ILANA

ILANA
41. Ilana dan Marcella



"Putri ibu menderita delusi yang berkepanjangan. Sangat parah."


"Tapi selama ini dia menjalani hidup yang normal. "


"Dia menyakiti dirinya sendiri dengan memukul kepalanya. Supaya bisa sadar. Dia masih berhalusinasi layaknya masih anak kuliah yang ingin membanggakan ibunya. "


"Namun tidak hanya itu dia pun berhalusinasi jika artis Ilana adalah putrinya. Dia sering menunjukkan foto bayi nya. Dan mengatakan jika itu adalah artis Ilana. "


Setelah penjelasan panjang dokter, Ayu keluar dari ruangannya. Ia melihat Marcella menunggu nya dengan wajah tertunduk.


"Ma.mama "


"Kita cari suasana yang sejuk. Mama ingin berbicara padamu. "


Hatinya ibu mana yang tidak sakit melihat hancurnya anaknya selama ini. Sebanyak apapun kesalahan yang Marcella perbuat tetap saja Ayu menyayangi anaknya itu.


"Marcella, jangan sembunyikan lagi. Kau boleh gila. Kamu boleh mengungkapkan perasaan tidak enak itu. "


"Ma, aku baik-baik saja. "


Ayu menitihkan air mata. "Jangan sembunyikan lagi Marcella. "


"Aku baik-baik saja. Aku akan sembuh. Tolong jangan beritau Ilana dan Nichol. "


"Marcella kamu tidak sendirian. Selama ini kamu tidak sendirian. Kamu hanya mengasingkan dirimu. Apa yang membuatmu begitu ? "


"Tidak ma. Aku hanya tidak cocok bersama kalian. "


"Kamu lahir dari rahim ku, Aku ini ibumu. Kamu sebagian jiwaku juga. Aku tidak akan melukai mu seperti orang lain. Aku adalah orang terbaik dari buruknya dunia. "


Marcella menggeleng kepala. "Mama menghakimiku "


"Kamu selalu pakai otot bicara denganku. Kamu tidak menjelaskan apapun hanya membiarkan aku berasumsi sendiri. Aku bertanya teman-teman mu dan hilang arah. Kami berusaha menyusun serangkaian peristiwa tapi kamu tetap diam. Kakak mu Andrew rela melakukan apapun. Kamu tidak tau kan. Karena kamu saat itu masih muda yang kamu pikirkan hanyalah dirimu. "


"Demi menutup masalah ini kami tidak pernah bertanya siapa pria itu yang membuat keluarga kita hancur. Kamu menilai jika keluarga menghakimi mu padahal kami melindungi mu. Kamu selalu marah.. apapun yang kami lakukan kamu marah. Karena ada bayi mu disana kami berusaha mengalah dan sabar. Yang kami lakukan saat itu bagaimana bayimu dan kamu sehat. "


Ayu meraih tangan Marcella.


"Sudah 27 tahun Marcella. Sudah saatnya kamu bicara denganku. Aku akan mendengarkan nya berapa banyak waktu yang kamu butuhkan aku akan dengarkan. Mama mu disini. "


Marcella tidak bisa menahan air matanya lebih lama. Air mata akhirnya keluar begitu deras. Ia memeluk sang ibu.


"Maafkan aku.. maaf.. maaf.. maaf.. maaf.. maaf.. maaf.. maaf "Ucap Marcella di sela tangisan.


" Menangislah putriku. Anakku sayang."


"HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS..HIKS.. HIKS.. HIKS.. HIKS.. "


Selama satu jam Marcella bahkan tidak berhenti menangis. Ia menunjukkan semua rasa sakitnya selama ini ia pendam. Ayu berharap setelah ini Marcella dapat menerima kenyataan hidupnya dan mengangkat kepala dengan rasa bangga telah melepas cengkraman ketakutan.


27 tahun berjalan sendirian dengan rasa sakit yang membunuhnya. Tentu bukan hal yang mudah. Hingga membuat tujuan sirna.


Dokter menghampiri Ayu dan Marcella.


"Biar saya bu " Ayu mengeleng kepala.


Ia mengendong Marcella di tubuh belakang. Ayu kuat dan dia harus kuat siapa yang mengira jika wanita kuat ini adalah nenek artis terkenal Ilana. Hidup begitu keras maka ia pun harus kuat. Keberhasilan akan membuktikan usaha kita.


Ayu berjalan dengan pelan agar tidak menganggu Marcella yang telah tertidur pulas. Kedua sudut bibir terangkat Ayu kembali nostalgia ketika Marcella kecil. Putri bungsu harus di gendong oleh nya agar bisa tidur. Bahkan sudah memiliki dua anak dia masih ingin di manja oleh ibunya. Masa muda Marcella terengut karena harus menjadi ibu.


...----------------...


Louis bergegas turun ketika mendengar panggilan paman nya jika Mama pulang.


"Mama"


"Mamaa"


Marcella menunggu di tangga. Nichol langsung menghambur pelukan.


"Kamu merindukan mama."


"Ya mama kemana aja sih. Lama banget, apa pekerjaan begitu banyak." Marcella mengangguk. Wanita itu memeluk sang putra dan mencium rambut hitam anak laki-lakinya.


"Mama kenapa baru pulang, harusnya mama pulang tadi malam karena ada kakak Ilana kemari sekarang Kakak pulang ke apartemen di jemput Pak James."


Marcella tersenyum saja. Ilana ? satu manusia yang begitu Marcella takutkan terakhir kemarahan Ilana membuatnya begitu sadar betapa buruknya dia.


"Ma, sudah makan apa belum ?"


