ILANA

ILANA
23. Ini jawaban ku untukmu Marcella



Setelah menyelesaikan tour konser. Ilana kembali karena harus meeting mengenai drama yang akan di produksi 6 bulan dari sekarang.


Di meja makan di hiasi dengan ocehan Alex dari A-Z mungkin tidak ada habis nya.


Anggota keluarga mendengar cerita Alex selama perjalanan 4 bulan di Asia tenggara. Bahkan Mas Akmal yang ikut makan malam juga tertawa dengan tingkah Alex.


Ilana tertawa keras di depan ada Marcella yang menatap wajah putrinya, Ilana tidak memperdulikan nya.


"Ilana bantu ya nek"


"Ga usah kamu istirahat saja sana."


"Ilana kamu ga perlu bantu cuci piring nanti tangan kamu rusak."


"Ilana ga setiap hari cuci piring kok Tante. Gapapa ya Ilana bantuin."


Ruby justru menendang paha Ilana.


"Udah nurut sana. Kamu mau bibi buatkan minuman apa. Kita belum minum-minum malam nih."


"Bibi nginep disini ?"


"Iya mas Akmal harus pulang aku usir dia. "


"Dih kasihan loh"


"Biarin."


"Panjang umur. Om Akmal kok masih disini ?" Ruby menoleh ke belakang.


"Mas ! Kok masih disini pulang sana "usir istrinya.


Akmal menaikkan bahu acuh. "Aku hanya mengirim anak-anakku pulang Ilana. Aku harus ikut istriku kemanapun dia pergi."


"ISSSSSSS "seru Ruby. Ia mencuci tangan dan memukul pundak laki-laki yang sudah tidak muda itu.


Akmal hanya terkekeh. "Aku tuh mau ngerumpi sama ponakan dan ibu aku. . Mau jauh-jauh dari kamu. Pulang sana."


"Kamu ngerumpi aja. Aku mau tidur langsung."


"Sana tidur." Akmal menepuk pundak Ilana.


"Ga usah sok akrab sama keponakan ku."


"Sensi kamu ma"


Akmal berlalu pergi. Ilana memeluk Ruby dari belakang.


"Anakku ini"Ayu mengangguki ucapan Ruby.


"Dulu penuh drama ya rumah tangga Tante. Sekarang kaya Spongebob Squarepants dan Patrick."


"Ohh iyaa, nunggu mama mas Akmal wafat dulu baru Tante bisa bernafas lega. Dia mau menceraikan istri pertama nya."


"Tante gimana perasaan sama om Akmal ?"


"Kalau umur sudah tua begini. Cinta ga ada lagi. Hanya saling melengkapi aja Ilana."


"Kamu belum punya pacar Ilana ?"


"Belum,"


"Kenapa ? Cobalah membuka perasaan mu sedikit. Ga sulit kalau kamu cari pacar."


"Liat deh di cermin depan kita. Kamu cantik banget loh. Lebih cantik daripada Tante waktu masih muda. Lebih cantik daripada mama kamu. Kamu tau Ilana, papa mu itu sangat tampan.


Anaknya tubuh dengan sangat cantik. Marcella tidak secantik itu. Gen dari papa mu 95% diwariskan padamu. "


Ayu melirik tajam ke Ruby. Ruby melotot menyadari ucapannya. Ey


"Ehh Ilana...."


Ilana meraih kedua pundak nenek dan Tante.


"Tidak apa-apa, cerita padaku bagaimana papa ku ?"


"Aku akan membuat minuman untuk kita berdua. "


Ilana telah pergi karena Alex memanggil sebentar.


"Ruby, berhenti membahas pria itu !"


"Iya maaf ma"


Ketiga perempuan itu berkumpul sambil meminum teh.


"Huh, sudah lama rasanya aku tidak begini."


"Tante punya banyak pelayan kenapa terlihat lelah."


