Kiara's Second Life

Kiara's Second Life
Rencana Jevano



##


Hari libur telah berlalu dan hari ini sekolah kembali masuk seperti biasanya.


Xavier dan kedua temannya juga hari ini melangsungkan ujian kenaikan kelas.


Sedangkan Felix Dan teman temannya mendapatkan jam kosong, karena Mereka sudah melakukan Ujian lebih awal.


itu terjadi karena Felix dan Xavier berbeda tahun ajaran.


Xavier yang melakukan ujian untuk kenaikan kelas, sedangkan Felix melakukan ujian kelulusan.


Felix sendiri akan lulus sekolah tahun ini.


Karena hal tersebut anggota geng Tiger pun hanya bersantai saja di Rooftop markas mereka.


Di ruangan tersebut pun juga ada Tristan, Erlan, Alan dan Louis yang juga sedang bersantai di Rooftop itu.


Erlan dan Alan sedang asik bermain game, sedangkan Tristan hanya bermain media sosial miliknya, Felix pun melakukan hal yang sama dengan Tristan.


Louis sendiri sedang membaca buku yang baru ia beli saat berada di Mall kemarin.


" Akhhhh!!, kok lo bunuh gue sih !! " teriak Erlan yang kesal karena tokoh game nya dikalahkan oleh Alan.


" Tega Lo sama saudara sendiri !! " timpal nya dengan wajah yang sangat kesal.


" Cih!, Salah sendiri skill Ampas! nantang gue yang skill mainnya Master !" ujar alan dengan senyum penuh kemenangan.


" Akhhhhgg!!, Lo curang pasti!! , NGAKU Lo !!! " sahut Erlan yang masih tidak terima selalu kalah sama bermain game melawan saudara kembarnya itu.


" Ck! ck! ck, udahlah kalau skill Ampas, jangan sok jago !" sahut Alan dengan senyum sinis yang tentunya menyulut emosi Erlan.


" Dasar Lo!! " tanpa menunggu lama Erlan menjabak rambut saudara kembarnya itu hingga membuat Alan menjerit kesakitan.


" Akhh! Sialan!! lepasin Bajingan!! " ucap Alan yang kesakitan karena dijambak oleh Erlan.


Karena ikut kesal Alan pun membalas menjambak rambut pirang milik Erlan hingga membuat Erlan pun berteriak kesakitan juga.


" Aduh Aduh !, Lepasin woy! gue adek lo ya " ucapnya.


Sedangkan Tristan, Felix dan Louis hanya bisa menghela nafas kasar melihat pertengkaran antara dua saudara kembar itu.


Tristan melirik ke arah Felix seperti memberikan kode untuk memisahkan kedua sahabat mereka.


Felix sendiri hanya menaikkan bahunya menunjukkan bahwa ia tidak perduli dan malas ikut campur.


Sedangkan sekarang posisi Erlan dan Alan sudah tidak saling menjabak melainkan saling memiting seperti sedang gulat, hingga berguling guling di karpet.


" Lo kakak harusnya ngalah dong !! " seru Erlan yang mengunci kaki Alan.


Sedangkan Alan juga melakukan gerakan yang sama.


Tristan pun langsung menatap tajam kearah Louis untuk segera turun tangan memisahkan mereka.


" ck!, gue lagi yang misahin bocah-bocah berandal ini " sahut malas Louis yang dengan berat hati meletakkan bukunya terlebih dahulu untuk memisahkan kedua temannya yang goblok itu.


Louis pun menghampiri kedua temannya itu yang sedang saling mengunci gerakan masing-masing.


" Gimana pun juga lo harusnya tetap ngalah? " ujar Erlan yang masih keras kepala.


" Gak sudi ya Gak Sudi !! " sahut lagi Alan dengan kesalnya.


Dan tanpa menunggu lama ataupun bicara, Louis langsung saja menarik telinga keduanya dengan sangat kencang hingga membuat kedua saudara kembar tersebut berteriak keras.


" Akhhhhggg..!!! " dengan bersamaan Erlan dan Alan berteriak keras karena Louis yang menarik keras telinga mereka.


" Apa!! "


" Mau gak terima!! " sahut langsung Louis dengan wajah garang saat Erlan dan alan menatap tidak terima dengan perlakuan Louis.


Erlan dan Alan pun hanya bisa berwajah masam melihat wajah garang Louis, tentu saja mereka langsung kicep karena melihat kekesalan Louis.


" Udah gede tapi masih aja kayak bocah!! " bentak Louis yang sudah sangat jengkel karena kelakuan kedua sahabat bodohnya.


Sedangkan Felix dan Tristan hanya bisa geleng-geleng kepala sambil terkekeh kecil melihat tingkah ketiganya.


##


Di lain tempat yang masih berada di wilayah sekolah.


Nampak Luna yang terlihat berjalan mengendap-endap menuju area gudang sekolah.


Luna juga terlihat sangat berhati-hati dalam perjalanan memeriksa sekitar agar tidak ada yang mengikutinya.


Sesampainya di area gudang terlihat sudah ada seorang siswa yang sudah menunggu kedatangan Luna.


Siswa tersebut tak lain adalah Jevano yang sudah membuat janji temu dengan Luna untuk membahas sesuatu.


" Akhirnya kau datang juga " ucap Jevano dengan wajah datarnya menatap kedatangan Luna.


" tu.. tuan muda, Maaf sudah menunggu lama " ujar Luna dengan suara gugup dan wajah sok polos miliknya.


" cih!, Kau pikir aku perduli, dan jangan samakan aku dengan pacar bodoh mu itu yang mudah tertipu dengan tampang polos mu itu yang penuh kepalsuan " ucap Jevano dengan suara yang dingin.


" a..aku mengerti tuan muda, Lalu ada perlu apa anda memanggil saya" jawab Luna yang semakin gugup melihat tatapan tajam dari Jevano.


" Aku memilih tugas untukmu.." Sahut Jevano dengan seringnya yang merekah.


##