
Ilana berperan sebagai Lysander. Gadis yang berprofesi sebagai Pengacara handal ini memiliki watak keras kepala,bersikap cool,pekerja keras dan ber ambisius. Selama ini Lysander berpikir jika ambisi yang membuat semakin pintar. Namun setelah mendapat klien mistis tersebut Lysander tau jika berlebihan tak akan berakhir baik untuknya.
Lysander dan ke empat rekan kerja di tugaskan oleh bos mereka untuk pergi ke sebuah desa tempat klien berada.
Mereka menaiki mobil menempuh perjalanan enam jam.
"Lysa kamu sudah bangun ? "
"Apa belum sampai ? ini kenapa berhenti ? "
"Biasa ada yang pipis "
"Ini sudah empat kali kita berhenti, apa yang di minum Steven memang. "
"Tenanglah Lysa, supir kita juga pergi pipis. "
"Aku sakit kepala, bangunkan aku jika kita sampai "
Rekan kerja bernama Tom mengusap pundak gadis itu.
"Kamu marah-marah terus ? "
"Jangan mengusap ku nanti aku makin marah "Tom makin mengusap menenangkan bocah paling muda di divisi nya.
Lysander, Tom, Steven dan Choi Byeol.
Ini kali pertama mereka pergi ke desa karena klien mereka meminta tolong untuk membantu pembagian harta warisan sebab orang tua tidak meninggalkan wasiat apapun.
" Ini akan selesai dengan cepat hanya pembagian harta warisan. "kata Tom.
" Kenapa bos memerintahkan kita semua datang ? Memang sebanyak apa jumlahnya ? "tambah Tom
"Apa kamu tau Ilana ? "
"Totalnya sekitar 2,5 juta dollar dan satu tanah. Mereka punya 6 saudara. Tiga laki-laki dan tiga perempuan. "jawab Ilana
"Ku dengar orang tua sudah meninggal begitu lama dan mereka bekerja di kota semua. Kecuali anak nomor 5&6 mereka tinggal di sana dan mengurus rumah juga tanah itu. "imbuh Steven yang baru saja naik ke mobil.
"Pembagian akan sulit, jangan sampai berat sebelah."Kata Steven.
" Kenapa begitu ? "
"Warisan tidak semudah itu, di bagi secara hukum atau melalui wasiat. Aku dan Lysander selalu tidak beruntung karena dapat masalah warisan terus menerus. Aku lebih suka mengurus perceraian daripada warisan."
"Kalian kan pintar ngitung dan buat keputusan. Kupikir ini mudah. Aku sama Byeol di bawa kemari mungkin karena bos ingin kita bisa juga. Ternyata masalah warisan tidak semudah itu. "
"Tergantung pola pikir orang yang di tinggalkan. Ada yang menolak harta peninggalan ibunya hasil, hasil susah payah ibunya karena mereka tidak ingin di kenang. Kami pernah di lempar telur busuk karena baginya perhitungan kami tidak adil. "
"Kita sampai "ucap supirnya.
Ke enam orang itu berdiri di depan. Menyambut para lawyer.
" Selamat datang Pak Steven. Ini saudara-saudara saya. "
Klien kami adalah anak nomor tiga namanya Eun Jung Kyung.
"Ini tim saya, Nona Lysander.. Nona Choi dan Tuan Tom."
"Silakan masuk kami sudah menyiapkan kamar istirahat. Pasti kalian lelah. "
Tom, Steven dan Supir mereka tidur di satu kamar. Lysander dan Byeol di satu kamar juga.
Lysander dan Byeol langsung survei lokasi tanah dan rumah yang merupakan bagian dari warisan.
Sebagai senior Byeol belajar banyak dari Lysa junior mengajar dengan baik dan jelas.
Lysa membawa surat tanah dengan membaca nya dan membawa alat ukur dan juga kualitas rumah tersebut Ilana melakukan dengan baik dan profesional.
"Sudah Lysa ? "
"Ini pak berkas saya dan surat-surat tanah juga rumah semua lengkap. "
"Terima kasih Lysa sekarang giliran saya. "
Steven mengajari Tom dan Byeol dengan membawa mesin hitung dan teknik analisis sesuai penjabaran Lysa.
"Ini tidak akan berakhir cepat, " Steven menunjukkan seringai.
