
Ilana menuruni tangga dengan terburu-buru. Andrew tidak sengaja melihatnya.
"Pelan-pelan. Nanti jatuh. "
"Heheh iyaya. "
"Mau kemana kamu ? "
"Jalan sama cowokku. "
Alex datang menghampiri Ilana dan Andrew. "
Ilana mengusap kepala Alex. "Paman ku tetap nomor satu. Tapi paman Alex tumben di rumah ga ke klub gamer ? "
"Nanti siang. Berikan aku ciuman di pipi ku. "
"Ilana, kekasih mu sudah di depan. "
Kekasih Ilana muncul di belakang Muhammad. "Kamu apa kabar ? "
"Baik kak, kakak bagaimana ? "
"Saya baik "
"Paman Andrew kenal toh ? "
"Kami satu pesawat waktu pergi nonton festival musik. Aku ga tau kalau kamu pacaran sama dia. Eh dia kenal paman. "
"Begitu ? Sudah sini aku bawakan tas nya. "
Alex menghadang jalan nya. "kok ga izin. Izin dulu dong sama saya. "
Selepas meminta izin mobil itu pergi dari pekarangan rumah Ayu.
"Kamu tetap tinggal di rumah nenek mu ? "
"Iya, "
"Umm itu---"
"Kalau kamu tanya hunian ku ada kok. Cuman disini tidak ada siapapun yang tau. Disini banyak yang tinggal juga lansia dan pegawai kantor jadi terlalu sibuk. Meski begitu mereka tidak memberitahu siapapun aku tinggal disini. "
"Jadi waktu skandal itu ? "
"Iya aku pulang ke rumah nenekku. Rasanya berat sekali. "
"Maaf ya sayang, aku berusaha menghubungi mu waktu itu sampai aku minta manajer ku bantu naik ke atap. Kamu tau sendiri kan telfon putus-putus terus. "
Kekasih waktu itu masih ada syuting di pulau terpencil jadi susah mendapat sinyal. Ia berusaha menghubungi Ilana kerap kali punya waktu dan usaha pria itu luar biasa hingga ia mengalami luka sobek di kaki akibat mencari sinyal saja.
"Maaf yaa, kamu pasti khawatir "
"Bukan hanya khawatir aku takut kamu bunuh diri. Aku meminta Mr. James untuk mengambil ponsel mu supaya kamu tidak baca media sosial."
"Minggu depan kamu promosi drama baru mu yaa ? "
"Iyaa, kamu ingin datang ? "
"Tidak, nanti menganggu."
"Tunggu di mobil ku saja. Aku akan segera selesai. "
"Baiklah"
"Kamu ga satu mobil sama manager mu ? "
"Nanti ada yang bawakan mobil ini untukku. Jadi habis selesai aku langsung naik mobil pribadiku. "
"Ya terserah kamu saja. "
"Nyalakan musik nya sayang "
"Mau lagu apa ? "
"Lagunya Ilana "
"Baiklah lagu luar negeri saja"
"Ga.. ga mau lagunya Ilana. Aku ingin mendengar suara nya kekasihku. "
"Aish !! Pilih saja sendiri. "
"Kok marah ?"
"Aku malu "
Kekasih Ilana terdiam melongo. "Ka.. kamu hahah ini aku ga salah dengarkan ? Bahkan lagu mu di dengar ratusan juta orang di seluruh dunia dan di cover ratusan ribu orang. Kamu malu ? "
"Entahlah aku sering malu mendengarkan lagu ku sendiri. Seperti sedang kumur-kumur. "
"Itu Rap bukan kumur-kumur. Aku selalu suka penampilan mu. Bahkan kamu tidak tau betapa deg-deg kan aku waktu berdiri di samping mu. "
"Waktu kita jadi pembawa acara tiga kali ya. Kamu jahat sekali ga mau bicara denganku bahkan ide tentang kostum kita kamu juga ga peduli. "
Kekasih berdehem. "Aku terlalu gugup bicara denganmu, kamu bahkan punya kursi pribadi sendiri. Kupikir kamu terlalu jauh untuk bisa ku gapai. "
"Kamu Overthinking sekali. "
"Iyaa aku tanya sama teman dan manager ku. Saat aku ingin dekat kamu sudah tidak punya waktu lagi denganku. Padahal aku ingin bicara banyak karena aku adalah Ilac "
"Sudah berapa lama kamu jadi Ilac ? "
"Enam tahun, aku pertama mengenal mu karena drama yang kamu mainkan dapat rate 10/10 dan waktu itu kalian menang sebagai drama terbaik sepanjang tahun. Terus aku ga sengaja nonton potongan kamu jadi pemulung gila. "
"Aku akhirnya nonton drama nya tiap episode aku selalu ketawa apalagi behind the scene kalian kamu menjiwai peran mu sendiri. Hingga detik ini aku masih saja teringat drama mu yang satu itu. "
"Terus waktu itu ada Penghargaan musik tiap tahun. Kok keren ya ? Kamu bawa alat panahan itu properti ya "
"Aku lupa, "
"Hanya orang yang mencintaimu yang mengingat apa yang pernah dilakukan orang yang di cintai nya. Aku melihat mu begitu keren loncat mengambil panahan itu dan menembaknya. Kamu waktu itu duet dengan vokalis ****** ***** suara kalian bagus sekali. "
"Ohh aku itu bawa tiga lagu terbaru ya "
"Nah itu tau."
"Kami rencana akan berkolaborasi lagi. Mungkin setelah dia selesai dengan tugas-tugas nya. "
Sampai di lokasi memancing.
