ILANA

ILANA
40. Tuan Putri Ilana



Langit sedang sendu sekarang, dirinya dan langit seolah menjadi satu sama-sama sedang sendu.


Seorang wanita tengah duduk di kursi panjang. Tubuhnya yang kurus dan wajah nya yang menggambarkan betapa lelah dia.


Ia memegang ponsel nya seraya melihat satu demi satu photo yang berada di ponselnya.


Dering ponsel menutup gambar masa muda nya dulu.


"Ma,mama masih lama yaa. "


"Iyaa. Louis makan dengan baik kan ? "


"Iyaa ma. Berapa lama lagi mama kerja ? "


"Entahlah banyak pekerjaan yang harus mama lakukan. "


"Kak Ilana baik-baik aja. Kemarin dia mengadopsi anak-anak dari desa dia syuting. "


"Ohh begitu. Kamu sekolah nya gimana ? "


"Ya begitu aja ma. Semua lancar kok."


"Nenek mu ? "


"Nenek baik-baik aja. Aku harus segera berangkat sekolah. Nanti aku telfon lagi. Bye ma"


"Bye sayang "


Marcella meringkuk bagaikan bayi sambil menangis. Di samping ada ponsel masih menyala terlihat foto bersama empat orang dua diantaranya laki-laki dan tiga orang lagi perempuan termasuk Marcella memakai almamater universitas yang sama.


...****************...


Mobil Ilana sampai di pusat pembelanjaan. Dengan di kawal 12 pengawal pribadi Ilana berusaha menebus kerumunan orang yang datang untuk bisa berfoto dan meminta tanda tangan.


Bagai bidadari Ilana tampil cantik dengan dress pink dan gaya rambut yang baru.


Hari ini mall di padati oleh Ilac yang tidak sabar bertemu Ilana.


Jumpa fans kali ini berdurasi tiga jam. Ilana ingin memarahi James tapi mau bagaimana lagi antusias Ilac membludak di mall.


"Hallo Ilana "


"Hallo, Apa kabar ? "


"Kamu cantik sekali "


"Terima kasih. "


"Boleh minta peluk ? "


"Tidak masalah kalau kamu kesini " Gadis itu mengangguk. Ia langsung berlari memutar meja Ilana yang besar. Ilana berdiri dan menyambut pelukan.


"Ilanaaa aaaaaaaaaaaa "


"Cantik banget banget bangett "


"Aaaaaaaaaaaaa" Ilana mengikuti teriakan gadis itu.


"Ilana apa kamu bidadari ? "


"Bukan aku hanya manusia biasa. "


"Cantik mu bikin semua wanita iri. Cantik sekali. "


"Terima kasih. "


"Ilana tanda tangan disini "


"Baiklah "


"Apa kamu ingin memilih nya ? Tolong pilih yaa. " Ilana memilih salah satu kuncup.


"Jung, Benar kurasa kalian akan segera jodoh. " Ilana terkekeh.


"Pasti semua Jung"


"BENAR " Seru fansnya.


"Kau tau kuharap kalian pasangan yang direstui semesta"


Ilana juga membagikan 100 serum lipstik ciptaan kepada Ilac. Dengan mengikuti undian. Warna begitu cantik dan menjadi incara para gadis karena serum lipstik juga tahan 6 jam.


Jika produk itu di bawakan Ilana mereka tidak akan ragu itulah mengapa produk yang berhasil di genggamannya selalu ludes terjual. Ilana juga pemilih dalam mempromosikan produk ia benar-benar akan jujur atau mereview dulu ke dirinya sendiri.


Setelah acara jumpa fans Ilana berpamitan dan langsung meninggalkan mall.


Di dalam mobil Ilana membuka kembali dari para fans nya.


"Aku belum mencoba yang ini "


"Ahh yang ini juga... ahhh lucuuuu bangett Pak James tolong cermin "


"Cantik. Bisa di gerakan lagi. Ahhh lucu banget. "


"Lucuuuu bangettt "Seru Ilana.


Gadis berusia 27 tahun itu antusias dengan hadiah-hadiah yang diberikan fans.


" Ck! darimana nya 27. Kamu kayak anak 12 tahun yang baru saja melihat hadiah. "


Ilana tidak menggubris ia terus saja mencoba makanan dan pernak pernik miliknya.


Tok.. tok.. tok... tok


"Iya sebentar "


"Nenek ? "


"Louis ayo makan. Ada kakak mu "


"Kak Ilana ? Beneran ? " Ayu mengangguk.


"Ohh oke oke "


Ilana sedang mengobrol bersama Alex dan Muhammad.


"KAK ILANA"


Ilana menoleh ke sumber suara. "Pelan-pelan dek nanti jatuh. "


Louis menghambur pelukan ke kakak perempuan nya.


