It'S Okay, That'S Fate

It'S Okay, That'S Fate
IOTF #21



Keana bosan berada di apartemen, makanya dia pergi keluar untuk menghilangkan rasa bosannya, tanpa disangka beberapa orang menghadangnya dan membawanya pergi ke tempat sepi. Tapi saat itu, Keana berusaha untuk tetap terlihat tenang.


"Siapa kalian? apa yang kalian inginkan?" Tanya Keana menatap semua orang di hadapannya, lalu tiba-tiba salah satu dari mereka membuat Keana terkejut dengan mengeluarkan senjata tajam dan mengarahkan senjata itu di dekat wajah Keana.


"Kamu tidak lebih cantik dari idola kami, berani sekali merebut Arjuna. Sudah bosan hidup, heh? bagaimana kalau aku membunuhmu?" Ucap orang yang membawa senjata tajam, dia perempuan tapi berani melukai Keana dengan pisau tersebut.


Keana langsung menebak gadis yang berjumlah empat orang itu adalah penggemar Joanna, tapi Keana tidak merasa sudah merebut Juna, karena kenyataanya Juna dan Joanna sudah putus yang berarti Juna bisa bebas dekat dengan siapapun.


Keana bisa merasakan darah keluar dari pipinya, orang yang tidak Keana kenali berhasil melukai wajahnya dan seketika membuat nyali Keana ciut. Keana takut, Keana ingin sekali pergi dari tempat itu, tapi tidak memiliki kekuatan untuk melawan.


Keana sering dibully di kampus, tapi tidak pernah sampai dilukai oleh pisau seperti itu. Keana ingin sekali berteriak meminta pertolongan, tapi entah mengapa mulutnya tidak sanggup untuk bicara. Keana hanya bisa diam disana sambil menangis.


Keana bukan orang jahat, bahkan dia bisa disebut sebagai korban diantara hubungan Juna dan sang mantan, tapi mengapa banyak sekali orang yang menyalahkannya, padahal Keana tidak melakukan hal buruk apapun terhadap Joanna atau yang lain.


"Nona Audie, anda baik-baik saja?" Suara itu memecahkan bayangan Keana tentang kejadian beberapa hari yang lalu. Keana sudah sadarkan diri dan masih berada di ruangannya di temani Azka, sementara Juna sedang pergi ke toilet.


Well, setelah perdebatan antara Juna dan Rafael, hanya satu orang yang masih bertahan di rumah sakit untuk menjaga Keana, yaitu Juna. Karena besok Rafael akan menikah, akhirnya laki-laki itu menyerah dan pulang setelah menerima telpon.


"Apa mau saya ambilkan minum?" Azka kembali bertanya saat melihat Keana masih saja terdiam. Azka merasa sedikit khawatir melihat ekspresi wajah perempuan di depannya, sejak tadi Keana terus melamum sambil menatap pada satu titik.


Keana sudah lumayan lama sadarkan diri dan selama itu Keana terus diam, bahkan tadi Keana hanya bicara seadanya saat Juna mengajaknya bicara. Azka tidak begitu mengenal Keana, tapi Azka menebak ada sesuatu yang Keana pikirkan.


"Tidak, terimakasih." Jawab Keana pada akhirnya, dia menatap Azka sambil menujukkan senyuman. Sesaat Azka terpesona melihat senyuman Keana, perempuan itu terlihat berkali lipat lebih cantik saat tersenyum meski itu hanya terlihat sebentar.


Kalau saja Azka tidak mengingat Keana calon istri bosnya, mungkin Azka akan mengaku terpesona oleh perempuan itu. Sayangnya, Azka mengingat dengan jelas Juna mengatakan kalau Keana calon istrinya dan dua bulan lagi mereka akan menikah.


Azka tidak mungkin untuk sekedar terpesona oleh perempuan yang duduk di depannya itu, dia tidak memiliki cukup keberanian untuk hal itu, terlebih kalau Azka perhatikan Juna termasuk orang yang sangat peduli dan sayang terhadap calon istrinya.


Beberapa hari kebelakang saja Azka menemani Juna ke beberapa tempat yang katanya tempat terakhir Juna dan Keana bersama sebelum berita buruk tentang mereka tersebar. Azka menjadi saksi sekeras apa perjuangan Juna demi Keana.


Azka tahu, bosnya sudah melakukan kesalahan dengan terlalu fokus terhadap orang yang sudah menyebar fotonya bersama Keana, tapi Azka lebih tahu Juna melakukannya supaya nama baik Keana kembali sekaligus menghukum si penyebar gosip.


Netizen mungkin akan berpikir kalau Juna hanya melakukan pembenaran saat Juna memberitahu media bahwa dirinya sudah putus dari Joanna sebelum memutuskan untuk menikahi Keana, itu alasan Juna lebih dulu mencari penyebar gosip.


Juna ingin menegaskan bahwa tidak ada yang boleh memberikan julukan selingkuhan kepada Keana, karena itu bisa disebut pencemaran nama baik dan pantas mendapat hukuman, sayangnya yang Juna lakukan terlihat salah dimata Keana.


