
Sophia membuka pintu. Wanita itu melongo melihat siapa yang datang.
Sophia langsung menunduk hingga ke pinggang"Anda tidak salah alamat kan Tuan Almeer ? "
Almeer memasukkan kedua tangan di saku celana. "Tidak. Aku mau mengajak calon istriku makan. "
"Hah ? " Sophia histeris.
"Hei, kamu sudah datang."
"Kenapa pakaian tertutup sekali ? "
"Berisik."ucap Ilana pada Almeer.
"Ilana " tegur Sophia. Ilana menoleh.
"Kenapa ? "
Almeer menggeleng kepala memberi kode ke Sophia.
"Kenapa sih ? "
"Ahh, Hati-hati di jalan. "
"B.. baiklah. " Ilana melihat ke arah Almeer dengan heran.
Almeer menggoda Ilana yang langsung dapat pukulan dari gadis itu. Pria itu sontak terkekeh.
Sophia menutup pintu apartemen Ilana dan langsung menghampiri James.
"Aku tadi melihat Tuan Almeer. Itu anak nya dari grup-----"
"Benar. "
James melirik ke arah Sophia yang membatu.
"Kenapa ? Apa ada masalah ? "
"Aku sudah bisa mencium ribuan triliun dari sini. "
Almeer begitu senang melihat Ilana makan ceker dengan lahap.
"Kau mau ? "
"Tidak. Aku tidak suka ceker. "
"Baiklah. Kau makan saja steak mu. "
"Apa itu cukup ? "
"Tidak, aku sudah memesan untuk di bawa pulang. "bantah Ilana
Padahal itu porsi super besar.
"Kenapa wanita suka pedas ? "
"Entahlah pedas itu sangat enak dan lezat. Kami wanita tidak suka hal yang tidak menantang. "
"Padahal lambung atau pencernaan kalian bisa sakit. "
"Jangan bawa kesehatan di sini. Bagaimana jika aku menegur dampak merokok. "
"Aku tidak merokok. "
"Vaping ? "
"Tidak juga "
"Narkoba ? "Tuduh Ilana. Almeer tak percaya.
"Kamu pikir aku apa. Aku ini dokter. "
"Yasudah kalau begitu. "
"Biasanya para wanita menyukai pria yang tidak merokok. Itu idola nya. "
"Selamat, kamu telah jadi idola. Apa mau ku buatkan pengumuman. Apa kamu punya tato ? Jangan lakukan."Almeer belum sempat menjawab. Sudah di skakmat Ilana.
"Kenapa ? Fisik mu bagus, seorang orang dokter. Kamu punya pekerjaan bagus pasti gaji mu juga bagus. Jika kamu menikah aku akan datang bermain piano untukmu. "
"Lupakan. Aku lebih suka kamu berdiri di sampingku. "
"Ini hanya untuk pengantin. "cibir Ilana. Almeer menghela nafas.
Hari semakin malam, Ilana pergi mengajak Almeer ke taman bermain.
Almeer menahan tangan Ilana di depan mereka kebetulan ada mesin boneka.
"Ayo main."
"C'mon aku tidak ingin mempersulit mu "
"Kenapa ? " Almeer tersenyum sumringah.
Almeer mencoba mengambil boneka itu.
"Aku sudah bilang kan. Kamu tidak perlu mencoba. "
"Akan ku beli mesin ini. Akan aku pahami cara kerja nya. "
"Ayo kita main kuda ponny aja "
"Tapi-- aku---"
"Ayolah "
"Kamu tidak mau main biang lala ? " Almeer mengeleng kepala.
"Kamu saja. Aku tunggu disini. "
"Ayo main kuda ponny sekali lagi. "
Almeer mengeleng kepala. "Kamu suka sekali"
"Suka. Aku belum pernah merasa begitu bebas. "
"Hidupmu bebas kan. "
"Tidak. Aku ini polos tau. Makanya aku beruntung banget di pertemukan manager dan pengawal yang baik. "
"Karena aku sendiri aku hanya punya teman mereka saja. "
Keesokan harinya Almeer membawa Ilana ke sebuah restoran.
