ILANA

ILANA
32. Hukuman ibu yang dzalim



Malam itu,


Nichol menerima telfon dari James jika ia mendapat pelaku yang menyebarkan berita bohong ini.


Dengan membawa tiga orang hebat nya. Terpaksa menghabisi beberapa nyawa yang sudah di sekap. Setelahnya di buang ke jurang terdalam.


"Aku sudah berlumuran dosa. Demi ZEN ROYAL kulakukan ini. Maaf..."


"Untung apa kamu minta maaf ? " Nichol berbalik arah.


Ia menjumpai istrinya. "Aku tau kamu membunuh mereka. "


"Maafkan aku, aku tidak ingin seperti ini "


"Mereka pantas mendapatkan nya. Kamu lakukan ini untuk ZEN ROYAL, keluargamu, dan Ilana. ZEN ROYAL bukanlah apa-apa dan di anggap remeh namun sekarang berubah. Mereka salah, karena menyakiti kita. Itu sudah keputusan yang benar Nichol. Jika kamu tidak melakukannya maka aku yang akan melakukannya Ilana itu sumber kekayaan. Keluarga kita tidak boleh miskin. "


Istrinya berubah sendu. "Tapi disamping tentang uang Ilana itu manusia yang baik. Dia sungguh baik sekali. Jadi aku sedih sekali jika ada orang yang menyakitinya. "


ZEN ROYAL hampir saja tutup jika Ilana tidak membantu nya. Nichol semula tidak tau apa yang harus dia lakukan, sarjana ekonomi terkesan percuma mendapat warisan agensi bangkrut. Nichol memiliki tiga bersaudara CEO ZEN ROYAL itu anak tengah.


Sesuai dengan yel-yel nya Ilana berhasil mengguncang ZEN ROYAL. Nama sudah dikenal sebagai artis jenius dengan segudang prestasi di kala ia belum bergabung di agensi manapun.


Nichol tidak mau membuat suasana hati Ilana buruk sedikitpun. Semua orang tau bagaimana pilih kasihnya agensi untuk Ilana tapi anehnya Ilana tidak membuat perbedaan yaa kau tau semisal dia lebih sombong, jahat dan bertingkah. Ilana menempatkan diri sebagai anak yang harus di trainee Ilana tidak bertingkah dan juga tidak sombong.


Dia masih menghormati Nichol, menuruti James, mengikuti saran Sophia, menyapa keluarga besar Nichol. Mengajari junior yang akan debut dengan baik. Mendengarkan saran Sam dan Saka juga berbincang dengan para perias dan makan bersama dengan karyawan lain.


Nichol harus benar-benar menjaga Ilana, tidak ada yang perlu dia takutkan apalagi dia pedulikan.


...****************...


Musim salju,


Sebagian orang memilih di rumah dan sebagian yang lain tetap beraktivitas. Di pusat kota.


"Aku rasa agensi memang menutupi kebusukan nya. Aku jelas-jelas melihat di foto mirip sekali dengan Ilana. "


"Aku ga percaya juga kalau Ilana kaya dengan sendirinya. Kekayaan tidak wajar, apa lagi kalau bukan dengan cara kotor. "


"Aku jadi tidak menyukainya. Akan ku buang saja merchandise nyesel aku ! "


"Sama ! " seru dua perempuan lain.


"Cantik-cantik tapi penipu "


Seorang perempuan menaikkan ke atas kaca mata hitam di tengah salju yang turun begitu banyak. Perempuan itu tak merasa kedinginan. Pipi dan hidung memerah, air matanya jatuh tak bisa ia bendung.


"Ilana kamu baru bangun tidur, apa nenek membangunkan kamu anak baik ? "Ilana mengeleng.


" Anak ini cantik sekali, rambut juga wangi sekali. Nenek bawakan makanan, makan yaa sayang. "


"Terima kasih nek"


"Nek, ini hadiah dari siapa ? "


"Nenek juga ga tau sayang. Apa perlu nenek tanyakan ke satpam depan. "


Ilana memegang kotak kecil itu seketika parfum orang tersebut menyeruak Ilana tau siapa pemilik kotak ini.


"Tidak nek, "


"Yasudah kamu bersih-bersih lalu makan. Nenek keluar dulu. "


"Nek istirahat, jangan sering masak-masak. " Ayu terkekeh.


"Aku ga bisa apalagi cucuku yang cantik sedang di rumah. Aku ingin melakukan yang terbaiknya untuknya. "


Ilana membuka kotak tersebut sontak membuang isi di dalam nya. Itu adalah paket coklat dan minuman kesukaan Ilana.


Setelah selesai dengan urusan nya Ilana menyuruh salah seorang pembantu datang.


Ia terkejut melihat kamar Ilana yang begitu kotor tidak seperti semestinya karena Ilana begitu bersih.


"Nyonya Ilana kenapa bisa sekotor ini ? "


"Bersihkan saja, pastikan nenek atau paman ku tidak tau mengenai ini. "kata Ilana dengan tegas.


Ia keluar membawa kotak tadi. Mobil langsung keluar dari gerbang. Alex yang baru saja keluar sehabis berenang melihat keponakan mengendarai mobil.


Ilana menendang pintu masuk rumah Marcella.


" N.. nyonya Ilana " tiga pelayan di depan Ilana merasa takut


"Dimana Marcella ? "


"Nyonya sedang pergi mengantar Tuan Muda ke sekolah"


Bahkan dia tidak pernah begitu denganku.


