ILANA

ILANA
55. "Semua orang memandang mu Ilana"



Kemarin setelah mengurus administrasi Ilana kabur dari ibunya. Ia juga tidak tau dimana mencari tulang yang seperti dibutuhkan Louis


Pihak perusahaan menganti rugi para korban yang kecelakaan. Untuk Louis sendiri ia hanya mendapat asuransi 1,2 juta won atau sekitar 14.040 juta saja.


Marcella mengetahui hal ini langsung menjambak rambut pihak penanggung jawab.


Ilana harus tetap bekerja dan Marcella memahami itu. Tulang punggung cuman Ilana saja. Ada Ayu, Alex dan Paman Akmal juga tante Ruby dan keluarga Ilana lainnya.


Meski adik nya dalam keadaan sekarat di rumah sakit. Ilana tetap profesional dan menutupi dari para fans dan rekan kerja. Mereka dapat memaklumi tapi Ilana tidak satu pekerjaan hilang saja baginya itu rugi adiknya butuh biaya pengobatan.


Ilana sedang naik trending dan menjadi orang paling banyak di tonton ketika ia tampil di berbagai acara.


Bekerja sebagai artis itu punya kadaluwarsa bisa turun hingga tidak di kontrak lagi atau bisa saja naik melebihi grafik yang ada. Maka dari itu dimasa sekarang lupakan soal sakit,lelah dan letih cukup minum vitamin dan jaga kesehatan.


Ilana banjir pekerjaan jadi ia harus menggunakan dengan sangat maksimal. Dua album akan segera rilis dua bulan lagi. Tiga drama telah meminta Ilana untuk menjadi cameo.


"Ilana... Ilana "Ilana melambaikan tangan.


Ia membawa banyak hadiah dari fans yang menunggunya.


"Pak tolong jangan jalan dulu."


"Ilana apa yang kamu lakukan ?! Hei Ilana "


Ilana turun membawa cake dan di berikan kepada gadis kecil yang membawa papan.


"Hello sayang. Siapa nama mu ? "


"Hyena "


"Hyena senang berkenalan denganmu. "


"Ini papan ku buat Ilana. Aku mencintaimu. "


"Terima kasih anak baik. Papan nya ku terima beserta cintamu. "Gadis kecil langsung memeluk Ilana.


" Ilana aku akan selalu mendukung. Kamu sangat baik dan cantik. "


"Pandai sekali kamu berbicara. Kamu juga sangat cantik. "


"Ketika besar aku ingin sepertimu. "


"Jadilah dirimu sendiri, kamu tidak perlu menjadi diriku. Kuharap kamu hidup dengan hati yang baik dan tangguh. "


"Terima kasih Ilana. Semoga doa itu terkabul. "


Ilana melambaikan tangan kepada fans yang lain sebelum akhirnya ia meninggalkan daerah stasiun TV.


"Kerja bagus Ilana. Tadi kamu menjawab dengan baik. "


"Aku menikmati setiap pertanyaan saja. "


"Teruslah menikmati. "


"Berikutnya kita ada acara seminar di salah satu universitas. Ganti baju di belakang. "


Ilana pergi ke belakang menutup tirai.


"Kamu akan membahas tentang pemrograman dan profesi. Sudah kamu baca modul kemarin."


"Ya aku sudah membacanya. "


"Joe sudah membuat aplikasi music"


"Sore kamu ada seminar mengenai kesenian. "


"Aku mengerti. "


Ilana harus menjadi tamu di acara yang berbeda dengan judul yang berbeda pula.


Pakaian yang dikenakan Ilana terbilang sopan sebagai public figure, gaya di setiap acara yang di hadiri sangat menentukan citra nya.



Ilana di sambut oleh 550 mahasiswa yang hadir untuk melihat artis cantik itu. 45 menit saja waktu yang diberikan.


"Selanjutnya kita boleh berfoto bersama. "


"Kita bagi beberapa sesi ya. "Ilana melihat para mahasiswa dan mahasiswi sedikit kerepotan.


