It'S Okay, That'S Fate

It'S Okay, That'S Fate
IOTF #15



[News] Tiba-tiba menghilang, Joanna Andriani Wijaya dikabarkan mengidap penyakit kanker dan sedang menjalani pengobatan di rumah sakit.


[News] Joanna Andriani Wijaya terkena kanker, kakak perempuan Arjuna datang ke rumah sakit untuk meminta maaf adiknya selingkuh?


[News] Arjuna Yudhistira Radhika terlihat mesra dengan selingkuhannya di pusat pembelanjaan, bagaimana tanggapan netizen tentang mereka?


Banyak sekali judul berita yang membawa nama Juna hari ini dan yang pertama kali Juna lihat saat membuka ponselnya adalah judul terakhir. Juna tidak biasanya tertarik dengan situs gosip, tapi hari ini Juna membaca berita itu dengan detail.


Juna membaca satu persatu komentar netizen tentang Keana, rasanya Juna ingin membanting ponsel di tangannya karena banyak sekali orang yang meninggalkan komentar buruk terhadap Keana. Memang benar-benar netizen julid.


Tadinya, Juna membuka internet untuk mencari informasi tentang restoran seafood di Jakarta. Juna berniat untuk mengajak Keana makan siang bersama disana, tapi Juna malah menemukan berita bohong tentang dirinya dan juga Keana.


Bagaimana Juna tidak menyebut berita itu berita bohong, kalau Keana sampai disebut selingkuhan Juna. Ah, apa perlu Juna memberitahu mereka bahwa Keana bukan selingkuhannya, melainkan seorang calon menantu dari keluarga Radhika.


Sekian lama membaca, Juna menemukan berita dengan judul lain yaitu, Joanna Andriani Wijaya terkena kanker, kakak perempuan Arjuna datang ke rumah sakit untuk meminta maaf adiknya selingkuh? sebenarnya apa maksud berita ini?


Juna melihat foto yang menjadi sampul berita tersebut, betapa terkejutnya dia melihat Joanna memakai seragam pasien rumah sakit dengan wajah yang terlihat pucat dan juga foto Arumi disana. Arumi pasti tahu maksud berita itu.


Tanpa menunggu aba-aba, Juna bergegas keluar dari ruang kerjanya dan berniat pulang meminta penjelasan kepada kakak perempuannya. Tadinya Juna berniat pulang sendiri, tapi Juna tidak tega jika harus meninggalkan Keana sendiri di kantor.


"Audie, bereskan barangmu. Kita pulang." Juna bergegas membantu membereskan barang milik Keana tanpa mengatakan apapun, Juna merasa tidak memiliki banyak waktu untuk menjelaskan alasan mereka harus pulang lebih cepat hari ini.


"Tapi ..."


"Akan aku jelaskan nanti. Sekarang kita pulang, oke?" Ucap Juna yang menyela perkataan Keana, lalu memberikan tas Keana kepada pemiliknya. Keana hanya menurut mengambil tasnya dari tangan Juna dan beranjak dari tempat duduknya.


Juna tiba-tiba ingat dengan berita yang membawa nama Keana dan menghentikan langkah sejenak. Juna berbalik menatap Keana yang juga menatap padanya, lalu membuka jas dongker yang sedang dipakainya dan memberikan itu kepada Keana.


"Mungkin banyak wartawan di luar, kamu pakai ini untuk menutupi wajahmu." Ucap Juna sambil membantu Keana menutupi wajahnya dengan jas. Juna tidak akan membiarkan para wartawan mengambil gambar Keana untuk kedua kalinya.


Juna menarik tangan Keana dan melangkah lebar untuk pergi dari kantor. Keana yang tidak tahu apapun hanya mengikuti langkah Juna, tapi Juna tiba-tiba kembali menghentikan langkahnya dan membuat Keana menabrak tubuh laki-laki itu.


"Juna, kamu sudah ..."


"Tolong kamu handle pekerjaanku hari ini, kami akan pulang sekarang juga." Ucap Juna menyela perkataan Willis. Ya, alasan Juna menghentikan langkahnya adalah Willis yang tiba-tiba berdiri di hadapan Juna dan menghalangi langkahnya.


Juna melanjutkan langkahnya tanpa menunggu jawaban Willis dan Juna masih setia memegang tangan Keana, bahkan sampai mereka masuk ke dalam lift pun Juna seakan tidak mengizinkan tangan Keana untuk lepas dari genggamannya.


