ILANA

ILANA
59. Mengusik mantan



Jung sedang duduk di ruang TV sambil membaca naskah drama yang akan di bintangi.


Tiga lembar foto di sodorkan Uzy.


"Apa ini ?


"Mereka sudah berkencan setelah dari mu. Liat, Mantan yang kamu sayangi banget. "


Jung melihat foto Ilana dan seorang dokter yang begitu mesra.


Rupanya dia juga dokter. Berapa banyak yang Mr. Almeer kuasai.


"Biarkan saja. "acuh Jung. Meski di dada sesak. Pikiran 100% tidak fokus sudah.


"Bagaimana menurutmu kalau ini ? "


I'm fine, kalau ini menyangkut hubungan kamu dengan Jung aku bukan orang yang larut dalam kesedihan. Aku tidak punya waktu mengenang masa itu. TOLONG NGERTI.


"Syukurlah dia bisa move on."


"Kamu ga ngerti dari banyak bukti yang ku tunjukkan. "


"Kamu mau apa sih "Jawab Jung dengan kesal.


"Kok kamu ketus gitu sih ngomong. JUNG KYUNG IN, Ilana itu ga peduli sama kamu. Memang kamu ga cari tau apa selama ini dia selingkuh darimu atau tidak. "


"Sekalipun dia selingkuh aku sudah lebih dulu melakukannya. Kamu jangan negatif thinking mulu sama orang. Aku capek tau ga. "


"Dasar ***** kamu Jung. Bela aja terus Ilana kesayangan mu. "


Jung membanting kertas naskah itu dengan kuat. Uzy tidak gentar.


"UZY. KENAPA SIH KAMU INGIN BERTENGKAR. KALAU AKU SUDAH MENGACUHKAN MU HARUSNYA ITU BAGUS AKU MELAKUKAN NYA UNTUK MENJAGA BAYI ITU. JIKA ILANA BICARA SEPERTI ITU BUKANNYA BAGUS, DIA TIDAK MENAMBAH PENYAKIT HATI DAN PIKIRANMU BISA SAJA KAMU KEGUGURAN. MEMANGNYA KAMU INGIN ILANA SEPERTI APA. AKU SEPERTI APA. KAMU KESAL,MARAH DAN KECEWA ITU KARENA KAMU CARI-CARI PENYAKIT. ENTAH KAMU MERASA BERSALAH ATAU MENCARI PEMBENARAN AKU TIDAK TAU YANG TAU HANYA KAMU. JADI BERHENTI MENGUSIK ILANA. "


"Apa kamu tidak menginginkan bayi ini ?"Isak Uzy.


Jung sudah tau wanita ini cari penyakit terus dia sakit hati kemudian kepikiran terus cuman bisa nangis. Emang dasar payah.


Jung pergi dari apartemen ia malas berada di satu atap dengan Uzy sih tukang cari penyakit. Biar saja Uzy menangis dan tidur.


Ilana menunggu jemputan nya. Diluar hujan begitu deras.


Almeer datang menjemput dengan mengenakan jas nya sebagai pelindung.


"Apa diluar macet ? "


"Ya, maafin aku. Kita harus jalan. "


"Gapapa. "


Bagi drama-drama romance Ilana dan Almeer lari di bawah guyuran hujan.


Almeer meletakkan mobil di luar stasiun karena acara variety show yang setiap hari banyak challenge yang di lakukan membuat lahan parkir juga enggak ada daripada nyenggol mobil orang hingga tergores lebih baik parkir di luar saja. Selain berjalan di bawah guyuran hujan juga romantis kan. Untung Ilana tidak punya payung.


Mobil Jung baru saja masuk ke kawasan stasiun untuk pembacaan naskah lebih lanjut.


Mata Jung tak sengaja menangkap Ilana dan seorang pria berjalan bersama.


Foto-foto tadi, ucapan Uzy dan Ilana juga pria tadi membuat fokus Jung buyar kemana-mana.


Harusnya dia ikut bahagia. Melihat Ilana bahagia. Kenapa dia jadi marah dan kesal.


Ilana tidak menganggap hubungan kalian. Apa mungkin itu sebabnya dia lekas move on.


Pikiran Jung terpecah-pecah. Wajar jika Ilana melupakan nya. Jika mereka tetap saling berhubungan akan sulit jadinya.


Jung masih tidak rela jika Ilana bersama pria lain disaat dia mati-matian move on.


Kenapa semua perempuan begitu ?


Almeer mengantar Ilana sampai di apartemen.


"Masuklah jangan tunggu aku. "


"Oke. Hati-hati di jalan. "


Almeer merenggangkan tangan.


"Apa yang kau lakukan ? "


"Apalagi coba "kata Almeer. Ilana bingung.


" Aish. "Pria itu langsung memeluk Ilana. Jung melihat keduanya.


" Aku ada penelitian. Jadi butuh charger dari nyonya Ilana. "


"Bisa-bisanya kamu memelukku di depan CCTV. Staff ku pasti melihatnya. "


"Kita tidak selingkuh. Kenapa malu ? "


"Berapa lama kamu akan memelukku. "


"Kalau bisa aku pasang perekat saja. Agar aku tetap di peluk olehmu. "


Almeer mencium rambut Ilana. "Kamu wangi banget. Aku suka perempuan yang wangi. Apa kau berendam parfum. "


"Kalau aku punya uang yang cukup aku ingin berendam parfum saja. "


"Aku balik ke rumah sakit dulu ya. "


"Hati-hati" Ilana hendak masuk namun seseorang memanggil namanya.


"Ilana "


"Jung ? Ada apa ? "


"Aku ingin bicara denganmu ? "


"Silakan "


"Kau tidak mengizinkanku masuk. "


"Maaf cukup disini aja. Mau bicara apa ? "


"Apa tadi itu kekasih mu ? "


"Apa kamu datang kesini hanya untuk itu ? "Tanya Ilana balik.


