
Ilana sedang berjalan dengan adiknya. Louis berada di belakang untuk menjaga sang kakak dan membawa belanjaan.
Ilana makan es cream. "Kamu mau ?"
"Aa kak " Ilana memberikan Louis memakan es cream nya.
"Kakak jalannya jangan cepet-cepet. Aku ga bisa ngimbangi."
"Yaudah kakak jalan lambat "Ilana menirukan gaya robot.
"Ya ga selambat itu juga."
"Kak kalau aku ikut dunia entertainment, apa kakak setuju ?"
"Jangan, bukankah hidupmu sudah menyenangkan ? Tidak ada yang mengenali kamu sebagai adikku. Kamu hanya perlu habiskan uang kakak dan lakukan apapun yang kamu mau asalkan itu baik."
"Kenapa ? Aku ingin terkenal seperti kakak juga."
"Dunia industri kejam. Siapa yang mampu bertahan itulah pemenang nya. Kamu tidak lihat berapa banyak orang yang ingin menjatuhkan kakak dengan berita bohong yang mereka buat."
"Tapi kakak tidak menghindari skandal apapun kakak tetap menunjukkan sisi terbaik kakak dan senyum aja ke paparazi."
"Delapan tahun kakak menderita dengan haters dan sesama artis yang menyindir kakak. Kakak selalu scroll itu, terkadang kakak menjadi orang yang begitu menyedihkan. Tapi kakak berpikir jika ini semua keinginan kakak. Semua punya resiko dalam pekerjaan hingga kakak pada akhirnya memutuskan untuk lebih sibuk dan ga sempat baca komentar dan berita apalagi nonton TV."
"Kakak gapapa dengan semua ini ?"
"Louis jangan membuatku harus sombong sekarang."
"Aku tidak pernah lari dari paparazi atau skandal. Aku tersenyum dan tampil percaya diri. Pakaian ku ayolah aku tidak membeli aku memesan aku menciptakan pakaian yang ku suka.Cih bahkan mereka yang membenciku memakai pakaian ku. Orang-orang berdoa kehancuran karierku tapi aku tidak akan kalah. Seluruh yang ku kenakan itu tidak murah, aku memiliki kursi sendiri di acara fashion. Saat ku lemparkan uang semua orang hanya bisa tunduk padaku."
"Sudah ku bilang jika aku bergerak mereka pasti tau jika mereka pasti kalah telat sebanyak apapun persiapan perang yang mereka miliki. Jadi sebelum bertanding dengan kakak mu Ilana lebih baik pulang dan lihat seberapa kacaunya musuh kakak."
Louis mengerti jika lawan kakak ya adalah para artis yang iri dan para haters yang amat sangat membenci kakak nya namun disisi lain Ilana juga memilik pendukung dan teman-teman artis yang bersama nya.
"Apa kakak tidak mengalami masalah mental ?"
"Apa ??? Ada. Aku sering mengalami depresi."kata Ilana dengan nada yang sedih.
"Benarkah apa kita harus berobat ? Apa sudah parah ? Apa mama mengetahuinya ?"
Ilana tertawa keras. "Aku depresi melihat uang ku yang tidak bisa habis hahahahaha. "
Louis cemberut. Bisa-bisanya kakak justru melempar candaan. "Louis kamu polos sekali."
"Apa kamu sesayang itu pada kakak mu ?"
"Sudah jangan bicara padaku "
"Ayolah aku hanya bercanda"
"Jangan sentuh aku. Aku tak suka kakak"
"Ahh adik tampanku sedang marah, manis sekali. Hei Louis tunggu aku."
"Menjauh dari ku kak "
"Hahahahahahahahha "Ilana sesekali mencolek dagu Louis atau menggelitik.
...****************...
Hakim menjatuhkan putusan cerai pada Mas Akmal dan istri pertamanya. Setelah penantian panjang kurang lebih 10 tahun kini Ruby menjadi istri satu-satunya dari Mas Akmal.
"Jadi istriku senang sekarang ? Jadi istri satu-satunya bukan simpanan lagi."
"Senang lah. Penantian ku membuahkan hasil. Anakmu sudah lima masih aja aku di jadikan simpanan."
"Bukannya jalan enam ?" Akmal mengelus perut Ruby yang masih rata.
"Eh iya deh. Maaf ya nak. Lupa kalau lagi hamil."
"Terima kasih sudah sabar menjadi istriku."
"Ga sabar sih ! Justru aku malah kabur-kaburan sampai ke club minta di tidurin siapa aja supaya kamu mau ceraikan aku, kamu ingatkan aku pernah goresin tangan ku."
"Sudahlah jangan di ingat, luka hatiku. Aku kecewa sama kamu yang ga bisa sabar menanti ini semua."
"Kamu ga bilang ? Kamu justru ngancam aku terus. Kamu kurung aku di kamar, aku ga pernah keluar selama hamil pas aku kabur ternyata hamil lagi. Rasanya yang paling sakit adalah ketika aku harus melahirkan di rumah sama kamu. "
"Kamu ingat kan Tenang sayang, kita buat berdua jadi melahirkan harus berdua. Aku sayang banget sama kamu."