"Ini cobalah "
"Apa itu ? "
"Sebut saja coklat. Aku membuatnya sendiri kau pasti belum pernah coba. "
James senang bukan main. Ilana yang di dekatin tapi James yang baper.
Almeer tidak pernah menyentuh dapur sebelumnya dan ini kali pertama dia membuat minuman di restoran mahal setelah belajar satu jam. Hanya untuk Ilana.
"Enak kan ? "
"Ga tuh biasa aja. "
"Hei kamu bohong. Kamu habiskan semua. "
"Aku menghargaimu tau "balas Ilana
"Pokoknya enak kan. "
"Yayaya enak. " Almeer senyum kemenangan. Dasar perempuan ngaku aja susah banget.
James meninggalkan Ilana dan Almeer di restoran. James percaya Almeer tak mungkin macamacam terhadap Ilana.
"Kenapa restoran sepi ? makanannya ga enak ya? "
"Shutt bisa-bisa kamu berkata seperti itu. "
"Iyaya maaf. "
Sejak habis dari bekerja Ilana di minta kemari oleh Almeer dan ga ada pelanggan satupun.
"Ya alasan nya kenapa ? "Mulut Ilana penuh spaghetti buatan Almeer.
"Matamu masih ga berhenti ya. Padahal makanan di depanmu."
"Aku sedikit kepo. "
"Hah. Buat apa ? "
"Aku ingin makan bersamamu tanpa gangguan sedikitpun. "
"Oh. Mau bayar bagi dua. "
"Sebentar aku bawa uang cash kok---"
"Astaga orang ini "celetuk Almeer.
Ilana mengerutkan kening kenapa Almeer ketawa.
"Ada yang lucu yaa? "
"Tidak, pantas saja mereka bilang kamu polos. Syukurlah kamu bertemu denganku. "
"Simpan saja uangmu. Aku melakukan ini karena aku ingin bersamamu. "
Ilana sedikit tersentuh. "Suka "
Almeer mendongak. "Apa ? "
"Kita sudah berkenalan kurang lebih enam bulan. Selama enam bulan aku selalu menunggu waktu bisa bersama mu. Karena aku merasa bahagia. Bahagia itu aku suka.
Kamu mengajakku makan, aku bisa keluar, aku bisa jadi orang biasa, aku bisa makan ceker dan aku bisa menghirup bau hujan. "
"Aku ingin melakukan apapun yang kamu suka. Sekarang dan nanti. "
"Tadi kamu kemana saja ? "
"Aku manggung terus wawancara. Terus kesini. "
"Bagaimana rekaman suara ? Sudah selesai ? "
"Belum. Nanti malam di lanjutkan. "
"Tidak mudah buat lagu. Tapi kenapa otakmu begitu encer sekali. "
"Maksudmu otakku leleh. "Almeer ketawa. Bingung bicara Ilana ini bukan mengasah urat tapi bikin awet muda ketawa mulu.
"Entahlah. Aku bersyukur sekali, bisa menciptakan banyak lagu. "
"Biasanya langsung kepikiran aja entah terbawa suasana atau kepala ini lagi dapat inspirasi."
Lagu ciptaan Ilana kebanyakan tentang bahagia, kemanusiaan,rasa percaya diri dan ada religi sedikit juga tentang kesedihan.
"Kamu jenius, briliant. "
"Ohh Thank you. I like you said. "
"Aku tidak akan menganggumu lusa dan besok. Bekerjalah dan bernyanyilah dengan baik. "
"Aku mau masak-masak nanti. Kamu mau datang ke apartemen ku. "
"Kamu bisa masak. "
"Aku belajar masak. Aku nonton dulu. "
"Hubungi saja aku. Aku akan datang. "
Ilana baru keluar dari salah satu studio acara. James menghampiri dengan tergesa-gesa.