Untuk sekarang memang hanya Azka yang tahu tentang maksud dan tujuan Juna, sementara yang lain memposisikan Juna sebagai pihak bersalah, bahkan keluarga beserta sahabat Juna saja tidak tahu apapun, selain tentang kesalahan Juna.


"Kalau begitu istirahatlah, lagipula obat infusnya belum habis dan anda juga masih terlihat kurang sehat." Ucap Azka menyarankan. Azka adalah tipe orang yang mudah sekali akrab dengan orang lain dan juga termasuk orang yang sangat perhatian.


Bahkan saat Azka sekolah dulu sampai banyak sekali orang yang salah paham karena laki-laki itu selalu memperhatikan teman-temannya, tidak peduli dari golongan mana pun, Azka menyebut perhatian itu sebagai sikap sopan santunnya.


Meskipun perhatian Azka sekarang karena ada rasa peduli terhadap Keana, tapi Azka berusaha menyangkal hal itu. Azka tidak mungkin berani untuk menaruh hati kepada calon istri bosnya sendiri, Azka sadar akan statusnya sekarang.


"Bisa bantu aku keluar dari tempat ini?" Tanya Keana tiba-tiba tanpa menanggapi perkataan Azka. Keana tidak ingin bertemu Juna, sudah cukup Juna membuatnya merasa serba salah dengan sikapnya. Keana ingin menghindarinya.


"Aku mohon, aku ingin pulang ke apartemen dan kamu hanya perlu membantuku pergi dari sini, setelah itu aku bisa pulang sendiri." Ucap Keana memasang wajah memelas, itu adalah kalimat terpajang yang Azka dengar dari mulut Keana.


Bukannya membantu, Azka malah terdiam sambil menatap wajah Keana. Azka bisa saja membantu calon istri bosnya pergi dari tempat itu, tapi tadi Juna memintanya untuk menjaga Keana dan tidak boleh membiarkan Keana turun dari tempat tidur.


Azka tidak mungkin melawan bosnya, Azka takut nanti Juna akan memecatnya. Azka harus ingat zaman sekarang mencari pekerjaan itu susah, dia tidak bisa merelakan pekerjaan demi menuruti keinginan dan permohonan calon istri bosnya.


"Ayolah, aku tidak ingin berlama-lama berada di tempat ini. Aku mohon bantu aku." Ucap Keana lagi. Sialnya, Azka tidak bisa menolak keinginan calon istri bosnya itu, Azka kalah hanya dengan melihat wajah memohon perempuan di depannya.


"Baiklah, saya akan membantu anda pergi dari sini, tapi infusannya ..."


"Bantu aku melepaskan benda ini juga, aku tidak memerlukannya, aku baik-baik saja." Ucap Keana dan menyela perkataan Azka. Hal itu membuat Azka menghela nafas, Azka akhirnya membantu Keana tanpa ingin mengatakan apapun lagi.



Juna mengaku pernah menganggap Keana sebagai pelampiasan dari sakit hatinya terhadap Joanna, bahkan Juna pernah berpikir menjadikan Keana alat untuk membuat Joanna cemburu, tapi tanpa sadar Juna sudah lebih dulu menyayangi Keana.


Dan tentang janji Juna yang akan tetap menikahi Keana, sebenarnya Juna mengatakan itu karena tidak tega mengetahui Keana menangis, selain itu Juna juga merasa bersalah sudah menarik Keana ke dalam masalah percintaannya bersama Joanna.


Juna menatap cermin setelah membasuh muka di wastafel, dia tidak menyangka semua yang terjadi membuat hubungannya dengan Keana renggang, sekarang Keana sulit untuk diajak bicara, bahkan Keana nyaris tidak bicara apapun kepada Juna.


Juna mengingat kembali perkataan Joanna saat pertama kali menjenguk perempuan itu di rumah sakit, Joanna mengucapkan selamat karena Juna sebentar lagi akan menikahi Keana, anehnya Juna tidak berusaha supaya Joanna tidak salah paham.


"Juna, aku dengar kamu dan Audie akan menikah. Selamat ya, maaf selama ini aku sudah banyak merepotkanmu dan terimakasih atas semua yang kamu berikan padaku selama ini. Aku berharap kalian berdua selalu diberikan kebahagiaan."


"Aku selalu melihat dirimu pada diri Audie begitu juga sebaliknya dan aku rasa kalian berdua cocok. Kamu ingat, aku berkali-kali mengajakmu belanja bersama, kamu selalu menolak, tapi barusan aku melihat foto kamu dan Audie belanja bersama."


Juna memang merasa bersalah sekaligus tidak tega kepada Keana, tapi disisi lain Juna tidak bisa melepaskan Keana karena dirinya sudah terlanjur mencintai calon istrinya dan Juna hanya butuh sedikit waktu untuk menyadari perasaannya itu.


