
ITALIA
Negara spaghetti. Italia juga memiliki julukan sebagai Lo stivale alias sepatu bot. Julukan sepatu bot ini lahir karena bentuk wilayah Italia yang tampak seperti kaki bersepatu bot.
Italia akan jadi negara ke 13 yang akan di guncang Ilana dengan lautan ILAC terdapat 3 kota yang mengelar konsernya setelah kemarin di Spanyol ada 2 kota. Akan ada 90 ribu orang yang hadir di konser The ultimate explorer Ilana's dream.
Hari kesepuluh 30 orang tim Ilana sudah datang menggunakan jet pribadi. Wartawan yang menangkap dari kamera Ilana yang sudah tiba menggunakan jet pribadi miliknya pukul 00:07 dini hari. Foto Ilana menjadi yang paling banyak di like, ILAC tentu saja menyambut dengan antusias kedatangan Ilana tiga hari sebelum konser.
Mobil yang berada di lapangan pesawat langsung membawa Ilana menuju ke penginapan yang sudah di sediakan.
...****************...
Ilana begitu akrab dengan para dancer. Seorang penyintas pemotret amatiran mengambil gambar Ilana bersama para dancer keluar dari gedung konser berjalan untuk makan.
Setidaknya James tidak membiarkan Ilana sendiri ada banyak dancer yang bertugas menemani Ilana.
Joe, Sam dan Saka juga ikut mengawal Ilana tidak bisa berlama-lama di Italia karena ia akan berangkat lagi ke Dubai.
Joe dan Ilana menyempatkan sekecil apapun waktunya untuk membuat konten YouTube.
Ilana mengajak para dancer berkenalan lewat YouTube nya meski itu melanggar namun Ilana tetap Ilana yang pembangkang. Derajat Ilana bisa di katakan jauh lebih tinggi dari para dancer yang menemani nya selama ini.
Ilana punya alasan kenapa harus memperkenalkan dancernya pertama ia tidak punya topik,kedua ia ingin lekas pulang karena hingga tiga minggu Louis belum juga sadar,ketiga Ilana bukan kacang yang lupa kulit, ke empat peri kemanusiaan dan kelima Ilana berharap mereka sukses yaa kali aja mereka dapat lowongan yang menarik setelah banyak nonton video ini. Siapa yang tau.
Ilana tidak masalah jika suatu hari nanti para dancer ini akan mengembangkan kiprah sebagai penyanyi sekelas dirinya atau lebih dari itu. Ilana senang bukan main.
...****************...
"Dia mengigau saja. Mungkin dia rindu padamu."
"Nenek apa kabarnya ma ?"
"Nenek ada disini, mau bicara dengan nya."
"Iyaa."
"Hallo cucu ku yang baik. Bagaimana kabarmu ?"
"Aku baik Nek. Apa nenek baik-baik saja ? Apa nenek makan dengan baik ? Apa nenek sudah pindah kamar ke lantai bawah ?"
"Iya sudah. Nenek makan dengan baik. Kamu jangan lupa makan juga ya."
"Iya nek pasti."
"Kamu sudah lama tidak pulang. Kalau pulang kesini ga ke rumah nenek. Cucu ku yang baik sibuk sekali rupanya."
"Begitulah aku nek, artis sepertiku jadwal padat sekali"kata Ilana menyombong.
"Sombong kamu ya. Kamu jangan khawatirkan disini, yang jaga Louis disini banyak. Kamu bekerja saja dengan profesional fans kamu udah bayar mahal-mahal tiketnya nunggu kamu datang ke negara mereka, beli pernak-pernik mu. Masa iya artis nya lesu."
"Iya nenek ku tersayang. Aku akan lebih semangat lagi."
"Ilana meskipun kamu sudah sukses jangan lupa bersyukur, jangan lupakan orang di sekitar yang membuatmu sukses, harus tetap baik dan ramah biarpun dunia entertainment kejam. Perbuatan baik tidak pernah salah alamat untuk di balas kembali. Nenek selalu berdoa dan terus berdoa supaya orang-orang baik berada di sekitar Ilana."
