
Si gadis berkata, "Kakak kelima, kau tak usah mendesak aku. Aku tadinya mau bicara, tapi karena kau membuatku kesal, aku tak akan bicara". Monyet Keenam berkata, "Ini urusan Qingcheng Pai, kalau didengar orang lain juga bukan masalah besar. Kakak kedua, untuk apa Ketua Yu datang ke Fujian? Kalian bagaimana bisa melihat dia?"
Orang tua itu berkata, "Da shige belum datang, hujan pun belum berhenti, kita tidak ada kerjaan, biar aku ceritakan dari awal. Kita semua sudah tahu ujung pangkalnya, di kemudian hari kalau bertemu orang Qingcheng Pai, kalian sudah tahu harus berbuat apa. Di bulan dua belas tahun lalu, da shige berkelahi dengan Hou Renying dan Hong Renxiong dari Qingcheng Pai......"
"Hei!" Monyet Keenam tiba-tiba berkata, lalu tertawa. Si gadis melirik ke arahnya dan berkata, "Apa yang lucu?" Monyet Keenam tertawa terpingkal-pingkal, "Aku menertawai dua orang yang sok penting itu. Renying, Renxiong[12] nama macam apa itu? Bahkan di dunia persilatan mereka juga dijuluki 'Yingxiong Haojie, Qingcheng Sixiu'[13] . Malah lebih bagus namaku yang biasa-biasa saja, 'Lu Dayou', pasti tak akan mengundang masalah". Si gadis berkata, "Bagaimana bisa tak mengundang masalah? Kalau kau bukan marga Lu[14], tidak bernama Lu Dayou, dan diantara saudara-saudara seperguruan tidak menempati urutan keenam, bagaimana kau bisa dijuluki 'Monyet Keenam'? Lu Dayou tertawa, "Baiklah, sejak hari ini, aku akan merubah namaku menjadi 'Lu Dawu'[15].
Seseorang berkata, "Kau jangan memotong pembicaraan kakak kedua". Lu Dayou berkata, "Hei! Aku tak akan memotong pembicaraan kakak kedua!" Senyum mengembang di wajahnya. Si gadis mengerutkan keningnya seraya berkata, "Apa yang lucu? Kau ini memang suka buat onar!"
Lu Dayou tertawa dan berkata, "Aku ingat ketika da shige menendang Hou Renying dan Hong Renxiong sampai jatuh terguling-guling tujuh atau delapan kali, mereka masih tak tahu orang yang menendang mereka itu siapa, dan juga tak tahu kenapa mereka kena pukul padahal semuanya adem ayem saja. Ternyata begitu da shige mendengar nama mereka ia langsung merasa sebal, sambil minum arak ia berteriak keras-keras, 'Gouxiong Yezhu, Qingcheng Sishou[16]. Hou dan Hong berdua jelas murka, dan hendak menantang berkelahi, tapi malah kena tendang da shige sampai jatuh dari loteng kedai arak, hahaha!"
Begitu mendengar tentang hal itu, hati Lin Pingzhi menjadi lega, tiba-tiba ia merasa suka pada 'da shige' itu. Walaupun ia belum pernah bertemu dengan Hou Renying dan Hong Renxiong, namun mereka adalah saudara seperguruan Fang Renzhi dan Yu Renhao. Dengan menendang kedua orang itu sampai jatuh dari loteng kedai arak, 'da shige' telah membantu Lin Pingzhi melampiaskan amarahnya.
Orang tua itu berkata, "Ketika da shige berkelahi dengan Hou dan Hong, mereka tidak tahu dia itu siapa, setelah kejadian itu mereka mengadakan penyelidikan. Maka Ketua Yu kemudian menulis surat kepada shifu, kata-katanya sangat sopan, ia mengatakan bahwa ia kurang disiplin dalam mengajari murid-muridnya, sehingga murid-muridnya melakukan sesuatu yang menyinggung perguruan kita yang mulia dan murid-muridnya yang terhormat, oleh karena itu ia mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan sebagainya". Lu Dayou berkata, "Si marga Yu ini memang benar-benar licik. Ia menulis surat mohon maaf, tapi bukankah ia sebenarnya mengadu pada shifu? Sampai da shige harus berlutut di depan gerbang sehari semalam. Shifu baru mengampuni dia setelah semua saudara perguruan memohonkan ampun". Si gadis berkata, "Mengampuni apa? Bukankah setelah itu ia masih dipukul dengan tongkat tiga puluh kali?" Lu Dayou berkata, "Aku menemani da shige, ikut kena pukul sepuluh kali. He he, tapi bisa melihat kedua bocah Hou Renying dan Hong Renxiong itu jatuh terguling-guling dari loteng secara mengenaskan seperti itu, dipukul sepuluh kali dengan tongkat juga aku tidak menyesal. Hahaha!"
Si jangkung berkata, "Aku muak melihat kau seperti ini, kau sama sekali tak bertobat sedikitpun, sepuluh pukulan itu tak ada gunanya!" Lu Dayou berkata, "Bagaimana aku harus bertobat? Kalau da shige mau menendang orang sampai jatuh dari loteng, bagaimana aku bisa mencegahnya?" Si jangkung berkata, "Tapi kau kan bisa menasehati dia. Perkataan shifu benar: Lu Dayou mana bisa mendamaikan orang, kemungkinan besar dia malah menambah panas suasana, pantas kena pukul sepuluh kali dengan tongkat. Hahaha!" Orang-orang lain juga ikut tertawa.
