
Joe duduk di samping Ilana. "Paman Alex mu menghubungi mu tadi. Dia juga sempat datang saat kamu tidur. "
"Ku bilang kamu sedang pergi sama teman-teman mu."
"Aku merasa kamu tidak mau di ganggu."
Ilana memandang ke atas bagaimana langit di malam hari. "Cantik "
"Orang cantik muji dirinya cantik yaa sudah. Makin tambah cantik"Joe memasukkan kedua tangan di saku celana pendek nya.
"Bukan langit nya. Cantik sekali. Tuhan baik yaa kasih kita mata untuk melihat alam yang cantik ini. "
"Ilana liat ini "
Nampak begitu cantik dari bayangan Ilana masuk 5 besar perempuan tercantik di dunia.
"Ohh" respon ilana melihat beritanya saat ia berada di pemutaran perdana film movie.
Joe memasukkan ponselnya ke saku celana. Ia memasukkan sedikit bibirnya dan mengerutkan kening.
"Kenapa ?"
"Apa ? "
"Kamu tidak biasanya lesu begini."
"Aku sedang bad mood."
"Jangan sampai menganggu konser mu."
"Mungkin aku kurang tidur."
"Apa karena ibumu begitu perhatian pada Louis ?"
Ilana melirik Joe yang menatap datar. "Aku, Sophia dan James tau. Tapi kami ga berhak ikut campur. Aku ga tau patah hatimu selama ini."
"Kamu jadi artis sudah 8 tahun. Aku kerja sudah 3 tahun. Aku kenal baik keluarga mu. Kamu lebih suka Paman dan nenek mu. Daripada ibu dan adikmu. Rasanya ketika Ilana bersama mereka Ilana seperti kerja untuk tanggung jawab bukan karena sesuatu yang kamu memang sukai. Aku ga bilang kamu ga suka ibu dan adikmu ya."
"Memalukan yaa. Usia 26 tahun masih aja cemburu sama kasih sayang orang tua."
"Enggak kok. Perasaan apapun itu wajar. Tidak ada perasaan yang salah. Semua orang punya perasaan dan dia tidak bisa menghentikan."
"Aku mau tidur." Joe mengangguk tak lama setelahnya Joe pergi ke kulkas ia melihat wine milik Ilana yang tidak di minum.
"Sudah dua tahun tapi ga pernah dia minum ? Apa agama nya ?"
Joe dilarang keras pulang oleh Ilana pulang dalam keadaan mabuk. Ilana tidak pernah memiliki minuman keras namun dua tahun yang lalu Ilana mendapat hadiah dari kolega berupa wine yang mahal.
Ilana duduk di atas ranjang besarnya.
"Tarik nafas..buang...tarik nafas huhhhhh buang"
"Semoga tetap aman, kamu ga boleh sedih Ilana. Gapapa gapapa gapapa Ilana." Ilana mengusap tubuh nya sendiri.
"Gapapa..gapapa..gapapa..semua baik-baik saja."
Saat Ilana sedang berada di mental down tidak ada satupun manusia yang mengetahui betapa kerasnya dia menutupi dan mengobati dirinya.
Air mata tak pernah turun sejak dirinya menjadi artis. Karena tidak ada waktu menangis.
"Kalau di pikir-pikir aku ini menyedihkan ya."
"Aku begitu kaya raya tidak ada satupun yang tidak kumiliki namun aku tak punya tempat untuk menjadi diriku. Tidak ada yang ingin melihat ketidaksempurnaan ku."
Ilana sudah terlalu jauh berjalan di dunia entertainment hingga membawanya ke menjadi artis internasional bahkan patung Ilana menjadi daftar koleksi di sebuah museum sebagai orang-orang hebat dan berpengaruh.
Ilana tidak seperti teman-teman atau rekan sesama artisnya yang menjadi diri sendiri, bertingkah gaya, berusaha keren, selalu di buat-buat, membuat banyak drama settingan dan kelakuan buruk mereka.
Ilana menjaga dirinya agar tidak ada satupun berita buruk menerpa dirinya bukan karena ia menuntut kesempurnaan.......tidak..bahkan tidak terpikir oleh Ilana. Hanya saja Tuhan mengarahkan dirinya menjadi manusia yang baik dan tidak sibuk ke jurang negatif.