Sam memberikan mantel untuk Ilana karena cuaca begitu dingin sedang Ilana memakai pakaian terbuka.
"Hei kamu darimana ? "Tanya Ilana.
"Apa ada masalah ? "
James melihat sekitar yang cukup ramai ia memutuskan membisikkan.
"Apa ?! Apa dia sudah gila ?! "
"Aishh!! " geram Ilana.
Ilana berlari bersama Sam dan Saka menuju mobil. James mengikuti dari belakang.
Mobil ambulans sampai di rumah sakit. Mereka dengan hati-hati menurunkan sang pasien.
"Kim Louis Jo. Siswa 17 tahun. Korban kecelakaan. Kondisi kritis."
Marcella menangis histeris di ruang tunggu. Bercak darah anaknya masih membekas di bajunya.
"Ma "
"Ilana" Marcella memeluk sang anak.
"Kenapa ? Kenapa bisa kecelakaan ? "
"Dia naik motor ke sekolah truk.. truk.. truk.. truk.. truk "ucap Marcella gagap.
"Pelan-pelan. Truk nya kenapa ? rem blong. "
"Iyaa. Adikmu yang paling parah. Bagaimana ini Ilana. Louis apa dia akan baik-baik saja. "
"Tenanglah. " Ilana mendengar ada sekitar 13 orang terluka akibat rem blong karena kawasan kecelakaan tepat berada tempat di kumpul anak sekolah.
Ilana mencoba menenangkan Marcella. Tubuhnya gemetar.
Marcella berbicara dengan dokter.
"Adikmu baik-baik aja ? "
"Ga tau. Masih bicara dengan dokter. "
"Siapa. ?"
"Walinya Louis."
"Baru enam bulan yang lalu adikmu keluar dari rumah sakit. Masuk rumah sakit lagi kritis pula. "
"Iya Habis ini ku pajang namanya beserta fotonya sebagai duta rumah sakit. "Ilana menyandarkan kepala di dinding rumah sakit.
James berusaha menahan tawa.
"Aku mau ketawa tapi ini ga tepat, kamu selalu saja bercanda padahal adikmu di dalam sana berjuang hidup dan mati. "
Ilana acuh. "Ya aku harus gimana. Apa aku harus melakukan tarian disini supaya dia pulih enggak kan. Lagipula orang yang sudah mengalami banyak kesulitan akan menganggap dunia ini lelucon. "
"Pak James juga ngomong bercanda mulu. Jadi aku juga ikut becanda. "
"Bagaimana sekarang ? "
"Jemput aku jam 8 malam. Aku pulang. "
"Baiklah. Aku akan jemput kamu nanti malam. "
Marcella datang menghampiri Ilana.
"Ilana bagaimana ini ? "
"Apa ada masalah ? "
"Nichol membutuhkan transplantasi tulang. "
"Hah ? "Reaksi Ilana.
"Apa ? " ucap James.
James dan Ilana mengurus administrasi rumah sakit Louis.
"Aku selalu mendengar orang donorin jantung, hati, paru-paru, pankreas, ginjal, mata,dan sumsum tulang. Bagaimana aku harus mencari tulang yang sama dengan Nichol ? Mama ku memang menganggap ku jin "
"Ini totalnya kak Ilana. "
"Permisi, apa aku boleh minta tanda tangan dan foto. " Ilana mengangguk.
"Adikku ngefans pada mu nona Ilana. Dia akan war tiket lagi jika kamu mengadakan konser kami akan berjuang membeli tiketmu. "
"Terima kasih atas dukungan kalian. "
Yang minta satu kenapa yang foto langsung gerombolan.
Ahh ini biasa terjadi.
Ilana mentraktir pizza dan minuman untuk perawat dan dokter di sana.