ILANA

ILANA
47. Larangan membantah kakak



Ilana pergi melihat adiknya yang masih di rawat di rumah sakit. Sudah seminggu di tengah kesibukan tidak ada kabar.


James dan Sophia sudah memberitahu agar Ayu dan lainnya tidak berada di rumah sakit selama Ilana masih disana. James meminta itu karena KEPENTINGAN HATI ARTIS ITU SANGAT SANGAT PENTING SEKALI.


Untung Ayu dan lainnya mau memahami hal itu. Mau bagaimanapun mereka salah dan keras terhadap Ilana sehingga Ilana memilih jalan hidupnya sendiri.


Tok... tok... tok..


Louis duduk membelakangi pintu sambil menatap ke arah jendela yang memperlihatkan suasana malam yang Louis tak bisa lihat dari luar.


Ilana melihat ke arah bawah ada rantai dan borgol yang di pasang.


"Aku datang " Louis tak berbalik ia bisa melihat kakaknya yang sangat cantik dari kaca itu.


Ilana duduk di samping adiknya.


"Syukurlah kamu masih belum tidur. Aku datang di luar jam besuk."


"Kenapa kakak berbohong ? "


Ilana terkekeh. "Kenapa kamu mengacaukan semuanya ? "


"Apa aku tidak penting bagi kak Ilana ?"


Ilana tenang. "Kamu harusnya ga perlu tanya sebagai artis aku tidak boleh melakukan kesalahan. Aku harus memastikan tidak ada skandal."


"Jadi jelaskan padaku Louis, kenapa kamu melakukan percobaan bunuh diri lagi sampai di rantai begini ?"


Air mata Nichol jatuh tanpa bisa ia tahan.


"Pak Steven terlihat bahagia bersama anak-anaknya. Aku tidak melihat teman-temanku datang menjenguk. "


"Maafkan aku. Aku tidak paham.


Tapi meski begitu melukai dirimu itu membuatku marah. Aku orang yang tidak suka orang-orang yang hanya bisa bunuh diri."


"Tapi ga semua orang seperti kakak. Kalau semua orang seperti kakak ga ada kata pecundang atau pengecut atau tidak bertanggung jawab "


"Aku tau. Tapi cobalah untuk tidak lari. Cobalah belajar apa yang kamu lakukan itulah hasilnya. "


Ilana melepaskan jam tangan nya dan memasukkan ke dalam saku.


"Lagipula aku tidak seberuntung kamu. Aku tidak punya ayah dan tidak memiliki teman."


"Maafkan aku kak. Aku salah. " sesal Louis.


"Bisakah kamu janji untuk sembuh dan tidak bunuh diri lagi ? "


"Janji "


"Sini,aku mau peluk kak Ilana."Ilana mendekat masuk ke dalam dekapan Louis. Kalau seperti ini keliatan Ilana adalah adiknya Louis.


"Jangan lukai dirimu Louis. Aku merawat kamu dengan harga yang mahal." Louis mengangguk.


Pria yang lebih besar dari Ilana itu mencium kening sang kakak.


"Maafin aku kakak "Louis menghirup wangi parfum khas kakaknya.


Louis tak bisa apa-apa jika kakak alias pawang nya sudah datang. Entah kenapa insting mengatakan jika ia tidak boleh membantah Ilana. Apapun masalah hidupnya seperti tidak akan sebanding dengan seluruh perasaan kakaknya.


Mungkin karena Ilana yang merawat dan menjaga Louis.


Louis sempat mendengar sewaktu Marcella menjelaskan kepada dokter jika Louis di sekap oleh perampok selama beberapa hari. Dan baru ditemukan, Louis terlihat aneh setelah di temukan. Bertepatan dengan hasil psikiater yang mengatakan Louis depresi.


Untunglah Marcella membuat dokter dapat memahami itu. Setiap satu kebohongan akan melahirkan kebohongan yang lain.


Alasan mengapa Louis di perhatikan sekali oleh para dokter sebab ia berada dalam circle Ilana artis yang mendunia itu datang dengan pasien dalam situasi luka sayat leher.


Ilana membuka borgol dan membantu Nichol istirahat. Perempuan itu mengangkat kedua kaki besar adiknya.


"Kakak akan pulang ? "


"Kamu mau kakak gimana ? "


"Pulang saja jika kakak mau. "


"Katakan saja. Kakak jangan pulang aku ga mau kakak pulang. Kenapa kamu jadi malu-malu begitu. "


"Ya, aku ga mau kakak pulang. Tolong paling tidak sampai besok pagi. "


"Baiklah.Kakak akan disini. Sebentar kakak harus bicara dulu sama Pak James. Kakak kemari dengannya. "Louis mengangguk.


Perawat masuk bersamaan saat Ilana keluar ia menundukkan kepala. Terakhir yang Louis liat Ilana sedang berbicara dengan James di depan.


Louis membuka matanya perlahan ia melirik ke arah jam di depan nya. Jam 3. Pandangan berkeliling mencari seseorang.


Rupanya Ilana tidur di bawah sofa dengan beralaskan selimut dan bantal.


Louis jadi nostalgia mengenai dirinya dulu. Ada alasan dibalik ini semua kenapa Louis lebih sayang Ilana daripada Marcella.


