ILANA

ILANA
70. Berkunjung ke Rumah Almeer




"Pa.. ma aku pulang. "


"Kalian berdua duduklah. " Papa tak habis pikir hingga ia kehabisan kata-kata.


Perempuan yang dibawa putranya ini selalu muncul di TV. Rasanya begitu mustahil melihatnya ada disini.


"Siapa ini Ar ? "Tanya Papa memastikan hal yang mustahil. Banyak para gadis yang ingin oplas layaknya Ilana.


"Istriku. Ini papa ku, mama ku, kakak ku, adik perempuan ku dan ini adik bungsu ku. "


Ilana memperkenalkan dirinya. Dengan berjabat tangan satu per satu.


"Apa yang terjadi ? Apa kamu berbuat sesuatu ? "


"Ga Pa. Ini pacar yang kalian katakan halusinasi ku. "


"Kenapa kamu tidak bilang ingin menikah ? "


"Tadinya aku mau bilang. Ilana terkena skandal dan kita beragama berbeda jadi aku membawa Ilana ke Madinah saja. Awalnya aku ingin menikah disini tapi keinginan baik tidak mau aku tunda. "


"Benar ini gadis yang kamu inginkan. "


"Iyaa. Ini gadis yang ku inginkan. "


"Papa merestui hubungan kami kan ? "


Sang papa memijat kening. Ia melirik istrinya niat hati ingin cari support system.


Jesica malah membuat kertas yang di tulis Selamat datang Ilana.


"Mama! " pekik papa. Istrinya itu terpanah tidak menyangka jika idola nya akan jadi menantunya.


"Mama kok ga dukung papa. "


"Mama setuju aja kok. Ngapain harus ga setuju. "


Papa beralih ke tiga anaknya. Bahkan putri semata wayang itu lebih terpanah lagi dengan kecantikan Ilana. Begitu dengan dua putranya. Si bungsu itu mengajak ngobrol Ilana dan terlihat asyik sendiri.


"Jadi papa restui hubungan kami. "


"Ga setuju pun kamu sudah nikah. "Papa pergi meninggalkan ruang utama.


Niatnya ingin membuat gertakan hingga Ar dan istrinya takut namun power Ilana justru lebih dari itu.


" H.. hallo Ilana. Saya mommy Ar. "


"Hallo Nyonya. "sapa Ilana dengan baik.


"Lembut sekali suaranya. Jangan panggil Nyonya.. panggil mommy atau mama. Kamu kan juga anaknya mama. "


"Mama. Salam kenal. Salam kenal semuanya. "


"Kak Ilana, kok mau sih sama kak Ar. Di paksa nikah ya. "Ar melotot ke si bungsu.


"Kakak juga ga tau. Tiba-tiba aja dia mengambil kartu Identitas dan paspor kakak di pegang terus. "


"Harusnya papa marahin Kak Ar. " ujar adik ketiganya.


"Dasar terlambat nikah " sindir kakak pertama.


"Kak, memang skandal itu benar. Kakak yang nyuruh orang untuk memaksa aborsi. "


"Kamu bisa jangan tanya itu ga. " Ar melempar bantal sofa ke wajah adik bungsunya.


Tatapan melotot dilayangkan ke si bungsu yang kurang ajar.


"Maaf kak Ilana aku kepo. "


"Tidak apa-apa. Jika kamu ingin tau. Aku tidak melakukan itu. Photo di rumah sakit itu aku menjaga adikku karena dia salah satu korban kecelakaan truk yang masuk berita. Kebetulan itu di sekolah nya dan adikku yang paling parah kondisinya dia sempat koma. "


"Apa dia baik-baik saja ? "tanya mama Ar.


"Ya. Dia baik. "


"Benar-benar orang jahat yang membuat skandal tidak benar. " desis Jesica.


"Ilana apa kamu sudah makan ? "Ilana menggeleng.


" Kebetulan sekali mama sudah minta bibi masak. Ayo kita makan. " Jesica mengajak Ilana makan.


"Lah ma ? kita gimana ? "


"Masa kalian juga harus mama ajak. Biasa juga ga tau malu kesini. Sampai ada yang bawa piring mama minta makanan. Ilana kan baru. "


"Auto jadi anak kesayangan. "sindir adik perempuan Ar.


Jesica meletakkan banyak lauk-pauk di mangkuk Ilana.


"Nah ini sup hangat nya. "


Ketiga anak Jesica melihat perilaku ibunya bahkan Ar juga ikut iri.


"Aku tidak tau apa yang Ilana suka, tapi jika ingin sesuatu kamu bisa bilang. "


"Terima kasih ma. "


"Sama-sama sayang. "


"Aku suka apapun itu. Tapi aku paling suka susu. Aku paling suka minum tiga kali dengan rasa yang berbeda pisang, strawberry, dan kacang. Tapi aku lakukan itu sembunyi-sembunyi."


"Kenapa ? "


"Umm, manager ku marah jika aku minum yang manis. Aku hanya boleh mengonsumsi tiga sendok gula. "


Jesica dan ketiga anaknya terdiam. Ilana yang asyik makan mendongak.


"Ahh maaf. Maaf aku----"


"Jangan minta maaf terus kak. Kami sudah jadi keluarga mu. Disini bicara sembarangan juga boleh bahkan ngomong kasar juga boleh. " kata Si bungsu.


"Benar. Disini bukan talk show. Tidak ada larangan berbicara semua punya hak berbicara. " kata Putra pertama.