"Ilana jangan jawab pertanyaan ku dengan pertanyaan lain. "


Ilana melipat kedua tangan di dada.


"Kamu tidak punya hak untuk tau mengenai hubungan ku. "


"Apa kamu benar-benar melupakan kenangan kita ? "


"Aku ga tau apa maumu. Tapi jangan mengusikku. " Ilana masuk ke dalam manusia pribadi. Meninggalkan Jung dengan gerbang yang cukup besar.


...****************...


"UZY.. UZY.. UZY.. UZY "


"Ya sayang ada apa ? "Perempuan itu kembali ceria.


"Bagaimana pernikahan kita apa sudah siap ? "


"Kamu bilang ingin menunda sampai anak ini lahir. "


"Siapkan semuanya. Minggu depan kita akan menikah. "


"Benarkah ? "Seru UZY begitu senang.


"Ya aku serius. Ini kartu ATM ku. Kamu saja yang mengatur. "


"Terima kasih sayang. "


Ilana mencoba merayu managernya. Hingga membuatnya kesal bukan main.


"Aku boleh siaran langsung kan. Ayolah Pak James. Aku ingin menyapa pengemar ku. "


"Nanti. Memang kamu mau siaran apa. Masam begini. "


"Promosi IL "


"Kamu biasa tidak suka melakukan hal yang tidak berguna. "


"Ayolah Pak James boleh ya.. ya.. ya kumohon. "


"Ya yasudah. Akan ku pinjamkan ponsel mu tapi nanti setelah pulang. "


"Asyikkk "


...----------------...


"Hallo guys "


"Hallo semuanya. Terima kasih sudah nonton. "


"Aku habis pulang dari syuting. Cukup seru episode 9&10 jangan lupa nonton ya besok pukul 5 sore udah tayang di ***** ***** langsung. "


"Oke lanjut kita pakai pembersih dulu. "


"Berapa banyak skincare yang kamu miliki ? "


"Sebentar aku bawa semuanya. "


"Hanya 4 untuk pagi dan 7 produk untuk malam. Biasa aku suka memakai produk berbahan aktif untuk malam hari. Kalau pagi lebih baik kita pakai yang ada SPF seperti itu."


"Ilana kalau malas pakai apa ? "


"Ahh aku pakai masker wajah saja. Ini liat masker aku, Memang beli banyak karena 25% aku malas kalau udah malam. Semua dari IL karena suka banget sama produk IL dia sangat di utuhkan kulit kita. Bahan pun langsung menjuru ke apa yang kita butuhkan."


"Ilana tidur "


"Iyaya aku tidur sebentar dulu. "


"CEPAT "


"Apa yang dilakukan bayi kecilku ini."


"Ilana sssi."


"Noona "


"Unnie Ilanassi."


"Kamjagiya. It's you Ilana.Aleumdaun."


"Yeppeun love love love love."


"Sing song kak Ilana "


"Ilana i love youuuu."


"Aku selalu double cleansing tapi masih aja kotor bekas make up kayak gini. Setelah itu pakai serum, moisturizer terus cream malam. "


"Gapapa sih sebenernya kalau kalian pakai serum nya aja, moisturizer atau cream aja. Ga pakai tiba-tiba juga gapapa. Dia tidak ketergantungan sama sekali.Its okay. Senyaman kalian. "


"Make up berapa banyak kak. "


"Biasa aku membawa penata rias sendiri. Tadi yang aku tunjukkan make up aku pribadi. "


"Kenapa pakai make up lagi padahal sudah cantik. "


"Pakai make up atau tidak. Ga ada bedanya. "


"Cantik kelewat batas."


"Suka sama kak Ilana. "


"Terus kita pakai eye cream. Gitu, kalau aku ngerasa tujuh hari ada perubahan garis-garis halus hilang. "


"Oke aku tunjukkan make up aku. Nah ini dia. "


"Ini cushion nya. Ini lipstik. Ini eyeshadow, eyeliner terus ada foundation baru ini apa namanya blush on kalau blush on aku cuman ada satu belum ada habis-habis, sudah kubeli 2 tahun yang lalu. "


"Ya begitulah. Sekarang mau tidur dulu. Terima kasih yang sudah nonton. Bye.. bye"


Yang nonton bukan hanya fans melainkan para sahabat yang meramaikan komentar dan membuat lelucon di sana.


Tidak taukah mereka bahwa temannya sedang jualan skincare. Justru di ganggu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seminggu sebelumnya......


Ilana mengucapkan salam perpisahan dia akan meninggalkan Korea Selatan dalam waktu yang cukup lama.


"Kamu hati-hati disana."kata James.


"Umm baiklah."


"Joe tolong jaga semua disini "


"Pasti."


Tanpa publik,wartawan bahkan keluarganya tidak ada yang tau Ilana pergi sendiri tanpa. Ia membaur dengan orang lain. Untuk pertama kali dalam sejarah Ilana pergi sendirian.


Perjalanan memakan waktu cukup lama dengan menaiki pesawat kelas bisnis. Seorang pria mengosongkan jadwal kenegaraan untuk menjemput sahabat.


Dengan menggunakan mobil mewah pria itu juga sendiri tidak ditemani siapapun. Pengawal,ajudan atau apapun.


Ilana tiba laki-laki berbada kekar itu menghampiri. Mereka saling berhadapan membicarakan sesuatu hingga keduanya tertawa dan mereka berjalan menuju mobil laki-laki itu terlihat membukakan pintu mobilnya untuk Ilana.


Pria itu adalah orang berpengaruh di negeri nya. Memiliki mobil mewah dan terparkir di landasan parkir pesawat.