It'S Okay, That'S Fate

It'S Okay, That'S Fate
IOTF #35



Hari bahagia akhirnya tiba, Keana dan Juna resmi menjadi pasangan suami-istri setelah para saksi mengucapkan kata sah dengan diakhiri oleh suara tepuk tangan. Juna berhasil mengucapkan kabul dalam satu kali ucapan tanpa harus mengulang.


Setelah satu minggu Keana dan Juna tidak bisa bertemu karena sebuah tradisi, mereka akhirnya menikah dan sudah ada cincin pernikahan yang melingkari jari manis masing-masing, Keana bisa memakai cincin dengan permata yang indah itu.


Bertepatan dengan hari bahagia itu, nama Keana menjadi trending di situs berita dan semua orang yang sudah berani berurusan dengan Keana sudah mendapatkan balasannya, contohnya orang-orang yang dulu menyebut Keana sebagai selingkuhan.


Jangan tanya siapa dibalik semua itu, tentu saja laki-laki yang sekarang sudah berstatus sebagai suami Keana, tuan muda Arjuna, pemimpin dari D.K grup itu sudah berhasil menemukan orang yang menulis berita tentang dirinya dan Keana.


Selain itu, penggemar Joanna yang dulu melukai Keana juga sudah di masukan ke dalam tahanan dan akan dipastikan mendapatkan hukuman yang setimpal karena mereka sudah berani menyakiti calon pewaris grup shinhwa, nona muda Soo Jung.


Shin Soo Jung adalah nama Korea Keana. Karena memang dulu Jung Hwa memberikan dua nama sekaligus. Bukan apa-apa, Jung Hwa hanya ingin Keana memiliki nama yang sesuai dimanapun putri kesayangannya tinggal, itu alasan Jung Hwa.


Hampir semua media yang sudah menulis berita tentang Keana yang menjadi orang ketiga dalam hubungan Juna dan Joanna meminta maaf, baik secara resmi atau tidak resmi, semua mengakui kesalahan yang mereka buat dan meminta maaf.


Setelah selesai akad, acara mereka dilanjutkan dengan resepsi mewah di salah satu gedung milik Jung Hwa dan hampir semua tamu yang datang kesana bukan orang sembarang, bayangkan saja bagaimana pernikahan dua keluarga kaya raya.


Tamu undangan bergantian menghampiri Keana dan Juna untuk memberi selamat sambil sedikit berbincang-bincang sampai Juna yang awalnya antusias dengan acaranya kelelahan, resepsi itu ternyata tidak semenyenangkan bayangan Juna.


Sementara itu Jung Hwa, Bisma, Keana dan Arumi sedang sibuk dengan urusan masing-masing atau bisa dibilang mereka menyambut tamu undangan yang secara khusus mereka undang ke resepsi itu, memang sangat berbeda pernikahan orang kaya.


"Sayang, kapan acaranya selesai? aku ingin segera istirahat!" Keana lebih dulu mengeluh, kaki Keana sudah mulai mati rasa karena terlalu lama berdiri. Juna menoleh menatap wajah Keana yang terlihat kelelahan, namun masih terlihat sangat cantik.


"Aku tidak tahu, sayang. Bagaimana kalau duduk sebentar? mungkin sebentar lagi acaranya akan selesai." Ucap Juna sambil mengusap punggung Keana untuk menyemangati sang istri. Ah, tidak disangka mereka akhirnya menjadi suami-istri.


"Aunty!" Suara itu menyela Keana yang baru akan membuka mulutnya, Keana dan Juna melihat ke sumber suara, ternyata Angel, si gadis kecil yang datang bersama Willis dan seorang perempuan disampingnya, mungkin itu calon mommy Angel.


"Angel." Keana menyambut kedatangan Angel dan langsung memberi gadis kecil itu sebuah pelukan, Keana mungkin akan terjatuh kalau saja tidak ada suaminya yang dengan cekatan membantu untuk memegang gaun pengantin yang super ribet itu.


"Hati-hati." Ucap Juna pelan karena Keana hampir saja terjatuh, sulit dipercaya istrinya itu ceroboh hanya karena kedatangan Angel, padahal selama ini Keana termasuk orang yang berhati-hati dan teliti, tidak disangka Angel bisa mengubah Keana.


Keana hanya menoleh sekilas kearah Juna sambil menyengir dan menunjukan deretan giginya, lalu berfokus kepada Angel yang sekarang berada di pelukannya. Keana merindukan gadis kecil imut menggemaskan itu sampai mengabaikan Juna.


