ILANA

ILANA
26. Give Advice



Ilana melirik ke arah berkas-berkas yang dimana itu adalah lagu ciptaannya. Gadis itu sedang bersantai di kursi pijat.


Namun Ilana merasa enggan untuk melakukannya.


Ilana menghubungi seseorang. "Aku mau lagu di nyanyikan oleh B.vlet suara mereka masuk."


"Ilana Terima kasih atas dukungan nya segera ku beri tau kan mereka. Ini akan jadi kerja sama terbaik kita. Aku harus ke depan kamu selalu mengandalkan kami untuk membawa lagu-lagu mu. "


"Aku juga senang anda menerima kerja sama kita ini dengan baik. "


"Ilana kamu begitu murah hati sekali. Aku merasa terbantu olehmu. "


Tentu saja menjual lagu miliknya juga berati uang hak cipta milik Ilana bernilai ratusan milyar. Karena bukan hanya lagu melainkan koreografi dan kostum nya.Ilana akan memeriksakan itu.


Meski banyak yang ingin membelinya namun Ilana tipe pemilih, lagu nya harus di bawakan oleh orang yang benar-benar tepat. Oleh sih pemilik suara dan pribadi yang pas dengan lagu akan ia persembahkan.


...****************...


Ilana sedang latihan di ruang Pribadi. Ilana di undang ke acara music di Amerika sekaligus nama masuk nominasi. Maka dari itu penampilan harus sebagus mungkin.


Sophia melihat di dalam. Ilana tengah berlatih untuk lagu barunya bersama para penari perempuan. Lagu nya yang bertajuk PRETTY COOL akan di nyanyikan di Amerika untuk pertama kali setelah penayangan pertama di YouTube.


"Hei Sophi"


"Hei ada apa ?"


"Ilana di dalam ?"


"Iya dia latihan. Ada apa kamu kayak bingung gitu ?"


"Ini, Jessie kamu taulah huftt aku pusing banget. "


"anak itu malas sekali. Dia ga datang, padahal dia harus give advice. Kamera sebentar lagi on. "


"Ohh new girl band. "


"7 bulan lagi mereka tampil. Aku ini harus gimana. Jessie nih aduhh gemes aku dia kan ga sibuk sekali tapi malas kebangetan. Aku aku mau ngadu aja deh ke Mr.Nichol "


"Hanya Jessie aja ?"


"Ya harusnya begitu. Sumpah kalau Jessie di marahi Mr Nichol aku kabur saja." Sophia terkekeh. Teman nya ini benar-benar kelelahan fisik dan mental akibat artisnya semua artis yang bekerja dengannya tidak ada yang beres.


Sophia tau itu karena ia pernah merasakan kelakuan para artis yang bikin sinting.


"Laura kau kesini"


"James ku sayanggggg "Laura menghambur pelukan.


"James bantu aku, James "


"Apa lagi ? Jessie lagi ?"


"Iyayaa. Apa kamu bisa bicara dengan Ilana. Jessie dia tidak mau bangun entah mati atau apa aku tidak peduli. Tolong aku James, ini akan jadi dokumentasi ZEN ROYAL."


"Berapa lama ?"


"1 jam hanya 1 jam James. Tolong aku, aku mohon."


"James bagaimana ini ?"


"K..kenapa ?"tanya Laura mengamati wajah ketakutan Sophia begitu dengan James.


"Ilana...aku berharap kau tidak berekspetasi jangan memaksa ya.Kamu saja yang bilang."


Tok


Tok


"Ilana"


"Ada apa ?"Tanya Ilana mengeringkan tubuh dengan handuk kecil.


James meminta Laura yang berbicara.


"Ilana, apa kamu bisa menolong ku ?"


"Ada new girl band yang harus di give advice. Hanya 1 Jam ini akan menjadi dokumentasi Agensi."


"Memang aku mengantikan siapa ?"


"Jessie kau tau dia ?"


"Siapkan saja semuanya aku akan mandi dulu."


"BENARKAH ? ILANA THANK YOU. AKU MENCINTAIMU. I LOVE YOU ILANA"


"Kalian boleh pulang, Terima kasih semua sudah bekerja keras."Ilana bertepuk tangan untuk para dancer.


Mereka menunduk hormat dan mengucapkan terima kasih.


James datang bersamaan Perias. "Yang simpel saja. "


"Baik nona Ilana"


Kamera dan perekam sudah siap. Ilana berada di ruang audio sambil mendengarkan suara dari sembilan orang itu dengan seksama.


Di dampingi pelatih mereka. Ilana mendengarkan sambil memejamkan mata. Tangan bergerak untuk menulis disana.


"Kamu tau apa yang kamu tulis."


"Gadis yang sedang nyanyi sekarang ini. Aku merasa dia berlatih dengan keras mungkin dia sedang sakit suara nya jadi tidak enak di dengar."


"Benar, dia berlatih keras agar mendapat posisi vocalis "


"Lanjut yang lain "


"Kupikir dia tidak begitu ahli dengan posisi Rap. Dia ga teliti dalam pelafalan. "


"Next "


"Next"


"Next "


"Kita sudah melihat suara dari ke sembilan orang ini. Bagaimana jika kita menemui mereka ?"


"Aku setuju. " jawab Ilana.


Di ruang latihan. Kesembilan gadis itu menunggu senior mereka datang.