"Aku tidak bisa mempercayai pembantu ku 100% aku harus mengajari anak-anak tidak semua cepat tanggap jadi aku harus sabar belum lagi papa nya yang macam-macam. Jadi aku lelah double ilana"


"Kalau sudah jadi ibu apapun akan dilakukan untuk anak Ilana."


"Tante pernah melahirkan bagaimana rasanya ?"


"Sakit sekali. Dulu aku ingat ngelahirin sih kembar itu 8 jam nunggu pembukaan dan itu baru tiga pembukaan rasanya aku mau nangis dan gigit semuanya terus pengen marah. Aku minta maaf sama mama tapi itu ga berhasil. Sampai akhirnya Mas Akmal tau aku mau melahirkan karena mama nelfon dia setelah aku kabur. Keren loh aku, hamil besar aku kabur Ilana waktu itu Mas Akmal kerja di luar kota. Mas Akmal ga marah pokoknya berantakan penampilan terus dia kayak agar-agar jalan dia cuman bilang maafin aku udah gitu. Tiba-tiba semua semudah itu aku langsung siap melahirkan. Lihat anak-anakku sekarang mereka lebih suka dengan papa nya. Aduh kadang ngadu terus sama papa nya. Kalau di sekolah aku tanya gimana sekolah jawab biasa aja pas mas Akmal pulang mereka langsung laporan. "


"Kalau nenek gimana ?"


"Nenek lupa, sudah terlalu jauh waktu berlalu. Benar yang di katakan Ruby rasanya sakit karena baru pertama kali. Kalau anak kedua..dan selanjutnya ga terlalu menyakitkan "


"Ilana bagaimana perasaan mu waktu ada yang buang sampah ke mobilmu waktu kamu masuk gedung konser di ******* *****"


"Tante melihatnya yaa ? Aku kesal sekali. Mobilku jadi bau sampah dia marah karena konser ku di tanggal yang harusnya partai politik kampanye."


"Pasti itu menyakitkan"


"Tapi paling menyenangkan ketika aku dan Joe harus lari keluar dari gedung konser waktu di Indonesia ke penginapan. Kami di kejar-kejar fans."


"Tante mau pinjam baju kamu yang gambar pohon kehidupan itu boleh ya."


"Duh aku lupa yang mana itu. Tanya mbak Sophia aja Tante."


"Memang kamu ga ingat padahal itu kamu pakai beberapa hari yang lalu di konser kamu."


"Aku ga ingat. Ya disuruh pakai baju begini ya nurut..gaya begini ya sudah, sepatu begini,aksesoris begini ya aku nurut aja. Baju ku aja banyak-banyak banget. Kalau di bersihkan setengah tahun pun juga belum selesai."


"Makanya kamu kasih-kasih ke fans mu ya."


"Itu aksesoris aja. Yang memang aku beli pakai uang ku atau kebutuhan properti video klip. Kalau merek brand ternama ya enggaklah. Nanti di marahin aku sama Pak Nichol."


"Enak ya jadi kamu Ilana. Tante nonton tuh kamu buat lipstik dan foundation sendiri."


"Apalagi kalau ke apartemen Ilana. Koleksi parfum nya banyak banget bingung Tante mau semprot yang mana. Udah kayak mall yang isinya branded." Ilana terkekeh.


"Tante kalau mau ambil. Ambil aja. Biar ngurangin barang disana."


"Ahh enggak Tante cuman minta secukupnya aja. Meski Joe sudah ngasih kunci apartemen sama Tante. Tante ga mau lah. Itu kan punya kamu."


"Mama kayak usia 33 tahun muda banget. "Celetuk Ruby.


"Iyaa di belikan skincare sama minuman herbal. Mama aja ga nyangka di usiaku ini kayak anak muda masih. Sampai kalau mama ke pasar di tanya adik mau beli apa ?"


"Adik ????" Ilana dan Ruby tertawa ngakak.


