
"Apa kamu mencari ku ? " Ilana berbalik arah. Ia melihat dokter forensik itu berdiri di belakangnya.
Ilana tersenyum ke arahnya. "Apa menurut dokter aku mencari mayat ? tentu saja mencari dokter . "
"Apa dokter sedang sibuk ? "
"Enggak, bicara di ruang kerja ku saja. "
"Baiklah "
"Apa aku terlihat kentara ? "dokter itu mengangguk.
" Padahal aku sudah berpakaian seperti ini. "
"Kamu memang selalu menarik perhatian. "gumam Dokter.
"Hah. ?" Beo Ilana.
"Dokter bilang sesuatu ? "
"Bukan apa-apa "
"Aku teringat saat perjalanan ku ke Paris. Ini untuk dokter. "
"Kamu memikirkan ku yaa ? " Ilana membawa 12 macam jenis teh.
"Aku tidak sengaja melihat laki-laki yang mirip dokter disana. " Pria itu hanya tersenyum.
"Terima kasih. "
"Jung Razzaq Joseph Almeer "Ilana membaca nama pria itu dari papan kerja.
"Artinya apa ? "
"Razzaq itu hamba yang setia nama pemberian guruku. Almeer artinya Mulia/keberuntungan. Joseph nama ayahku. Jung adalah marga keluarga. "
"Ohh begitu"
Ilana mengerutkan kening. "Kenapa terdengar aneh ? "
" Bukan orang Korea asli ? "
"Tentu orang Korea blasteran Eropa. "
Pantas ganteng
"Nama asli ku Jung Almeer. Di panggil Al, namun ada sesuatu hal aku menganti namaku. "
"Joseph... Almeer ?"gumam Ilana tidak asing dengan nama itu.
"Aku akan menikmati teh ini. Kebetulan ibuku penyuka teh. "
"Berati hadiah sangat tepat. Aku memikirkan hadiah apa yang cocok untuk anda. Syukurlah jika itu pas. "
"Tumben sekali memberiku hadiah. Padahal kita hanya bertemu sekali. "
"Anda menemani saya kemarin. "
"Jadi jika aku tebak adalah kamu tidak suka gratis meski dari orang yang tulus. "
"Aku tidak boleh berhutang apapun. Tapi hadiah ini kuberikan tulus padamu karena aku selalu kepikiran tentang mu. "
Samar-samar dokter itu menarik kedua sudut bibirnya.
"Jadi begini kantor dokter. "
"Ya aku berbagi itu meja rekanku. "
"Berantakan maaf yaa "
"Gapapa, aku ingin tau bagaimana dokter sesungguhnya bekerja. "
"Aku menonton video di acara variety show. Aku menyukainya. "
"Benarkah ? Terima kasih sudah menonton. "
"Apa ada bagian yang kamu sukai ? "
Aku menyukai segala hal tentang mu Ilana.
"Aku suka episodenya. "jawabnya.
Almeer tiba di mansion mewah. Tempat ia tinggal selama ini.
" Siapa yang datang bi ? "
Tangan kekar Almeer memeluk pinggang sang ibu.
"Eh putraku yang tampan ternyata yang pulang. "
"Papa mana ma ? "
"Papa mandi, kamu makan malam dulu ya. "
"Iyaa"
Almeer makan bersama kedua orang tuanya.
"Oh ya ini dibawakan calon menantu mama. "
Jesica mendadak bingung ia ingin tertawa tapi takut bikin anaknya bete.
"Sekian lama mama menunggu akhirnya datang juga buah tangan nya. Tinggal orang nya aja yang belum datang. "
"Sepertinya calon menantu papa bukan orang sembarangan. " Ujar papa melihat logo merek teh tersebut
"Benar. " jawab Almeer.
"Papa ga tau apakah calon menantu papa itu benar kah wujudnya ada atau hanya halusinasi kamu saja."
Jesica merupakan ILAC garis keras. Kemarin saat konser Ilana ibunya itu membeli tiket VIP paling depan. Kata ibunya sih, Ilana itu sepertinya dirinya waktu masih muda. Padahal Ilana dan ibunya beda jauh. Almeer jadi ingin menangis bisa-bisanya Ilana di samain sama ibunya.
"Mama cuman suka Ilana. Tapi sayang gadis itu akan menjadi menantu orang lain. Andai saja dia anak mama atau menantu mama. "
"Mama dan Papa tenang saja. Tahun ini aku akan menikah. "
"Kami tidak mengharap apapun. Kamu cukup sehat saja itu sudah lebih dari cukup. Papa ga mau minta kamu nikah atau apapun. " jawab papa.
"Mama ingin kamu mendapatkan pasangan yang cocok. Kalau sudah waktunya yaa menikah kalau belum yasudah. Nikmati saja hidupmu Almeer. "
Almeer senyum-senyum sendiri. Ia mengirim sesuatu ke nomor asing.
