It'S Okay, That'S Fate

It'S Okay, That'S Fate
IOTF #18



Keana merasa lebih tenang setelah menceritakan semuanya pada Rafael dan ayahnya tadi malam. Keana tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi sekarang, akan ada orang yang menampungnya kalau Juna membatalkan pernikahan mereka.


Keana bukan tidak mau mempercayai perkataan Juna, dia hanya tidak ingin terlalu berharap pada sesuatu yang tidak pasti. Juna mungkin berjanji akan tetap melanjutkan pernikahan mereka, tapi tidak ada yang tahu apa yang terjadi kedepannya.


"Huh." Keana melihat arloji yang melingkar pada tangannya, sudah lebih dari waktu yang kemarin Juna janjikan, tapi belum ada juga tanda-tanda kedatangan calon suami Keana itu, sepertinya Juna lupa janjinya. "Kenapa Juna belum datang?"


Keana berusaha untuk tidak berpikiran buruk, semua orang tahu bagaimana jalanan di ibu kota, meski bukan jam orang-orang berangkat atau pulang bekerja, tapi mungkin saja Juna terjebak macet. Keana harus menunggu lebih lama lagi.


Sekitar satu jam Keana menunggu, Juna belum juga datang ke apartemen Keana, sepertinya Juna tidak jadi mengajak Keana ke toko perhiasan untuk memesan cincin pernikahan, jadi sia-sia usaha Keana untuk tampil cantik di depan Juna.


Tidak lama ponsel Keana berdering menandakan ada panggilan masuk, Keana meraih ponsel dari meja dan melihat nama yang tertera disana. Juna menelpon disaat seharusnya datang menjemput Keana, sepertinya rencana mereka akan batal.


"Audie, aku lupa hari ini kita akan pergi ke toko perhiasan, sekarang aku masih berada di rumah sakit menuju kesana, tolong tunggu sebentar, oke?" Hanya itu yang bisa Keana dengar setelah menggeser ikon hijau pada layar ponselnya.


Keana merasa ada sesuatu yang mengganggu telinganya, barusan Juna mengatakan masih berada di rumah sakit, sepertinya Juna lupa dengan janji mereka karena sibuk mengurusi mantan kekasihnya, Joanna di rumah sakit


Keana menghapus air mata yang menetes dari sudut matanya, memikirkan Juna dan Joanna di rumah sakit membuatnya sedih. Bukan Keana egois, dia mengerti Joanna membutuhkan Juna, tapi sekarang Juna adalah calon suaminya.


"Ayolah, Ana. Sekarang bukan waktunya kamu cemburu." Keana meletakan kembali ponselnya ke meja karena tadi Juna langsung mengakhiri sambungan telpon mereka. Keana menarik nafas sejenak, belum waktunya menyerah sekarang.


Keana sudah berjanji pada dirinya sendiri, dia akan bertahan sampai Juna sendiri mengakhiri semuanya. Keana harus bersabar sampai waktu itu tiba, meskipun sebenarnya Keana lebih ingin semuanya akan baik-baik saja sampai akhir.


Sekian lama Keana menunggu, Juna akhirnya datang, laki-laki itu langsung memeluk Keana tepat disaat pintu apartemen terbuka. Keana menyambut pelukan itu dengan sangat baik dan Juna berkali-kali minta maaf karena terlambat.


"Sudahlah, kamu tidak perlu meminta maaf, aku mengerti nona Joanna lebih penting." Keana tidak bermaksud apapun saat mengatakan itu, tapi Juna merasa perkataan Keana kurang enak di dengar sehingga Juna langsung melepaskan pelukannya.


"Audie, kamu dan Anna sama-sama penting, jadi jangan pernah berpikir begitu." Ucap Juna sambil memegang kedua pipi Keana dan menatap mata tajam perempuan itu. Keana hanya membalasnya dengan senyuman tanpa mengatakan apapun lagi.


"Kita ke toko perhiasan sekarang?" Tanya Keana berusaha mengalihkan pembicaraan, dia tidak ingin terlalu lama membahas sesuatu yang menyakiti hatinya. Juna boleh saja mengatakan itu, tapi buktinya Keana tidak begitu penting.


