ILANA

ILANA
65. Alex dan kisah cintanya



Film Ilana sudah dalam promosi, Ilana bintang utama tidak dapat hadir karena skandal. Meski begitu para pemain sepakat memberi dukungan pada Ilana.


Sahabat-sahabat Ilana sendiri mengirim bunga dengan arti itu bunga sendiri itu artinya dukungan dan harapan. Ilac juga terus memberikan support agar dang artis dapat kembali tampil mereka akan menerima Ilana dengan baik dan merawat gadis itu.


Meski Uzy gencar memberi bukti namun dukungan dari producer, sutradara, para agensi, staff yang pernah bekerja bersama. Teman, model, penyanyi, artis internasional dan pejabat pemerintah juga fans terus membanjiri komentar Ilana. Foto Ilana masuk dalam story mereka berharap agar gadis itu dapat bangkit dari keterpurukan.


Tapi yang jadi topik utama justru sedang berpesta di kamar nya bernyanyi rock and roll sambil terus berjoget riang dengan gitarnya.


Ilana happy banget. Karena bisa istirahat dan tidur. Makan juga teratur.


"AHH ROCK and ROLL... YIHAAAAAA "


...****************...


Tiga bulan kemudian...


Marcella menemui Ilana. Wanita itu mengajak putrinya makan malam di sebuah restoran.


"Kamu sibuk sekali "


"Ya, aku membuka bisnis baru. "


"Ohh begitu. "


"Katanya makan malam keluarga. Louis mana ma ? "


"Kenapa kamu ga suka makan sama mama. "


"Tidak, mama tau kan Louis itu cemburuan. Nanti aku dituduh sekongkol lagi sama mama. "ucap Ilana dengan malas.


Marcella terkekeh. Ilana melihat jari ibunya ada sebuah cincin.


"Dari siapa ? "


"Hah ? " Marcella berhenti memotong daging steak.


"Sudahlah aku tau. Pak Rafael ya. "


"Ketahuan "Marcella menggaruk kepala.


"Mama harus menikah. Menikahlah. "


"Kamu setuju ? "


"Mama harus punya pendamping. Mama ga bisa sendiri terus menerus. Sudah lama mama memimpikan pernikahan. Pak Rafael adalah orang nya. "


"Kamu mengizinkan ?"


"Yap mama harus bahagia."Marcella mengangguk sambil tersenyum.


...****************...


Paris


Flash kamera tanpa henti menyorot wajahnya. Alex muncul setelah kasus yang menyita dunia membawa nama keponakan.


Untuk pertama kalinya setelah pengumuman pertama, Alex akhirnya tampil untuk kali pertama menjadi brand ambassador dari sebuah perhiasan mahal. Beberapa artis yang datang terpanah dengan wajah tampan Alex saat gambar di ambil kamera.


Sama seperti Ilana, Alex juga orang yang profesional.


"Alex kemari "


"Alex "


"Alex "


"Alex "


"Alex disini "


Alex pamit undur diri karena sudah habis waktu telah habis untuk photo.


"Sayang kamu disini "pekik seorang wanita.


Alex berdecak kesal. " Sudah tau pakaian susah malah di samperin. "


"Hei sayang. Kupikir kamu tidak datang. "


"Emma dan Alex kalian ? "


"Tidak "bantah Alex


"Ya kami pacaran. "jawab Emma. Emma bergelut manja di lengan Alex. Alex tak habis pikir.


"Alex kamu menginjak baju ku. " kata Emma. Alex menjauh dan memperbaiki gaun nya.


"Bagaimana keadaan Ilana ? "


"Dia baik. "


Bahkan sangat baik.


"Aku khawatir pada Ilana. Dia masih sangat muda."


Alex menggeleng pelan. "Ilana anak yang sangat kuat. Dia dapat menyesuaikan dirinya. "


Teman-teman Alex akhirnya sibuk sendiri.


"Kamu harusnya duduk kenapa harus kesini. "


"Aku ingin melihatmu. "


"Duduk, ayo ku bantu. " Emma tersenyum bahagia. Alex membantu dengan gaun Emma yang sulit.