...****************...
CHINA AND MACAU
Ilana menuju ke bandara ia akan mengadakan konser ke beberapa negara di Asia tenggara dan timur yang siap menjadi lautan ILAC.
"Ilana " Ilana menunduk dengan hormat sebelum akhirnya pamit pergi.
Ilana menggunakan kacamata,topi dan masker untuk menutupi wajahnya. James mengarahkan ilana untuk masuk ke bandara.
Alex sudah lebih dulu masuk ke pesawat pribadi milik Ilana. Marcella tidak pernah menumpangi pesawat pribadinya.
Ilana tak menyapa Alex ia hanya langsung ke ruang pribadi untuk istirahat.
"Joe, Ilana kenapa ?"
"Dia mungkin sedang ngantuk karena perginya juga di bangunin tadi bukan bangun sendiri." Alex mengangguk.
Sesampainya tiga mobil mewah sudah menunggu Ilana di lapangan pesawat. Ilana masuk sedangkan Alex duduk di samping supir.
"Jalan pak"kata James.
"Ilana apa kamu masih mau tidur ?"
"Yaa"
Ilana melihat foto-fotonya terpapang jelas di sekitaran jalan dan ucapan selamat datang dari beberapa orang penting.
Ilana memotret fotonya di layar besar.
"Cantik "
Di hotel tempat ia menginap sudah di siapkan cemilan dan makanan favorit khas negara tersebut.
Alex terpukau dengan penampilan sang keponakan Ilana tampil energik dan berhasil mengguncang panggung dengan meriah Joe menerbangkan drone, sejujurnya Ilana sedang mengalami masalah di perut saat tes bersama dokter.
"Apa Ilana akan baik-baik saja ? Aku takut sesuatu terjadi padanya. Dia banyak melakukan dance. "
" Ilana tidak bisa mundur. Dia hanya penyanyi solo. Ribuan orang datang untuk melihatnya. "
"Kuharap dia baik-baik saja. "
...****************...
"Paman jangan khawatir. Mungkin mau haid. Aku tidur dulu. "
"Tidak bisa begitu. Aku sangat khawatir padamu. "
"Maaf kita hanya bisa jalan-jalan sebentar tidak sampai mengexplore. Nanti kita pergi ke luar negeri ya sama-sama. "
"Jangan pikir itu Ilana. Aku menikmati liburan denganmu."Alex merawat Ilana paman dari sang artis menjaga setiap menit. Wajah Ilana begitu pucat ditambah make up saja kemarin mungkin masih pucat untung nya ada jeda 20 hari sebelum melanjutkan ke Thailand.
Ilana langsung dikirim ke rumah sakit internasional di Thailand. Diketahui Ilana kelelahan dan kurang darah. Perut mengalami kesulitan buang air. Demam.
Alex, Joe, Sophia, James memijat tubuh Ilana mereka punya Shift untuk berganti waktu.
Alex melihat lecet yang begitu banyak di kaki Ilana, Dokter juga fokus mengobati lecet di kaki Ilana akibat sepatu dan kaus kaki.
Setelah menjalani perawatan di rumah sakit Ilana kembali mengguncang Thailand dengan kemeriahan.
Keseruan di Bangkok memuncak berbagai kalangan tidak mau ketinggalan untuk menyaksikan penampilan penguasa dunia entertainment itu. Konser Ilana di adakan selama 3 hari dengan durasi 1 jam.
"BANGKOK Are u ready ?"
"So I want to hear screams "
Suara memburuh dari seluruh penonton saat Ilana meminta untuk berteriak.
Alex merekam penampilan Ilana dari bawah panggung. Di hari ketiga kobaran Ilana masih menyala lautan emas memenuhi satu stadion.
Ilana menyapa para penggemar dengan turun ke bawah ini yang selalu di tunggu-tunggu oleh para fans.
Sesuai instruksi penonton Ilana mengikuti trending tarian dari tiktok. "Aku harus belajar dulu. Satu orang boleh ajarin aku. "
"Ohh entah aku bisa. " Ilana memberi mic pada drummer.
