
##
Di kelas Xavier yang masih melangsungkan pembelajaran.
Kelas pertama hari ini diisi oleh mata pelajaran Sejarah yang langsung membuat para murid di kelas tersebut pusing.
Xavier masih memperhatikan kearah guru yang mengajar hingga beberapa saat kemudian ia merasa ingin buang air kecil.
" Aduh kebelet lagi ? " batin Xavier yang sedikit terganggu.
Tak mau menahan terlalu lama karena waktu pelajaran masih cukup lama, Xavier pun meminta izin kepada guru untuk ke toilet.
Guru yang mengajar pun mengizinkan Xavier dan tanpa menunggu lama Xavier segera keluar dari kelas untuk menuju toilet.
Sesampainya di toilet sekolah, Xavier segera memasuki kamar kecil yang masih kosong.
-
Setelah selesai dengan urusan nya di toilet, Xavier segera kembali ke kelas dengan berjalan sedikit terburu-buru karena tidak ingin ketinggalan pelajaran.
Hingga tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang berjalan berlawanan dengan nya.
" Brakkk..!! "
" brukk!
Aduh ..!! " Xavier sedikit menjerit kecil karena menabrak seorang murid hingga ia dan murid laki-laki tersebut jatuh terduduk di lantai.
" Sorry..Sorry..?, kamu baik baik saja ? " ucap murid laki-laki tersebut yang membantu Xavier untuk berdiri.
Xavier sedikit menepuk rok nya membersihkan debu yang menempel karena jatuh di lantai.
" Oh gak papa kok, gue yang harus nya minta maaf" ujar Xavier yang sedikit melihat wajah murid tersebut yang lumayan cukup tampan.
" Tidak perlu minta maaf " ucap murid laki-laki tersebut dengan senyum yang manis.
" oh ya, bolehkah aku bertanya kepada mu ? " ucap murid laki-laki tersebut tiba-tiba.
" tentu saja, kamu ingin menanyakan apa? " sahut Xavier yang tidak keberatan menjawab pertanyaan murid tersebut.
" Dimana letak Kelas murid senior berada? " ucap murid laki-laki tersebut dengan tetep menunjukkan senyum manisnya yang menawan.
" Oh!, kamu lurus saja dari arah sini, lalu belok kanan sedikit, disitulah tempat yang kamu cari " ujar Xavier yang menerangkan sambil menunjuk arah menggunakan jari nya.
" oh!, Terimakasih kalau begitu " ucap murid laki-laki tersebut ramah.
" Baiklah kalau begitu aku kembali ke kelas ku karena ini masih waktu pelajaran " ucap Xavier yang langsung berlari meninggalkan murid laki-laki tersebut dengan sedikit terburu-buru karena ia cukup lama meninggalkan waktu pelajaran.
Murid laki-laki tersebut hanya menatap punggung Xavier yang sudah cukup jauh dari tempatnya.
" Cantik .." gumam murid laki-laki itu.
##
Tok!
Tok !
" oh masuk lah, saya sudah menunggu mu dari tadi " ujar guru yang mengajar di kelas itu.
" Baik Mrs " orang yang mengetuk pintu kelas itu pun memasuki kelas dan langsung disambut oleh kekaguman murid murid perempuan yang terpesona dengan ketampanan pemuda itu.
" Omg!!, ganteng banget !! " bisik beberapa siswi dengan wajah merona.
" kayak nya kegantengan Geng Tiger bakal ada saingan nih " ucap siswa lain.
Sedangkan Felix dan anggota geng Tiger lainnya sedikit penasaran dengan murid baru di depan tersebut.
" Cih!, Gue kira murid barunya cewek cantik, ternyata berbatang !" ucap Erlan dengan mimik wajah yang kecewa.
" ck!, cewek cantik aja yang ada di pikiran Lo itu " ucap Alan dengan nada sindiran.
" Biarin yang penting masih normal, suka cewek " balas balik Erlan dengan memicingkan matanya.
Alan pun hanya memutar malas matanya.
Sedangkan di sisi Felix yang memiliki expresi yang berbeda, ada perasaan tak suka melihat murid laki-laki tersebut.
" Baiklah perkenalkan, dia adalah murid baru yang akan iku belajar di kelas ini mulai sekarang " terang guru menjelaskan sosok murid disampingnya itu.
" Sekarang perkenalkan dirimu " ucap Guru meminta murid laki-laki itu memperkenalkan nama nya.
Murid laki-laki itu pun mengangguk dan langsung melihat ke sekeliling nya dan segera memperkenalkan nama nya disertai senyum yang menawan.
" Perkenalkan namaku Jevano, aku murid pindahan dari Italia, semoga kalian mau menerima kehadiran saya dan mau berteman dengan ku " ucap murid itu yang langsung membuat beberapa siswi tersipu.
" Hi Jevano..' ucap beberapa murid yang menyapa Jevano dengan ramah.
" hi Jevano mau gak jadi pacar Gue ?" ucap lugas salah satu siswi perempuan.
" enak aja! , ama aku aja Jevano, Aku jomblo loh " sahut centil murid perempuan lainnya.
" Sudah sudah, kalian itu masih remaja, jangan mikir soal cinta cintaan, lebih baik pikiran nilai kalian kalau gak mau gagal kelulusan tahun ini " ucap tegas Mrs yang mengajar di kelas.
" iya Mrs, kami mengerti " jawab serentak siswa yang ditegur.
" cih! Masih gantengnya juga gue " ucap sinis Erlan.
Guru pun menyuruh Jevano untuk duduk di bangku yang kosong dan langsung melanjutkan pelajaran yang sedikit tertunda.
Sedangkan Felix masih menatap lurus ke arah Jevano.
" Mencurigakan ?" batin Felix yang menatap tajam kearah tempat duduk Jevano berada.