"Aunty, kenapa aunty tidak pernah main ke rumah lagi?" Ucap Angel yang membalas pelukan Keana untuk melepaskan rindunya kepada Keana, Angel menyayangi Keana meski mereka beberapa kali bertemu karena sikap keibuannya seorang Keana.


Juna memberi Willis tatapan tajam, seakan ingin meminta penjelasan. Lagi, berarti Keana pernah datang ke rumah Willis sebelumnya, benar-benar sulit dipercaya ternyata Willis pernah serius ingin menjadikan Keana sebagai mommy untuk Angel.


Tidak salah, Willis pernah sekali membawa Keana ke rumahnya, tapi saat itu Willis hanya meminta Keana menemani Angel di rumah, karena Willis masih memiliki urusan di luar. Keana menerima permintaan Willis karena tidak adalagi kerjaan.


Juna dan Willis terlihat saling memandang seolah sedang melakukan bahasa isyarat, Juna tidak bisa tinggal diam mengetahui Willis sudah membawa Keana ke rumah. Juna harus melakukan sesuatu supaya pernikahan dirinya dan Keana tetap aman.


"Aunty sibuk, sayang." Ucap Keana masih dalam posisi memeluk tubuh Angel, mereka seperti ibu dan anak yang sedang melepaskan rindu karena lama tidak bertemu. Juna yang melihatnya saja sampai cemburu dan ingin memisahkan mereka.


"Huh, kenapa orang dewasa selalu sibuk?! daddy sibuk, aunty juga sibuk, tidak ada yang menemani Angel di rumah!" Ucap Angel mengeluh, lalu dia melepaskan pelukannya terhadap tubuh Keana dan menunjukan wajah merajuknya pada Keana.


Willis tertampar mendengar perkataan Angel, selama ini Willis tidak terlalu memperhatikan Angel dan selalu sibuk dengan pekerjaan. Willis kadang baru pulang setelah Angel tidur sampai mereka berdua tidak memiliki waktu bersama.


Selama ini, Willis mengontrol kegiatan Angel di rumah atau sekolah lewat pengasuh, sementara Willis sibuk dengan pekerjaan kantor dan usaha klub malamnya. Benar kata Juna, Angel butuh sosok ayah yang selalu menemani kehariannya.


"Angel, kamu tidak merindukan uncle, hum? kita sudah lama sekali tidak bertemu!" Juna sengaja memecahkan suasana, lalu berjongkok didekat Keana untuk menyesuaikan tingginya dengan si kecil Angel. "Tidak ingin memeluk uncle juga?"


Juna melebarkan tangannya di depan Angel, dia memang harus waspada karena Angel menyukai Keana, tapi yang perlu di waspadai hanya Willis, bukan gadis tanpa dosa seperti Angel. Lagipula, Juna juga sangat menyayangi keponakannya itu.


Keana tersenyum melihat kelembutan Juna saat berhadapan dengan anak kecil, mungkin seperti itu saat mereka memiliki anak nanti, Juna akan menjadi ayah yang lembut dan penyayang bagi anak-anak mereka, memang laki-laki sempurna.


"Huh, uncle sama seperti daddy, selalu saja sibuk kerja." Ucap Angel tanpa menanggapi perkataan Juna, gadis kecil itu sedang merajuk pada orang dewasa seperti Juna, lihat saja bagaimana pipi berisinya semakin berisi dan membuat gemas.


"Hum, bagaimana kalau minggu depan kita pergi liburan?" Tanya Juna memberi penawaran, Angel mendadak antusias mendengarnya dan langsung mengubah ekspresi wajahnya, gadis itu terlihat senang mendengar kata liburan dari mulut Juna.


Juna tersenyum puas melihat reaksi Angel, tidak salah, anak kecil memang suka dibujuk, apalagi dengan sesuatu yang berbau liburan. Juna bisa memanfaatkan itu agar bisa dekat dengan Angel sekaligus menghabiskan waktu bersama Keana.


"Liburan?" Tanya Angel mengulang kata terakhir paman kesayangannya. Angel sangat menyukai liburan. Karena Willis jarang mengajak liburan, makanya sekarang Angel terlihat semangat dan antusias. "Uncle mau mengajak Angel liburan?"


Juna mengangguk membenarkan dan membuat gadis kecil di depannya kegirangan. Keana yang melihatnya hanya mampu menahan tawa, Angel memang gadis yang manis dan menggemaskan. Keana suka melihat tingkah laku gadis kecil itu.


"Tapi ada syaratnya, Angel peluk uncle sekarang dan minggu depan uncle akan mengajak Angel liburan." Ucap Juna membuat Angel buru-buru memeluk tubuh kekar itu. Keana akhirnya tidak bisa lagi menahan tawa melihat kelakuan Angel.


