
"Argh ! " Teriak Almeer. Tas adiknya benar-benar membuat kepalanya sakit.
BRUK
BRUK
Dua kali di jatuhin tas dan pewangi ruangan.
"Astaga !!!!!!! "
"Kakak pulang sana di cariin mama."
"Kenapa mama nyariin ? "
"Biasa mau minta klarifikasi "
"Ahh enggak mau ahh. Aku capek nih habis kerja. "
"Capek kerja atau capek kencan nih. "
"Diam bocah nakal. Sana kakak mau tidur. "
"Ini apartemen ku. Kakak cari hotel sana. "
Ponsel Almeer berdering ternyata mama nya. Langsung ia matikan ponsel itu.
"Iss parah telfon dari mama di abaikan aku telfon mama nih. "
"Dasar tukang ngadu. "
Sang adik pergi berganti baju.
"Wajar sih mama butuh klarifikasi, anaknya yang paling sehat dan rasional, tidak pernah ada gosip dekat dengan cewek tiba-tiba muncul di instagram seseorang lagi nyadar di punggung cewek, artis pula. "
"Oh ya kak "
"Hmm.Apa ? "
"Itu aku sudah cerita sama mama. Kalau aku ada nganterin kakak ke rumah Ilana. "
"Terus aku bilang aw.. awa.. aw.. ahh.. arghhh " Almeer memukul bertubi-tubi dengan bantal, guling, selimut ,tas, pewangi ruangan hingga dompet, dan ponsel bahkan lampu tidur hampir saja melayang.
sang adik malah tertawa menghadapi sikap kakaknya yang sedang kasmaran ketahuan.
"Maaf.. maaff.. maaf "
"dasar nakal.. aku sudah bilang jangan bilang pada mama, kau sudah janji. Aku pencet juga tubuhmu itu "
"Hahahahahahahahahahahah " Almeer memukul adiknya dengan bantal-bantal yang ada. Sambil menggelitik hingga adiknya tak kuasa menahan tawa.
Adik bungsu kehabisan tenaga karena terlalu banyak ketawa. Almeer berbaring di samping sang adik ia pun sama kelelahan nya. Kamar jadi berantakan dan mereka terbaring di lantai. Adiknya belum sempat memakai celana piyama.
Tangan adiknya di letakkan dada sembari mengelus dada sang kakak. Adiknya tertawa karena di tepis Almeer kasar.
"Kakak, mungkin besok atau lusa mama akan berkunjung langsung menemui calon menantu nya.
Kau tau kak. Aku senang bisa ngeliat kakak punya perempuan yang kakak cintai.Kakak merasakan perasaan cinta. "
"Jijik dengarnya.
Kakak mau loncat kemarin sampai jatuh, terus meluangkan waktu, ikut acara Ilana, kakak ngomel aku bocorin ke mama dan sekarang kabur dari mama. Harusnya kemarin aku menvideo."
"Jadi sudah berapa lama kalian pacaran ? "
"Aku ga mau jawab "
"Aish "
...****************...
Emma berdiri di samping Alex yang baru saja menghabiskan waktu pagi dengan berenang.
"Tumben pakaianmu tertutup. "
"Ada mama mu. Malu aku, auto gagal jadi menantu. " Alex terkekeh. Perempuan ini bisa takut juga.
"Loh bukan nya kemarin kamu buka-bukaan. "
"Ya masa! aku buka-bukaan di depan mama mu. Mau di taruh dimana mukaku. "
"Kamu ga malu buka-bukaan di depan anakmu. "
"Mereka tau apa. "ucap Emma remeh.
"Kamu tidak pernah tau apa yang ada di pikirin anak kecil. "balas Alex memasang jubah handuknya.
Emma menelan liur yang hampir keluar.
"Jadi mari kita bahas tentang tadi malam. "
"Sudah kubilang. Aku tidak menjanjikan apapun padamu termasuk dapat menyanggupi hidup glamor mu. Satu hal yang harus kamu tau, aku peduli pada anak-anak mu itu prioritas pertama ku. Lalu kamu ?"
"Kenapa kamu peduli sekali pada mereka. Padahal cintaku saja sudah cukup. "
Alex menoleh kearah Emma.
"Aku menyayangi mereka. Naluri ku bergerak sebagai ayah. Aku ingin menyayangi dan merawat,menjaga 24 jam dan selalu mendampingi tumbuh kembang mereka. Aku ingin memberi mereka makanan yang bergizi dan hidup yang baik dan sejak awal aku tidak tertarik dengan cinta yang kamu tawarkan. "
Air mata Emma jatuh tanpa bisa ia cegah. Alex benar-benar pria yang luar biasa.
"Kamu bukan papa nya. Tidak ada darah mu yang mengalir di tubuh mereka. Kenapa kamu harus peduli. "
"Karena aku ingin. Aku ingin membahagiakan dua anak itu. Aku ga tau kenapa tapi aku menyayangi anak-anakmu. "jawab tegas.
"Lalu untuk apa kamu melamar ku Alex! "
"Karena aku sama besarnya begitu peduli padamu. Aku tak ingin peduli padamu karena kamu buka tipe perempuan idaman ku. Kamu seperti perempuan pada umumnya suka barang mewah, shopping, party, ngomong sembarangan, main HP begitu lama, jorok dan malas, pakaianmu minim kain, boros, tidak pede hingga semua di oplas, angkuh dan suka bertengkar dengan netizen. Tidak ada satupun yang bisa ku sukai darimu, tapi aku tidak bisa meninggalkan mu. Karena aku ingin kamu menjadi lebih baik. "
Emma tidak menemukan kepalsuan, laki-laki itu berbeda sekali dari pria yang pernah ia temui dalam hidupnya termasuk ayahnya yang jahat.
