ILANA

ILANA
20. Liburan ke Paris




Andrew, Muhammad,Alex dan Ruby berkumpul di rumah nenek. Ilana pulang ke rumah nenek dia hari sebelum kembali ke tempat tinggal yang bisa di bilang seperti sekumpulan mansion. Keluarga ini memang sangat mendukung dan hangat.


Saat Ilana mengadakan konser pertama di negara nya seluruh keluarga nya datang memberikan dukungan. Ilana awalnya tidak mengetahui lalu setelah hari ke 2 konsernya Ilana barulah mengetahui saat layar besar mengarah keluarga.


Hal yang paling membuat Ilana makin semangat bagaimana mereka semua membeli atribut ILAC dan bernyanyi dengan heboh.


"Ilana...Ilana...ilana.."Alex memeluk Ilana lebih dulu.


"Kamu pulang juga aku sangat merindukanmu" Alex mengangkat Ilana langsung ia putar bagaikan komedi putar.


Andrew dan Muhammad acuh saja.


"Biarkan aku mendapat ciuman darimu"Ilana menghadiahi ciuman di kening paman nya.


"Pintar "Alex mendudukkan lagi Ilana di kursinya.


"Kalau ada Ilana pasti makanan banyak dan enak."


"Berati aku tidak usah bekerja yaa. Supaya kita makan banyak dan enak terus."


"BETUL"jawab Alex


"Memang makanan di luar negeri ga enak ?"tanya Andrew.


"Enak kok, cuman kan rasa persaudaraan jauh lebih penting"ujar Ilana. Andrew menjulurkan lidah.


"Bohong banget, paman liat blog kamu makan enak terus kok."


"Sebaiknya kalian tidak usah menonton YouTube ku saja." Celetuk Ilana.


"Kamu nanti ga di gaji YouTube"


"Khusus kalian gapapa. Aku rela tidak mendapat 35 milyar per bulan. Asal kalian tidak merecoki YouTube "


"Ilana kamu harus berterimakasih pada paman kesayangan mu itu "Tunjuk Muhammad.


"Dia bekerja keras menyingkirkan pembenci mu. Di media sosial, YouTube, Twitter dan Line."


"Wahh hadiah apa yang harus ku berikan untuk paman."


"Tidak perlu Ilana. Aku bekerja untukmu. Mereka kurang ajar sekali rasanya aku ingin memukul kepala mereka saja. "


"Dia pernah memaki seharian dan melupakan bermain game."


"Terima kasih paman ku Alex yang tersayang "


Brak


"Ilana, ku letakkan dimana ini" Joe membawa kotak-kotak hadiah.


"Aishh kenapa di bawa sekarang ?"


"Ilana kamu beli hadiah lagi ?"


"Ketahuan deh, iyaa. Aku bawakan kalian oleh-oleh. "


Joe membagikan ke masing-masing anggota keluarga Ilana.


"Wahh apa isinya ?" tanya Muhammad menggoncang hadiah dari kota itu.


"Ilana kamu selalu membeli hadiah saat ke luar negeri. Harusnya kamu tidak perlu."ujar Ayu.


"Gapapa nek, aku teringat kalian."


"Terima kasih Ilana."Kata Andrew.


"Kamu sudah belikan hadiah untuk mama dan Louis ?"


"Tidak, aku membelikan kalian saja." Ayu tidak menyinggung lagi.


"Kalian ada yang mau ikut aku ga ?"


"Aku..aku..aku biar aku saja."


"Semuanya juga gapapa."


"Kemana Ilana ?"


"Thailand,Malaysia,Hong Kong, Singapura dan Indonesia.Macau,China. "


"Aku biar aku saja."


"Kamu bisa jaga dirimu tidak, jantung mu saja sulit kamu tahan nanti malah ngerepotin Ilana lagi."


"Aku ingin jalan-jalan bolehkan ?"


"Boleh tapi kalau sakit Ilana tinggal yaa"goda Ilana.


"ISSSSS "desis Alex mengudang celetuk tawa.


"Paman Andrew sama Paman Muhammad ga mau ikut ?"


"Eumm pikir-pikir lagi deh. Kami banyak pekerjaan soalnya."


"Louis dan Marcella ga kamu ajak Ilana ?"


"Tidak, aku akan mengajak mama ke Paris dan Louis. Sekalian cari sekolah disana."


"Louis pindah ke Paris ?"


"Ya kalau dia mau. Kalau enggak ya terserah mama aja lah nek."


"Jadi kamu ke Paris dulu terus pergi lagi gitu."tanya Muhammad


"Iya jemput Paman Alex "Alex menyengir.


"Bagaimana saat perjalanan mu saat kamu pergi ke Barcelona ?"


"Menyenangkan banyak bangunan kuno disana. Dulu aku melihatnya di buku tapi sekarang aku bisa memegang secara langsung."Ayu tersenyum.


Ke enam orang di meja makan itu menghabiskan waktu malam mereka di musim dingin untuk mengobrol dan makan malam bersama.


...****************...


Marcella sudah lebih dulu berangkat bersama Louis terbang ke Paris melihat acara fashion show sekaligus liburan selama seminggu.


Ilana memeluk sang nenek. "Kenapa setiap aku pergi harus ada pelukan keluarga seperti ini."keluh Ilana.


"Nek, Ilana cuman pergi seminggu bukan selamanya nek. "


"Anak baik.. semoga kamu selalu sehat dan baik-baik saja."


"Amin..muach..pergi dulu ya. "


Ilana tiba di bandara wartawan memotret style nya yang mengenakan pakaian dari brand ternama.


"Ilana kesini "


"Ilanaaa "


"Ilana kesini "


"Apa kamu akan pergi ke Paris ?"