Tok..tok..tok


"Ohh mereka datang"


"Hallo "


Para gadis-gadis belia begitu deg-deg an menanti senior mereka.


Ilana muncul terakhir setelah kameramen masuk.


"Hallo "


"O! Kakak Ilana "


Mereka berseru melihat Ilana datang. Senyum dengan penuh arti menyinari ruang latihan calon girlband pada senior mereka.



"AAAAAAAAA"


"OMG Ilana "


"Penyanyi bertalenta Ilana. "


"Aku benar-benar tidak menyangka dia datang ke ruang latihan kami. "


"Saat Ilana datang aku terdiam jantung ku berdegup lebih kencang. Kau tau dia punya ruang latihan sendiri dan tidak semua orang boleh masuk atau menyapa. Ruangan itu dijaga ketat. "


"Hallo..hallo..hallo."


"Kak Ilana sudah datang kalian bisa mempersembahkan koreografi dari lagu yang sudah kalian latih."


Ilana melirik mereka satu per satu. "fighting"kata Ilana


"FIVE..SIX..SEVEN..EIGHT"


Lagu yang mereka bawakan bukan milik Ilana salah satu girlband lain namun Ilana tau bagaimana koreografi mereka.


Ilana pencipta koreografi yang sulit. Jangan salahkan dirinya salahkan guru nya.


"Waktunya penilaian yaa"


"Kita mulai dari suara ?"


"Suara yang benar-benar sampai ke benakku adalah miliki gadis nomor tujuh. Siapa tadi yang nyanyi nomor tiga dari belakang."


"Siapa nama mu ?"


"Rose "


"Rose, aku benar-benar suka dengan suara mu. Kamu punya suara yang spesial dan kamu berusaha mengembangkan itu. Mungkin bisa saja jika tidak latih akan buruk. Saranku, Kamu hanya perlu mencoba di lagu yang memiliki 4 oktaf. Karena kupikir itu solusi menjaga pernafasan mu. Saat kamu dance tadi aku bisa melihat kamu tersengal-sengal. Mungkin itu saja."


"Lalu, lanjut ke Shiyaca. Tolong maju satu langkah biar aku bisa melihat wajahmu "


"Pintar "


"Aku mendengar suara mu, bagus cukup bagus. Kupikir kamu sangat mudah mendapat posisi vokalis. Aku bisa mendengar artikulasi dan suara mu yang cukup bersih. Namun alangkah baiknya saran dariku kamu menyesuaikan dengan porsi yang sudah di tentukan tidak usah di buat lebih besar atau di buat-buat pokoknya, karena ketika kamu berupaya lebih baik suara mu langsung bermasalah. Latihan kamu bisa dengan bernyanyi sambil atur nafas pelan-pelan saja. Suara mu paling keren disini kamu biasa saja itu sudah keren."


Hingga orang terakhir Ilana tanggapi setiap sudut dirinya.


"Ini hal yang tidak di rencanakan karena saya kemari. Tapi melihat kalian hari ini, aku merasa kalian sedang latihan. Kalian melihat di cermin saat part kalian bukan ke aku. Aku merasa kalian juga ingin lebih baik satu dari yang lain. Itu bukan hal yang baik mengingat kalian akan memulai karir. Aku ingin melihat kalian tampil bukan latihan. Aku punya ekspektasi tinggi karena kalian sudah 7 tahun disini."


"Mata dan ekspresi adalah kunci pertama komunikasi penyanyi dan penonton. Aku tidak melihat kalian bernyanyi untuk menceritakan lagu itu tapi bernyanyi untuk beradu bakat dan kehebatan. Tidak perduli seberapa bagus suara kalian jika kalian tetap seperti ini orang-orang tidak akan mengenal kalian. Mereka hanya tau lagu kalian kalau itu keren,kalau itu bagus. Tidak ada karakteristik dari kalian yang menonjol. Kalian harus punya ikatan chemistry satu sama lain. Itu dulu pelajaran untuk kalian."


Mereka mengakui pantas saja Ilana mendapat A+ di seleksi terakhir latihan nya. Hasil ujian sampai di pajang di lantai dua ZEN ROYAL . Ilana begitu keras pada dirinya dan mencoba di luar kemampuan apapun itu.


Ilana bukan berada di titik sesuai kemampuan tapi ia berada di titik luar kemampuan. Latihan dan kerja keras.Bakat yang ga ada di paksa ada dan dia harus bisa.


"Jika kamu terus mengatakan aku akan melakukan sesuai kemampuan ku maka kamu hanya disitu saja. Tapi jika kamu melakukan di luar kemampuan mu maka kamu akan melihat kelebihan dan kekurangan mu."


Jujur guru Ilana merasa begitu takut saat dulu Ilana berada di naungannya. Ilana tidak mau menyerah meski ia sudah tidak ada harapan. Ilana hidupkan harapan, ambisi dan ekspektasi hingga Ilana menjadi sekarang.


Tidak ada yang pernah tau mengapa Ilana berjuang mati-matian. Padahal dia bukan berasal dari keluarga miskin. Meski keluarga miskin pun belum tentu semangat itu ada.


Seluruh idol terancam olehnya mereka memiliki harapan tinggi pada idol mereka yang berharap seperti Ilana. Raga perempuan tapi kekuatan laki.