"Audie, aku benar-benar minta maaf, aku tidak bermaksud mengutamakan Anna, aku datang ke rumah sakit hanya untuk menjengkuk Anna dan kami terlibat suatu pembicaraan, jadi ... aku harap kamu tidak salah paham." Ucap Juna lirih.


"Juna, aku tidak mengerti apa yang kamu mau, kamu ingin merawat dan menjaga nona Joanna, tapi kamu juga tidak ingin melepaskanku, sudah jelas kamu mencintai nona Joanna, tapi kamu terus memintaku untuk tidak salah paham."


Keana hanya mampu mengatakan itu dalam hati, dia tidak memiliki cukup keberanian untuk bicara langsung, lebih tepatnya Keana takut Juna akan tersinggung dengan perkataannya, makanya tidak bicara terus terang kepada calon suaminya itu.


"Sayang, aku ingin menjaga Anna karena dia tidak memiliki siapa pun selain aku." Ucap Juna melihat Keana terdiam sambil menatap padanya. Keana mencibir dalam hati, dia tidak begitu percaya dengan alasan Juna ingin menjaga mantannya.


Keana tahu ada seseorang yang selalu menjaga Joanna, sama seperti Rafael yang selalu menjaga Keana selama ini, tapi memang Juna yang ingin melibatkan dirinya menjaga perempuan yang sampai detik ini masih memenuhi hatinya.


"Baiklah, tidak perlu mengatakan itu berulang kali, aku mengerti." Ucap Keana pada akhirnya, Keana kemudian menutup pintu apartemen dan menggandeng tangan Juna, sudah cukup sampai disini pembicaraan mereka tentang Joanna.


"Tunggu!" Ucap Juna menahan langkahnya, dia hampir saja melupakan sesuatu. Juna tidak boleh membiarkan media mengambil gambar Keana dan menulis berita tidak benar itu lagi. Keana yang melihat Juna terdiam memicingkan matanya.


"Kenapa?" Tanya Keana berusaha untuk setenang mungkin, Keana sudah cukup sabar menghadapi Juna hari ini, sekarang apalagi yang menahannya. Juna melepaskan tangan Keana dari tangannya secara perlahan, lalu dia bicara diluar dugaaan.


"Kamu tunggu sebentar, aku akan mengambil sesuatu di mobil." Ucap Juna kemudian berlalu meninggalkan Keana begitu saja. Keana yang melihat Juna semakin menjauh hanya mampu menarik nafasnya, berharap tidak ada hal buruk.


Tidak lama Juna kembali membawa paper bag berukuran lumayan besar, Juna mengeluarkan sesuatu dari paper bag itu, ada masker, topi dan juga jaket yang semuanya berwarna hitam, Juna memberikan semua barang itu kepada Keana.


"Kamu harus memakai ini, berjaga barangkali ada wartawan disekitar kita." Ucap Juna menjelaskan. Keana mengambil masker, topi dan juga jaket dari tangan Juna, kurang masuk akal rasanya Keana harus menghindari wartawan, Keana bukan artis.


"Banyak yang mendukung hubunganku dengan Anna, aku takut ada yang nekad mencelakaimu, jadi kamu pakai saja itu, oke? kita tidak bisa pergi sembarangan setelah berita itu tersebar!" Ucap Juna sekaligus mengingatkan calon istrinya.


"Kalau begitu tidak perlu pergi ke toko perhiasan, kamu ukur saja jariku dan memesannya sendiri, aku tidak mau kalau harus memakai semua ini." Keana melempar pembiraan Juna tadi ke lantai, lalu perempuan itu masuk ke dalam apartemen.


Juna terpaku menatap pintu apartemen Keana yang tertutup, lalu melihat semua barang yang ada di lantai, sepertinya Juna sudah melakukan kesalahan sampai Keana marah dan ini pertama kalinya Juna melihat Keana sampai semarah itu.


Tapi, Juna merasa tidak ada yang salah dengan dirinya, dia ingin menjaga Keana dari penggemar Joanna atau penggemar fanatik yang mendukung hubungan Juna dan Joanna, makanya tadi Juna sengaja mampir membeli semua itu untuk Keana.