"Sudahlah, tidak perlu dipikirkan. Sekarang aku hanya perlu meminta maaf kepada Audie dan semuanya akan selesai." Juna mengambil sapu tangan dari sakunya lalu menggunakan itu untuk mengeringkan wajahnya dan keluar dari toilet.


Juna sengaja memakai toilet umum, meski ada toilet sendiri di ruangan Keana, Juna ingin punya banyak waktu untuk menyiapkan dirinya sebelum bertemu Keana lagi, tujuan Juna sekarang adalah untuk meminta maaf atas semua yang terjadi.


"Pak Juna, aku bisa jelaskan ..."


"Sayang, apa kamu ingin pergi ke toilet?" Tanya Juna menyela perkataan Azka, dia tidak curiga sedikitpun saat melihat Azka membantu Keana turun dari tempat tidurnya, malah Juna berpikir bahwa Azka membantu Keana ke kamar mandi.


Kebetulan sekali jarak ruangan Keana dan toilet lumayan dekat, makanya tidak butuh waktu lama untuk Juna tiba di ruangan itu, Juna melangkah mendekati Keana dan menggantikan Azka untuk membantu Keana pergi ke kamar mandi disana.


Azka hanya bisa melepaskan Keana, dia tidak mungkin mengatakan pada Juna bahwa Keana tidak berniat pergi ke kamar mandi. Keana hanya mendengus karena Juna datang di waktu yang kurang tepat dan menepis tangan laki-laki itu.


"Tidak perlu, saya bisa sendiri." Ucap Keana ketus, begitu Keana bicara pada Juna setelah sadarkan diri. Keana sudah benar-benar tidak ingin bicara dengan mantan bosnya, Juna masih saja tidak mengerti Keana sudah memilih untuk menyerah.


"Pak Juna, setelah ini bisa tolong antarkan saya ke apartemen? saya sudah sembuh, tidak perlu perawatan di tempat ini!" Ucap Keana masih dengan nada yang sama. Juna hanya mampu menghela nafas dan menuruti keinginan Keana.


"Baiklah, aku bisa mengantar kamu ke apartemen, asalkan dokter mengizinkan kamu pulang." Juna menatap lembut Keana dan membuat sang empu membuang wajah. Azka meninggalkan tempat itu karena tidak mau menjadi pengganggu disana.


Keana bisa saja memaksa pergi dari rumah sakit, tapi ada sesuatu yang menghalanginya, terlebih saat Keana ingat bagaimana Juna terus meminta maaf atas semua yang terjadi. Keana mungkin tadi terus terdiam, tapi hatinya merasa bersalah.


"Hm." Sahut Keana singkat, lalu berjalan kearah kamar mandi. Sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar mandi, Keana sempat menahan langkahnya tanpa menatap Juna. "Oh ya, besok anda tidak perlu datang ke pernikahan Rafael."


"Kenapa tidak? kamu sudah memiliki pasangan untuk pergi kesana?" Tanya Juna random dan berhasil membuat Keana tertawa, Keana tidak tahu sebenarnya lelucon apa yang sedang Juna mainkan. Memiliki pasangan apa maksudnya?


"Tidak, saya berencana membawa Rafael kabur dari pernikahannya." Ucap Keana berubah datar. Mata Juna nyaris melompat mendengarnya, tidak bisa di percaya Keana berniat membawa kabur laki-laki yang dicintainya pada hari pernikahan.


"S-serius?" Juna masih tidak bisa percaya.


"Tidak juga, saya merasa kurang sehat, makanya saya juga tidak berniat menghadiri pernikahan Rafael. Tapi kalau anda ingin tetap menghadiri pernikahan itu, anda bisa pergi bersama orang lain." Setelah itu baru Keana masuk kamar mandi.


Keana tidak melakukan apapun di kamar mandi, selain diam dan memikirkan keputusannya untuk menetap di luar negeri, besok siang adalah jadwal penerbangannya, tapi Keana mendadak tidak mau meninggalkan Indonesia atau Juna sekalipun.


~TBC


Entah apa yang aku tulis. Aku bikin flashback kayak gini, semoga kalian mengerti maksudnya. Menurut kalian, Keana orangnya seperti apa sih? ngerasa nggak kalau Keana sama plin plan nya dari Juna? makanya sikapnya berubah-ubah.


Oh ya, silahkan masuk grup supaya kalian dapet info kapan update atau alasan kenapa cerita ini belum juga update. Selamat bertemu digrup ...


Ilustrasi again, sekarang giliran perempuannya. Ini hanya ilustrasi yang ada di pikiran aku ya, jangan pada baper dengan hal-hal aneh, oke?


• Joanna



• Arumi



• Amelia



• Erina (Macan Juna dan Arumi)



Dan terakhir,


• Keana



Terimakasih sudah membaca It's Okay, That's Fate. Mari berhubungan baik antara penulis dan pembaca. Jangan lupa juga untuk memberi dukungan kalian terhadap karyaku. Makasih 💙


Regards,


Nur Alquinsha A | IG: light.queensha