Juna menatap Keana yang tertawa dan menarik sudut bibirnya, ternyata Keana juga bisa tertawa sampai selepas itu. Juna menarik tangan Keana sehingga Keana ikut memeluk Angel dan Juna, mereka terlihat seperti ayah, ibu dan putrinya.


"Heh, apa-apaan kalian?!" Protes Willis melihat momen tidak mengenakan di depannya. Ayolah, Angel itu putri kecil Willis, tidak ada yang boleh memeluk Angel dan mengambil keuntungan dari putri kecil Willis, apalagi laki-laki seperti Juna.


"Angel sayang, kamu tidak bisa pergi kemanapun kalau daddy tidak memberikan ijin." Ucap Willis sengaja dengan satu tangan yang di masukan ke dalam saku celana dan tangan lain yang sedang menggandeng perempuan disampingnya, Neysa.


Ha, Willis memang mengajak Neysa menghadiri resepsi pernikahan Juna dan Keana, Willis bosan datang sendiri ke acara seperti itu, apalagi yang menikah sekarang adalah perempuan yang dulu pernah Willis kejar, tapi menikah dengan Juna.


Keana, Angel dan Juna melepas pelukan mereka, lalu menatap Willis secara bersamaan, ternyata Willis tipe orang yang suka mempersulit situasi, bahkan pada putrinya sendiri padahal tidak salah kalau Willis memberi Angel ijin untuk liburan.


"Heh, apa alasanmu tidak mengijinkan putrimu liburan bersamaku?" Tanya Juna sambil kembali berdiri dan menatap Willis. Ayolah, Juna berniat baik mengajak Angel liburan, keponakan tidak sedarahnya itu sekali-kali harus pergi liburan.


Willis memang memberikan semua yang Angel butuhkan, Angel tidak pernah kekuarangan kalau masalah materi, tapi Angel membutuhkan lebih dari sekedar materi, Angel membutuhkan kasih sayang yang lebih nyata dari Willis sebagai ayah.


"Karena Angel putriku." Jawab Willis enteng dan membuat Juna mendengus, memang siapa yang mengakui Angel anaknya, Juna hanya berniat mengajak Angel liburan. Hanya itu. Willis tidak seharusnya melarang Angel untuk pergi liburan.


"Yang benar saja! memang kalau Angel putrimu, aku tidak boleh mengajak Angel liburan? ayolah Willis, kamu tidak mungkin melarang Angel kan? ingat putrimu butuh liburan!" Ucap Juna berusaha bernegosiasi, beruntung tamu disana mulai sepi.


"Aku bisa mengajak Angel liburan. Lagipula, aku tidak mungkin membiarkan putriku ikut liburan bersama pengantin baru. Kalian membutuhkan waktu untuk bulan madu." Willis masih kukuh tidak mengijinkan Angel liburan bersama Juna.


"Daddy memang menyebalkan!" Angel menyela pembicaraan sebelum Juna sempat menanggapi perkataan Willis. Sementara Neysa sudah seperti makhluk tidak kasat mata karena sudah daritadi terabaikan dan hanya diam saja di tempatnya.


Willis melepaskan tangan Neysa dari tangannya dan mendekati keberadaan putri kecilnya, Angel langsung membuang wajahnya kearah lain, tidak ingin melihat sang ayah yang menyebalkan itu dan membuat Willis menghela nafasnya sejenak.


"Sayang, tolong dengarkan dulu daddy. Kamu bisa liburan bersama daddy, nanti daddy akan mencari waktu luang supaya bisa mengajak kamu liburan, tapi tolong bersabar." Ucap Willis seperti sebuah janji kosong karena Willis pasti akan lupa nanti.


Angel mengenal baik ayahnya, nanti berarti tidak akan pernah terjadi. Karena ayahnya lebih peduli pekerjaan, pekerjaan dan pekerjaan, Angel akan berada di nomor kesekian setelah pekerjaannya dan Angel mulai bosan dengan janji ayahnya itu.


"Angel ingin liburan bersama uncle!" Ucap Angel tidak ingin kalah, sikap manja dan keras kepala Angel sudah mengalir sejak lahir, kadang Willis kewalahan dengan sikap Angel yang seperti ini, tapi Willis tetap berusaha untuk yang terbaik.


"Tapi Angel---"


"Sudah, Willis. Aku masih bisa mengajak Angel liburan sebelum bulan madu." Ucap Juna tidak tega melihat Angel sedih, Willis memang tidak pernah mendengar setiap Juna menasehatinya untuk lebih perhatian terhadap putri kecilnya.