"Tidak disangka kita akan menjadi besan setelah perjodohan itu dibatalkan." Ucap Jung Hwa pada Bisma yang duduk di depannya, mereka sedang berada di sebuah coffe shop, Jung Hwa sengaja mengajak Bisma bertemu sebagai ayah Keana.


Jangan heran Jung Hwa lancar bicara Indonesia, dia pernah menetap di Jakarta selama beberapa tahun, makanya bahasa Indonesianya lancar. Jung Hwa kembali menetap di Korea saja karena Keana yang tidak mau lagi menerima kehadirannya.


Bisma berusaha terlihat santai ketika Jung Hwa menyinggung anak mereka, sepertinya hubungan Jung Hwa dan anaknya benar-benar bermasalah sampai Jung Hwa tidak tahu yang sedang terjadi, atau Jung Hwa hanya berpura-pura tidak tahu?


"Memang susah menjadi pasangan selebritis, Juna sampai dituduh selingkuh setelah hubungannya dengan artis bernama Joanna itu berakhir." Jung Hwa kembali bicara setelah mengesap latte-nya, dia memang orangnya santai dalam berbicara.


Bisma tersentak mendengarnya, sepertinya Jung Hwa memang tahu yang terjadi, tidak heran orang yang memiliki banyak sumber informasi seperti Jung Hwa mengetahui semuanya, latar belakang keluarga Jung Hwa saja bukan hanya pengusaha.


"Maaf, Ana menjadi bahan gosip banyak orang karena Juna, anakku memang terlalu gegabah mengambil keputusan sampai semua ini terjadi. Aku benar-benar minta maaf atas nama anakku." Bisma tidak bisa mengatakan apapun selain itu.


Bisma merasa bersalah karena kemungkinan tidak akan ada pernikahan diantara anak mereka, bahkan Juna sudah memilih tinggal di apartemen setelah mendapat ancaman Erina kemarin, Bisma menyesal selalu mengikuti keputusan anaknya.


Bisma seharusnya tidak menyetujui keputusan Juna untuk menikahi Keana, dia seharusnya bisa lebih tegas terhadap anaknya itu, tapi semuanya telah terjadi, Bisma tidak bisa melakukan apapun selain menerima kemungkinan yang akan terjadi.


Jung Hwa tertawa sejenak, seperti ada yang lucu dari perkataan Bisma barusan, dia tidak bertemu Bisma untuk menyalahkan Juna, malah Jung Hwa berniat berterimakasih, karena berkat masalah yang terjadi, Keana mau memeluk dirinya, lagi.


"Aku yakin gosip akan mereda seiring berjalannya waktu, aku dengar Joanna sakit kanker stadium akhir dan sudah di vonis hidupnya sudah tidak lama lagi, lalu apa yang harus kita khawatirkan? gosip itu akan menghilang setelah Joanna mati!"


Memang Jung Hwa terkesan arogan, tapi yang dia katakan realitas, semua gosip itu akan berakhir setelah Joanna meninggal nanti, memang siapa yang peduli dengan sakit nasib manusia yang sudah tidak ada di dunia ini? tidak akan ada.


"Tapi bukan itu masalahnya ..."


"Juna sudah berjanji pada anakku, dia akan tetap melanjutkan pernikahan dan meminta anakku untuk mengizinkannya merawat Joanna, aku tidak tahu mereka akan menikah atau tidak ke depannya, tapi aku sudah mengatur semuanya."


Jung Hwa menjeda kalimatnya, dia mengesap latte-nya lagi sebelum kembali bicara. "Anakku sepertinya sudah mulai menyimpan perasaan terhadap Juna, aku akan membawa Ana pergi kalau Juna sampai melanggar janjinya sendiri."


~TBC


Jangan lupa masuk grupku ya, buat kalian yang mau tahu info update, soalnya disini kan sistem review, biar kalian tahu kalau aku update 🤭


Terimakasih sudah membaca It's Okay, That's Fate. Mari berhubungan baik antara penulis dan pembaca. Jangan lupa juga untuk memberi dukungan kalian terhadap karyaku. Makasih 💙


Regards,


Nur Alquinsha A | IG: light.queensha