"Berdasarkan hasil perhitungan dan keputusan saya. Semua aset akan di jual dengan total 5 juta dollar dan akan di bagi sama rata ke setiap anak. 12,5 Milyar akan di potong untuk biaya pengurusan tanah dan aset lainnya sebesar 100 juta per orang nya."
"Bagaimana nyonya Eun Jung Kyung ? "
"Aku sih setuju saja. "balasnya.
"Tidak, tidak begini "ucap anak nomor 5.
Ini kita akan mengatakan anak berdasarkan nomor saja biar reader's ngerti.
Ia langsung memberikan surat ke Tom dan Tom menyerahkan pada Steven ke ahlinya.
" Apa itu ? "Tanya no 1
" Kamu memberikan kertas apa ? "tanya Nona Eun.
" Ini surat wasiat. "Jawab Steven.
"APA ? "
"Kenapa bisa ada ? Kamu bilang tidak ada ? "kata no 1.
"Aku juga ga tau kak "balas anak terakhir.
" Tolong tenang, biar saya pahami dulu isi dari surat wasiat ini. Apa kalian memiliki catatan persis dengan tulis tangan nya ? "
"A.. ada tunggu sebentar " ucap nona Eun.
"Apa ini asli ? " tanya Byeol.
"Kita akan cari tau " Nona Eun muncul dan memberikan catatan orang tuanya.
Setelah menghabiskan waktu 20 menit Steven dapat memahami tulisan tangan orang tersebut.
Ia berpikir akan melebihkan harta ke anak nomor 5&6 karena merekalah yang mengurus aset dan menjaga nya namun pikiran salah. Hampir saja ia salah.
"Ini kenapa di simpan ? Untung saja pidana tentang menyembunyikan surat penting hanya denda berupa uang. Ini termasuk pelanggaran ringan. "anak no 5 tertunduk malu.
"Dengarkan saya. Ini surat wasiat asli. Karena surat wasiat ada ketetapan yang sudah saya berlakukan tidak resmi. Jadi dengarkan, anak pertama, kedua, ke empat, kelima dan ke enam akan mendapatkan tanah. Sedang anak nomor tiga nona Eun Jung Kyung akan mendapat rumah beserta barang-barang peninggalan mama dan papa. "
Ke enam orang itu kaget. Kenapa orang tuanya jadi pilih kasih.
Memang pada saat itu Nona Eun Jung Kyung dimasa muda selalu membiayai pengobatan kedua orang tuanya yang sakit hingga akhir hayat mereka anak ketiga mereka itu diketahui tidak memiliki tabungan selama bekerja di kota dan mengambil banyak pekerjaan.
Pergi ke rumah sakit kota tanpa bantuan kesehatan pun adalah ide gila Nona Eun Jung Kyung sendiri dengan memboyong dia adiknya yang juga ia biayai untuk merawat orang tua mereka sambil membuka bisnis.
Sekarang orang tuanya ingin membalas semua bakti sang anak yang tak terhingga ini dengan peninggalan mereka. Jadi apa salahnya. Dan sekarang ia justru di tuduh memalsukan wasiat.
"Aku pikir Eun ingin menguasai semuanya. Selama ini dia yang menolak keras rumah dijual."
"Benar. ! Dasar menyebalkan "
"Aku kenal seseorang yang punya seseorang bisa menyihir "
"Maksud Kaka sihir. ? Kak tidak ada sihir zaman ini. "
"Sihir itu nyata. Eun sudah keterlaluan dia membuat kita tersingkirkan begini. Jika rumah itu menjadi hak nya maka kita hanya mendapat sedikit bagian dia mendapat 7 kali lipat dari kita."
"Yah, Hanya karena Eun itu cantik mama dan papa selalu berlaku tidak adil. "
"Sudah cukup. Aku akan menyelesaikan mu Eun. "
"Tapi ka, aku takut apa tidak apa-apa melakukan sekotor ini."
"HEI dasar pecundang kau ingat. Kau memiliki hutang yang banyak kamu mau membayar dengan apa. PIKIRKAN ITU."
"Tapi sihir bukan hal yang bisa kita putuskan begitu mudah. Ada kontrak dibalik itu semua "
"Aku tidak peduli yang terpenting adalah Eun mau membagi rata harta nya. Dia menikahi suami yang kaya bahkan anak nya sekolah di sekolah mahal."
"Tapi janji kak Eun tidak akan mati."
"Iyaa kita hanya mengertak saja dia. "
"Tenang saja. "