"Tapi Juna---"


"Tidak apa-apa, aku menyayangi Angel dan aku akan menjaga Angel dengan baik selama kami liburan. Kamu hanya perlu memberi Angel ijin karena Angel tidak akan pergi tanpa mendapat ijin darimu." Juna menyela perkataan Willis lagi.


"Baik, aku akan mengijinkannya." Willis terpaksa memutuskan itu karena tidak tega melihat Angel, mungkin memang selama ini Angel kekurangan perhatian, makanya sekarang sikap keras kepala Angel semakin menjadi dari hari-hari biasanya.


"Hore, terimakasih daddy." Angel langsung saja memeluk Willis sebagai ucapan terimakasihnya, Angel terlihat sangat senang mendengar Willis memberinya ijin untuk liburan. Angel yakin akan besenang-senang bersama uncle tampannya.


"Lihat, kamu bisa bersikap manis setelah daddy mengijinkanmu liburan. Apa sesenang itu, hum? ingat, jangan nakal dan membuat uncle susah, atau daddy tidak akan mengijinkanmu liburan lagi." Ucap Willis membalas pelukan putrinya.


"Siap, kapten!" Ucap Angel terdengar semangat dan membuat ketiga orang dewasa yang melihat tingkah Angel tersenyum, termasuk Neysa yang sudah dekat dengan Angel selama ini, melihat Angel dan Willis membuat hatinya menghangat.


"Imut sekali." Gumam Keana tanpa sadar saat melihat tingkah menggemaskan Angel, mereka memang belum lama saling mengenal, bahkan hanya pernah beberapa kali bertemu, tapi Keana merasa sudah sangat mengenal gadis kecil itu.


"Imut? bagaimana kalau nanti kita membuat satu yang seperti Angel?" Tanya Juna menyentuh bahu Keana dan menunjukan smirk kepada istrinya itu, hanya membayangkan saja sudah membuat Juna senang dan Keana hanya mengalihkan matanya.


"Apa yang kamu bicarakan?!" Tanya Keana tanpa melihat lawan bicaranya dan berpura-pura fokus menatap hal lain. Willis melepaskan pelukannya dengan Angel dan memutar mata menyaksikan pengantin baru itu, apa yang mereka bicarakan?


"Hey, kalian. Aku disini sebagai tamu, apa tidak bisa kalian menghargai tamu kalian ini?" Willis terdengar kesal saat mengatakannya, masalahnya Juna maupun Keana belum menyambut Willis yang datang kesana sebagai tamu undangan.


"Oh iyah, siapa yang datang bersamamu? kekasih baru lagi?" Tanya Juna membuat Willis memutar matanya. Kata 'lagi' yang keluar dari mulut Juna terdengar mengganggu, terlebih sekarang Willis sedang bersama Angel yang masih sangat kecil.


"Juna, kenapa aku terdengar seperti orang yang sering berganti pasangan?!" Ucap Willis kesal. Neysa tidak terlalu memperdulikan mereka, dia tahu betul siapa Willis, lagipula mereka berdua bukan pasangan kekasih, hanya berteman biasa.


"Memang itulah kenyataannya kan?" Juna hanya mengangkat bahu acuh. Beruntung Angel masih belum memahami pembicaraan orang dewasa di depannya, sehingga Angel tidak perlu tahu kalau ayahnya suka sekali berganti-ganti pasangan.


"Kalian berdua sudahlah. Oh ya, siapa namamu? terimakasih sudah datang ke pernikahan kami, maaf tadi aku tidak menyambut kedatanganmu dengan baik." Keana menengahi dengan bicara pada teman wanita Willis yang terlihat cantik.


"Tidak apa-apa. Selamat atas pernikahan kalian. Aku Neysa, senang bisa hadir kesini dan bertemu kalian. Aku harap kalian berdua hidup bahagia selamanya." Ucap Neysa terlihat dewasa, tidak akan ada yang percaya Neysa masih anak kuliah.


Keana dan Neysa saling menjabat tangan, obrolan mereka tidak berhenti disitu, mereka membahas banyak hal dan tertawa bersama, tidak lupa Willis mengucapkan selamat atas pernikahan Juna dan perempuan yang pernah menjadi incarannya itu.



~TBC


Nikah juga akhirnya ... kasih tahu aku ya kalau ada typo atau hal lainnya.


Terimakasih sudah membaca It's Okay, That's Fate. Mari berhubungan baik antara penulis dan pembaca. Jangan lupa juga untuk memberi dukungan kalian terhadap karyaku. Makasih 💙


Regards,


Nur Alquinsha A | IG: light.queensha