ILANA

ILANA
42. Pekerjaan pembohong sejati



Joe sedang berkutak-atik dengan laptop nya. Ilana membuka pintu kamarnya.


"Sedang apa ?"


"Biasa Vlog kelima masih tahap ngedit."


"Memang berapa banyak video yang ku buat. "


"12 video Ilana masih ada 7 lagi bahkan aku hanya tidur 2 jam dan belum kulihat cahaya selesai. Aku belum memeriksa dana dari rekening mu yang masuk tapi aku usahakan setiap pagi ku selesaikan. Karena ini uang jadi aku ga boleh salah hitung."


"Di ujung ada naskah sudah di kirim Sophia tadi pagi. "


Joe melirik Ilana yang duduk di samping nya. "Kamu bahkan sudah membiayai film. Kenapa tidak pensiun saja."


"Aku akan pensiun kalau aku sudah kaya." Joe melirik malas Ilana.


"Aku mau club nanti malam, tidak akan pulang." Ilana mengangguk.


"Kamu punya definisi kaya yang berbeda. Jika aku jadi kamu aku pasti berhenti. Aku liburan,makan yang enak dan membeli apapun yang kusuka. Dunia hiburan toxic, agensimu juga sudah begitu kaya dan banyak tindak kejahatan. Untung kamu artis terkenal makanya di lindungi."


ponsel berdering pria itu langsung meraih yang berada di meja. "Alex ?" Belum sempat Joe mengangkat Ilana menghentikan nya.


"Jangan beritahu mereka kalau aku ada di apartemen katakan saja aku keluar sama teman-temanku." Joe menyeringai.


"Apa ada kasus yang tidak ku ketahui, habis ini cerita yaa."


Joe langsung mengakhiri telfon. Alex mencari Ilana, Joe mengikuti perintah bahwa Ilana pergi bersama teman-teman nya.


"Telfon Sam suruh dia belanja kebutuhan dapur aku lapar."


"Oke-oke."


"Apa katanya ?"


"Nenekmu sakit. Dia ingin kamu datang. Apa kamu bertengkar dengan nenek mu."


"Tidak." bantah Ilana.


"Dia ingin mempertemukan dengan ibuku. Aku tidak mau. Aku akan terus menghindari mereka."


Sedang di kediaman Ayu. "Bagaimana Lex ?"


"Huft ma, kita lupa satu hal."


"Pengawal disini milik Ilana. Mereka patuh terhadap Ilana,kan." Andrew dan Muhammad tepuk jidat mereka melupakan itu.


...----------------...


Beberapa bulan kemudian...


Secara resmi Ilana ikut berpatisipasi dalam pembuatan film bergenre zombie. Ilana juga diketahui berinvestasi di dalam drama yang cukup mahal, drama ini akan mengambil latar di 6 negara. Para pemain sudah berada di tahap pembacaan naskah, dari sumber terpercaya produksi film mengeluarkan statement jika Ilana menjadi pemeran utama wanita.


Film ini rencana akan tayang di cinema penonton tidak sabar menunggu sekeren apa film termahal ini akan tayang.


Tanpa menunggu lama Ilana dan para pemain sudah memiliki jadwal untuk pergi.


"Anak-anak kemari."kedua mata mereka jadi begitu sembab melepas Ilana.


"Kakak akan pergi begitu lama, tolong jaga semuanya yaa. Disini akan ada paman Joe. Dia tidak akan pulang kalau sedang di club. Semua akan berjalan seperti biasanya aku sudah mempersiapkan layanan makan jadi kalian ga perlu masak. "


"Kak Ilana jangan lama-lama."


"Nanti kalau liburan kak Ilana ajak ke luar negeri. Jaga diri kalian, jangan macam-macam selama kakak pergi. Joe ingat pesanku." Joe mengangguk.


Sam dan Saka mendampingi Ilana, ada James juga Sophia yang akan ikut berangkat hari ini bersama Ilana.


"Ilana ayo."Kata James. Ilana mengangguk. Anak-anak memeluk Ilana begitu dengan Joe. Ilana melambaikan tangan kepada ketiga orang itu.


Lift membawa Ilana beserta staff nya pergi. Ilana tidak ingin Joe dan anak-anak mengantarnya sampai ke bandara.


"Ilana ?" Ilana menoleh melihat ada Ayu dan Alex.


"Nenek."


"Syukurlah tidak terlambat, Apa aku bisa bicara dengan cucuku dulu Pak James ?" James melihat ke arah jam tangan.


"10 menit "


"Disini saja nek, mau bicara apa ?"Ilana menolak ketika Ayu hendak meraih tangan nya.


"Ilana tapi---"


"Mereka sudah tau kok." James, Sam dan Saka terdiam. Sophia berpura-pura seolah tidak tau.


"Ada apa ?"


"Ilana, kenapa menghindar ? Apa terjadi sesuatu ?"


Ilana mengejek. "Apa terjadi sesuatu ? Ya tentu saja."


