
Ilana keluar dari apartemen. Sudah menunggu Jung.
"Siap ? "
"Ya tentu saja "Ilana menggenggam tangan Jung.Keduanya masuk ke dalam mobil.
" Tidak ada supir ? kamu nyetir sendiri ? "
"Iya, Aku memang ingin berdua saja. "
"Oh ya, kapan kamu akan mengenalkan ku pada ibu mu ? "
"Aku tidak yakin bisa lebih cepat. Ibuku bekerja sangat jauh sekali. Aku tidak seberuntung kamu, Jadi tolong pengertiannya. "
"Maaf, aku terlalu mendesak mu "
"Gapapa "
Ilana tidak mau terusik dengan pikiran yang ada Marcella di dalam nya. Sudah lama sekali rasanya Ilana tidak mengetahui kabar wanita itu.
Ilana menutup akses ketika Marcella ingin menjalin hubungan baik. Sudahlah, Ilana cukup trauma dalam menghadapi random Marcella.
Hubungan Ilana masih baik-baik saja dengan Louis. Marcella hanya mengantar Louis ke rumah Ayu atau apartemen Ilana lalu setelahnya ia pulang.
Louis sudah cukup mengerti tentang hubungan dingin Marcella dan Ilana namun ia tidak tau permasalahan apa hingga membuat kedua orang yang dicintai menjauh.
Bahkan Jung saja tidak mengenal bagaimana Louis ,Ilana masih belum memikirkan ke depan nya.
Terlalu banyak pekerjaan dan kesenangan yang hadir di hidupnya jadi Ilana fokus membahagiakan diri saja.
Jauh di sana ada seseorang yang begitu lesu padahal masih banyak yang harus ia kerjakan.
"Dokter saya minta tanda tangan. Pasien akan segera keluar. "
"Sudah ada keluarga nya "
"Ya dokter "
Dokter memberi tanda tangan.
Sedang menghadapi mayat pasien dokter itu menutup kain putih di tubuh mayat.
Hari ini mood tidak baik. Bukan hari ini saja bahkan sejak dua minggu yang lalu. Ia jadi malas bekerja dan penelitian. Menulis laporan dan keterangan data pasien.
"Ehh sudah mau pulang ? Kupikir kamu akan begadang lagi. "
"Aku lelah, antarkan aku pulang"
"Baiklah "
Kedua laki-laki yang berbeda profesi itu memutuskan untuk pergi dari rumah sakit.
Ilana pergi ke salah satu konser band yang mendunia. Tanpa di temani pengawal keduanya masuk dengan mudah seperti orang lainnya.
"Ini kursi kita "
"HOOH ILANA"
"Hello, senang bertemu denganmu "
Kedua gadis itu terpanah kaget jika yang duduk di samping adalah artis Ilana.
Konser dimulai, Jung terkekeh melihat wajah bete Ilana.
"Aku juga sudah bilang kan, lebih baik nonton di rumah "
Pasalnya orang-orang jadi ricuh. Bukannya kursi di ciptakan untuk duduk.
"Kenapa jadi berdiri semua. Di kira tinggi kita ini sama. Apa ga bisa tenang "
Ilana tidak suka ada orang berbuat suka-suka nya. Ia jadi tidak bisa melihat band kesukaan bernyanyi secara langsung. Padahal ia sudah membayar tiket seharga 15 juta kalau sudah begini Ilana jadi kesal.
"Kita pulang saja. Aku ga mau lagi disini. "
"Baiklah"
"Memang dasarnya introvert maksa ke extrovert ya susah. " celetuk Jung.
"Huftt kamu benar. Sudahlah aku butuh makan. "
"Kita makan hot pot mau ? "
"Ya itu juga boleh"
Ilana dan Jung tercyduk keluar dari gedung konser. Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan setelah berita hubungan tersebar.
"Ilana.. Jung " panggil seorang perempuan.
"Kalian nonton konser ? "Ilana berseru rupanya ini adalah teman-temannya.
"Rupanya kamu sedang berkencan. Aku tidak akan marah. Ilana biasanya selalu ngumpul kalau lagi ada waktu senggang dia ga pernah absen."
"Hari ini kita maafin ya Ila, Besok-besok kita harus makan bersama. "
"Okey "
"Bye.. bye.. bye "
Ilana makan dengan lahap apa yang disajikan.
"HUFTT "terhitung ini helaan nafas yang kesekian kalinya.
