Kiara's Second Life

Kiara's Second Life
Felix Vs Xander



##


Sudah tiga hari telah berlalu namun Xavier masih belum sadar dari kondisi kritis nya.


Felix pun selalu setia menjaga Xavier selama tiga hari ini di rumah sakit.


Hingga membuat tampilan nya sedikit berantakan, dua hari yang lalu juga Daddy Xander sudah pulang dengan wajah yang sangat khawatir.


Tiga hari yang lalu..


Nampak Felix masih duduk dengan posisi yang sama semalaman, Felix masih setia menemani kekasihnya di ruang inap tersebut.


Semalaman Felix sama sekali tidak tidur karena berjaga jaga apa bila Xavier terbangun dari kondisi kritis nya.


Di ujung ruangan tempat nya disebuah sofa panjang Daddy Alex juga masih menemani putra nya tersebut.


Sesekali Alex akan meminta Felix untuk beristirahat sejenak dan bertukar tempat dengan nya, namun semua itu hanya akan berujung penolakan dari Felix yang tidak ingin meninggalkan Xavier sejengkal pun.


Rasa bersalah dan takut terus terngiang-ngiang di kepala Felix, dia selalu diliputi rasa penyesalan karena gagal melindungi orang yang sangat berharga bagi hidupnya.


" Dad, apakah aku gagal menjaga nya Dad? " ujar Felix tiba-tiba bertanya kepada Daddy Alex.


" huf !, semua itu sudah takdir son, sebagai manusia kita hanya bisa berusaha untuk yang terbaik" sahut Daddy Alex mencoba meringankan beban hati putranya.


Felix hanya bisa terdiam dengan banyak pemikiran nya, namun secara tiba-tiba seseorang memasuki ruangan tersebut dengan nafas tergesa-gesa.


" Brakk ..! "


" Putri ku ..!! "


suara Daddy Xander yang baru memasuki kamar rawat putri nya dengan wajah yang sangat berantakan.


Wajah Daddy Xander terlihat sangat lelah dengan lingkaran hitam di bawah matanya yang cukup mengerikan.


Tanpa perduli dengan disekitar nya terdapat orang lain, Daddy Xander hanya menatap kearah Xavier yang masih terbaring tak sadarkan diri.


Alexander segera menghampiri temannya itu yang langsung termenung menatap penuh kesedihan kearah Xavier yang masih setia menutup mata nya.


Segera Daddy Xander berlari menuju ke ranjang Xavier yang masih tak sadarkan diri, dengan air mata yang mulai keluar dari pelupuk matanya, Xander hanya bisa memegang erat tangan Xavier dengan penuh kesedihan.


" My princess, Bangunlah sayang, Daddy sudah datang " ucap lirih Daddy Xander dengan suara parau menahan kesedihan.


" Apakah kamu marah kepada Daddy sayang, Daddy berjanji akan meluangkan waktu lebih banyak untuk mu Princess, kamu bangun ya " ucap Daddy Xander diiringi tangisan yang berusaha keras ia tahan, namun air matanya tetep lolos dari matanya.


Alexander segera menghampiri temannya, dan menepuk pundak Xander mencoba memberikan penenang dari rasa keterpurukan yang dirasakan Xander.


" Tenang lah bro, kalau sampai putri mu tau, keadaan mu seperti ini dia pasti sangat bersedih " ujar Alex mencoba menenangkan sahabat nya.


Daddy Xander segera tersadar dan segera menghapus air matanya walaupun itu tetap tidak bisa menghilangkannya rasa sedih dihatinya namun ia tetap harus tegar demi putri nya Xavier.


" sebenarnya apa yang terjadi dengan putri ku Alex, kau pasti tau kan " ucap dingin Xander melirik ke arah Alex meminta penjelasan.


" hemm, kita bisa bicara berdua nanti " ujar Alex sedikit melirik sekilas ke arah putranya Felix yang tidak bergeming dari tempatnya.


Xander segera tersadar dengan kehadiran Felix yang dari tadi berada di ruangan tersebut juga.


Xander menatap penuh tanya kearah Felix yang belum pernah ia temui sebelumnya.


menyadari arti tatapan Xander, Alex segera memperkenalkan Felix kepada Xander.


Alex dengan gamblang memberi tahu bahwa Felix adalah putra, sekaligus pacar Xavier putri sahabat nya itu.


Dan Xander menanggapi nya dengan raut wajah yang berubah ubah, dari yang cukup terkejut dengan kenyataan Felix adalah putra Alex sampai raut wajah Xander yang menjadi kesal karena baru tau kalau Felix adalah kekasih putri nya.


" Sejak kapan kau berani mendekati putri ku " ucap serius Xander menatap tajam kearah Felix ada sedikit rasa tidak terima bahwa putrinya akan direbut oleh bocah didepan nya itu.


" sejak satu tahun yang lalu Uncle Xander" ucap Felix dengan wajah yang berani tanpa kegugupan sama sekali.


" cih!, putri ku masih kecil, aku belum mengijinkan nya berpacaran !" ujar Xander secara blak-blakan tidak suka dengan hubungan antara mereka.


Seketika wajah Felix mengelap karena kesal dengan ucapan Xander yang mempunyai arti yang mengharapkan ia dan Xavier putus.


Sedangkan Alex hanya bisa geleng-geleng kepala melihat perang kecemburuan di depan nya, satu sisi pacar yang obsesi dan sisi lain ayah yang posesif parah.