Willis mendengus menatap Juna yang sudah masuk lift bersama Keana. Willis ingin bertanya tentang berita yang membawa nama Juna dan perempuan yang disebut sebagai selingkuhan sahabatnya itu, tapi Juna malah pergi begitu saja.


"Juna, aku harap kamu tidak akan melakukan hal bodoh setelah ini." Gumam Willis, sebelum akhirnya pergi dari tempat itu. Willis tahu alasan Juna memilih untuk menikahi Keana dan Willis tidak ingin berita hari ini memperngaruhinya.


Willis memutuskan menyerah dari perasaannya terhadap Keana bukan untuk membiarkan Keana tersakiti oleh Juna. Justru Willis menyerah karena percaya Juna mampu membuat Keana bahagia dengan semua perlakuan manis sahabatnya itu.


Seperti hari dimana Keana dan Juna terlambat datang ke kantor, Juna membela Keana di depan karyawan yang bergosip hal buruk tentang Keana. Hari itu Willis melihat wajah bahagia Keana dan kalau boleh jujur itulah alasan Willis menyerah.


Sementara itu, Juna menggenggam erat tangan Keana selama perjalan menuju mansionnya. Dia belum memberitahu alasan mereka pulang, tapi seakan berusaha memberitahu Keana untuk tidak mengkhawatirkan apapun tentang berita hari ini.


Juna berjanji pada dirinya sendiri, dia tidak akan membiarkan wartawan sampai menyorot Keana. Dia juga akan secepatnya mengembalikan nama baik Keana dan tidak akan membiarkan media atau yang lain menyebut Keana selingkuhannya.


Ya, meskipun alasan utama Juna pulang dari kantor untuk bertemu Arumi dan menanyakan kebenaran tentang penyakit Joanna, tapi Juna tetap berjanji akan membersihkan nama baik Keana. Karena Keana bukan selingkuhannya.


"Kamu bisa melepaskan jasnya sekarang." Juna melihat sekilas kearah Keana sambil melempar senyuman. Dia baru sadar Keana masih menutup wajahnya dengan jas. Lucu sekali ekspresi wajah calon istrinya itu. "Oh ya, kamu melihat berita?"


"Oh?" Keana pun kembali mengikuti perkataan Juna dan melepaskan jas itu. Keana berusaha mengingat, hari ini dia sibuk bekerja dan tidak sempat melihat berita. Bahkan selama ini Keana jarang sekali melihat berita dan semacamnya.


Memang ada apa dengan berita hari ini? apa ada hubungannya dengan Juna yang mengajaknya pulang? Keana terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri sampai tidak menjawab pertanyaan Juna padanya. Juna mengamati ekspresi wajah keana.


Sepertinya Juna bisa bernafas lega, Keana belum melihat berita dan itu artinya Keana tidak perlu merasakan sakit hati karena komentar buruk para netizen. Entah mengapa Juna merasa khawatir kalau Keana sampai mengetahui berita hari ini.


"Kalau belum, aku sarankan kamu jangan sampai membaca berita hari ini." Ucap Juna mengetahui Keana terus terdiam, dia benar-benar tidak ingin calon istrinya sakit hati karena membaca berita. "Sayang, percayalah padaku apapun yang terjadi."



Perasaan Keana mendadak tidak enak semenjak Juna menyinggung tentang berita. Sebenarnya ada berita apa? kenapa Juna menyarankan untuk tidak melihatnya? semua pertanyaan itu terus berputar dalam pikiran Keana sampai sekarang.


"Sayang!" Ucap Juna mengagetkan Keana, entah sejak kapan mobil yang dikendarai Juna berhenti dan laki-laki itu membuka pintu mobil untuk Keana. "Daritadi aku bicara padamu! kenapa melamun hum? apa ada yang kamu pikirkan?"


Keana terdiam sesaat dan menatap wajah Juna.


"Tentang berita hari ini ... sebenarnya kenapa dengan berita itu? Juna, apa terjadi hal buruk?" Tanya Keana mengutarakan pikirannya tanpa menjawab pertanyaan Juna terlebih dahulu dan membuat Juna membuang nafas panjangnya.


"Aku harus bicara dengan kak Arumi sebentar, baru setelah itu aku akan memberitahumu, oke? sekarang kita masuk ke dalam dulu." Ucap Juna sambil mengusap puncak kepala Keana lembut dan tangan lainnya meminta sambutan Keana.