"Ilana kamu sudah tau ?"


"Bahkan cat rumah di ganti pun aku pasti tau nek."


"Ilana Marcella tetaplah ibumu. Setidaknya beri dia waktu menjelaskan semuanya."


"Dia punya waktu tapi aku tidak nek. Bahkan jalan ke mall saja aku ga punya waktu. Sudah ya nek."


Ilana mengusap wajahnya kasar. "Nenek sudah lupa aku bonyok gara-gara Marcella !! "


"Ilana kontrol dirimu kamu sedang di luar "sela Sophia.


"Baiklah, maaf"jawab ilana.


"Setidaknya lakukan ini untuk nenek."


"Aku ga punya waktu untuk orang yang hidup di masa lalu. Aku ga punya waktu untuk orang yang ingin memperbaiki masa lalu. Masa lalu tetaplah sejarah siapa yang bisa menulis ulang sejarah."


Kalau nenek masih ingin membahas ini lebih baik nenek jangan temui aku. Sampai nenek mau menghargai."Ilana lalu masuk ke dalam mobil. Sam dan Saka masuk di kursi depan.


James dan Sophia masuk ke mobil lain bersama supir dan pengawal lain nya juga. Kedua mobil mewah itu pergi meninggalkan Ayu dan Alex.


"Bangunkan aku kalau sudah sampai di bandara."


"Baik Ilana."


"Apa kamu butuh minum ? "tawar Saka.


"Aku baik-baik saja. Aku mau tidur, berjalan dengan tenang. Aku butuh tenaga untuk senyum"Ilana mengatur posisi kursi jadi datar agar ia dapat tidur.


Ilana menyapa para penggemar bersama para pemain yang lainnya. Sophia dan James mengikuti dari belakang.


Ilana tampil dengan mengenakan pakaian bermerek dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tidak seperti kebanyakan artis lainnya, artis satu ini yaitu Ilana tidak pernah mengenakan pakaian tanpa merek ataupun biasa itulah sebabnya ribuan orang mengikuti gaya nya yang fashionable dimanapun dan kapanpun selalu tampil memukau.


Bukan ingin Ilana namun ia sudah terikat kontrak dan menjadi BA semua pakaian yang ia kenakan sangat terjadwal. Suka tidak suka ia harus lakukan untuk menaikkan nilai jual.


"Pantas saja takdirnya menjadi artis dia mampu tersenyum setelah bertengkar." Ujar Sophia dengan pelan.


"Menjadi artis berati kamu menjadi pembohong sejati."Keduanya masing memandangi Ilana yang melambaikan tangan dan tersenyum ke kamera.


...----------------...


Enam bulan kemudian....


Joe dan anak-anak pergi ke London untuk memberikan kejutan untuk Ilana. Ilana mengirim alamat tempat tinggalnya.


James dan Sophia bergantian menemani Ilana selama syuting nya di berbagai negara.


"Pak James, kenapa ga bilang kalau ketinggalan di rumah."


Ilana menyetel lampu apartemen nya.


"SUPRISEEE" Ilana terkejut bukan main kedatangan ketiga orang itu.


"Kalian ? Ya tuhan, kalian beneran datang. AAAAAA Pak James ini ?"


"Ponsel tidak ketinggalan Ilana, mereka datang untuk memberimu kejutan."


"AAAAAAAA"teriak Ilana yang langsung memeluk ketiga orang itu.


"Eh Pak james kemarilah, kamu pasti ingin di peluk."kata Joe.


"Tidak..tidak perlu aku----" Ilana menarik pria itu.


"Kaku sekali "cibir Joe diangguki Ilana.


Ilana dan lainnya makan malam di restoran.


"Berapa lama lagi syuting nya ?"Tanya Joe


"Seperti lima bulan lagi. Akhir tahun ini sudah tayang."


"Nanti kita nonton film kak Ilana ya. Dia terkontaminasi virus zombie nantinya."Kedua anak itu mengangguk.


"Issssss kenapa diberitau sih."


"Ya namanya tinggal di rumah yang sama harus akrab. "


"Syukurlah kalian jadi makin dekat."


"Kamu pergi, kan memalukan sekali aku paling tua di rumah tapi tidak berbuat apapun. Padahal kami sama-sama menumpang."


"Jung datang menjenguk mu kan ?"


"Menjenguk seolah aku sakit saja."


"Dia datang kan,ku dengar begitu."


"Umm, tapi dia aneh sekali."


"Apa maksudnya ?"


"Dia terlalu baik sekali, perhatian sekali."


Joe dan James saling melirik apa mereka tidak salah dengar.


"Tidak, kau ini sudah gila atau bagaimana ?"


"Tidak, aku tidak begitu yakin dia melakukan ini-- tapi-----"Ilana melihat bergantian ke arah dua laki-laki di hadapan nya. Wajah mereka terlihat marah.


"A..anggap saja aku salah bicara. Lupakan saja tadi."