"Itu sempurna " ucap seseorang. Ilana menundukkan hormat setelah menyelesaikan.
Tak lupa artis cantik itu membagikan tiket liburan untuk 10 orang yang beruntung di hari terakhir konser.
Ilana menunjukkan skill dengan lancar berbahasa Thailand.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
MALAYSIA, KUALA LUMPUR.
Setelah mendapat telfon dari seseorang. Sam mendengar ada pertengkaran. Orang-orang tau itu pasti Marcella. Mereka memang tidak pernah akur.
Bahkan di menit ke 10 Ilana akan naik ke atas panggung wanita tua itu masih
"Apa punya uang banyak tidak membuatmu bahagia ?"
"Bahagia kok."
"Tapi menurutku kamu berbohong padaku Ilana"
"Apa maksudmu Paman ?"
"Jangan lupa Ilana aku ini tinggal di atap yang sama dengan mu. Kita saling mengenal karakteristik masing-masing. Aku tentu jauh lebih mengerti kamu daripada Marcella. "
"Jangan kabur dari masalah. Kamu harus kenali rasa sakit itu dan cari tau solusinya."
"Aneh, waktu mu habis melayang di udara untuk pergi ke sana kemari dan kamu tidak selemah itu. Kamu fine-fine aja dengan kesibukan itu. Marcella selalu membuat harimu buruk."
"Aku, kak Andrew, kak Muhammad dan mama juga Kak Ruby memang menjauhkan mu darimu Marcella. "
"Paman benar, Semua orang benar. Tentang anggapanku pada ibuku."
"Waktu Marcella hamil, dia memang tidak menyukaimu ternyata perasaan itu ngalir ke bayi nya yaa. Kupikir itu hanya bohongan, Marcella baru kembali waras saat kamu berusia dua tahun. Jadi wajar sekali kalian tetap punya tembok. Tapi dia tetap tidak berubah. "
Alex merengkuh tubuh Ilana membawa untuk ia peluk
Bulir air mata turun dan berusaha di sekap oleh Alex. Ilana tidak menangis sama sekali ia memeluk erat paman nya.
Malangnya nasib anak ini. Aku tidak tau jika Marcella orang yang paling melukainya. Kasihan kamu Ilana, sudah di buang papa mu ..tidak di anggap lagi oleh ibu mu. Ya tuhan, bagaimana hancurnya Ilana. Dia pun tidak pernah memilih lahir.
Alex menjaga Ilana hingga ia tidur. Alex jadi teringat 26 tahun yang lalu ia selalu duduk di depan pintu menunggu Baby Ilana tidur. Memang tugasnya menjaga Ilana.
Ilana mudah sekali tidur apalagi jika punggung atau kaki di pijat hingga besar itulah cara paling ampuh agar Ilana lekas tidur.
"Marcella benar-benar jahat. Ilana kadang orang tua pun bisa durhaka pada anaknya bukan hanya terjadi pada anaknya saja. Kamu dapat lepas tanggung jawab dari ibumu. Kamu pun harus tetap waras dengan menjauh dari ibumu. Kesayangan Paman. Tidurlah yang nyenyak anak cantik. Paman akan menjaga mu. "
Beberapa tahun yang lalu...
"Alex tolong bawa Ilana ya ?"
"Mama mau kemana emang ?"
"Mau ke pasar. Nanti Ilana kepanasan."
"Aku ini mau ke warnet loh ma."
"Yaudah sekalian buka toko sekalian kamu jaga Ilana. Jangan lupa bekalnya kamu bawa. "
"Aishhh "keluh Alex yang baru saja bangun namun sudah dapat tugas yang berat.
" Kak Andrew mana ?"
"Kaka mu sudah berangkat. Udah ya mama mau ke pasar. Mau titip sesuatu ga ?"
"Ga mah "
"Yasudah."
Alex membawa Ilana pergi ke toko.
"Ilana jangan banyak gerak. Paman susah buka toko."
Alex menurunkan Ilana kecil dan mengapit dengan dua kaki nya. Dalam ingatan Alex, Ilana langsung cemberut.
"Diam dulu."
Ilana seperti bayi kelinci yang lincah sekali.