Tiga Perias, James,Sophia,Joe, dan dua orang dancer mendengarkan petuah dari nenek Ilana yang di loud speaker.
"Ilana "
"Ya nek "
"Kamu adalah panutan seluruh orang yang menyukaimu. Jadi tetaplah jadi panutan meski kamu lelah, jadi contoh yang baik itu adalah kemuliaan dari tuhan apalagi kalau di contoh. Tidak semua orang bisa sepertimu Ilana, jadi harus tetap baik sama orang."
"Ilana 15 menit lagi."
"Nek sudah dulu yaa. Aku harus bersiap."
"Iyaa, paman dan sepupu mu titip salam. Semoga kamu cepat pulang mereka ingin merayakan ulang tahunmu."
"Iyaya"
"Aku pulang sebelum ulang tahunku."
"Baiklah sayang. Nenek akan menonton konser mu. "
"Terima kasih."
"Sudah "kata Perias.
"Siap ?"tanya Ilana. Dua orang dancer itu mengangguk.
"Ayo kita guncang Italia lagi."
Tahun lalu Ilana juga menghadiri acara music di Italia dengan lagu baru nya saat itu. Ilana tidak terlalu yakin akan sebanyak apa tiket yang terjual.
Ilana membuka dengan lagu yang terkenal.
Entah apa yang di konsumsi Ilana. Perempuan berusia 26 tahun itu begitu energik, semangat hingga aura positif dan semangatnya menyebar. Meski ia hanya Solo namun membangkitkan semangat ribuan orang dan mengadakan tour world konser tidak bisa di anggap remeh.
Keringat membasahi tubuh dan wajah cantik membuatnya semakin terlihat sempurna.Rasanya melihat Ilana begitu mustahil sekali karena ia terlalu cantik.
Hari kedua konser, Ilana menyambut fans nya dengan begitu spektakuler yaitu dengan siulan salah satu lagunya.
Satu gedung di matikan lampu namun beberapa detik kemudian siulan kembali mengemma mendapat sorakan dari ILAC. Ini yang mereka tunggu.
Ilana begitu cantik menggunakan pakaian serba merah dengan Bunga mawar di sekelilingnya.
Siulan ilana bikin merinding. Seolah-olah ada gadis cantik yang memanggil dari ujung sana dengan siulan. Di pertengahan lagu tingkah sang penyanyi cantik itu menarik tawa bagaimana dirinya mengikat kipas angin di tubuhnya karena Italia sungguh hot.
Di akhir konser Ilana naik ke atas panggung mengenakan jaket biker berwarna merah+hitam, di balut dengan touch kaus dalam dan celana panjang membuatnya terlihat seksi sekaligus garang.
Ilana melambaikan kedua tangan nya disambut tepukan.
"Lagu nya udah habis nih, saat kita ngobrol bareng. Ada waktu satu jam kita bisa berinteraksi, berdoalah semoga kalian menjadi orang yang beruntung."
"Sebelum bertanya aku mau liat-liat dulu di sekitar sini."
ILAC VIP berdesakkan ketika Ilana mendekat.
"HALLO, HALLO"
Ilana membaca papan yang di tulis untuknya.
"Ilana Headstand."Ilana berpostur kan tubuh terbalik kepala di bawah sedang kaki di atas dan kekuatan adalah kepala juga bertumpu pada tangan.
"Okey"
"Melihat kalian bersamaan dengan bulan yang cantik aku rasa permintaan tadi menyenangkan." ILAC bertepuk tangan.
"Okey selanjutnya, Ilana tolong ucapkan happy birthday padaku."
"Hei you, Happy birthday. I love you"
"ILANA I LOVE YOUU"teriak nyaring.
"I LOVE YOU TOO"balas Ilana.
"Ilana bisakah kamu menyanyi lagu rock."
"Bisa..bisa aku akan ambil gitar dulu."
