecahkan suasana sunyi yang terjadi.
sedangkan yang lainnya pun sependapat dengan Erlan.
" Gue cabut duluan ya, pacar gue minta ditemenin" ujar Tristan dan langsung diiyakan oleh yang lain.
Sedangkan yang lain pun pulang dengan jemputan mereka masing-masing.
Felix segera membawa Xavier ke motor nya yang terparkir dan segera membonceng Xavier dan mengantarkan nya ke Mansion Dixon.
Di sepanjang perjalanan Felix hanya diam saja sedangkan Xavier sedang menikmati pemandangan kota apalagi saat ini ia sedang dibonceng kekasih yang terkesan sangat romantis.
Xavier memeluk erat pinggang Felix.
" Oh ya Fel, aku tadi janjian sama Liora dan Sandra buat nonton film di bioskop nanti sore, aku sudah minta izin sama Daddy Xander, tapi kata Daddy harus pergi sama kamu juga buat jagain " ucap Xavier memberi tahu tentang keinginannya untuk jalan jalan.
" Kamu belum sehat sweetie, istirahat saja ya di mansion " sahut Felix yang sedikit tidak setuju dengan keinginan Xavier.
" Ayolah Fel, aku udah bosen banget tau di mansion terus, aku juga butuh refreshing" keluh Xavier.
" oke tapi jangan sekarang ya, weekend aja, kamu juga kan baru masuk sekolah, jadi jangan banyak keluar keluar dulu " ujar Felix dengan suara yang tegas dan tidak ingin dibantah.
" ck!, oke oke tapi janji weekend kali ini bakal jalan jalan" ucap Xavier dengan memanyunkan bibirnya.
" iya janji " jawab singkat Felix yang merasa gemas melihat wajah kesal Xavier yang lucu di kaca spion motor nya.
Felix melanjutkan perjalanan menuju mansion Dixon dengan cukup santai mengendarai motornya.
Hingga akhirnya motor yang dikendarai oleh Felix sudah sampai di pekarangan mansion Dixon.
Xavier segera turun dari motor Felix.
" makasih sudah anterin" ucap Xavier tulus dengan senyum manisnya.
" Sama sama, lain kali kalau gak ada yang jemput bilang aku saja ya, nanti bisa aku antar pulang" ucap Felix dan sedikit menasehati Xavier untuk memberi tahu dirinya jika tidak ada jemputan.
Xavier menjawab dengan anggukan kepala menandakan bahwa ia paham.
Setelah Felix memastikan bahwa kekasihnya telah pulang dengan selamat, Felix pun segera mengendarai motor nya pergi dari Mansion Dixon untuk pergi ke suatu tempat.