ILANA

ILANA
6. Karir Ilana



"Sebagai seorang siswi berprestasi. Ilana sendiri sudah menentukan belum ingin melanjutkan pendidikan dimana ? "


"Untuk pertanyaan itu. Aku seperti kebanyakan anak sepantaran. Masih bingung. "


"Sudah ada tawaran dari sekolah lain ? "


"Ya ada, tapi aku masih dalam rasa bimbang. "


"Rasa bimbang yang seperti apa kalau boleh tau ? Secara anda memiliki golden tiket beasiswa. "


Apa aku bisa sekolah atau tidak.


"Banyak hal tidak terduga terjadi dalam hidupku. Aku masih remaja dan ingin melakukan hal yang ku sukai. "


Peralatan yang menempel di tubuh Ilana di lepas oleh Alex setelah selesai acara berita.


Ilana memperhatikan studio 4 sedang syuting sinetron. "Aku mau kesana"ujar Ilana pada asisten nya.


"Baiklah Nona Ilana" Alex memberikan alat-alat yang menempel di tubuh Ilana kepada tim yang bertugas.


Salah satu kru disana melihat Ilana. Ia segera menghampiri sutradara yang sedang ngobrol dengan producer.


"Bos "


"Apa ?"


"Ada Ilana bos "


"Ilana katamu, mana ?"


Sutradara itu melihat Ilana ia bergegas menghampiri gadis berusia 14 tahun itu.


"Ilana ?"Bahkan usia yang masih kecil ia sudah di hormati oleh sutradara dan Producer.


"Hallo "Ilana mengucapkan salam. Ilana menjabat tangan di ikuti oleh Alex.


"Apa kamu tertarik ?"


"Syuting maksudnya ?"


"Ilana mau ikut ?"


"Ummm gimana yaa ?"


"Ini ambil saja dulu skrip nya. Kamu baca-baca sekalian ini tata cara berakting"kata producer yang datang begitu saja.


"Jangan di putuskan sekarang, kamu bisa hubungi nomor disana kalau memang kamu berminat. Kami menunggu kerja sama dengan mu Ilana."


"Terima kasih kalau begitu. Ya sudah saya permisi dulu, saya pamit pak sutradara dan pak producer."kata Ilana yang membaca name tag jabatan pria tadi.


"Anak itu sangat sopan dan ramah. Dia juga rendah hati, aku sudah mendengar di beberapa stasiun TV yang pernah bertemu dengan nya. Jadi kita bisa menyingkirkan anak sombong itu."kata Producer.


"Dia itu cantik dan pintar, kalau dia berminat kita bisa meraih keuntungan yang banyak." lanjut sutradara.


"Aku sudah geram dengan gadis kecil itu. "


"Ya penata rias juga sama. "


"Ilana pintar Berbahasa Inggris kan ? "


"Dia sangat lancar British ku dengar bagus. "


"Kuharap dia tertarik dengan tawaran kita. "


...****************...


"Kasihan Bu Ayu, di hari tuanya dia harus menafkahi kebutuhan tiga cucunya."


"Tuan Alex sakit jantung, Pak Muhammad habis di tipu istrinya dan Pak Andrew mandul. benar-benar keluarga ini banyak sekali konfliknya "


"Yang kaya di uji dengan sebanding nya yang miskin pun demikian."


Ilana mendengar obrolan pelayan di rumah.


Tok...tok..tok..


Ilana mengetuk ruang bawah tanah rumah nenek nya.


Ruby tersenyum ketika melihat Ilana. "Kembar belum pulang sekolah ?"


"Iya belum, Masuk Ilana. "


"Tante lagi ngapain ?"


"Ini Tante ngambil tawaran ngajar. Lumayan lah supaya bisa belikan unicorn buat Rebecca."


"Ruangan nya bagus ya. Ga nyangka bisa bikin empat kamar disini."


"Tiga tahun disini lumayan lebih baik. Kembar juga ga tanya-tanya papa nya lagi. Syukurlah."


"Ilana ada apa kesini ?"


"Ini " Ruby mengerutkan kening. Ilana memberikan amplop coklat berisi uang 100 juta.


Ruby melongo. "Ilana Tante ga bisa terima ini."


"Pikirkan si kembar, Rebecca masih kecil. Juga Tante harus pergi ke psikiater. Tante harus sembuh dan memulai usaha. Jangan sembunyi terus jika Om Akmal dengan segala kuasa maka Tante pun juga harus dengan segala kuasa Tante. "


"Ilana kamu bentar lagi SMA kamu harus sekolah nanti bagaimana dengan kuliah mu ?"


"Insyaallah ada, pasti ada. Manusia yang masih hidup di muka bumi ini punya rezeki. Aku ga akan miskin hanya karena ini."


"Tolong terima "Ruby menitihkan air mata. Ia memeluk Ilana dengan erat.


"Terima kasih Ilana, terima kasih anak baik. Terima kasih..terima kasih. Baik sekali hatimu nak."


...****************...


Setelah menamatkan sekolah tingkat pertama Ilana terjun ke dunia hiburan.Ilana mengambil home schooling dan mengejar paket belajar nantinya jika sudah sampai umur nya.