"Mama sudah makan tadi bersama nenek, Apa kamu mau makan yang lain ?"


"Tidak aku juga sudah makan sama Paman Alex."


"Bagaimana keadaan mu disini ?"


"Aku baik-baik saja. Aku kemari belanja terus sama Kak Ilana. Kami belanja dan Kak Ilana bermain sama aku tadi sama Paman Alex."


"Apa kamu harus memberitau kan ini semua pada ibumu ? Berapa usiamu memang ?"Alex mengusap rambut rapi Nichol.


"Memang kenapa ? Mama yang berkata begitu. Kata mama dia ingin aku menceritakan apa saja yang kulakukan tanpanya. Aku sering melakukan itu."


"Mama baru pulang nanti saja ceritanya."


"Iyaa paman." Louis langsung naik ke atas.


"Apa kabar ? Kamu baik-baik saja." tanya Alex. Marcella mengangguk.


Andrew menuruni tangga ia memandangi adiknya sebentar lalu memeluknya.


"Kakak ?" Marcella begitu terkejut.


Alex ikut memeluk keduanya. "a.a.a.. Ada apa ini ?"


"Kami sudah tau semuanya. Maaf Marcella karena tidak dapat memahami."


"CHEERS "


Jung menemani Ilana bertemu dengan sahabatnya. Keduanya di timpal banyak pertanyaan. Mengenai hubungan ? Kapan bertemu ? Sejauh mana hubungan mereka ? Apa benar akhir tahun ini keduanya akan segera menikah ?


"Jung mencintaimu. Dia tidak peduli pada wanita sekalipun itu lawan main nya.Padahal kemarin gadis yang bermain bersamanya sungguh cantik. Dia tersenyum hanya padamu. Aku cemburu loh."


"Bagaimana kamu tidak memberitahu kami, kau anggap kami apa."


"Dasar bocah nakal."


"Dia lebih nakal dari kita."


"Aku lagi di ledek. Sayang lihat mereka."


"Ngadu sama pacarnya dih apaan nih. "


"Tapi hubungan kalian baru dua tahun, apa kamu yakin menikah ?"


Ilana mendongak teman nya gugup. Jung pergi sebentar mengambil minum.


"Maksudku, kamu masih muda. Kamu belum terlalu kaya. Kamu harus menikmati masa muda mu."


"Aku memang belum kepikiran menikah. Jangan khawatir aku hanya menakutimu saja tadi."Ilana mengambil es batu.


"Bocah nakal."


"Kamu lama sekali ngambil es batunya. Memang susah yaa ?"


"Beku dia kayaknya ada lelehan air masuk jadi nyatu. Ini lagi aku pisahin. Kamu mau juga es batu."


"Iyaa."


"Ngomong-ngomong, Kak Yuki ga datang ?"


"Argh !!! Kenapa menyentil ku."


"Dasar bodoh, bagaimana dia baik-baik saja setelah skandal perceraian. "


"Ini sudah setengah tahun dia ga muncul."


"Huft Yuki memutuskan untuk istirahat setahun dia memilih liburan di Eropa. Kamu tidak menghiburnya."


"Aku sering mengirim pesan kepada nya, dia bilang aku harus berkujung kalau ada jadwal ke Paris."


"Itu sebabnya aku tidak ingin kamu cepat-cepat menikah, kita tidak tau laki-laki dapat berubah dia bisa berbeda daripada saat berkencan dulu."


"Kak Yuki juga bilang gitu, kuharap luka dapat terobati di sana. Kasihan orang-orang menuduh dia tidak bisa hamil."


"Begitulah hidup Ilana. Patung mereka di hancurkan kamu liat kan di instagram."Ilana mengangguk.


Satu lagi anggota bernama Park Yuki,perempuan berusia 32 tahun itu merupakan artis senior ia mendapat julukan sebagai ratu drama sudah banyak drama yang ia perankan dan menjadi best drama, berkecimpung sejak usai masih 11 tahun karir terus melonjak ke atas wanita itu memutuskan menikah dengan lawan main nya, namun kandas di tengah jalan karena suatu masalah. Ia diceraikan melalui berita di media kala itu di bulan Januari Yuki harus pergi ke Macau sebab syuting drama. Pernikahan yang berumur 9 bulan harus kandas, setelah drama telah usai penayangan Yuki memilih rehat sampai waktu yang tidak dapat di tentukan.


Jung menyetir menuju ke apartemen Ilana. "Mengenai teman-temanmu ?"


"Oh ya kenapa ?"


"Apa kamu begitu dekat dengan mereka."


"Ya kami berteman cukup lama."


"Berapa lama ?"


"7 tahun "


"Kurasa kamu harus lebih memilih dengan teliti teman. Lebih baik menghindari teman yang buruk."


Ilana menghentikan kegiatan melepas sepatu. "Apa maksudnya ? Teman-teman ku buruk ?"


Jung menghela nafas panjang ia tidak ingin menyinggung namun hanya saja Ilana begitu pintar jadi Jung tidak perlu menyusun kata yang lebih mudah dimengerti.


"Kamu ga marah kan ?"Tanya Jung hati-hati.


Ilana tersenyum simpul. " Tidak, itu penilai mu. Apa teman ku menyakitimu ?"


"Aku tidak suka teman-teman mu. Pakaian mereka,cara bicara mereka dan gaya hidup mereka. "


Ilana hanya tertawa saja mendengar keluhan Jung mengenai teman-teman nya. Jung menggeleng kepala, Ilana selalu begitu ia berpegang pada pendirinya. Wanita itu berprinsip. Namun Ilana juga tidak memancing pertengkaran itulah yang Jung suka.