"Begini saja aku akan berdiri di sini. Kamera bisa hadap kesana kan. "


"Bisa Ilana."


Ilana turun dari batch panggung.


"Gapapa kamu duduk disana saja. Saya duduk di lantai. " James melotot di belakang panggung.


"Foto yang bagus pak. Ini akan jadi kenangan terindah untuk saya dan teman-teman. "kata Ilana dari Mic.


Ckrek.. ckrekk.. ckrekk


"Smile yang bagus "


"Lalu bergaya foto seperti Ilana. Okey."


Selanjutnya Ilana harus pergi ke auditorium.Setelah berganti pakaian Ilana masuk ia melihat antusias para hadirin dari segala umur datang. Semua kursi telah di penuhi total yang hadir 1.500 orang telah membeli tiket dua bulan sebulan acara seminar ini di adakan.


Akmal suami Ruby menggunakan semua koneksi untuk mencari sumsum tulang untuk Nichol.


...****************...


Keesokan harinya Ilana tampil ke acara variety show. Tayangan live.


Ilana harus membawa kursi sendiri. Dan dihukum karena terlambat datang.


"Kamu biasanya menggunakan banyak pengawal agar dapat kemari. "


"Hari ini tidak. Aku pikir dengan berangkat cepat bisa sampai tepat waktu ternyata masih terlambat. "


Ilana bernyanyi sambil bermain gitar dan tak sampai disitu Ilana juga diminta menirukan suara laki-laki dan juga seriosa.


"Ilana kamu tidak pernah habis bakat. Apa kamu benar-benar mengambil semua bakat artis. "


"Aku tak yakin mengenai hal itu. "


"Tidak salah jika bilang kamu perempuan 1000 tahun sekali. "


"Benarkah ? "


"Kamu tidak menonton TV"


"Aku menonton tapi sering ketiduran di mobil "


"Hahahahahahahaha "


"Jadi bagaimana kamu menonton TV."


"Aku minta asisten ku yang nonton lalu mengabarkan padaku. "


"Keputusan yang tepat. "


"Ya tentu saja."


"Artikel mengatakan jika kamu tidak seperti kebanyakan artis lainnya. Kamu tidak berlebihan dalam hal ekspresi dan selalu menjadi diri sendiri. Bahkan sumber lain mengatakan kamu hanya menjawab pertanyaan cukup singkat. Silakan beri tanggapan. "


"Aku ga mau capek. "


"Bwah ahahahahahah astaga jawaban tidak terduga. "


"Aku hanya ga mau kelelahan melakukan banyak gerakan tubuh dan ekspresi. Ketika di tanya aku hanya akan menjawab apa adanya dan ku susun itu dengan mudah dan jelas. Karena terlalu banyak yang harus kulakukan. "


"Artis yang ramah harus tersenyum. "


"Tidak, ketika aku sedang sakit aku harus tersenyum juga. Aku jujur saja. "


"Ilana bagaimana reaksi Ilac jika kau sedang dalam bad mood ? "


"Mereka sangat pintar. Ya, mereka itu pintar banget. Ada suatu momen ketika aku datang mereka justru di dalam mall dan membiarkan ku kehujanan. Saat ku tanya, kenapa kalian tidak menunggu ? Mereka jawab alangkah baiknya kami disini, kami juga tidak mau kehujanan. "


"Tapi mereka selalu membawa makanan untukku. Dan mengirim pesan yang menyentuh hatiku. Aku berusaha mencicil membaca pesan-pesan mereka."


"Jadi kamu menggunakan waktu mu sebaik mungkin."


"Tentu saja. Aku jarang sekali bermain ponsel."


Jawaban jujur Ilana membuat netizen berkomentar. Betapa Ilana memperhatikan pemberian mereka.


"Aku teringat waktu aku kena skandal mereka mengirim banyak hadiah dan berkomentar baik mencoba membantuku. Aku rasa Ilac bukan fans tapi teman bagiku. "


"Apa yang ingin kamu sampaikan kepada ILAC ? "


"Umm, Teman-teman Terima kasih atas kebaikan kalian. Kalian selalu bersamaku, mencintaiku dan membantuku sebisa kalian. Kalian menjaga privasi ku. Aku senang kita bisa menjadi satu kesatuan. Terima kasih teman-teman ku yang tersayang. " Ilana melambaikan tangan ke arah kamera dan tersenyum.