Ilana bergabung di salah satu agensi hiburan ternama sebut saja nama ZE ROYAL. Yang selalu mengirimkan surat kontrak pada Ilana setiap hari.


Wajah tipis-tipis sudah menghiasi beberapa drama sebagai artis utama dan penyanyi.


Ilana yakin dia pasti akan sukses dan menjadi terkenal.


"Let's go Ilana one..two..three..one two three "


"Ilana kamu terlalu cepat, ikuti nada nya atur nafas mu."


Melalui banyak kesepakatan Ilana resmi debut solo. Padahal Ilana sudah berkenalan dengan calon-calon aktris disini mungkin saja ia akan debut sebagai girlband mungkin.


Ruangan latihan di buat pribadi dan Ilana sudah mencetak logo sendiri bertuliskan Ilana dengan latar tema.


Ilana di simbol kan sebagai berlian, cantik dan mahal dan langka.


Ruangan pribadi,guru terbaik, logo debut nya yang dibuat sangat sempurna dan makanan terbaik untuk Ilana menjadikan Ilana sebagai artis dengan harga termahal.


Kadang Ilana pulang kadang juga ia tinggal di ruang latihan. Mobil agensi datang menjemput dan mengantar dengan selamat.


Di ruang meeting sedang ada rapat.


"Ilana akan segera debut, aku menunjuk James dan Sophia kalian akan menjadi manager nya. Pastikan kalian menjaga Ilana dan mengatur segala jadwalnya. "


"Baik pak."


Ilana benar-benar di latih segala hal ia di Tutut menjadi sempurna.


Ilana pulang setelah di antar oleh Saka.


"Ilana "


"Nenek belum tidur ?"


"Sudah makan ?"


"Belum " Ayu langsung mengambil makanan di dapur dan membawanya ke ruang tengah.


"Makan dulu baru tidur."


"Kamu sudah sholat "Ilana mengangguk.


"Kamu ga lelah ?" Ilana mengeleng kepala.


"Kalau kamu ga mampu, kamu bisa mengundurkan diri. Kamu juga belum tanda tangan kontrak kan."


"Aku sudah belajar banyak. Di awal aku ingin menyerah dan pengen pulang aja tapi aku nikmatin semua rasa sakit nya. Aku akhirnya suka."


"Nenek ga nuntut Ilana untuk jadi apapun dan siapapun Ilana bahagia, bisa makan,bisa tidur nenek senang. "


Ilana menyungging. "Nenek so sweet sekali."


"Nenek heran kamu introvert tapi kamu memilih bekerja sebagai extrovert apa itu gapapa ?"


"Kepribadian tidak boleh menghalangi uang."


"Tadi mama dan adikmu kemari. Mereka mengantar makanan untukmu."


"Ohh begitu."


"Apa kamu sering menelfon mama ?" Ilana mengeleng.


"Aku sibuk nek."


"Nenek dengar dunia hiburan kejam. Apa ada yang menyakitimu ?"


"Ada "


"Kenapa kamu tidak cerita setelah beberapa tahun kamu bergabung."


"Tidak penting juga. Aku baik-baik saja. Mereka tidak suka karena bos memberikan ku keistimewaan."


"Cucu ku memang sudah istimewa sejak lahir."


"Terima kasih nenek. Nenek support system Ilana."


...****************...


James datang membawa makanan untuk Ilana.


"Ilana bangun, kamu harus makan. Sudah mandi ?"


"Sudah Pak James."


"Kamu menghargai waktu sekali."


James melihat ke arah Al Qur'an dan mukena yang di kenakan Ilana. Perempuan itu ternyata memiliki agama.


"Enak ?" Ilana mengangguk.


"Pak James makan disini bersama ku ya."


James terdiam sebentar lalu ia meletakkan makanan dan mulai menyendok kan.


"Harus ku katakan aku beruntung sekali."


"Apa ?"


"Menjadi manager mu harus ku katakan aku beruntung. Aku belum pernah di perlakukan baik oleh artis dan aktor yang ku pimpin. Mereka selalu semaunya saja."


"Pantas saja Pak James di katakan galak."


"Aku galak sebab aku adalah pemimpin nya semua tanda tangan kontrak aku yang mengatur."


"Jangan menilai ku dulu. Mungkin aku bisa saja berubah kita baru bekerja setahun jadi aku tak ingin Pak James menilai ku baik dulu."


" Aku bisa menilai karakter orang."


"Aku akan meminta pelatih mengurangi jam latihan mu. Kamu terlihat kurang sehat."


"Terima kasih Pak James."


"Aku akan meminta kamu pulang saja di hari Sabtu dan Minggu mungkin kamu rindu rumah dan keluarga mu. Kamu sudah empat bulan tidak pulang ke rumah. "


"Memang boleh ?"


"Kamu calon artis mahal. Tentu saja agensi punya hak istimewa buat kamu."


"Apa maksudnya ?"


"Kelak kamu akan tau nanti."


"Ilana apa kita bisa latihan sekarang ?"


"Sebentar lagi, dia masih makan."


"Selesaikan makanan nya Ilana."