"Apa kamu akan tampil ? "


"Ya aku harus tampil. Aku ke belakang dulu. "


"Aku antar ya. "


"Duduk sana. Jangan nakal. " perintah Alex.


Emma sangat senang sekali. "Iya daddy "


"Daddy, pantat mu daddy. "


"Apa aku harus membuat tato wajahmu di pantat ku ? "


Rahang nya terkatup. "Aku tidak menyukai wanita yang kurang buku gambar. "


Alex muncul di grup ketiga barisan paling akhir.


Pria itu berjalan lagaknya model profesional. Wajahnya yang begitu imut dan manis sukses menarik perhatian karena Alex menunjukkan sisi tampan dan keren.


Terakhir yang muncul adalah desainer di iringi tepukkan meriah.


"Kamu tampan"ujar Emma.


"Baiklah acara selanjutnya adalah kita sambut penyanyi kita Alex "


Alex yang baru saja memperbaiki sepatunya mendongak. "Apa ? Apa-apaan ini "desis Alex. Emma menyembunyikan ekspresi senyumnya.


Emma mendatangi Ceo dari brand tersebut.


"Mr. Hedrik. "


"Emma. " Keduanya saling merangkul satu sama lain.


"Kudengar kamu butuh penyanyi. "


"Dia belum datang. "


"Aku mengenal seseorang suara bagus. Kamu mau dia ? "


"Apa dia bisa segera kemari ? "


"Alex dia bisa bernyanyi Ilana punya banyak lagu tidak mungkin paman tidak tau. "


Alex yang tak enak mau tidak mau berjalan ke atas panggung.


"Silakan Alex. "


Untuk pertama kalinya laki-laki yang hobinya tidur dan makan itu bernyanyi. Suara begitu merdu dalam membawakan lagu ciptaan milik keponakan yang berjudul Kebenaran. Ketukan dan melodi begitu tepat.


"Terima kasih " Emma berdiri dan langsung bertepuk tangan.


"Keren.. Alex kamu luar biasa. "Semua hadirin berdiri dan ikut menyumbangkan tepuk tangan.


" Dia hebat sekali. Aku makin suka padanya. "


...****************...


Emma telah berkenalan dengan Alex di kala pria itu resmi jadi brand ambassador pakaian yang sama dengan Emma. Alex bukan laki-laki badboy atau soft boy. Menurut Emma, Alex hanya tertarik pada dunianya seperti game. Dia mudah bergaul dengan aktor lain karena game.


Emma makin penasaran seperti apa Alex itu. Pria berwajah kecil dan senyum lebih manis dari gula itu tidak tertarik dengan wanita ia bersikap layaknya manusia saja lebih tepatnya.


Tanpa direncana Alex waktu itu membantu seorang artis yang jatuh terluka akibat gaun nya. Alex berlari bagai kesatria membantu gadis itu yang jatuh dari tangga dengan mengendong bridal ke ruang make up untuk di baringkan. Gadis itu malu dan kalau tidak Alex angkat maka ia hanya menjadi bahan lelucon.


"Hey kamu. Bawa ini." Titah Alex pada artis sekelas Emma.


"A..aku "Alex langsung pergi.


"Hei. Apa dia tidak tau siapa aku."


Emma membantu membawa ponsel dan dompet artis itu.


"Aku malu sekarang. Hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. bagaimana ini. Aku tidak mau muncul di publik. Pasti berita ku jadi trending. "


Alex mengobati dan menempelkan plester.


"Huft."


"Memangnya ada di dunia orang yang ga jatuh. Terpleset wajar bahkan ada yang kecelakaan apa yang malu.Jangan menangis, mereka lebih khawatir daripada kecemasan mu. Kaki memar mu harusnya kamu khawatirkan. Pipi mu luka. "


Emma semakin gencar mendekati Alex namun Alex hanya biasa saja. Tidak senyum atau tidak juga baper.


Emma diam-diam mencuri jas Alex agar laki-laki itu mau ngobrol dengan nya. Respon Alex biasa saja. Justru dia datang membawa buah-buahan untuk kedua anaknya Emma dan Terima kasih karena sudah menjaga jas mahalnya.


