ILANA

ILANA
68. Ilana 200 ribu



Arab Saudi, Madinah.


Ilana mendapat telfon jika Alex baru saja melangsungkan pernikahan padahal Ilana baru meninggalkan keluarga 3 hari yang lalu.


Almeer menyantap makanan khas disana.


"Ya nanti ku telfon lagi. "


"Umm oke. "


"Kenapa ? "


"Paman ku Alex menikah kemarin. "


"Ohh begitu. "


"Besok kenakan pakaian yang ku kirim nanti sore. Aku akan menjemput besok. "


"Baiklah."


"Memang kita mau kemana ? "


"Menemui guruku"


"Gurumu ? "


"Ya, awal semua cerita hidupku. "


"Kenapa kamu ga cerita ? "


"Akan aku cerita besok. Dandan yang rapi. "


Keesokan harinya. Saat terbangun dari tidurnya. Ilana melihat peraga patung baju lengkap dengan aksesoris.



"Apa ini ? "


Tertinggal notes disana. "Aku jemput jam 9. Love Al. "


Ilana telah selesai dengan semua balutan busana aksesoris sorban putih.


Ilana menengok ke arah pintu. Almeer mendongak tatapan tak bisa berkedip melihat Ilana.


Ilana juga tidak berkedip melihat Almeer yang mengenakan kemeja putih, celana hitam kain dan sepatu pantofel hitam dengan tas punggung.


"Almeer, apa ada salah. "


"Cantik "


"Huh ? "


"Kamu cantik sekali. Ayo mobil sudah nunggu kita di bawah. "


Almeer tidak bisa berhenti memandangi Ilana calon istrinya sangat cantik sekali.


Keduanya sampai di sebuah masjid yang di kenal di Madinah.


Ilana melirik ke sekitar kenapa banyak orang yang berpakaian sama. Seperti pakaian pengantin.


"Ayo kita akan bertemu guru ku. "Ilana mengangguk.


Mereka berbaris di belakang para pengantin yang akan dinikahkan.


"Apa kita akan menikah ? "


"Benar. Kita ikut nikah masal. Itu guru ku yang pakai sorban. "


"Bentar masih ada 3 pengantin lagi."


Ilana dan Almeer menyilangkan kaki. Di Rumah Allah harus sopan.


"Apa keluargaku tau kita akan menikah. "


Ilana mengerutkan kening. "Kamu ngajak aku nikah tanpa restu, begitukah ? "


Almeer mengangguk lalu kemudian menggeleng dengan cepat.


"Aku sudah diskusi dengan keluarga besar mu. Ibumu memberikan hak kepada papa mu. "


"Siapa ? "


"Ahh mereka datang tepat waktu. Itu. "


Rafael, Louis, dan Muhammad datang. Louis memeluk sang kakak dari belakang. Ilana mengusap kepala sang adik.


"Kemana keluargamu ? Apa mereka tau kita menikah ?"


"Mereka gak bisa kesini. "


"Kenapa ? "


"Keluarga ku beragama lain. "Ilana tidak tau itu.


Almeer mengeluarkan isi amplop putih.


Wajah Almeer panik. Ia mencoba mengulang bukannya harus disini lembaran banyak kenapa cuman dua lembar.


" Uang nya kurang. Astaghfirullah. "Ilana menahan lengan Almeer.


"Itu memang berapa ? "


"200 ribu. Aku cari tarik tunai dulu. "


"Almeer ga usah. Ga perlu "


"Hah ? "


"Seadanya saja. Gapapa. "


"Ini uang mahar mu loh Ilana. Jangan lah kemarin kesepakatan nya banyak. "


"Ga usah. Sepanjang perjalanan kesini ga ada mesin tarik tunai. Gapapa nikahin aku 200 ribu aja. "


"Aku merasa bersalah. Aku ga bisa, gimana kalau maharnya hutang dulu. "


Ilana terkekeh. "Jangan khawatir. 200 ribu lebih dari cukup buatku. "


"Selanjutnya."


"Giliran kita ayo "


Guru Almeer melihat kedatangan muridnya dengan wajah tertunduk entah kenapa hari ini muridnya tidak segar.


"Kenapa anakku ? "


"Tidak apa-apa Pak. "


"Jadi siapa walinya. " Ilana memperkenalkan ketiga laki-laki itu.


Marcella meminta tolong agar Rafael bisa mencantumkan namanya sebagai ayah sah untuk Ilana.


Ilana membuka masker yang tadi di gunakan. Beberapa orang mengangguk mereka mengenal gadis ini.


"Nak Ilana menerima nya ? "Guruku itu melihat nama Ilana tercantum di kertas.


"Saya tidak mempermasalahkan. Karena tidak memberatkan. "


"Al tidak ada masalah. Calon pendamping ikhlas. "


Guru yang duduk di sebrang meja mengusap pundak Almeer.