" Masih kesal ? "
" Ibu saya pesan nasi goreng satu porsi "teriak Ilana.
Daging panggang, hot pot juga nasi goreng dan minuman.
"Aku tidak tau jika Ilana ku makan begitu lahap"
"Kalau aku bertemu manager ku dia pasti akan marah-marah. Berat badan ku sudah naik 2 kilo. "
"Biar aku yang masakan. Kamu makan, nikmati saja. "
"Kamu ga makan ? "
"Aku sudah kenyang. Makan yang banyak Rubah ku sayang. "Jung mengusap surai rambut Ilana.
"Ada sesuatu yang menggangguku ? "
Ilana mendongak lalu kembali lanjut makan.
"Katakan saja, mungkin aku bisa mencari solusi. "
"Apa pendapatmu berkencan dengan pria yang hampir 35 tahun ini. "
Ilana meletakkan sumpit hingga menimbulkan suara.
"Apa kamu baca komentar lagi, Mereka, Cih! aku akan menghancurkan kepala yang membuat hati kekasih ku sedih. "
"Aku tau sekarang kamu tidak percaya diri. Tapi aku tidak peduli, kamu itu sangat tampan, kaya, baik, bisa masak, punya waktu terus buat pacarnya. Dan seksi. Sudahlah jangan dengarkan orang lain. Dengerin aku aja ya sayang"
"Jangan pikirin hal lain. Kita sudah pernah membahas usia. Tidak ada yang perlu di permasalahkan. "
"Rubah kecilku begitu dewasa. "
"Besok aku akan pergi berbelanja anak-anak minggu depan sudah harus sekolah. Kamu mau ikut ? "
"Tentu saja. Aku jadi tidak sabar. "
"Aku akan jemput kamu. "kata Ilana.
" Baiklah, tau kan alamat rumah ku "
Seorang wanita membagikan postingan ketika ia mendapat balasan dari Ilana dan Jung saat makan di kedai nya.
Aku mendukung kalian, tetaplah bersama. Kalian begitu manis.
Terima kasih, Makanan mu sangat enak. Jadilah koki yang hebat.
Kali ini di temani pengawal Jung, Ilana dan anak-anak berbelanja pakaian dan kebutuhan sekolah.
Anak-anak terlihat senang sekali. Jung dan Ilana justru yang paling excited.
"Biru saja "
"Aku suka pink "
"Aku suka biru "
"Bagaimana jika kuning ? "saran Ilana.
"Biru, " Ke empat pengawal Jung saling melirik.
Kenapa tuan muda yang dikenal tidak repot dan pendiam dan tidak banyak milih berbanding terbalik 360 derajat.
Anak-anak sedang memilih pakaian santai. Keduanya jadi orang tua yang paling heboh sendiri.
Setelah pertarungan warna tas akhirnya di menangkan oleh Jung. Biru dan Putih menjadi pilihan Jung. Lalu mereka membawa anak-anak makan.
"Enak ? "
"Iya kak Ilana. "
...----------------...
Senin, hari yang di tunggu anak-anak dan Ilana.
"Padahal sekolah dimulai pukul 9 dia sudah bersemangat dari jam 6." celetuk Joe.
"Anak-anak ayo makan sarapan sudah siap. "
"Iya kak Ilana "
"Aku akan menjemput kalian, nanti sore. Jangan pulang sendirian. "
Ting.. ting.. ting..
"Biar aku buka " ucap joe.
"Jung ? "
"Halo selamat pagi. "
"Masuklah kamu tau aja jam kami makan."
"Terima kasih. "
"Ilana " panggil Jung.
"Selamat pagi. Ada apa kemari ? Sudah sarapan. "
"Aku mau ikut antar anak-anak. "
"Kamu tidak bekerja hari ini ? "Tanya Ilana.
"Aku masih libur sama sepertimu. "
"Ohh begitu rupanya. "
"Bagaimana denganmu ? "
"Hanya acara jumpa fans di mall "
"Manager James tidak datang ? "
"Jam 11 nanti. "
Jung melirik ke kamar Joe yang berserakan dengan kertas dan alat-alat lainnya. Ilana memang seorang youtuber dengan subscribe terbanyak ia berada di urutan ke 9 di dunia.
Jung sendiri tidak tau berapa banyak uang yang dihasilkan seorang Ilana. Pastinya melebihi dirinya yang sudah bekerja hampir 20 tahun. Zaman memang berbeda. Betapa sulitnya dulu saat ia debut berbeda dengan Ilana di usianya yang ke 18 tahun ia sudah mendapat peran sebagai antagonis.