"Terima kasih ya. Kalau kamu tidak menjaga aku pasti ga enak sama pihak penyedia apalagi desainer. "


Tanpa Emma duga Alex dekat dengan kedua anaknya yang suka bermain game. Emma bisa melihat jika laki-laki itu lebih tertarik kepada anak-anak daripada dirinya. Ketika sedang berada di Amerika Alex datang untuk menyapa mereka namun sebelum itu ia pasti minta izin Emma bertemu. Satu lagi sifat Alex yang berhasil membuat Emma jatuh hati.


Kedua anaknya benar-benar menyukai sosok Alex yang baik, pengertian dan jujur. Suatu hari Emma mengajak bertemu dan Alex setuju. Disanalah Emma melancarkan aksinya dengan mengajak Alex minum. Namun Alex menolak, Emma benar-benar ingin sentuhan Alex jadi ia memberikan obat ke dalam minuman. Alex langsung berlari hampir 8 jam di dalam kamar mandi Emma.


Emma tidak menyangka jika ada pria yang benar-benar luar biasa. Emma tanpa kondisi sehelai benang dan kondisi Alex dibawah pengaruh obat-obatan namun Alex terus menahan dengan berendam.


Setelah hari itu Alex menjauh dan Emma semakin tergila-gila.Alex adalah laki-laki luar biasa. Emma sudah banyak berpetualang pada setiap laki-laki yang hanya mereka sukai hanyalah itu bukan hal lain.


Emma bukanlah orang sembarangan ia merupakan artis dan supermodel dengan bayaran mahal. Aktingnya sudah tidak diragukan lagi. Ia pernah menjadi presenter dan model.


Meski Emma belum pernah sekalipun bertemu Ilana apalagi mengobrol ia yakin Ilana pasti orangnya baik. Secara gadis itu seperti pamannya manis dan ga boleh di lewatkan.


Suatu hari, Emma mengunci Alex di kamar mandi pria. Pria itu terkejut bahkan jantung nya dapat terdengar.


"Aku tidak bisa membiarkanmu sendiri. Ayo menikah. "


"Tidak mau. "


"Apa bayimu harus ada di rahim ku dulu ? "


"Tidak"


"Kenapa.. kenapa kenapa aku ingin menikah denganmu. Jadilah pasanganku.


Katakan alasannya, kenapa kamu tidak mau ? "


"Apa kamu punya pasangan ? "


"Tidak"


"Apa karena aku punya anak ? "


"Tidak "


"Apa karena aku tidak perawan lagi ? "


"Tidak "


"Apa aku tidak kaya ? "


"Tidak"


Alex menghela nafas panjang.


"Kau tau aku tidak mencintai mu. Aku tidak kaya. Aku tidak bisa mencukupi hidupmu. Aku hanya suka game. Aku kasihan padamu dan berdoa semoga kamu dapat pasangan yang benar-benar tulus padamu. Diluar dingin pakai mantel ku. Aku pergi. "


Emma memukul dinding kamar mandi. "DASAR LAKI-LAKI ITU. AKU MAKIN JATUH CINTA PADANYA. ARGH AKU TERGILA-GILA. "


Emma mengejar Alex. Perempuan itu melihat punggung Alex.


"Alex " Alex membalikkan badan. Emma berada dua meter darinya.


"Aku bisa memberikan apapun yang kamu mau. Aku mencintaimu. Aku sungguh-sungguh rugi jika tidak bisa mendapatkan mu. Aku bisa menafkahi mu. Kamu bisa fokus dengan game mu asalkan kamu bersamaku. "


"Kamu memang sudah gila. "


"Ya aku memang gila. Aku gila karena kamu Alex. "


"Kenapa kamu sangat tampan, manis, muda, kuat dan dewasa. Kamu baik dan begitu tulus. Semua perempuan suka padamu dan aku tidak suka ada perempuan memandangi mu. Belum lagi kamu perhatian, wangi dan sangat peduli pada wanita. Kamu peduli sama anak-anak ku dan sekarang kamu memberiku mantel mu supaya aku ga kedinginan. Bagaimana aku tidak mencintaimu. Aku benar-benar gila kalau kamu jadi milik orang lain. "


Alex meninggalkan Emma dan kegilaan perempuan itu.