Emma memundurkan langkah kakinya.
"Aku semakin jadi malu. Aku semakin jijik. Aku semakin ga yakin. Aku tidak pantas untuk laki-laki baik sepertimu. Ternyata mencintaimu adalah kesalahan. Aku salah mencintai orang baik. "
Alex menarik Emma dan memeluk wanita itu.
"Kau mau menjadikanku patung. "
Emma menangis histeris di pelukan Alex.
"Kenapa kamu mencintaiku saat aku tidak sebagus perempuan lain. Kenapa kamu mencintaiku saat aku tidak sempurna layaknya perempuan lain. Kamu bisa mencari. perempuan lain. Aku terlalu buruk untukmu. "
"Tidak ada perempuan buruk di pandanganku. Tidak ada perempuan sempurna Emma. Apapun yang kamu bilang itu buruk, bagiku itu pengalaman. Aku belajar dari apa yang kamu miliki. "
"Kamu pernah bilang Emma, biarpun satu dunia mengatakan Alex tidak cocok untukku tapi kalau Alex berjodoh denganku dunia bisa apa. Ya, aku bisa apa kalau kamu jodoh ku. "
Alex menyekap air mata Emma.
"Aku kaget melihat Emma yang begitu kuat. Bisa menangis. "
"Dasar laki-laki gula. Aku tidak boleh nangis apa ?! "
"Kamu bisa mengadu apapun padaku. Kamu bisa jadi Emma yang apa adanya padaku. "
"Apa adanya itu seperti apa? "
"Itu artinya jujur pada apa yang kamu rasakan. "
"Baiklah aku akan jujur mulai sekarang padamu. Aku akan marah, menangis dan minta ini dan itu padamu. "
"Alex jadi kapan kita akan menikah ? "
"Kapanpun kamu mau. "
"Nikahin aku bulan depan. "
"Kenapa harus bulan depan ? "
"Karena aku mau resign dari dunia artis. Aku sudah punya cukup uang pasti aku bisa menghidupi kamu dan dua anak kita. Ahh anak-anak kita yang akan hadir lainnya. "
"Kamu mau ikut aku kemanapun ? "
"Ya aku akan ikut kamu mau. Aku akan belajar jadi istri dan ibu rumah tangga. "
Siang itu Alex dan Emma membicarakan hal mengenai hubungan mereka ke depan nya termasuk perjanjian pernikahan.
Emma yang membaca semua pasal semakin yakin jika tak akan melepaskan Alex. Alex akan memberikan 3/4 dari 4/4 hartanya jika mereka bercerai sebagai biaya untuk kehidupan Emma dan anak-anak kelak.
...****************...
Ilana pamit pergi kepada Joe, James, Sam dan Saka. Pagi tadi mereka mengantar Ilana ke bandara. Ilana telah menunjuk Joe, James dan Alex mengurus pekerjaan nya.
James memeluk erat gadis yang begitu ia sayangi. Ini akan jadi petualangan kedua Ilana tanpa James. James berat tanpa gadis itu. Ilana bahkan lebih cerewet daripada istrinya.
Mobil mewah milik grup Pracanda Hamzah tiba di bandara.
"Kakak mau pergi kemana sih memang ? Kata sang adik sambil mengucek mata. Masih pagi jam 7 tapi Almeer membangunkan nya seperti pesta pawai.
"Amerika "
"Ngapain kok mendadak ? "
"Ada penelitian disana. Makasih ya. "
"Ehh berapa lama ? "
"Ga tau. Kenapa ? "
"Kalau mama cari gimana. Sudah pamit belum sama mama. "Almeer memakai tas punggung berwarna hitam.
"Kamu ini kayak istriku aja. Udah sana pergi. Bye."
Ilana duduk sendirian di kursi tunggu bandara. Almeer berlari takut orang-orang mengetahui Ilana.
"Ah itu dia, kesayangan ku. " Ilana mengenakan hoodie dan topi putih.
Ilana mendongak ketika ada tangan yang terulur.
"Ayo " Ilana mengangguk.
"Sudah lama menunggu ? "
"Tidak, baru 10 menit. Apa kamu masih mengantuk. "
"Sedikit nanti aku tidur di pesawat. "
"Jam berapa pesawat pergi. "Almeer melihat ke arah jam tangan.
"40 menit lagi. Kita bisa cari sarapan dulu. "
"Baiklah."
"Apa kamu gugup ? " Tanya Almeer.
"Ya. Ini kali pertama aku akan pergi tanpa manajer, pengawal dan asisten juga yang lain. "
"Kira-kira kamu kalau keluar negeri berapa orang yang ikut ?"
"15 orang sama aku. "
"Banyak juga "
"Karena mereka punya tugas masing-masing. Jadi semuanya penting. "
Ilana dan Almeer menikmati sajian makanan instan di bandara.
"Untung ada yang buka sepagi ini. "kata Ilana
"Benar. "
"Maaf ya aku justru beli tiket pagi. " imbuh Ilana.
"Jangan risau. Aku baik-baik saja. "
Setelah usai makan mereka hampir saja terlambat. Ilana dan Almeer bergegas pergi.