Semua orang terkejut melihat dan mendengar suara keren Ilana ketika menyayangi salah satu lagu rock yang terkenal dengan piawai nya bersama gitar.
"Baiklah aku akan kesini, Kalian menulis untukku."
"Ilana I love you.. Ilana i love you.. Ilana i love you."
" Yeah I love you too."
"Boleh naik ke atas panggung."
"Anak kecil. Aku meminta tim tadi untuk mencarinya. Tolong gambar dong. "
Di layar besar terpapang nyata foto gadis kecil membawa lukisan.
Para Staff bergerak mencarinya.
"Ahh itu dia. Bantu naik ke atas panggung."
Ilana melihat gadis kecil kuncir rambut dua itu bersama sang ayah dengan pakaian lusuh.
Kursi langsung di sediakan. Ilana lantas berdiri mempersilakan ayah gadis itu duduk.
"Hallo, namanya siapa ?"Mic rupanya rusak. Ilana menukarnya dengan miliknya
"Tes..tes..tes.."
"Udah berfungsi. Namanya siapa tadi ?"
"Yang keras suaranya. Semua orang disini ingin berkenalan."
"Hallo nama ku Rana ini ayah ku. Ayah ku tidak normal seperti orang pada umum nya."
"Maaf ya Rana, ayah kamu terkena apa ?"
"Ayah ku autisme. "
"Ohh begitu. Rana bisa sampai kesini gimana ceritanya ?"
"Sebentar..sebentar jangan di jawab dulu."
Ilana memberikan jaket kepada Rana dan ayah nya. "Entah kenapa angin dingin sekali. Cuaca sungguh extrem. "
"Italia langsung dingin."
"Aku berjual roti di pinggir jalan kami tidak pernah tutup namun hari ini aku mendapat tiket ini di tong sampah. Aku menyeludupkan ayahku ke dalam karena aku takut masuk sendiri dan ayahku tidak bisa terpisah dariku. Aku takut dia menghilang. Kami selalu bersama. "
"Ini pertama kalinya aku melihat sesuatu yang menakjubkan kembang api dan asap dan petasan meluncur ke atas."
"Dimana ibumu ?"
"Ibu pergi meninggalkan ku setelah aku lahir begitulah kata tetangga sekitar."
"Jadi bagaimana kehidupan kalian sehari-hari ? ceritakan kegiatan pagi sampai malam. Kita semua disini mau dengar kisah keren kamu."
"Pagi aku mengambil piring dan ibu tetangga akan memasukkan makanan semuanya kesana. Terus sekolah di antar ayah. Ayah mengantarku sampai ke kelas. Dia bilang aku harus rajin belajar dan jadi hebat. Ayah kemudian membeli stok untuk kami jualan. Setelah pulang sekolah kami berjualan keliling. Aku akan belajar jika tidak ada pelanggan."
Ilana melihat kaki ayah Rana bermasalah mungkin itu sebabnya ia tidak bisa berjualan tanpa anaknya.
"Kami baru-baru ini menemukan buku-buku resep dan akan mencoba memasak nanti."
"Benarkah ?"Ilana duduk bersimpuh di hadapan gadis itu.
Gadis kecil itu terpanah pada Ilana. "Cantiknya "ucapnya tanpa bisa ia kontrol.
"Aku tau itu" balas Ilana centil.
"Di sekolah Rana berteman kan dengan siapa saja ?"
"Tidak"
"HAH ? Kenapa ?"
"Banyak yang tidak menyukai Rana."
"Guys, begini aku tidak akan memaksa kalian berteman atau tidak. Keputusan kembali ke kalian. Tapi memperlakukan manusia dengan baik itu harus selalu di lakukan. Kuharap setelah ini kita bisa melakukan kebaikan lagi. Sekecil apapun."
"Rana sayang sama ayah ?"