"Kamu bisa makan, makanan disini. Kebetulan kami memperkerjakan chef-chef. "


"Begitu rupanya. Pantas saja makanan enak. "


"Kalau kurang kamu bisa nambah. "Ar senang jika istrinya dapat di Terima.


Ar mengajak Ilana masuk ke dalam kamarnya. Ini kali pertama Ilana mengunjungi kamar laki-laki selain kamar Louis.


" Aku pikir kamar laki-laki itu selalu hitam. Ternyata enggak ya. "


"Memang kamar adik laki-laki mu apa warna nya ? "


"Warna emas muda di kombinasi putih. Katanya supaya bisa tidur. "


"Adikmu suka robot-robot ya. "


"Um, dia suka hal tentang teknologi. Dia pernah bongkar ponsel nya dan itu di rakit ulang sama Louis. "


"Kamu suka apa ? "


"Aku ? Aku suka padamu. "


"Hahah bukan itu. Maksudnya apa yang kamu sukai. "


"Aku tidak tertarik apapun. Aku hanya tertarik sama istriku saja. " Ilana terkekeh.


"Dasar gombal. "


"Kamu tidak paham ternyata. " gumam Ar.


Ilana menuju ke balkon dan melihat seberapa mewah mansion ini. Ternyata bwah ahahahah sangat sangat sangat mewah. Ilana tidak pernah tau jika ada sebuah kawasan di isi oleh orang-orang kaya.


Sempat Ilana berpikir jika pemberian Ar berasal dari uang korupsi rupanya pria itu benar-benar Konglomerat dan berpengaruh ada beberapa barang antik dan baju yang dikenakan merek terkenal dan mahal semua semua pakaian wanita disini sangat glamor.


"Kenapa banyak sekali bangunan nya ? "


"Itu rumah saudara-saudara ku. Kakak pertama ku menikahi seorang desainer dia pendiri pakaian branded. Adik perempuan ku menikah dengan putra presiden. Si bungsu dia menikah dengan teman masa kecilnya. Wanita itu perempuan yang tidak mampu tapi dia baik. Dia sudah lama di rawat oleh ibuku. "


"Jadi aku paham kenapa aku bisa di Terima. "


"Umm, tidak usah khawatir kamu lah ratunya. "Ar memeluk gadis itu lagi.


"Kita akan tinggal di sini dulu sampai rumah impian kita jadi. Kamu juga harus bersiap istriku, untuk mengembalikan nama baikmu. " Ilana menyeringai.


...****************...


Kasus Ilana kembali memanas pagi itu media sosial di kejutkan dengan pesan Ilana dengan Uzy di sebuah aplikasi pesan. Terdapat foto ruang kerja Ilana yang dirusak oleh Uzy.


Seseorang yang tidak diketahui nama nya itu membeberkan rekaman tanggapan Ilana tentang skandal yang menyeret nama artis cantik itu. Pemilik akun yang di samarkan namanya itu adalah Louis sendiri.


Louis membuat rekaman itu sendiri dan kemudian memakai suara Uzy dan Ilana. Jika Uzy bisa memfitnah kakaknya maka dia akan membalas berkali-kali lipat.


Dalam seminggu Uzy dan Jung sudah benar-benar hancur di hujat netizen dari segala penjuru. Mereka benar-benar merasa murka karena sudah di bohongi. Nyatanya Ilana tidak bisa memberikan klarifikasi karena dia tidak memiliki bukti yang kuat. Dan justru mementingkan bayi di kandungan perempuan pembohong itu daripada kelanjutan hubungan nya.


Ilana sampai di agensi VCN. Rafael menyambut kedatangan putri sambung nya.


"Apa yang ingin kamu lakukan ? "


"Bekerja lagi. Apa aku bisa memiliki kontrak kerja 5 tahun. "


"Bahkan kamu bisa bekerja tanpa harus pakai kontrak. Setengah dari agensi ini adalah milikmu. "


"Tidak.. tidak.. aku harus hormat pada papa ku. "


"Ini lagu-lagu ciptaan ku. Dan ini akan ku bawakan sendiri. Aku serahkan 100% beberapa lagu ini kuharap papa bisa menemukan penyanyi yang pas untuk menyanyikan laguku. "


"Baiklah."


VCN bangkit dari keterpurukan beberapa artis bergabung ke agensi rata-rata mereka ingin melihat Ilana.


Orang-orang telah menduga kedekatan Ilana dengan CEO VCN dan kerja sama mereka yang sering terjadi. Pasti VCN menawarkan kerja sama yang besar.


VCN memberi dua kabar baik.


Pertama Ilana akan segera kembali bersama dua mini album yang akan rilis minggu depan di youtube.


Kedua, Ilana akan segera mengadakan konferensi pers terkait drama skandal yang membuat semua orang bertanya-tanya. Skandal lama sekali memanas dan terus muncul ke permukaan.


Hal itu menarik banyak respon positif dari kalangan artis, musisi, model, sahabat dan fans Ilana. Mereka tidak sabar menunggu Ilana yang di jadwalkan lusa akan memberikan tanggapan nya.


Papa Ar memainkan gelas kaca berisi minuman keras. Pria tua itu dilanda kebahagiaan, kebingungan dan kekhawatiran mengenai hubungan putranya dengan Ilana.


"Apa anakku itu sudah memikirkan dengan matang. "