Namun Jung juga tak bisa menyalahkan, Ilana juga adalah tulang punggung. Namanya sudah dikenal sebagai gadis jenius. Pada saat ia debut pun langsung meluncurkan lighstick dan panggung ternama sudah dihadiri dalam setahun debut yang pastinya tidak mungkin dilakukan penyanyi lain.
Di dalam mobil,
Jung duduk di depan di samping ada Joe yang menyetir. Ilana duduk di belakang bersama anak-anak.
"Bagaimana perasaan kalian sekolah ? "
"Senang kak "
"Aku juga senang saat sekolah. "kata Joe.
"Dulu saat aku tingkat atas, Aku bertemu seorang gadis dia cantik kupikir menurutku cantik." Joe dan Ilana tertawa.
"Ahh yang ku ingat dia menikah setelah lulus kuliah dengan orang lain. Dia begitu cuek dan kasar. Sehingga tidak banyak yang berani terang-terangan mencintainya. "
"Cantik sekali pastinya " kata Ilana.
"Tapi kamu tidak ada tandingan nya. Aku senang melihat lucu. "jawab Jung.
"Aku termasuk siswa yang nakal. Masuk dalam daftar hitam di sekolah. Ruang ketel air pemanasan ga sengaja aku matikan bertepatan kepala sekolah lagi mandi. "
"Ahahahaha "Anak-anak lagi yang tertawa.
"Ya aku sedang tidur di sana. Karena bertengkar dengan ibuku jika aku ingin kuliah. Meski usiaku sudah 19 aku masih tidak mau mengerti. Toh aku kuliah dengan uangku.
"Akhirnya aku baru dewasa pada usiaku 26 tahun. Jika di dunia yang tidak ku sukai inilah yang membuatku sukses. Yang membuatku mampu melakukan apapun. Aku sebenarnya merasa bersalah karena beberapa mantanku harus menelan ketidakdewasaanku. "kata Joe.
"Apa kamu sudah meminta maaf dengan mereka ? "tanya Ilana.
"Aku takut, "
"Jangan takut, ini lebih baik dilakukan disini. "
"Bagaimana dengan sekolah mu dulu Ilana ? "
"Umm aku ? Aku lulus SMP saja. SMA aku ambil ujian. Sekarang kuliah aku belum membutuhkan nya. Karena aku harus cari uang. "
"Kamu tidak pernah istirahat dari dunia entertainment. "
"Benar, aku hanya beristirahat enam bulan dan saat skandal pencucian uang. Sepertinya skandal lah yang membuatku beristirahat. "
"Aku beristirahat selama tiga tahun dan kemudian lima tahun. Lalu kembali syuting. Aku mengambil pekerjaan yang ku sukai saja. Peran yang bagus dan cocok untukku. Sejujurnya aku sulit menghayal jadi kalau bekerja aku perlu mencari kecocokan antara aku dan peran itu. "
"Aku tidak punya waktu berhenti atau rehat karena aku harus mencari uang terus menerus."
"Aku tidak mengerti kenapa kamu harus bekerja. Gaji mu juga ga sedikit. Kenapa tidak istirahat bukan nya kesehatan lebih penting. "
"Ya kamu benar. Namun dunia entertainment itu pasang surut jadi siapa yang menjaga karir dialah pemenangnya. "
"Aku punya banyak impian yang belum tercapai. "
"Menikah denganku ? "Kata Jung. Ilana tersenyum. Senyum itu bermaksud lain.
Salah satunya membuat pria itu tau kalau aku bisa melampaui nya.
Jung juga bingung impian seperti apa yang Ilana ingin capai.
Ilana punya segalanya. 9 tahun bekerja tanpa berhenti dengan segudang prestasi tidak mungkin Ilana terhitung masih belum kaya.
Tapi baik rumah nenek dan apartemen Ilana sendiri tergolong biasa saja tapi lucunya semua anggota keluarga mengenakan pakaian brand ternama bahkan sandal jepit pun. Mungkin seharga 1,5 milyar dan Ilana juga sedang renovasi karena kedatangan dua anak adopsi nya.
Meski mereka berkencan namun Jung tidak berani bertanya kemana semua penghasilan Ilana. Mendapatkan Ilana saja sulitnya hingga mau nangis. Saingan dan kepercayaan Ilana susah sekali.