Ilana membuyarkan kecemburuan ini.


"Suruh dia pulang! "


Mobil Marcella putar arah ketika mendapat telfon jika Ilana ada di rumah.


KLEK


"Bi, kok engsel pintu bisa patah---"


"Aku yang nendang. Aku ganti untuk engsel dan biaya pemasangan nya. "


"Ilana, Kamu keliatan marah ? Harusnya kita berbicara dengan tenang. "


Ilana melempar kotak itu dengan sangat keras ke Marcella.


"Ilana " lirih Marcella.


"BISA TIDAK JANGAN MENGUSIKKU LAGI. JANGAN BERUSAHA MEMPERBAIKI HUBUNGAN INI, AKU GA SUKA DAN AKU GA MAU. KAU PIKIR AKU AKAN LULUH SETELAH KAMU MENGIRIM FOTO KECILKU BERSAMA MU DAN MENULIS PESAN MENYENTUH. AKU TIDAK PEDULI. "


"Ilana mama Minta maaf. Maafkan mama. "


"ITU YANG KAMU UCAPKAN SELAMA 9 TAHUN. SELAMA SEMBILAN TAHUN JUGA AKU TERUS MEMAAFKAN BERHARAP KAMU TIDAK KASAR PADAKU. AKU BERUSAHA TIDAK MEMUKULMU KARENA KAMU IBUKU."


"Ilana perasaan mu tidak baik, kita bicarakan nanti. "


"STOP.. STOP.. STOP berhenti melarikan diri." Langkah Marcella terhenti saat ingin keluar.


"Perasaan ku masih baik-baik saja sebelum hadiah darimu ku buka. Kau tau aku harus bertahan dan menyembunyikan apa yang kamu perbuat dari nenek dan saudaramu. Nenek selalu mengingatkan ku untuk menjaga hubungan kita, aku tidak sanggup lagi jika harus bertemu denganmu, satu negara denganmu saja membuatku sesak. Setiap kali bekas gambar di tubuhku di pertanyakan aku harus menahan tangis, ingin sekali aku mengadu bahwa kamulah yang melakukan ini padaku. IBU KANDUNG DENGAN HATI BEJAT ITULAH KAMU MARCELLA"


"Kamu berusaha baik karena apalagi. Apa yang ingin kamu ambil dariku !!!! Karena kasus kah ? Aku baik-baik saja. Aku tidak akan terseok-seok dengan kasus ini. "


"Satu lagi jangan pernah bawa Louis. Peranku hanyalah kakak tiri Louis bukan putrimu. "


Saat membuka pintu Ilana dan Marcella terkejut mendapati Ayu berada di depan. Ada Alex juga. Wajah keduanya mengisyaratkan kemarahan terdalam. Siap bertindak bengis.


"Nek ? K.k..kenapa nenek bisa ada disini ? "


"Apa ini rencana mu ? Kamu menjebak ku Ilana ? " tuduh marcella.


"Minggir kamu Ilana nenek ga punya urusan sama kamu. "Ayu mendorong Ilana. Alex segera menutup pintu tak membiarkan Ilana masuk.


Ilana menaikkan bahunya acuh dan masuk ke dalam mobil kemudian pergi.


Pastinya Ayu dan Alex akan menonjok Marcella habis-habisan Ilana tidak peduli bagaimana nasib ibunya.


Pantaskah dia memanggilnya Ibu ? Ilana sudah menjalani peran anak yatim piatu selama.................... seumur hidupnya.


Di kediaman Marcella. Ayu tak banyak berkata-kata ia menghajar Marcella dan memukul nya.


Untuk pertama kalinya Marcella ketakutan sekali melihat Ayu yang memukul nya tanpa ekspresi. Seolah Ayu berubah menjadi Psycho.


"Ilana kenapa jalan mu seperti ini sayang ? Pincang gitu ?"


"Gapapa nek, tadi ke senggol besi jadi memar deh. "


......................


"Kenapa kamu sering sekali terluka ? Apa ada yang menyakitimu di agensi ? "


"Tidak ada, aku ceroboh kalau lelah. "


......................


"ILANAAA "


"Cucu nya mengalami kekerasan fisik ya nek, hingga tulang tergeser. "


Selama ini aku berpikir orang-orang di ZE ROYAL menyakiti cucuku sampai aku lupa orang dekat bisa menjadi peluang terbesar nya. Ilana lebih berharga darimu Marcella kamu menyakiti cucu ku yang malang maka aku pun tidak segan-segan menjadi pembunuh.-Ayu


Alex membiarkan ibunya memukuli adik bungsunya.


"Kita pulang " Marcella di tinggal bersimbah darah di bak mandi mewah nya.


"Apa mungkin Marcella meninggal ? "


"Semoga begitu."


Flashback....


Ayu melewati kamar Ilana.


"Ini ada apa ? kenapa banyak tumpahan makanan disini? "


"Nyonya Ayu "


"Saya kurang tau nyonya. "


Ayu berbicara di dalam benaknya pikiran tertuju pada kotak tadi. Entah kenapa dari banyak barang dia hanya memikirkan kotak itu.


Ia melihat CCTV Marcella mengendap-endap masuk ke kamar cucunya membawa kotak itu dan Ilana pergi juga membawa kotak itu.


"Ma, "sapa Alex menepuk pundak Ayu.


"Alex temani mama "Alex mengerutkan kening.