Kekasih manis itu terkekeh melihat wajah pacar tercinta nya bete padahal ini baru satu setengah jam.
Ia pergi dan duduk di samping nya.
"Jangan ribut, kayaknya kalau tenang dia mau deh. "
Ilana berdiri menyadari seperti ada yang menarik. "Aku dapat! aku dapat! aku dapat! aku dapat! "
"Apa yang kamu lakukan ? "
"Kamu tidak tau "
"Aishh aku tarik saja. "
"Nanti ikannya.............................. lepas" Ilana cemberut ia melempar alat pancing dan pergi.
Kekasihnya tentu saja tertawa ngakak. Ia mengejar perempuan kesayangan itu.
"Ayolah sayang, kamu hari ini mengemaskan sekali. "
"Kau tau aku selama ini ingin sekali memiliki pasangan yang hobinya memancing."
"Kamu saja yang mancing aku mau ke toilet dulu. "
"Baiklah, akan ku antar "
Ilana menahan lengan. "Jangan, aku tau kok meski aku baru kesini. "
"Yasudah"
Tangan sedang memegang alat pancing memang tapi jari-jari besar itu sudah bergerak gelisah.
Karena rasa khawatir kekasih Ilana itu meninggalkan kursi nya dan pergi mencari.
Kekasih terkejut berpapasan dengan Ilana.
"Kamu buat aku terkejut. Habis darimana tadi. "
"Toilet ngantri soalnya "
"Apa ada yang minta foto ? "
Ilana dengan polos menggeleng kepala.
Ilana melanjutkan lagi memancing sepertinya ia sudah membuang rasa kesal di toilet.
"Kamu kok senyum-senyum gitu emang ada yang seru di toilet ? "
"Tidak, tidak ada. Aku ingin senyum saja. Kamu senang liat aku senyum kan. Katamu senyum ku paling manis. "
Tangan besar mengacak rambut Ilana "Yaya begitulah. "
"Kamu mau mancing lagi ? Kamu ga kenapa-kenapa kan ? "
"Kenapa kita mau pergi ya ? "Tanya Ilana keluar dari topik.
Pasalnya tadi Ilana sudah fix ga mau mancing lagi dan kekasih yang mengerti kemudian membersihkan beberapa alat jadi mereka bisa langsung pergi sekiranya Ilana memang ngambek.
Namun lain cerita ketika Ilana yang kesal + marah tiba-tiba saja jadi happy dan senang.
"Ini kamu baik-baik aja kan ? "
"Iya aku baik. "
Kekasih tak ingin bertanya lagi takutnya Ilana bad mood lagi tapi bukan karena ikan kali ini namun karena dirinya.
Sama seperti awal datang Ilana begitu antusias.
Kekasihnya tak banyak bicara. Namun melihat Ilana tidak seperti kebanyakan perempuan yang bad mood suka lama Ilana mungkin sudah terbiasa tidak boleh menunjukkan sisi jelek dan segala hal buruk darinya. Karena entertainment begitu menuntut kesempurnaan pada diri seorang artis. Jika ingin karir lancar maka kamu harus tampil dengan baik.
"Woohhhh woohhh..ikan pasti besar.. "heboh Ilana.
" Yessss aku bisa "
"Kau lihat kan aku bisa.. yeyy aku bisa.. aku bisa.. aku bisa yuhuuuu"
"Letakkan saja dulu di ember "
"Ohh begitu yaa " Ilana menarik ikan tersebut.
"Tubuh nya licin. Aku takut dia kabur kamu saja yang ambil"
"Kerja bagus Ilana, " Ilana sumringah.
"Lihat ini tangkapan ku satu yang besar. Kamu kecil-kecil tapi banyak apa itu sebanding ? "
"Pasti tidak akan sebanding denganmu. Kamu hebat kekasih ku"
"Ayo kita masak. Kamu ingin masak ikan nya apa ? "
"Apapun yang kamu siapkan bahan nya. "
"Baiklah sayang ku"
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"Ohh ! Kenapa kamu makin tampan ? "
"Apa yang kamu lakukan ? "
"Aku memotret kekasihku yang sedang jadi chef. Buat yang enak ya Chef "
"Iya Nyonya "
"Apa kamu bisa masak ? "
"Lumayan tapi tidak sejago dirimu. "
"Oh ya, "
"Ini ikan di cuci kan, biar aku cuci. "
"Duduk saja, biar aku yang masak. "Ilana menurut.
Ilana memandangi kekasihnya yang mengenakan kemeja putih dengan balutan celana panjang hitam jangan lupa apron terlihat ganteng 100% luar biasa.
" Kenapa kekasih ku ganteng sekali aku jadi makin menyukainya. "
Sesekali pria itu melihat kearah Ilana dan tersenyum.
"Padahal aku berharap kekasihku juga suka memancing "
Kata-kata itu terngiang di telinga Ilana berputar seperti bom yang nunggu waktu meledak.
"Aku jelas-jelas tidak bisa mancing kenapa dia bilang begitu. Memang ini salah ku kenapa aku tidak mau belajar !!! "
Ilana belok tidak jadi ke kamar mandi ia justru menghampiri tiga orang bapak-bapak dan menanyakan bagaimana cara memancing agar dapat ikan.
Sontak tiga pria itu tertawa ngakak namun mereka tetap memberi tips-tips nya.
Untung pria lanjut usia itu berhati baik mereka tidak mengenal Ilana juga. Syukurlah.