
Marcella duduk bersama Ilana. Setelah memberikan makanan tadi ke pengawal kedua orang itu duduk di pinggir taman.
"Ilana mengenai papa mu."
"Tidak"
Marcella melirik "Aku tidak akan berubah, dengan tidak mengetahui itu sudah mengamankan diriku."
"Kemarin saat aku berada di Arab. Aku datang ke acara keagamaan. Katanya di akhirat kelak tidak ada rahasia apapun yang di simpan manusia kecuali semua terbongkar. Aku ga mau malu di dunia jadi biar aja aku malu di akhirat karena melihat pria itu. "
"Mama jangan urusin ini itulah. Mama urus saja Louis dia udah mulai neror mama tentang papa nya. Mama harus mulai menyiapkan naskah lagi buat bohong."
"Kamu nyindir mama ya ?"selidik Marcella. Ilana menyeringai.
"Baguslah kalau mama tau. Lebih baik mama harus siapkan semuanya. Tidak menyenangkan jika kita di kecewakan orang yang kita sayang. "
...****************...
Ilana duduk dengan angkuh sedang dua manager nya duduk di bawah dengan wajah tertunduk.
"Ada apa ?"
"Aku minta maaf Ilana "
"Aku minta maaf Ilana. Aku menyesal."
"Berkat baju copot itu aku semakin mendapat banyak keuntungan. Aku ga bisa marah kan. Sudahlah lupakan saja."
"Jadi di maafin nih "Tanya James.
"Iyaa, sudah pergi sana aku mau tidur."
"Kami akan segera mengirim makanan."kata Sophia.
"Aku telfon gadis pijat "Kata James
Ilana tersenyum dua manager memang tau apa yang dia butuhkan.
Sophia mengawasi gadis pijat sedang Ilana pasti sudah tidur.
"Sophia"
"Nyonya Ayu ?"
Ayu melihat ke kamar Ilana yang tidak di tutup.
"Ohh Ilana tidur ya. Yasudah biarkan saja."Ayu meletakkan makanan yang di masaknya di kulkas.
"Banyak yaa jadwal Ilana ?"
"Iya Nyonya. Konsernya masih banyak."
Ayu kesulitan berkomunikasi dengan Ilana karena jadwal cucu terlalu padat.
"Nyonya masih minum yang di kirim Ilana kan ?" Ayu mengangguk.
"Usiaku sudah begitu tua tapi aku suka berkegiatan jadi terlihat seperti mama nya Ilana." Sophia tertawa sembari menyetujui ucapan Ayu.
"Nyonya biar saya bersihkan "
"Tidak usah, ini berantakan sudah kamu kerja saja."
Ayu membersihkan ruang tamu,kamar, pakaian hingga kamar mandi Ilana.
Enam jam kemudian Ilana terbangun karena mencium aroma masakan.
"Chef hormat"Kata Ilana ia lalu memeluk neneknya.
"Duduk Ilana, Nenek lagi masak ini"
"Tidak mau, nenek harum sekali. Ini parfum yang ku kasihkan ?"
"Iyaa, ini parfum kesukaan nenek. Hanya nenek pakai kalau ketemu orang spesial."
"Nenek harusnya bangunkan aku. Kalau datang ?"
"Memang kamu mau ngapain ?"
"Meluk nenek terus meluk lagi. Meluk terus..terus meluk..terus cium kayak gini muach"
"Nenek makin hari bukan kayak nenek aku. Bisa-bisa orang pada ngira nenek saudaraku."
Keriput wanita itu mulai tidak ada, kulit nya juga mengencang dan masih bergerak aktif.
"Kita makan berdua aja ?"
"Iyaa"
"Nenek ga temenin Louis ?"
"Biarkan saja Marcella, tanggung jawab. Nenek pas tau kamu pulang cepet-cepet nenek suruh Alex ke pasar beli bahan. Alex sampai kecapean gitu bawa nya."
"Waktu aku keluar dari ruang konser masa ada yang cakar aku. Bekas ga ilang nek."
Ayu mengambil lengan cucu nya. "Kasihan nya cucuku, pasti sakit ya."
"Hemm"jawab manja Ilana.
"Nanti nenek obati sayang ku"
"Nek belikan aku strawberry shortcake nek"
"Berapa umur mu ? Kamu bahkan bisa membeli kartun strawberry shortcake."
"Tapi tayangan itu sudah ga ada lagi nek."
"Iyaya nenek juga cariin. Nenek kalau kangen sama kamu ya nonton strawberry shortcake. "
"CIEEE KETAHUAN KANGEN ILANA"
"Wajar kan nenek kangen. Kamu satu-satunya yang ikut nonton drama sama nenek sampai tengah malam tuh.Terus kita ketiduran. Hari-hari nenek itu selalu ada kamu berada punya buntut lagi nenek."
Ayu dan Ilana berbagi cerita selama keduanya berpisah jauh. Hal itu mengingatkan keduanya pada beberapa tahun silam di ruang makan Ayu dan Ilana gosip disana bahkan hingga detik ini keduanya tetap saling melengkapi.