Lagi dan lagi Keana menurut, mereka masuk ke dalam mansion dan Juna langsung meminta salah satu maid memanggil Arumi untuknya. Sekarang disanalah Keana, Juna dan Arumi berada, di ruang keluarga. Keana merasa suasana berubah tegang.


"Juna, kamu mengganggu tidur siangku. Ada apa? kenapa kamu ingin bicara denganku?" Itulah yang Keana dan Juna dengar ketika Arumi memasuki ruang keluarga. Wajah Arumi terlihat sangat kesal karena Juna sudah mengganggu tidur siangnya.


"Kak, sejak kapan kakak tahu Anna sakit?" Tanya Juna tanpa menanggapi pertanyaan Arumi yang terkesan basa-basi, tatapan Juna kepada Arumi sekarang terlihat sangat serius. "Kakak sudah melihat berita? kakak tahu Anna sakit kanker?"


Keana dan Arumi menatap Juna dengan pikiran masing-masing, keduanya sama-sama terkejut mendengar perkataan Juna barusan. Keana terkejut karena tahu Joanna sakit, sementara Arumi terkejut karena Juna mengetahuinya.


"Bukankah kamu dan Audie akan menikah ..."


"Persetan dengan pernikahan. Kak Arumi, aku tanya sekali lagi, kakak tahu Anna sakit? kenapa kakak tidak memberitahuku?" Tanya Juna tanpa sadar gengaman tangannya terhadap tangan Keana terlepas karena mulai terpancing emosi.


"Ya, aku tahu ..."


"Dan kakak tidak memberitahuku?" Tanya Juna sedikit tidak sabaran saat Arumi menggantung perkataannya. Arumi menghela nafas sejenak, sementara Keana menjadi penonton disana, entah situasi seperti apa yang dihadapinya sekarang.


"Anna yang melarangku memberitahumu. Juna, aku tahu aku salah, tapi kamu tidak sepantasnya berbicara seperti itu di depan calon istrimu ini. Kalian berdua sebentar lagi akan menikah, aku rasa kamu tidak pantas membahas mantanmu."


"A-aku akan memberi kalian privasi, aku akan pergi sekarang. Kalian bisa melanjutkan ..."


"Kak Rumi, kita bicarakan ini nanti." Ucap Juna pada Arumi sekaligus menyela perkataan Keana, lalu beralih kepada Keana yang sejak tadi berdiri di belakang tubuhnya. "Audie, kamu tidak boleh pergi. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."


Setelah itu Keana merasakan tangannya ditarik, Juna membawanya menaiki anak tangga sampai mereka berdua tiba disebuah ruangan yang Keana ketahui kamar Juna. Keana berusaha mengatur nafas sekaligus wajahnya supaya baik-baik saja.


Jujur, Keana merasakan kekecewaan yang begitu mendalam saat mendengar Juna mempersetan pernikahan mereka. Tapi Keana tidak bisa untuk menyalahkan Juna karena sejak awal mereka memang memutuskan menikah tanpa cinta.


"Audie, tolong jangan salah paham. Tadi ..."


"Aku mengerti." Ucap Keana disetai senyuman, dia tahu yang di maksud Juna jangan salah paham, Juna pasti berusaha menjaga perasaannya. Tapi Keana tidak butuh itu sekarang. "Juna, kamu bisa melanjutkan pembicaraanmu dengan kak Rumi."


Keana berhenti bicara, tepat disaat Juna menarik tubuhnya ke dalam pelukan laki-laki itu. Keana bisa merasakan pelukan Juna sangat kuat sampai Keana merasakan detak jantung Juna. Ah, Keana tidak yakin kalau yang berdetak jantung Juna.


Sepertinya yang berdetak sekarang jantung Keana sendiri, Keana tidak yakin, tapi sepertinya Keana sudah mulai menjatuhkan hatinya terhadap Juna. Sayang sekali perasaan itu muncul disaat yang tidak tepat, entah bagaimana nasib hatinya nanti.


"Tidak, kamu tidak mengerti. Tidak ada satu pun yang kamu mengerti. Audie, sudah aku katakan sebelumnya, apapun yang terjadi kamu harus percaya padaku." Ucap Juna yang semakin mempererat pelukannya terhadap calon istrinya.


~TBC


Akhirnya Juna tahu kalau Joanna sakit ...


Terimakasih sudah membaca It's Okay, That's Fate. Mari berhubungan baik antara penulis dan pembaca. Jangan lupa juga untuk memberi dukungan kalian terhadap karyaku. Makasih 💙


Regards,


Nur Alquinsha A | IG: light.queensha