ILANA

ILANA
64. Apa itu Kaya dan Miskin ?



Almeer menyuapi potongan buah ke dalam mulut Stephanie. Louis juga sedang makan sambil terus mengawasi calon kakak iparnya.


"Jadi sejak kapan kalian berkenalan. "


"Cukup lama. "


"Apa sebelum aku lahir ? "


"Kurasa kamu sudah lahir saat itu. "


"Apa yang kamu suka dari kakak ku ? "


"Dia tipe ku. "


"Jawab aku lebih spesifik. "


"Aku tidak berharap menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi aku jatuh cinta pada kakak mu karena dia sangat berbeda dari perempuan manapun. Dia punya daya tarik yang bisa bikin laki-laki jatuh ke pesona nya. "


"Ku kasih tau padamu. Jika kau ingin memanfaatkan kakak ku popularitas, uangnya dan numpang hidup aku akan membuatmu celaka. "


"Aku bukan orang sembarangan. Aku justru ingin agar Ilana tidak perlu kerja dan aku ingin membiayai hidupnya. Bahkan aku bisa membuatkan pakaian yang hanya dia saja yang memiliki di muka bumi ini. "


"Kau sepertinya bukan dokter biasa. "


"Aku memang dokter yang bukan biasa. Kau lihat aku spesialis forensik. Kerangka manusia."


"Maksudku. Kau pasti orang kaya."


Almeer menimang-nimang perkataan Louis.


"Aku ga tau definisi kaya itu seperti punya banyak uang atau mobil,vila atau apapun tapi bagaimana kalau begini


Kakak ku memiliki rumah sakit ini, keluarga ku memiliki bandara internasional, hotel, restoran, kapal pesiar dan mall. Kakak ipar ku pemiliki brand fashion ternama, adik perempuan ku berinvestasi di bagian minyak bumi dia pendiri salah satu Disneyland lalu adikku bungsu adalah pendiri perusahaan batu bara dan mengawasi jalannya keuangan negara. Ahh satu lagi kami memiliki villa dan pulau di Arab, Dubai swiss, Filandia Korea dan Malaysia, Australia, Spanyol. "


"Itu nyata atau kamu sedang ngaku-ngaku ? " tanya Louis. Dongkol sekali dia.


"Itu nyata. Aku berasal dari keluarga Pracanda. "


Pracanda berati amat hebat. Hamzah di ambil dari moyang pendiri perusahaan. Hamzah adalah seorang muslim asal India. Jadi keluarga Almeer sendiri muslim asal India.


Mulut Louis terbuka begitu lebar hingga ratusan lalat dapat memenuhi. Ia tau Group Pracanda Hamzah adalah keluarga paling berpengaruh. Jika mendengar nama Pracanda sudah pasti keluarga mereka tidak habis dengan keuangan dan kepintaran Mereka dapat mengatur sistem pemerintahan dan memiliki saham dimana-mana. Mereka juga keluarga investor. Uang keluarga tidak berseri lagi.


"L..lalu kamu memiliki apa ? "


"Aku punya dua mobil, satu rumah, dan pekerjaan ku ini. "


"Apa kamu paling miskin di keluarga mu ? "


Almeer mengerutkan kening.


"Miskin itu apa ? Ga punya uang atau ga punya harga diri. "


"Definisi miskin bagimu apa. "


"Ga punya harga diri. " Jawab Almeer.


"Jelas sudah orang ini memang kaya raya. "


"Kenapa kamu bekerja ?"


"Aku tidak punya kegiatan. Aku bekerja hanya menunggu Ilana saja untuk mengatasi kebosanan. "


"Berapa penghasilan mu tidak tidak kamu mampu nafkahi kakak ku hidupnya mewah. "


Almeer tertawa renyah. "Kamu tidak mengenal Ilana rupanya. Dia hidup cukup sederhana. Tapi aku mampu menafkahi nya. Saluran keuangan ada pada investasi aku menerima sekitar 4 sampai 18,8 milyar dari setiap tahun juga aku adalah CEO dari perusahaan yang keluarga. Kupikir itu cukup untuk keseharian dengan Ilana. "


"Kamu harus berterima kasih sekali karena wajahmu dan latar belakang keluarga dapat menolong."


