
##
Diruang rawat Xavier, Daddy Xander dan Felix masih menunggu gadis didepannya bangun dari tidur panjangnya.
Walaupun hari sudah mulai gelap, tapi Xavier masih belum sadar, Mereka juga sudah mendapatkan kepastian dari dokter yang merawat Xavier, bahwasanya Xavier kemungkinan akan bangun saat malam atau esok hari.
mereka masih dengan sabar menjaga Xavier secara bergantian hingga waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam barulah Xavier menunjukkan tanda-tanda akan segera sadar.
" emm ?? " Xavier mulai membuka matanya dengan perlahan dan menstabilkan pandangan yang sedikit buram karena terlalu lama tidur.
" baby?, syukurlah kalau kamu sudah sadar sayang " ujar Daddy Xander yang merasa sangat bahagia hingga membuat matanya sedikit berkaca kaca.
Xavier melihat kearah Daddy nya dengan wajah yang sedikit pucat, sedang kan Felix sedang berada di kamar mandi jadi hanya Xander yang terlihat untuk pertama kalinya saat Xavier bangun.
" Daddy? " ucap pelan Xavier yang sudah mulai menerima takdirnya.
" iya sayang, apa ada yang sakit sayang?, katakan lah biar Daddy bisa panggil dokter kemari " sahut Xander dengan wajah yang sangat khawatir.
Xavier hanya menjawab dengan gelengan kepala dan senyuman hangat yang menghiasi wajah pucatnya.
" syukurlah !" ujar Xander dengan wajah yang menampilkan kelengahan.
" Dad, boleh aku meminta air ?" ucap Xavier yang merasa tenggorokan nya terasa sedikit kering.
" tentu saja" dengan segera Xander mengambil segelas air yang sudah tersedia di meja samping tempat tidur Xavier.
Xander juga membantu putri nya meminum air putih tersebut karena Xavier masih belum memiliki tenaga untuk menggerakkan tubuhnya.
Setelah selesai Xander kembali membaringkan putri nya agar bisa istirahat kembali, sesaat setelah Xavier kembali berbaring Felix sudah keluar dari kamar mandi dan sedikit terkejut dengan kondisi Xavier yang sudah sadar.
" sweetie? " gumam Felix dengan wajah yang penuh dengan kerinduan.
Felix segera berlari kecil menghampiri ranjang Xavier, Xavier sendiri hanya tersenyum tipis melihat kekasihnya itu.
" maaf kan aku sweetie, aku tidak becus untuk menjaga mu " ucap Felix dengan rasa bersalah sambil memegang erat tangan Xavier.
" itu bukan salah mu Fel, kamu tidak perlu untuk meminta maaf" ujar Xavier yang tidak suka melihat Felix yang menyalakan dirinya sendiri.
" tapi aku tetap lah bersalah sweetie" ucap Felix.
Xander sendiri hanya diam saja melihat interaksi antara Felix dan Xavier.
" ternyata bocah ini benar benar mencintai Vier, apa izinkan saja hubungan mereka? " batin Xander yang tertegun dengan wajah bersalah Felix.
" sudahlah tidak usah dibahas lagi, yang terpenting aku sudah baik baik saja sekarang " ujar Xavier yang tidak ingin membahas kejadian naas yang menimpa nya.
##
Sedangkan di markas besar Red Lotus, Daddy Alex baru saja memasuki ruangan pribadinya yang sudah diisi oleh Opa Antonio dan Uncle Fred.
" bagaimana son, dengan keadaan putri sahabat mu itu " tanya Opa Antonio kepada putra pertamanya itu.
" semuanya sudah terkendali Dad, gadis itu sudah jauh lebih baik sekarang " jelas Alexander dengan wajah yang cukup lega.
" syukurlah kalau gadis itu sudah jauh lebih baik, aku tidak tega melihat wajah sendu Felix beberapa hari terakhir karena memikirkan kondisi kekasihnya itu " ujar Antonio yang juga merasa sangat lega.
" jadi bisa kita bicarakan tentang laporan hasil dari penyelidikan ku " ucap uncle Fred yang langsung ke intinya.
Alex dan Antonio langsung mengiyakan perkataan uncle Fred.
uncle Fred pun mengeluarkan data data hasil penyelidikan di sebuah proyektor.
" sekitar jam dua belas siang hari saat kejadian nampak ada sebuah mobil box yang tidak dikenal memasuki area hutan " jelas Fred yang memulai menerangkan.
" ada dua orang yang berada di mobil box itu, dan saat jam menunjukkan pukul dua siang mereka memasuki hutan dengan membawa sebuah kandang besi berisi seekor serigala, itu juga sudah aku temukan di jarak yang tidak terlalu jauh dari tempat gadis Dixon itu diserang oleh binatang buas "
" saat berita hilangnya beberapa siswa di hutan itu, aku dan beberapa anak buah ku sudah bergerak menyelidiki semuanya, dan kami juga sudah melacak mobil box itu yang ternyata menggunakan plat nomor palsu "
" hingga akhirnya pada saat malam di hari kejadian, kami berhasil menemukan mobil box tersebut berserta kedua orang misterius itu yang sudah menjadi mayat "
" menurut hasil pengamatan ku kemungkinan besar kedua orang tersebut bunuh diri " ujar Fred menjelaskan seluruh hasil penyelidikan.
" orang yang rela mati demi sebuah misi bukalah dari pasukan biasa, jika itu hanya kelompok pembunuh bayaran mereka tidak akan sampai merelakan nyawa mereka sendiri hanya karena uang " ucap Alexander dengan pandangan yang memikirkan spekulasi lain.
" lanjutkan Fred " ucap Opa Antonio dengan suara yang dingin.
" aku setuju dengan pemikiran mu kak, setelah kami menyelidiki mayat tersebut kami menemukan tato yang bertuliskan lambang huruf * A * ditubuh mereka " ucap Fred dengan tatapan tajam dan senyuman sinis nya.
" tato * A * jangan bilang.. " ucap Alexander dengan pandangan yang semakin tajam.
Fred hanya mengangguk mengiyakan pemikiran alex tentang lambang tato huruf A itu.
" hah!, jadi tua bangka itu sudah mulai menyerang secara terang-terangan " ucap Opa Antonio.
Alexander sendiri terlihat sangat marah mengetahui siapa dalang dari kejadian ini yang ternyata orang yang sangat tidak iya sukai.
" Anderson !! " Geram alex hingga wajahnya memerah.