Ilana selalu memberikan yang sangat luar biasa untuk Louis. Mulai dari makanan enak yang paling enak dan yang paling mahal sudah pernah Louis cicipi sehingga Louis tau mana masakan enak dan ga enak. Lalu pendidikan..Ilana berikan yang internasional, beda jauh dari teman nya Louis taman kanak-kanak saja sudah berstandar internasional bahkan Louis mendapat kursus paling mahal di dunia. Pakaian ? Di ulang tahun yang ke 17 kemarin Ilana membelikan sepatu limited edition hanya lima orang di dunia ini yang memiliki nya. Laptop.. Ponsel.. jam tangan sampai ke parfum itu semua merek branded Louis ingat barang termurah yang diberikan Ilana berkisar 97 juta itu saat Ilana di tahun ketiga debut. Entah berapa kekayaan Ilana dari pekerjaan yang sesungguhnya hingga mampu melakukan itu semua untuk Louis.


Ilana sudah mempersiapkan universitas apa yang akan Louis masuki. Yang jelas pasti itu mahal dan berkelas.


Meski mereka beda ayah namun Louis bisa merasakan betapa tulusnya Ilana. Ilana begitu menyayangi adiknya. Louis jadi ingat waktu itu ia marah karena Ilana ada pekerjaan di Osaka dan melewatkan ulang tahun Louis. Sepulang ia dari Osaka Ilana membuat pesta besar mengantarkan satu truk pizza ke sekolah. Belum selesai Ilana meletakkan beragam kado di kamar Nichol. Hingga membuat bocah laki-laki itu senang bukan main.


Satu hal lagi mengapa Ilana berbeda dari Marcella. Bagi Louis kakaknya itu luar biasa dia sangat tau kebiasaan dan kesukaan. Ilana begitu memahami Louis. Dengan keinginan nya dan Louis dan mengajari Louis di tengah padatnya jadwal materi di sekolah, Kakaknya jadi pendengar yang baik,selaku melindungi,tidak pernah menghakimi atau memarahi selalu berkata lembut dan menenangkan hati, mengajari Louis bagaimana bersikap. Ilana mampu memadukan itu tanpa justru memaksa. Seperti Louis suka dengan teknologi dan akutansi maka dari itu Ilana sekolahkan di sekolah internasional teknologi dan kursus teknologi juga akutansi. Dan Marcella kebalikan itu semua padahal Nichol tinggal satu rumah dengan ibunya. Lebih banyak waktu daripada dengan sang kakak. Marcella justru tidak tau makanan kesukaan Louis.


Numpang nanya ada yang mau jadi adiknya Ilana atau keluarga Ilana ? komen di bawah hihihihihihi.


James datang bersama penata rias. Sehabis mandi Ilana bergegas memakai pakaian yang di bawa James untuk acara pagi ini. Ilana di undang menjadi bintang tamu Variety show.


Louis lagi dan lagi terpanah dengan visual art padahal kakak hanya mengenakan pakaian casual celana panjang warna biru tua dan baju lengan panjang warna putih. Rambut di gerai begitu saja dan polesan makeup sedikit. Di tambah perhiasan kalung menambah kesan OLD MONEY seorang Ilana.



"Cium kakak dulu " Nichol menurut ia mencium pipi kakaknya.


"Kakak perempuan tercantik yang pernah aku lihat. Apa kakak jelmaan bidadari."


"Hahahahahaha. Kakak berangkat dulu ya. Kakak harus kerja. "


"Kakak kesini lagi ga ? "


"Tanya sama Pak James. "


"Ilana harus berangkat ke Dubai untuk menghadiri acara fashion show. Dia ada pemotretan."


"Lusa dia harus terbang ke Itali untuk pemotretan make up. "


"Daa.. daaa. bye.. byee "Ilana melambaikan tangan sambil memainkan jari-jarinya.


Perawat melihat Ilana berlalu bersama 4 pengawal berbadan besar yang memakai pakaian hitam lengkap dengan alat-alat nya. James mengikuti dari belakang.


Ilana menundukkan kepala ketika bertemu dokter forensik itu. Dokter itu juga tersenyum sambil melambaikan tangan ke Ilana.


Mobil Ilana langsung pergi meninggalkan rumah sakit.


Dokter forensik itu berdiri di pintu utama rumah sakit.


Seorang pria datang berdiri di samping melihat ke arah yang sama.


"Aku tuh kayak suami yang ga bisa melepas istrinya kerja ya. "


"Iyaa padahal udah di bawain sarapan lagi. "celetuk mengarah ke dua sandwich yang di pegang oleh dokter.


" Gapapa setidaknya kalian udah satu selimut dan bantal."


Pria berjas itu menyenggol lengan sang dokter. "Aku tau lohh " godanya.


"Iyaya itu benar. Aku bahkan sudah mengangkat badan diam-diam. Dan ini belum di cuci sama sekali. "


"HAH ? kamu memang gila." sombongnya Dokter itu terkekeh.


Pria berjas itu heboh mengendus kedua tangan sang dokter. " ini parfum nya. "


"Ya "


"Masih ke tempel baunya. Ahhh kamu rupanya ga main-main."


Dokter menghela nafas panjang ia memberikan satu sandwich.


"Saatnya aku mempersiapkan diri. "


Pria berjas itu mengangkat satu alisnya.


"Untuk apa ? "


"Aku akan segera menikah. Aku akan mengabarkan pada ayah kalau menantunya sudah siap ku nikahi. "


"Optimis sekali kamu. "celetuk pria berjas. Dokter hanya tersenyum simpul.


Ilana bersiaplah untuk jadi istriku.


"Terima kasih untuk tahun ini. Lihat saja tidak lama lagi aku akan menjadi suaminya. Kamu akan melihat wanita cantik itu milikku seutuhnya. "


Dokter pergi meninggalkan pria berjas yang terjerumus dalam kebingungan.


"Dia gila atau halu. Entahlah. Aku malu kalau sampai orang tau aku akrab dengan forensik gila. "


Dokter itu tersenyum mengingat cantiknya Ilana tadi.


"Cantik betul. Istriku Ilana. "