Ilana hendak masuk ke dalam mall niat hati ingin belanja bulanan, namun langkah berhenti ketika menjumpai pesan aneh dari seseorang beserta sebuah file lengkap dengan alamat lokasi terkini.
Pesan ini di kirim ke ponsel pribadinya. Berati bukan orang ngasal yang mengirim.
If you don't believe you can check it (jika tidak percaya kamu bisa cek)
Begitulah pesan singkatnya. Ada edaran surat resmi rumah sakit.
"Al, jangan main ponsel saat sedang makan. " tegur papa.
"Iya papa "
Almeer menyeringai. Ilana aku berterima kasih sekali dengan prinsip mu. Dengan ini bayaran yang ku terima akan cukup mahal.
Maaf juga Ilana, aku tidak akan membiarkan mu lari dariku lagi. Cukup sekali aku membiarkan kamu bebas.
Almeer tersenyum puas sambil menatap balkon rumahnya. Mengingat hubungan Almeer dan Ilana sudah sampai di tahap menukar nomor ponsel.
Ilana tercengang. Di hadapannya ada Jung dan Uzy yang baru saja keluar dari rumah sakit.
Mata Ilana bergerak melihat ke arah perut Uzy yang sudah membuncit.
"Uzy masuklah hujan. Tidak baik untukmu. " Jung membukakan pintu mobil untuk Uzy dan menyuruh masuk ke dalam mobil. Mobil yang dulu pernah Ilana duduk di sana.
"I.. i.. Ilana ? "
"Ilana "
"Hah ? "
Bahkan Ilana hampir lupa jika nama Ilana adalah namanya.
Supir dan pengawal Ilana yang khawatir keluar mencari Ilana. Membawa payung tiba-tiba saja turun hujan diluar prediksi berita cuaca bahwa hanya akan berangin.
"Ilana tidak ada masuk ke dalam. "
Lantas ketiganya mencari di parkiran.
"Ilana." Pengawal langsung memayungi Ilana.
"Ilana " panggil Sam.
"Ada apa ini ? Aku salah paham kan. "kata Ilana bergetar.
Jung menunduk malu.Dia sudah ketahuan.
"Benarkan. Kamu tidak mungkin melakukan itukan. Kau, Aku dan Uzy apa semua ini ? "
"Ilana aku----"
"Seseorang mengirim pesan kepadaku. Kupikir hanya iseng atau penipuan. Isinya tentang surat hasil pemeriksaan kandungan Nyonya Park Ruzy. Setelah ku cermati ada namamu di sana sebagai ayah dari bayi itu. Dia juga mengirim ku lokasi kalian saat ini."
"Ilana tolong jangan menangis. "Ilana justru tertawa.
"Kenapa berita hamil sangat menyebalkan untukku ?! " geram Ilana.
"Kita bertemu nanti setelah aku membuat keputusan. "
Ilana pergi di ikuti oleh pengawal dan supirnya.
"Tolong antarkan aku pulang. "
"Baik Ilana "jawab Saka bertugas duduk di samping supir.
Sam memeluk gadis itu mencoba menguatkan meski Ilana tak menangis.
"Beristirahatlah. Akan ku bangunkan jika sudah sampai. "
Joe dan kedua anak asuh Ilana menyambut gadis itu.
"Ilana kau kehujanan. "Joe panik.
"Kakak aku sediakan air hangat dulu. "Putra asuhnya itu pergi ke kamar mandi.
"Aku buatkan kamu minuman hangat. "Joe langsung berjalan ke kamar dapur.
"Kakak aku panaskan makan malamnya. "kata gadis kecil itu berlari ke dapur.
Ketiga orang itu langsung sibuk menyiapkan segala hal yang Ilana perlukan. Padahal Ilana belum sempat bicara.
...****************...
James dan Sophia mengetahui hal itu tidak bisa berbuat apapun.
James sudah memperingatkan Ilana jika Jung tidak selevel dengan Ilana. Harus pria mahal dan berkualitas yang bisa berkencan dengan Ilana. Pria kurus itu sangat buruk untuk bersama Ilana. James tau bagaimana sepak terjang Ilana di dunia industri jadi untuk pacaran dengan orang yang biasa aja itu pasti kedengaran aneh. Jung itu sudah aneh, nilai buruk pula di mata James.
Tok.. tok... tok.. Tok
"Ilana, keluarlah. Tidak baik terlalu lama mengurung diri. Aku janji akan belikan apapun yang kamu inginkan. "
"Ilana, Ilana. "
Temui aku di cafe
Jung membaca pesan itu terdiam membatu setelah satu minggu sejak terakhir ia bertemu Ilana ia melirik ke arah Uzy yang juga dilada kerisauan seperti dirinya.