
##
Sedangkan di perkemahan juga masih dibingungkan dengan belum sampai nya Kelompok 2 yang masih belum kembali walaupun waktu sudah berakhir cukup lama.
" Ck, kok kelompok Xavier belum datang ya ? " ucap Liora yang sudah menunggu teman nya itu.
" iya kok mereka lama banget, perasaan gue juga kurang enak " sahut Sandra.
" hus !, gak boleh ngomong kayak gitu, mungkin mereka kesusahan cari bendera nya " sahut Louis memperingati kedua sahabat baik itu.
" semoga aja iya" ujar Sandra dengan suara yang gelisah.
Sedangkan para panitia juga dibuat resah dengan keterlambatan kelompok Tristan dkk itu, karena kelompok itu berisi anak anak donatur sekolah, apalagi reaksi Jack sebagai ketua panitia sudah berubah pucat karena terlalu khawatir terjadi sesuatu dengan kelompok itu.
itu dikarenakan Jack adalah orang suruhan dari tuan Alexander Jacob untuk mengawasi putranya.
Dan sekarang putra kesayangan dari bos nya itu belum kembali dari menyisir hutan, membuat wajah Jack sudah tak karuan.
" Kenapa tuan muda Felix belum kembali, apa aku informasi kan ini kepada tuan besar " batin jack yang juga merasa gelisah.
" ck, kalau sampai terjadi sesuatu dengan tuan muda , bisa bisa kepala ku terpisah dari badan ku besok " pikir Jack bergidik ngeri membayangkan nasibnya yang bisa saja diujung tanduk.
Hingga beberapa saat kemudian terlihat seorang siswa yang berlari dari arah hutan menunju ke hadapan Jack.
" Kak gawat!! " ujar Alan yang masih ngos-ngosan.
" Ada apa! " Jack pun langsung menanyai Alan segera.
" Tiga anak dari kelompok kita Hilang Kak !!! " ujar Alan yang langsung ke intinya.
Suasana di area lapang itu pun heboh karena laporan dari Alan.
" Hey Al yang benar Lo, Siapa yang ilang ?? " ujar Erlan yang bertanya kepada kembarnya itu.
" iya Al, siapa yang ilang, Vier baik baik saja kan " ucap Sandra yang langsung menyela ucap Erlan.
" Stop!!, biar Alan bicara duluan! " ucap Jack segera menghentikan pertanyaan pertanyaan dari mereka.
Sandra dan yang lainnya pun diam menunggu penjelasan lanjut dari Alan.
Alan pun menceritakan seluruh hal yang terjadi di kelompoknya tersebut, dari berpencar nya kelompok mereka menjadi dua tim, hingga hilang nya Xavier, Audrey dan Luna.
" Baiklah kalau begitu, saya akan mengumpulkan beberapa orang untuk mencari ketiga teman kamu yang hilang itu " ujar Jack segera memberikan instruksi.
Alan pun hanya mengangguk setuju dengan usulan Jack.
Jack segera meminta bantuan kepada para pengawal bayangan yang dikirim Jacob untuk menjadi tempat perkemahan.
Jack juga segera mengabari bos nya tentang kejadian itu.
##
Sedangkan di sisi Felix dan Tristan masih disibukkan dengan pencarian mereka di sekitar hutan.
" XAVIER ...!!!
" Luna...!!!
Audrey ... !!!!
suara teriakkan Felix dan Tristan memanggil nama Xavier, Audrey dan Luna.
" Kita udah telusuri seluruh pinggir hutan Lix, Kayak nya mereka gak ada di sini !! " ujar Tristan.
" Kayanya mereka masuk hutan, cuma di sisi itu aja yang belum diperiksa " sahut Felix.
" kita berangkat sendiri atau tunggu bantuan datang " ucap Tristan.
" Kita masuk sendiri aja, gue udah gak bisa lama lama gak dapat kabar kondisi Xavier " ucap Felix yang sudah tidak bisa menunggu lama untuk mencari keberadaan pacar nya, apa lagi waktu sudah menunjukkan sore hari.
Tristan juga sependapat dengan Felix, ia juga sangat khawatir dengan kondisi pacarnya Luna yang juga belum ditemukan.
##
Sedangkan di sisi Audrey yang masih berjalan sambil memapah Xavier yang sudah sangat lemah.
" Gue harus bisa sampai perkemahan sebelum malam , kondisi Xavier juga semakin memburuk " ujar Audrey yang berjalan sangat berhati-hati.
Audrey begitu menghawatirkan keadaan Xavier yang sudah sangat pucat.
##
Sedangkan di sisi Luna yang masih bergelantungan di pinggir tebing.
" TOLONG ...!!!
" Hu hu hu ...!!!
" Badan gue sakit semua ... !!!
" Mommy ....!!!!
teriakkan demi teriakkan dikeluarkan oleh Luna untuk meminta pertolongan.
Tubuh Luna juga dipenuhi oleh luka memar akibat jatuh dari atas tebing.