"Jangan begitu. Kamu sudah lama menunggu hari ini tiba. Nanti kamu bisa menzalimi dirimu sendiri dan keluarga calon istrimu. Sudah hafal kan. "Almeer mengangguk.


Almeer menjabat tangan gurunya. Dengan menggunakan bahasa Arab yang lantang.


" Sah yaa "para saksi mengangguk.


Setelah selesai ini kali pertama Ilana mencium punggung tangan Almeer. Louis mengabadikan foto itu. Lalu keduanya bertukar cincin.


"Kak foto dulu "


Ilana dan Almeer menyematkan cincin satu sama lain dengan lalu keduanya kembali foto kali ini menunjukkan cincin lamaran yang mereka gunakan sebelumnya akhirnya jadi cincin pernikahan.


...****************...


Almeer dan Ilana pulang setelah akad nikah. Mungkin begini perasaan pengantin baru ga mau pisah dari pasangan. Tangan selalu di sematkan di tangan Ilana ga mau di lepas.


Bahkan sampai duduk di sofa Almeer tidak mau melepas tangan istrinya.


Dengan kekuatan uang hanya dalam dua hari pernikahan keduanya sudah resmi terdaftar hukum dan agama sebelum pergi ke Madinah.


Almeer bilang kepada guru nya dulu jika ia akan membawa calon istrinya dan guru akan jadi saksi pernikahan mereka.


"Kau mau apa ?"


"Panggil aku yang bagus istriku, sayang atau apa ? "


"Sayang "


"Tangan ku lengket. Aku ingin minum, aku juga mau melepas baju ini. "


"Tidak. Jangan di lepas. Kita harus foto lagi. "


"Huh ? f.. foto.. hei bukannya tadi sudah. "


Almeer melepas tangan Ilana berlari ke kamar hotel nya.


Tidak berapa lama pria datang dengan membawa barang-barang.


"Apa yang kamu lakukan ? "


"Sini istriku " Almeer menarik Ilana ke dekapan. "Senyum "


Almeer meletakkan kamera di sofa. Ia menarik istrinya ke pangkuan.


"Kamu kok ga senang. Apa pernikahan mendadak ini membuatmu terkejut ?"


"Tidak. Aku hanya tidak menyangka tidak ada keluarga mu yang datang. Aku bahkan belum mengenal mereka satupun. Kamu juga tidak cerita kenapa keluargamu beragama lain. "


Almeer mencium pipi Ilana. "Jadi ini yang membuat istriku khawatir. Kita punya banyak waktu untuk cerita. Aku yakin keluargaku akan menerima mu. "


"Bagaimana kamu tau ? " Almeer bernostalgia ibunya adalah Ilac fanatik. Bukan kaleng-kaleng. Papa nya memang repot dalam soal pasangan anaknya tapi untuk sekelas Ilana papa pasti akan setuju.


"Kamu ganti baju dulu. Sebentar lagi makan siang. "


"Almeer apa kita tidak memiliki foto wedding. "


"Kita selalu bisa mengabadikan kebersamaan kita nanti dan seterusnya. " Ilana mengangguk.


Almeer membawa Ilana menjelajah makanan di Madinah yang sudah pernah ia jelajahi dulu.


Almeer mengedarkan pandangan di sekitar Madinah. Udara jernih, kota yang bersih, dan cuaca yang hangat. Kota ini telah menjadi saksi cinta dua orang yang pernah terpisah 17 tahun.


Ilana berlari menganggu burung-burung yang sedang mendarat. Untung cantik jadi masih di maafin burung. Ilana menarik tangan Almeer agar berlari juga.


"Rotinya enak" Ilana mengangguk. Mulutnya terus melahap roti panjang itu.


Laki-laki itu berharap suatu saat Ilana bisa mengingatnya sebagai laki-laki yang menjaga cinta luar biasa untuk nya dulu dan sekarang.


"Aku adalah hamba yang sangat taat pada Tuhan nya. Sejak kecil. Kamu pernah melihat lambang di tangan ku saat pertama kalinya kita naik bis. Aku senang berteman sama kamu karena kamu juga hamba yang taat meski agama kita berbeda. Adzan itu terdengar seperti ketenangan jiwa aku selalu mendengarkan nya bahkan di youtube. Waktu pembaptisan aku kabur dan membawa 2 triliun ke Madinah. Aku tersesat dan nekad ga bisa bahasa Arab atau apapun. Anak guru itu bisa berbahasa Inggris dan aku tinggal disana. "


"Aku nginap semalam dan mereka ingin memulangkan ku. Tapi aku ga mau. Aku bilang aku berani bayar berapapun. Asalkan aku bisa tinggal disini dan belajar "