Louis menyipitkan mata lagi. "Aku suka padamu. Karena aku tidak mau melihat kakak ku di sakiti orang-orang entertainment kalau dia memiliki suami kaya hidupnya pasti cukup. Tapi apa aku bisa mempercayai mu. "


"Aku tidak bisa membuatmu yakin. Tapi melihat kebahagiaan nya kupikir kamu bisa menilai nya. "


"Kakak ku itu ga pernah nangis atau marah. Dia cuman poker face, senyum dan ketawa. Jadi aku tidak pernah melihat ekspresi wajah yang tulus darinya. "


...****************...


Ilana baru saja keluar dari kamar mandi tiba-tiba perutnya sakit terasa begitu kencang hingga ia hampir saja jatuh. Almeer langsung menangkapnya.


"Ada apa ? "


"Perutku sakit "


Almeer mengendong calon istri nya itu menuju ke ruangan periksa.


"Kamu bisa meriksa. "


"Kau pikir aku hanya ahli mayat. "


"Yang benar ya dok. "


"Disini sakit "


"Ahh iyaya. Sakit "


"Kamu lagi tamu bulanan. "


"Sepertinya begitu. Aku beli pembalut dulu. "Ilana menutup pakaian kembali. Almeer menahan nya.


" Aku yang belikan. Disini aja. Istirahat. "Ilana mengangguk.


Ilana meringis kesakitan di ranjang rumah sakit. Almeer bergerak cepat menuju kantor kakaknya.


Seorang pria yang baru saja masuk dengan secangkir kopi terkejut.


" Astaga !! eh bocah ngapain. "


"Kemana aja sih. Aku cari juga. "balas Almeer.


"Nyari apa ? "


"Dikira kantor kakak nya swalayan apa. Nih" sang kakak pergi ke meja kerja ia langsung memberikan ke Almeer sumringah.


Almeer hendak beranjak pergi namun ditahan oleh kakaknya.


"Kok kamu tau aku punya pembalut ? "


"Kok kakak nyimpan pembalut. Padahal kakak ga haid. "


"Ais bocah nakal ini. Istriku selalu kemari ada sesuatu terjadi dan---- tunggu kenapa aku cerita padanya. "


"Sudahlah aku mau pergi. "


"Dasar bocah nakal. "gerutu sang kakak.


Ilana masih meliuk-liuk di atas ranjang menahan rasa sakit yang mendera.


Almeer datang dengan setengah berlari.


"Kamu bisa ke kamar mandi. "Ilana mengangguk.


Setelah memasang kurang lebih 5 menit di kamar mandi. Almeer yang menunggu di depan pintu langsung membantu Ilana.


"Istirahat di ruang kerja ku saja. "Ilana mengangguk. Almeer tidak bisa membiarkan Ilana jalan begitu makanya ia langsung mengendong bridal style melewati orang-orang yang melihat keduanya.


Semua dokter dan perawat mengenal siapa keduanya jadi tidak akan ada yang berani ikut campur. Ilana menyembunyikan wajah di dada Almeer.


Almeer menurunkan Ilana di tempat tidur dengan lembut. Almeer membantu dengan mengenakan botol berisi air hangat.


"Kamu selalu dapat tamu bulanan ? "


"Iyaa selalu tapi kebetulan telat 5 hari."


"Kalau telat begini sakit banget ? " Ilana mengangguk.


"Yasudah aku tidak akan bertanya lagi. Tidur yaa. Aku temani. "


Almeer memeluk Ilana dari belakang sambil terus memijat pinggang gadis itu. Pria itu terus menghirup aroma harum pasangan nya.


...****************...


"Ilana memberikan ku uang 1,1 triliun." Marcella bingung.


"Kamu ibunya dan aku harus melaporkan padamu. Supaya tidak ada salah paham. "


Marcella terkekeh. "Kamu tau, semua keuangan itu berasal dari Ilana. Bahkan hidupku saja sepenuhnya di nafkahi Ilana jadi kalau dia ingin memberimu uang yasudah aku ga ada hak ikut campur. "


"Aku tidak enak menerima uang darinya. "


"Kamu butuh. Sudahlah pakai saja."