"Ya. Sampai jumpa. "


"Ilana boleh minta foto "


"Ilana aku butuh tanda tangan "


"Ilana "


"Ilana "


"Ilanaa "


Pesawat Pribadi Ilana lepas landas menuju ke Paris.Gaya feminim membuat terlihat seperti anak kecil.


Ilana menyapa para penggemar yang sudah menunggu di Paris. Seperti biasa Ilana datang menghampiri fans nya. Mereka tercengang melihat berapa cantik sang artis dengan pakaian nya.



Sophia memutar matanya malas. Ilana selalu mengulur waktu.


"Ilana boleh aku berfoto dengan mu ?"tanya gadis kecil.


"Tentu saja. Apa aku harus mengendong mu " Gadis itu tersenyum malu.


"Kemari sini " Ilana keluar dari batas jalur.


"One..two.. three"ibu gadis kecil itu memotret mereka.


"Apa kita harus berfoto ? kupikir akan menyenangkan jika satu keluarga berfoto bersama."


Keluarga kecil gadis itu bersama adiknya yang masih bayi ikut berfoto bersama.


"Terima kasih.. terima kasih "


Sam dan Saka langsung memberi jalan untuk Ilana masuk ke zona acara fashion.


Marcella sudah duduk lebih dulu bersama Louis di tempat yang jauh.


Ilana di dampingi staff penyelenggaraan acara.


"Maaf ini kursi Nyonya"


Gadis itu memberi tatapan tajam ke Ilana. "Disini tidak ada namanya Ilana. Bukankah kursi ini bisa di miliki siapa saja."


Sapa seorang laki-laki berprofesi sebagai aktor. "Ilana kamu datang ?"


"Hei Ilana "


"Apa ini ? Kursi mu di rebut lagi ? "


"Cih duduk belakang saja sana. Kamu seperti orang penting saja Ilana"


"Kamu berfoto-foto dulu di luar makanya di ambil kursimu "


Beberapa desainer datang membawa kursi setelah mendapat laporan jika Ilana tidak memiliki kursi.


"Ilana silakan "


"Terima kasih. Aku bisa duduk di belakang "


"Jangan khawatir kami akan menuliskan nama kursimu setelah acara fashion ini."


Ilana akan minta maaf karena selalu membuat keributan nantinya pada staf yang bekerja.


"Hei "Gadis itu mendongak.


"Lain kali kamu harus tanya staff kursi siapa. Pakaian mu cocok sekali. Pandangan mengenai diri yang tinggi namun goresan disini berati pandangan yang salah. " ucap desainer.


Ilana dan teman laki-laki menahan tawa.


Gadis itu mengeram kesal apalagi melihat Ilana duduk di antara aktor dan aktris internasional juga.


Ilana bertemu penyelenggaraan acara sekaligus meminta maaf karena ia sudah dua kali tak punya kursi dan mereka harus mencari kursi tidak mungkin icon brand tidak punya kursi.


Ilana mau datang menghampiri mereka yang bisa di katakan hanya butiran debu.


Sikap benar-benar di acungi jempol.


...****************...


Ilana membawa mama dan adik berlibur ke Paris. Sekaligus mengobati kesedihan Louis.


"Ma, aku foto kan. Mama berdiri disana "


"Kak aku mau juga "


"Tunggu, habis ini"


"Oke, Louis foto sama mama sana."


"One..two.. three"


"Ilana ayok kesini "


"Kakak ayok kemari. Kita foto bersama"


"Ilana biar aku foto kan."kata Joe.


Ketiga tersenyum hangat Ilana berada di tengah bagaimana ia mengandeng sang ibu dan adiknya.


"Louis kamu tidak berencana melanjutkan sekolah ?"


"Aku takut kak. Aku ga mau sekolah."


"Heum kakak dan mama tidak akan membiayai hidup orang pengangguran gimana ini ?"


"Apa aku jadi artis saja mengikuti kakak. Kata Paman Muhammad kakak berhenti di sekolah menengah atas."


"Aku tidak setuju. Kamu harus sekolah Louis. Tidak akan ada yang menganggu. "Ujar Ilana dengan penuh makna.


"Kak tangan ku sakit." Ilana melepaskan cengkraman.


"Maafin kakak "


Marcella tidak dapat berbuat apa-apa.


Ilana mengajak keluarga nya makan di restoran mewah sambil melihat keindahan menara Eiffel.


"Aku mau ke toilet dulu"


"Mau di temani ga ?"


"Ga usah "


"Mau kakak bantu bersihkan ga ?"


"ihh kakak aku bukan anak kecil"gerutu Louis. Ilana dan Marcella terkekeh.


"Mama belum memberitahu Louis"


"Mama ga sanggup."


"Aku akan bilang."


"Ilana jangan !" Kata Marcella dengan tegas.


"Kenapa ? Louis itu berusia 15 tahun. Dia akan ngerti gimana mama dan papa nya."


"Ilana mama takut Louis kecewa dan marah sama mama. Mama takut Louis ga bisa menerima nya. Mama ga mau apalagi Louis bisa saja nekat dengan kabur."


Joe yang berada di meja makan yang sama dengan James terdiam.


"Yasudah terserah mama."


Untung Louis datang baru saja.


"Kak nanti kita pergi ke mall ya. Aku mau ke mall "


"Memang kamu mau pergi ke mall yang dimana ?"


"Ini yang disini "Louis menunjukkan foto mall tersebut.


"Iya nanti kita pergi sama-sama ya kesana. "Balas Marcella mengusap punggung Louis.


Pandangan Ilana tidak meninggalkan sedikitpun gerakan ibunya. Ia melihat ibunya dengan tatapan tidak suka.