"Satu tahun berlalu. Aku merasa kesulitan meski aku pergi ke tempat peninggalan manapun. Aku juga pernah jadi pengali kubur bantu guru. Aku belajar juga membuat racikan obat herbal. "


"Apa kesulitanmu ? "


"Mengenal tuhanmu ? Itu ga mudah. Karena dari awal niatku salah ingin mencintaimu bukan ingin mengenal Tuhan. "


"Guruku bilang. Gadis yang ku cintai bisa saja pergi tapi Tuhan tidak pernah pergi. Gadis yang ku cintai bisa saja ia ambil kembali apa aku bisa bertahan mengimani hingga akhir. Yang pasti adalah cinta boleh tapi cinta kepada manusia tidak boleh. Manusia mengecewakan mu tapi Tuhan tidak pernah mengecewakan mu dia lihat, dia tau, dia mengerti bahkan sebelum kita ngomong. "


"Ada satu kata yang bikin hatiku terenyuh. Cinta Tuhan lebih dari ibu kita. Kenapa kita takut merengek, waktu bayi saja kita selalu nangis. "


"Aku melihatmu di TV nama mu semakin besinar. Kamu membuat rinduku di jawab dengan hadirnya kamu di TV. Aku kabur ga bawa ponsel karena ayahku bisa melacak. Uang 2 triliun itu ku pidahkan ke bank lain atas nama orang lain. "


"Kamu sukses aku pun juga harus sukses. Aku berdoa selalu agar kamu baik-baik saja di dunia yang kamu pilih. "


"Tiga tahun aku akhirnya di jemput papa dan mama ku. Mereka berterima kasih telah merawatku. Aku sudah berdiskusi dengan guruku jika mereka bilang aku anak hilang dan mereka membawaku. Bahkan aku membuat laporan polisi palsu tiga tahun yang lalu. Guruku mau saja karena aku bilang ini adalah jihad mencari Tuhan dan papa ku sebenarnya marah jika anaknya beragama lain. "


"Papa ku tidak bisa memaksaku untuk mengabulkan keinginannya. Kata mama, asalkan Al pulang dan selamat tidak apa-apa dia memilih jalan yang berbeda. "


"Aku mulai bekerja di rumah sakit meski kakak ku adalah CEO nya tapi aku ingin seperti orang biasa saja. Aku menerima gaji, bekerja, meeting, membuat laporan dan penelitian. Tapi seiring berjalan waktu orang-orang tidak lagi bisa menganggap ku seperti itu karena mereka tau jika aku dan CEO adalah saudara kandung. "


"Setelah aku kembali ke Korea aku berinvestasi di dunia entertainment. Aku tau kamu di bully karena kamu bukan asli Korea dan kamu jauh lebih sukses. Mereka bilang Ilana penggoda, Ilana ini dan itu, bahkan mereka membuat berita jika kamu menggoda Producer agar kamu menjadi artis Hollywood. "


Dan menghancurkan karir mereka.


"Jadi selama ini aku sukses karena kamu. " Almeer menggeleng kepala.


"Kamu sukses karena kamu sendiri. Aku hanya melindungimu dan menjauhkan mu dari orang-orang yang jahat. Kamu tau perasaan ku saat itu hanyalah menjagamu. Aku meminta James dan Sophia mengawalmu. "


"Setiap postingan mu kamu begitu bahagia dan tersenyum namun yang ku lihat itu hanyalah palsu. Kamu tidak punya tempat dimanapun mungkin hanya pertemanan dan bersama manager kamu bisa bekerja. "


"Aku datang ke konser mu, meriah dan heboh. Kamu hanya sendiri bukan girlband jadi kamu adalah pusat semua orang jadi memberikan yang terbaik adalah tugasmu. "


"Kamu berpacaran dengan pria sampah itu. Tapi aku merasa tenang dan jalanku akan mudah setelah ini bukan karena dia menjagamu atau mencintaimu atau apapun. Tapi karena kamu setengah hati, begitulah orang berkualitas tinggi dia akan merasa risih jika berada di dekat orang tidak berkualitas. "


"Kamu bisa saja pulang ke Korea karena tidak semua shoot film itu kamu mendapat bagian. tapi kamu risih dan jijik. Adanya skandal perselingkuhan ini kamu senang kan. Pria itu selain tidak berkualitas, tidak sekaya kamu dan tidak membaik tabiatnya. Kamu tau selama kalian menjalin hubungan di curi-curi waktu ke club dan bermain bersama wanita.


"Darimana kamu tau ? "


"Kamu biasa saja saat skandal menyeret mu. Harusnya kamu rugi besar semua brand tidak memakai jasamu lagi. Kamu tidak terganggu atau khawatir. Maka dari itu kamu tidak benar-benar mencintainya. "


Ilana menyeringai. "Jadi kamu sudah tau ya. Senang nya. "


^^^Selamat menikah Almeer dan Ilana❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️^^^