Akmal justru tertawa melihat ekspresi Ruby yang mengejek dirinya. "Nih liat strecthmark aku, gara -gara kamu ini "
"Bukti cinta kita "
Akmal justru mendapat pukulan dari istrinya "Ngelantur kamu ! meski aku udah melahirkan banyak yang gugup juga kalau di bantu sama orang yang bukan profesional."
"Tapi bisa kan. Aku juga udah nonton cara-caranya gampang kan."
"Terserah pokok ya ini yang terakhir aku mau merawat tubuh aku. Kamu ga liat tubuh aku, rambut aku dan muka aku. Dahulu aku lebih cantik daripada keponakan ku sekarang malah sebaliknya "
"Hei tapi aku suka kamu yang seperti itu. Kamu justru cantik dengan pakaian rumah."
"Kamu nanti malah terlena sama perempuan lain ga bisa aku ga percaya ! pokoknya aku hanya akan punya enam anak."
Akmal terkekeh. " Kok ketawa sih mas "
"Ya kamu lucu banget sih. Aku memang sengaja menjebak kamu. Karena kamu menolak cintaku "
"Kapan kamu bilang cinta. ? "
"Aku kirimin kamu surat empat kali loh waktu sekolah akhir. Jangan bohong loh "
"Lydia ?"
"Istri pertama mu itu memang menyukaimu sejak awal. Rugi dia kalau sampaikan ke aku. Dia yang bilang kalau dia suka padamu. Pantas saja saat aku kelas 11 dia menjauhiku tanpa alasan sepertinya kamu mengirim surat di masa itu."
"Entahlah aku lupa. Tapi aku kesal sekarang. Aku juga bersyukur karena tidak punya anak dari Lydia."
"Kesal aja sendiri. Makanya kirim surat langsung jangan pakai perantara."
"Ya malu lah orang kamu banyak yang suka."
"Siapa yang bilang, aku sepi job dulu."
"Gapapa lah surat ga ke kirim tapi kan anak kita terkirim langsung untung rahim mu kuat menerima anak-anakku."
"Shut diam. Malas aku ngomong sama pria +++ kayak kamu." Akmal mengekori istrinya sembari memeluknya dari belakang.
Pria itu sebenarnya mencintai Ruby. Ruby menghilang saja nilai saham langsung anjlok diketahui Akmal bukan pria sembarang ia adalah penerus kedua dari pemilik kontruksi.
Setelah beberapa tahun Akmal berhasil menemukan persembunyian Ruby di ruang bawah tanah. Ruby tidak pergi sejauh itu Akmal sudah curiga jadi ia membobol rumah Ayu tengah malam ketika semua orang sudah tidur.
...****************...
Ayu melihat putranya Muhammad sedang memerintahkan pelayan di restoran. Ayu terkesima dengan manajemen putranya.
"Ma, restoran akan di sewa ada acara lamaran jadi kita ngobrol di ruangan ku saja."
"Tidak masalah mama akan pulang. Mana bekal buat Ilana mama mau ke rumah Marcella."
"Ilana pulang ke rumah ?"
"Kenapa kamu tidak suka ?"
"Tidak, aku berjanji akan jalan keliling kota bersama nya. Tapi aku sibuk sekarang."
"Dia masih memiliki banyak waktu. Ingat keponakan mu itu artis jam terbang melebihi presiden."
"Iyaya "
Tok...tok..tok
"Ilana mana ?"
"Nona muda sedang berenang."
"Louis masih sekolah ?"
"Iyaa Nyonya."
Ayu melihat cucu tengah asyik berenang. Tubuh meliuk-liuk kesana kemari bahkan perempuan yang mengenakan kaca mata hitam itu tenang saja ketika tubuhnya mengambang di air.
"Ekhemm"
Ilana menaikkan dua jarinya mengucapkan hallo pada sang nenek.
"Kamu terlihat senang ?"
"Begitulah, sudah lama aku tidak menikmati hidupku."
"Teman mu menelfon mu tadi kenapa ponsel mu tidak kamu bawa."
"Aku lupa "
"Orang nya disini, barang-barang di rumah nenek."
"Aku tidak bisa menetap di manapun karena aku artis."
"Pulang lah, nenek harus masak untuk paman mu."
"Nenek aku sudah mencari pembantu biar saja mereka yang masak. Nenek nikmati saja,perawatan..liburan..shopping itu tugasnya nenek ilana."
"Maaf anak muda, tapi nenek suka masak. Ayo bangun, Louis akan segera pulang."
"Kenapa ?"
"Nenek akan mengajaknya makan malam, ibumu akan menyusul nanti malam."
"Ada perayaan apa memang ?"
"Kamu tidak ingat Tante kesayangan mu resmi jadi istri satu-satunya "
Ilana tertawa keras. "Maaf nek, ini lucu."
"Bersiaplah sayang."
"Aku akan mengundang para pekerja ku. Aku rindu Pak James aku belum bertemu dengan nya sebulan ini. Aku tak bisa hidup tanpa pria itu."
"Pria itu sudah menikah apa kamu bernasib seperti Tante mu ?"
"Tidak bukan itu, Nenek pikir aku apa. Dia pria berbadan besar yang melindungi ku terus. Aku suka dia karena dia seperti papa ku."
"Memang kamu pernah bertemu papa mu ?"
"Kenapa wajah nenek marah ?"
"Jangan khawatir"
"Aku sering mendapat peran anak orang kaya yang memiliki orang tua yang hebat. Jadi aku merasakan dari sana."