Keduanya tertawa terbahak-bahak bahkan nasi ayu muncrat ke wajah Ilana namun Ilana justru balik tertawa lebih keras.
"Hahahahah "
"Nenek beruntung punya kamu, selama ini ga ada yang bisa nenek ajak ngobrol seseru itu kecuali kamu "
"Kakek ga bisa gitu ?"
"Nenek mu ini nikah paksa."
"HAH ? nenek ga bohong kan ?"
"Anak-anakku tau itu. Aku menikah karena di jual. Sedih kan. Nangis lah kalau bisa. Kakek mu itu kasar, kejam, suka bermain fisik, aku ingat dia marah besar ketika dia temukan pil KB. Aku tidak mau hamil dan punya anak. Aku ga mau ambil resiko punya anak dengan pasangan yang tempramen tinggi untung saja anak-anakku tidak ada yang mewarisi sifatnya kalaupun ada itu hanyalah sifat baik nya saja."
"Makanya nenek selalu sabar ya. Padahal masalah udah bertubi-tubi datang nya."
"Mau bagaimana lagi Ilana. Di jual harus jadi istri dari pria yang tidak kucintai. Merelakan semua impian ku."
"Apa nenek pernah berkencan dengan orang lain ?"
Ayu tersenyum getir. "Aku meninggalkan kekasihku. Dia tidak terima dan marah. Aku lebih lega ketika dia marah dan tidak mau bertemu denganku. Setidaknya aku bisa melihat itu terakhir kalinya, selama kami berpacaran dia kalem,tenang dan baik ekspresi buruk atau bicara kasar tidak ada sama sekali. Aku mendapatkan dua pelajaran pada saat itu dia sungguh-sungguh mencintaiku dan aku tidak dapat kembali padanya."
"Lalu dimana pria itu sekarang ?"
"Aku tidak tau Ilana. Dan aku ga mau tau."
"Nenek bertahan hingga kakek menghembuskan nafas terakhirnya. Gimana ceritanya ?"
"Aku menjalani karena kewajiban semua berubah waktu aku hamil Andrew saat itu. Dia berubah dan kelima anakku itu yang ngidam suamiku bukan aku. Dia mencintaiku tapi dia tidak mau menunjukkan nya. Jujur saja ya Ilana hidupku aman,damai dan bahagia selama aku menikah tidak ada masalah apapun karena dia menjagaku. "
"Pada akhirnya menikah bukan dengan orang yang kita cintai, tapi kita harus menikah dengan orang yang kita butuhkan..seimbang dan tepat."
"Jika nenek bisa memutar waktu siapa pria yang nenek pilih ?"
"Kakek mu, tetap kakekmu. Dia mencintaiku tanpa syarat. Dia laki-laki terbaik yang ku miliki dalam hidupku. Aku berterima kasih karena dia menjadi suamiku. Aku mulai mencintainya saat aku pingsan waktu itu aku baru tau jika Andrew sudah berusia 8 Minggu di perutku. Aku jadi suka nempel, nangis terus pengen di manja sama kakekmu. Bahkan aku ikut ke kantor selama sembilan bulan begitu seterusnya sampai aku mengandung Marcella."
"Kalau kakek melihat nenek, apa yang mau nenek sampaikan."
"Kamu pasti bahagia sekarang mendengarkan pengakuan hatiku. Aku tau, kamu hebat bisa membuatku mencintaimu. Terima kasih yaa sudah jadi suami,ayah dan laki-laki terbaikku. Tidak ada yang kurang darimu. Aku masih mencintaimu "
Ilana bertepuk tangan. "Kamu kalau merasa jodohmu bukan pacarmu bukan laki-laki yang kamu cintai tinggalkan saja Ilana. Kita manusia berhak dapat yang terbaik dalam kutip kita di posisi baik enggak bertindak jahat yang nyakitin orang lain. Menikah sama orang yang seimbang bukan tentang harta saja yang nenek maksud tapi sikap,tabiat, segalanya. Dia yang memang kamu butuhkan dan dia yang tepat untukmu. Biasanya kalau jodoh sudah datang kita pasti ngerasain kok perasaan itu."
"Ga usah buru-buru nikah kamu masih muda. Kamu harus banyak berkarya untuk dunia. Kalau kamu kerja terus capek yaa istirahat dulu, kerja harus pakai hati dan perasaan apalagi kamu penyanyi lirik dan makna lagu mu harus bisa sampai ke penonton."
"Iya nek paham kok."
"Nanti kalau umurku 40 nenek bilang masih muda kamu itu Ilana."
"Kamu emang paling bisa yaa jawab omongan nenek"
Ilana tersenyum sedangkan Ayu cemberut. Ayu melihat Ilana persis seperti fotocopy suaminya kakek Ilana dulu. Asyik dan menyenangkan jika di kenal lebih jauh.