"Jika aku punya uang segera akan ku kembalikan. "Marcella mengangguk.


" Ku dengar Ilana akrab dengan Stephanie. "


"Ya sejak bayi Stephanie sering ku bawa ke kantor karena ibunya membuatku pusing dan aku tidak bisa mengunakan baby sister karena aku memang ingin menjaga nya. "


"Stephanie ketemu Ilana waktu usianya 5 tahun. Stephanie jadi punya teman dan suka Ilana. Pokoknya kalau di channel TV ada Ilana. Pa.. paa... papa.. Ilana.. pa.. Ilana. Aku sering meminta Ilana ke rumahku. Sebagai rasa terima kasih ku berikan apapun yang dia butuhkan. Tapi dia benar-benar tulus. Dia anak yang sangat tulus. Kau melahirkan anak yang sangat baik Marcella. Dia ga mau apapun dia tau mengenai hidupku dan tidak ingin memanfaatkan ku. "


Dan dia juga satu-satunya orang yang membuatku baru percaya kalau kebaikan Tuhan itu turun. Aku memegang cek ini dan dia membantuku, membantu ribuan orang dan membantu perusahaan tanpa jaminan apapun. Wah aku ga menyangka. Ini akan jadi sejarah hidupku. "


"Aku senang anakku dapat membantu orang lain. "


Rafael menimang-nimang sebentar sebelum akhirnya bicara.


"Marcella, entah kamu ingin menjawab atau tidak terserah. Aku ingin bertanya. "


"Silakan "


"Apa kamu pernah bertemu lagi dengan ayahnya Ilana ? "


"Belum. Harusnya ga usah lagi. "


"Bagaimana kabarnya sekarang ? "


"Aku ga tau. "


"Kamu tidak cari tau ? "


"Dia selalu muncul di TV. "


"Aku rasa kamu cocok sama putriku Ilana. "


"Jangan bercanda. Aku menyukai anak itu karena ga ada satupun hal bisa ku benci. "


"Ilana sudah punya kekasih kan. "


"Siapa ? " tanya Marcella.


"Putra dari grup Pracanda Hamzah "


Sejenak Marcella berpikir mengenai laki-laki profesi dokter yang sempat di godain Ruby.


"Ilana cepat sekali move on. Kapan mereka akan menikah ? Aku harus memberi hadiah yang terbaik. "


Marcella terkekeh. "K.. kenapa kamu tertawa ? "


"Jujur saja. Ilana itu lebih cocok jadi ibuku daripada aku.Dia lebih dewasa dan pintar. Hidup ku bergantung padanya bukan lebih tepatnya hidup kami satu keluarga. Jadi aku ga berani berkomentar apapun. Ilana tau benar dan salah. "


Almeer mengusap lembut rahang Ilana tidak ada bosan nya ia memandangi wajah itu. Sesekali karena tidak tahan Almeer mencium seisi wajah gadis itu namun Ilana tidak terganggu sama sekali.


Mungkin karena Ilana jarang membuka internet ia tidak tau sedang bersama siapa. Laki-laki yang tidur di belakang nya adalah putra dari berpengaruh untuk kemajuan seluruh dunia, orang yang tidak bisa di pandang remeh.


Setelah bertemu Ilana entah sihir apa yang digunakan seorang Ilana. Almeer merasa semua wanita tidak dapat ia lihat kecuali Ilana. Gadis yang selangkah lagi akan jadi istrinya juga menjadi alasan pertama dalam hidup Almeer.


Berbeda dari kakak dan adiknya yang punya ambisi. Almeer tidak begitu. Keluarga sangat kaya, dia tidak melakukan apapun tidak masalah. Dia ingin jadi beban tapi Almeer malu dia tak akan sebanding dengan Ilana nantinya.


Ia mau menikah, mau belajar, mau jadi suami yang baik, mau bekerja, mau mengenal Tuhan dan mau berjuang hidup itu semua karena gadis ini. Hingga tanpa sadar cinta yang baik ini mengubah menjadi seseorang bukan beban. Tuhan mengirim Ilana menjadi contoh untuk Almeer agar tidak stuck dengan hidup dan menyuruhnya berjuang.