Ayu terlihat begitu cantik kulit juga kencang tidak ada sama sekali kerutan di wajahnya dan kulitnya, garis halus kena usir dari wajahnya di tambah ia mampu jalan dan kuat mengangkat barang yang berat.


...****************...


Akmal sudah bersiap dengan setelan santai kaos hitam celana putih dan sepatu sneakers.


Ia menyemprotkan wewangian ke tubuh nya.


Pria itu berbalik mendapati istrinya kelelahan di atas ranjang mereka.


Akmal menarik selimut putih itu menutupi tubuh istrinya dan mengecup singkat.


"Cantik nya yang mulia ratu ini." Akmal keluar dengan langkah perlahan.


Akmal berjalan cepat keluar dari rumah di bawah hanya ada Ayu dan beberapa pembantu yang sibuk di dapur menyiapkan sarapan. Mungkin yang lain masih sibuk dengan urusan mereka.


Akmal beruntung ia tidak perlu mencari alasan kenapa keluar sepagi ini.


Langkah cepat berubah menjadi lari kecil kepala tengok kanan tengok kiri mencari sesuatu yang di rasa mengganjal hatinya sejak mandi tadi.


Kedua kaki Akmal berhenti ia bersembunyi di balik pohon kecil.


"KAMU TUH DENDAM YA SAMA MAMA "


"Dendam apa lagi ma. Ilana ga dendam. Apa lagi masalahnya ?" Ilana melipat tangan di dada.


"Kenapa kamu selalu memperlakukan mama dan Louis berbeda ! Kamu itu anak mama bukan anak nenekmu !"


"Ma, kenapa sih masalah kecil aja mama permasalahan. Apa ? Apa ? Apa lagi ?"


"Kamu itu cuekkin mama dan Louis. Kamu ga ke rumah selama beberapa hari. Kamu memperkenalkan Alex ke semua orang. Kamu sadar ga sih apa yang kamu lakukan."


"Terus mama mau aku gimana ? Aku ini ga punya waktu. Aku sibuk. Mama pikir setiap aku pulang ke sini. Aku harus kunjungan. Aku bukan presiden ma. Jangan nuntut aku. Jangan berharap padaku."sentak Ilana.


"Sekarang mama tanya kenapa kamu bertanya pada Ruby tentang papa mu dan tidak mau bertanya kepada mama."


"Terserah aku mau tanya ke siapa ma ! Jangan ikut campur seolah-olah aku adalah hak paten mama."


"Daripada mama hidup seperti ini. Mama urusin Louis. Jelaskan sama dia bagaimana dia hadir dan bagaimana ayah nya. Atau aku telfon papa nya biar dia kemari, biar dia jelaskan semua yang terjadi. Apa mama setuju ?"


"Ayo kita selesaikan semuanya disini. Berhenti sembunyi dari kebohongan yang terus mama buat. "Ilana menyeringai.


PLAK


PLAK


"Dasar anak ga tau diri kamu !!"


Tangan Marcella yang melayang di tahan oleh Akmal.


"CUKUP MARCELLA"Akmal mencengkram tangan Marcella dengan keras. Meluapkan emosi pada wanita tidak berterimakasih itu.


"Om Akmal "


Akmal melirik ke arah Ilana dan menatap tajam ke Marcella.


"Wajah nya lebih mahal dari rumah mu "


"Ilana, kau bisa menampar nya meski dia ibumu. Sudah cukup nilai berbakti mu padanya. Dia saja yang tidak bisa melihat ketulusan mu. Lagipula secara hukum selama 26 tahun Ilana bukan anak Marcella. Kau sendiri yang memasukkan namanya di akta Andrew sebagai putrinya Andrew. Sah..sah saja jika dia mencampakkan mu."


"Aku akan jawab pertanyaan mama yang membuat mama terus aja iri."


Ilana menyeringai. Marcella mengerutkan kening.