"Kamu masih selalu antusias merindukanku." ujar Ilana membalas pelukan adiknya.


"Kak apa kamu akan mengantarku ke sekolah ? "


"Tentu saja. Aku kan sudah berjanji. Seminggu ini aku akan menemani melakukan apapun. Apa kamu ingin belanja. "


"BELANJA ???? AKU MAU KAK. AKU MAU BELI sesuatu buat mama. "Wajah Ilana langsung berubah.


"Belanja itu bagus untuk anak muda sepertimu. Kamu harus belanja. Katakan apa uang jajan mu kurang ? "


"Tidak. Lihatlah. " Tabungan Louis masih begitu banyak. Hanya berkurang sedikit sekali.


"Kenapa tidak belanja. Aku kan memberimu banyak uang. Kamu bisa pergi ke mall, beli action figure, beli skincare, beli pakaian, sepatu baru atau pergi makan bersama teman-teman. Kamu bisa pergi ke konser band lain."


"Dia tidak seperti itu Ilana. Louis paling hanya membeli buku dan bayar kursus. Kalau ada belajar kelompok dia segera pulang."papar Alex.


"Benarkah ? "


"Aku tidak suka belanja tanpa kak Ilana. Aku hanya suka konser kak Ilana mewah, spektakuler dan keren. Aku ga suka lagu orang lain. "


"Adikku yang manis. Kenapa kamu begitu mengemaskan sekali. Terima kasih, aku mencintaimu. "


"Aku mencintai kakak juga. "


"Sarapan sudah siap ayo"


"Ayo Louis "


"Aku mau meluk kak Ilana sambil jalan ke meja makan. "


"Berapa umurmu nak, kenapa begitu manja sekali. "


Ayu memperhatikan sepasang kakak dan adik ini makan di dalam balutan canda yang hangat.


Louis begitu mencintai kakaknya hingga ia membeli poster Ilana di album yang ke 8. Ia sangat mengidolakan kakaknya. Apapun yang Louis inginkan Ilana berusaha memenuhinya dan selalu ada ketika Louis ingin waktu Ilana.


Padahal menjadi artis tidak mudah bagi Ilana, waktu terus mengejarnya seolah istirahat bukanlah hal yang harus dilakukan.


Ayu sendiri cukup sedih dengan perjalanan hidup cucu nya. Meski mereka bergelimang harta namun mengorbankan Ilana bukanlah hal yang paling wanita tua itu suka.


Ilana mewariskan semua impian ke Louis tentang sekolah, jurusan, prestasi dan pelajaran tambahan yang Ilana tekuni.


Harusnya Louis bukanlah tanggung jawab Ilana melainkan Marcella, ibunya. Marcella pun juga harus bertanggung jawab pada Ilana putri pertamanya. Namun perempuan itu menghilang begitu lama entah kemana.


Namun Ilana begitu keren, dia tidak sekolah namun dia menyekolahkan adiknya.


Pukul 9 pagi semua orang berangkat ke tujuan masing-masing.


Ayu diam-diam masuk ke dalam kamar Louis.


Ayu mengeledah kamar Louis mencari ponsel nya.


"Mana ya ? "


"Aduh dimana lagi. "


"Ahh ini dia " Ayu menemukan di meja belajar Louis.


Segera wanita itu menyetel tombol untuk menghidupkan.


Ayu segera menekan nama kontak bertuliskan Mom


Tak berapa lama sih penelpon menerima panggilannya.


"Louis, kenapa menelfon ? Bukan nya ini jam sekolah ? "


"Dimana kamu Marcella ? "


"M.. m.. m.. mama ? "


"Katakan dimana kamu. "


"Aku di luar kota ma "


"Apa masih ingin berbohong. Mau mama mencari mu sekarang juga ? "


"Katakan dimana kamu Marcella. Mama tidak punya kesabaran. Katakan sekarang juga! Dimana kamu !!! "


Marcella memberi alamat keberadaan sekarang.


"Tunggu disana! Jangan harap kamu bisa pergi. "


Satu setengah jam perjalanan sampailah Ayu di rumah sakit jiwa.


Di parkiran sudah menunggu Marcella dengan menundukkan kepala.


Ayu yang baru saja turun dari mobil terkejut bukan main. Melihat penampilan putri bungsunya membuat hati Ayu langsung nyeri seketika.


"M.. m.. m. Marcella ? "


Ayu sampai menutup mulutnya yang terbuka karena ia begitu syok dan terkejut.


Tidak ada sepatah kata pun yang mampu ia ucapkan sekarang melihat Marcella dari sisi lain.


"Ba.. bagaimana bisa terjadi ? "


Jarak Marcella dan Ayu hanya berjarak 5 meter.


"Mom " lirih Marcella.