...***************...


Ilana membuka celah pintu ia melihat Louis masih terbaring di ranjang rumah sakit. Belum ada kabar mengenai donor tulang yang dibutuhkan adiknya.


"Kenapa ga masuk ? " Almeer duduk di ruang tunggu menemani Ilana.


"Aku cari angin segar. "


"Jam 11 malam ? "


"Kondisi nya yang aku lihat kritis. Apa kamu sudah mencari donor tulang ? "


"Belum, belum ketemu. "


"Rumah sakit juga belum ada stok. Karena kecelakaan itu tulang jadi mengalami kerusakan jadi harus di cangkok. "


"Kalau tanpa tulang dia bisa hidup kan. "


"Adikmu akan menderita. Dia mudah terkena kanker nantinya. "


"Huft. "desah nafas Ilana yang frustasi.


"Yang paling pas mendonorkan hanyalah orang tuanya sendiri. "


"Ibuku tidak memilikinya. "


"Aku akan berusaha semaksimal mungkin membantu. "


"Terima kasih. Maaf hari ini kita ga jadi makan-makan. "


"Aku paham musibah tidak ada yang tau. "


"Aku beli makanan di luar. Ayo makan dulu. "


"Kita ke ruang kerja ku saja. " Almeer menggenggam tangan Ilana yang dibalas wanita itu.


Pipi dokter forensik seketika memerah.


"Baiklah."


"Pasti kamu sibuk banget kan. "


"Ya aku sampai lupa makan. "


"Lain kali kamu harus perhatikan kesehatan mu. Aku tidak mau kamu sakit. "


"Aku rajin suntik vitamin. "Almeer melihat dengan jelas lubang-lubang suntikan.


" Kamu suka bekerja sebagai artis ? "


"Dulu tidak. Tapi sekarang aku menikmatinya. "


"Biar aku suapi saja. "Ilana tak menolak dua hari ini ia kekalahan. Kebetulan Almeer dan James sama dapat diandalkan untuk mengatur segalanya.


"Karena uang mu sudah begitu banyak ? "


"Yaa. Aku sudah mulai punya banyak uang. "


"Tapi tidak ada yang kamu nafkahi. "


"Aku menafkahi adik, nenek dan ibuku. Juga para staff dan orang-orang yang bekerja untukku. Mungkin sekitar 13 orang yang harus ku gaji. "


"Biar aku yang bereskan. "


"Duduk saja. Sebentar aku buang ini dulu. " Ilana mengangguk.


Almeer datang membawa air hangat dan lain putih. Juga obat-obat lainnya.


"Apa yang kamu lakukan ? "


"Kakimu lecet. "


Almeer dengan lembut membuka sepatu Ilana.


"Sepertinya sudah lama. "


"Aku tidak tau kapan itu terjadi. " Almeer meletakkan kaki Ilana perlahan di air hangat. Pria itu membasuh dengan lembut sembari memberi pijatan.


"Rileks saja Ilana."


"Rupanya kamu sering terluka. Maaf. "


"Kenapa kamu harus minta maaf. "


"Karena aku tidak menemani mu dari awal. Jadi maafkan aku. "


Bagaikan ratu Almeer memperlakukan tubuh Ilana sebaik mungkin mengobati luka lecet di kakinya dengan hati-hati bahkan Ilana tak merasakan sakit apapun.


"Jangan sakit, jangan sampai terluka. "


"Kenapa ? "


"Karena aku pun akan terluka. "Ilana tertawa.


Setelah Ilana pulas tertidur karena di pijat kaki nya. Almeer mengangkat tubuh indah itu ke dalam kamar yang berada di ruang kerja nya. Ia menarik selimut dan melepas jaket Ilana.


" Aku mencintaimu. "Pria itu mencium kening Ilana begitu lama.