"Pertama, aku dekat sama orang yang manapun terserah ku. Aku tumbuh disana di rawat disana. Kedua, aku ga pernah beda-bedain mama dan nenek. Penghasilan pertama ku, aku belikan mama rumah,aku belikan mama tempat agar bisa buka butik,aku belikan mobil,sekolah Louis aku yang bayar lalu setelahnya aku renovasi rumah nenek. Aku dulukan mama bukan nenek, mama ga tau kan hal itu. Ketiga,secara hukum aku bukan anak mama. Keempat, dari awal mama sudah mempersulit hidup kami semua akta kelahiran ku namanya paman Andrew dan mantan istrinya bukan nama mama. Karena mama dan pria itu sama-sama malu !!! ke lima, mama lupa posisi mama tidak menguntungkan dari segi manapun. Jangan terlalu keras melawan ku ma.


Ke enam, LOUIS camkan ini bukan urusanku sejak awal. Sejak dia di kandungan sampai dia lahir. Mama yang minta aku buat menyekolahkan dia di sekolah internasional aku seolah harus membayar semua perlakuan baik mama. Mama sekolahkan aku di tempat bagus dan aku harus begitu pada Louis. Jadi urusan Louis itu urusan mama. Jangan bawa-bawa aku ke dalam masalah ini. Mama tanggung jawab, berani dan siap menghadapi konsekuensinya. Coba mama bilang dari awal tentang siapa papa nya Louis mama ga akan repot di masa depan. Jadi kalau aku baik pada adik tiriku aku hanya ingin beramal sesungguhnya dia 100% bukan tanggung jawabku.


"Terakhir yang ketujuh. APA JADINYA AKU MENGENALKAN MAMA KE SELURUH DUNIA. AKU MALU JELAS. SAMA SEPERTI MAMA YANG MALU MEMILIKI ANAK SEPERTIKU. MAMA MAU JADI TERKENAL BEGITU ?? AKU TAU SEMUA AMBISI MAMA BERASAL DARI PRIA ITU KAN. AKU TAU DIA HIDUP CUKUP SUKSES DAN KAYA MAKA DARI ITU MAMA TIDAK MAU KALAH SAING DAN KAMI JADI SASARAN AMBISI MAMA."


"DIA AKAN TAU KALAU MAMA ADALAH IBUKU, DIA LAGI YANG AKAN JADI MASALAH BARU UNTUKKU. AKU JAMIN KALIAN YANG MEMBUANG KU DULU JUSTRU AKAN MEMPEREBUTKAN HAK ASUH ATAS DIRIKU KARENA AKU PUNYA BANYAK KEKAYAAN DAN ASET. UJUNG DARI SEMUA INI ADALAH AKU HANYA ALAT UNTUK KALIAN."


"MAMA PIKIR MEDIA CUMAN AKAN MELIHAT PROFIL MAMA SEBAGAI SEORANG DESAINER. ENGGAK, MEREKA AKAN TAU KALAU AKU ANAK HARAM. DAN AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN ITU TERJADI. AKU MEMBANGUN KARIR KU DENGAN AIR MATA DAN KERINGAT. JADI KALAU SAMPAI HANCUR AKU GA AKAN BIARIN MAMA. "Ilana pergi menjauh setelah berbicara panjang pada Marcella.Akmal mengikutinya.



*Jadi catatan begini ya guys. Sejak bayi Andrew dan mantan istrinya adalah orang tua Ilana yang sah secara hukum. Namun saat Ilana sudah berusia satu tahun ketika saat itu Marcella kembali ia memasukkan nama Ilana di kartu miliknya sebagai putrinya. Marcella mati-matian mengubah nama orang tua Ilana. Namun Ilana tetap beranggapan posisi nya tak pernah berubah atau pindah ia masih jadi anaknya Andrew. Surat kelahiran dan status ayah Ilana adalah Andrew. Marcella tidak tinggal satu rumah dengan Ilana setelah melahirkan Ilana ia hanya akan berkunjung jika Ilana butuh ibunya. Marcella baru kembali saat Ilana berusia dua tahun tinggal bersama.