"Sayang, ayah selalu bersama ku. Ayah mencintaiku. Ayah selalu mendukungku. Dia juga yang merawat ku dan ayah selalu belajar dan menulis cara menjaga ku. Ayah tidak membiarkan ku kedinginan dia selalu menungguku pulang sekolah dan menemaniku belajar meski ayah punya keterbatasan. Aku sayang ayah."
"OOOOOOOOO SO SWEET" balas Ilana dengan gemas. James tersenyum simpul melihat Rana memeluk ayahnya yang tidak mengerti apa yang di katakan putrinya itu.
Setelah tanya jawab lagi dengan penonton yang lainnya akhirnya Ilana menutup sesi konser nya.
"Hai semuanya, senang banget bisa liat kalian disini. Terima kasih yang sudah hadir dari tanggal 14-15. Aku ingin menyapa kalian semua sekali lagi Hai "
"HAIIIIIIII"
"ILAC MANA SUARANYA "Lightstik,tepukan dan sorakan memenuhi gedung.
Ilana melihat ke jam tangan nya. "Sudah saatnya"
"Photo time "ucapnya dengan nada seksi.
"Angkat lightstick tinggi-tinggi. Okey One..two...three"
CKREK
CKREK
CKREK
James mendampingi Ilana keluar dari gedung konser menuju ke penginapan. Jaraknya tak jauh.
"Kamu banyak diam setelah penutupan ?"
"Hah tidak kok, aku lelah."Kata Ilana memijat pundaknya.
"Tolong jaga ganggu aku. Aku ingin istirahat."
"Baiklah."
Ilana menggantung balzer. Ilana penyuka kebersihan. Tiba-tiba saja kata-kata gadis kecil tadi terputar kembali.
"Sayang, ayah selalu bersama ku. Ayah mencintaiku. Ayah selalu mendukungku. Dia juga yang merawatku dan ayah selalu belajar dan menulis cara menjaga ku. Ayah tidak membiarkan ku kedinginan dia selalu menungguku pulang sekolah dan menemaniku belajar meski ayah punya keterbatasan. Aku sayang ayah."
Memikirkan membuat Ilana tersenyum getir.
"Apa yang ku jealous kan. Aku jauh lebih beruntung dari dia. "
Punggung Ilana bergetar air mata keluar begitu saja.
"Hahahah sulit meninggalkan fakta jika aku tidak memiliki ayah. Bahkan aku tidak tau dimana ayahku. Bagaimana reaksi melihat ku ? Bisakah dia mencintaiku,menerima ku atau menyayangiku. Aku tidak tau itu. Aku tidak pernah mengerti cinta ayah seperti apa."
Ilana memukul dada berkali-kali.
"Ilana kuatkan dirimu. Ilana kuatkan dirimu. Ilana kuatkan dirimu. "
Ilana melihat dirinya di cermin besar yang menampilkan tubuh nya. Di belakang ada pakaian bermerek di sertai dengan perhiasan bernilai tinggi semua yang di belakang Ilana sangat diburu para wanita.
"Aku tidak membutuhkan nya dalam hidupku. Untung apa pria yang meludahiku mendapat tangisanku ? ku rindukan ? ku inginkan dia menyapaku ? Hahaha jangan konyol Ilana.
Tidak. tidak. Aku harap aku tidak pernah tau hingga aku mati."
Ilana membersihkan sisa air mata dengan tisu.
"Karir ku bisa hancur jika orang lain tau aku anak dari hasil hubungan gelap. Tidak ada satupun kelemahan ku. Aku kuat. Aku kuat. Aku kuat. Aku kuat. Aku kuat. Aku kuat."
Di belakang panggung tadi, Ilana memberikan uang sebesar 50.000 euro atau sekitar 825 juta. Uang itu ia keluarkan semua dari dompetnya dan perempuan itu ga tau di dompet ada berapa.
Gadis kecil itu dan papa nya langsung sujud di kaki Ilana namun Ilana menolak. James sudah memeriksa jika mereka memang jujur secara latar belakang.
Ilana berharap itu bisa membantu walaupun hanya secara finansial.