Lu Dayou berkata, "Kali ini shifu benar-benar memperlakukan aku dengan tidak adil. Coba kau pikir, tendangan da shige sangat cepat, kedua pahlawan itu masing-masing menyerang dari kiri dan kanan, tapi da shige cuma mengangkat cawan arak, tenang-tenang menengak araknya. Aku berteriak, 'Da shige, hati-hati!' Tapi terdengar bunyi 'plak plak!' dua kali, lalu 'buk, buk!', tahu-tahu kedua pahlawan itu jatuh terguling-guling di tangga. Aku ingin melihat lebih jelas lagi supaya bisa mempelajari jurus 'Tendangan Ekor Macan Tutul' da shige yang istimewa. Tapi aku tidak sempat melihatnya, jadi bagaimana aku bisa mempelajarinya? Bagaimana caranya aku bisa menambah panas suasana?"
Si jangkung berkata, "Monyet Keenam, aku mau tanya padamu. Waktu da shige meneriakkan 'Beruang Hitam Babi Hutan, Empat Binatang Qingcheng' itu, kau ikut teriak atau tidak, kau harus bicara dengan jujur padaku". Lu Dayou tertawa cekikikan, lalu berkata, "Karena da shige sudah berteriak, kita adik-adik seperguruannya, bagaimana bisa tak ikut teriak untuk mendukung da shige? Apa kau mau suruh aku membantu Qingcheng Pai memaki da shige?" Si jangkung tersenyum dan berkata, "Oh, begitu? Shifu sama sekali tak memperlakukan kau dengan tak adil".
Si orang tua berkata, "Shifu sudah menegur da shige, kita semua harus mengingatnya. Shifu berkata, 'Di dunia persilatan, julukan orang yang mempelajari ilmu silat sangat banyak. Semuanya dilebih-lebihkan, misalnya 'Penggetar Langit Selatan', atau 'Pendekar Pengejar Angin', 'Terbang Di Atas Rumput' dan lain-lain. Untuk apa kalian mengurusi hal-hal semacam itu? Kalau orang lain ingin disebut 'yingxiong haojie', kalian biarkan saja mereka. Kalau kelakuan mereka memang seperti pahlawan dan orang gagah, tentunya kita mengagumi mereka dan ingin menjalin persahabatan, bagaimana kita bisa memusuhi mereka? Tapi kalau mereka bukan pahlawan dan orang gagah, dunia persilatan akan menghakimi mereka dan semua orang akan memandang rendah mereka, untuk apa kalian mengurusi mereka?' Semua orang mengangguk sambil memuji. Lu Dayou berkata dengan suara pelan, "Tapi julukanku 'Monyet Keenam' inilah yang paling bagus, dijamin tak ada orang yang dengar lantas marah".
Si orang tua berkata, "Peristiwa da shige menendang Hou Renying dan Hong Renxiong dari loteng itu dianggap sebagai kejadian yang sangat memalukan bagi Qingcheng Pai, oleh karena itu mereka lebih suka tutup mulut. Murid-murid perguruan kita sendiri juga jarang yang tahu. Shifu juga terus memperingatkan supaya kita tidak menyebarkan desas-desus di luar, untuk menghindari perselisihan. Sejak saat ini, kita jangan membicarakannya lagi, supaya tidak terdengar orang lain lalu disebarluaskan".
Lu Dayou berkata, "Sebenarnya kungfu Qingcheng Pai itu hanya besar namanya saja, kalau kita membuat mereka tersinggung, sebenarnya juga bukan masalah besar......"
Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, si orang tua sudah membentaknya, "Adik keenam, kau jangan bicara sembarangan, awas kalau aku pulang akan kulaporkan kepada shifu, kau akan dipukul dengan tongkat sepuluh kali lagi. Da shige dengan jurus 'Tendangan Ekor Macan Tutul' bisa menendang mereka dari loteng karena, pertama, ia mengambil keuntungan dari ketidaksiapan mereka, kedua, da shige adalah tokoh yang menonjol di perguruan kita, tidak bisa ditandingi orang lain. Apa ilmu kalian sudah cukup untuk menendang mereka dari loteng?"
Lu Dayou menjulurkan lidahnya dan melambaikan tangannya sambil berkata, "Jangan bandingkan aku dengan da shige".
Wajah orang tua itu nampak serius, ia berkata, "Ketua Yu dari Qingcheng Pai saat ini adalah pendekar yang luar biasa di dunia persilatan, siapa yang memandang rendah dia, tentu akan mengalami nasib buruk. Xiao shimei, kau sudah melihat Ketua Yu, menurutmu dia itu bagaimana?"
Si gadis berkata, "Ketua Yu? Dia turun tangan dengan sangat kejam. Aku......aku sangat takut melihat dia. Setelah ini aku......aku tidak ingin bertemu dengannya lagi". Suaranya agak gemetar, seakan masih ketakutan. Lu Dayou berkata, "Ketua Yu turun tangan dengan sangat kejam? Apa kau lihat dia membunuh orang?" Tubuh si gadis seakan mengkerut, ia tak menjawab pertanyaan itu.
Si orang tua berkata, "Pada hari itu, ketika shifu menerima surat Ketua Yu, ia begitu marah sampai ia memberi hukuman pukul yang berat pada da shige dan adik keenam. Keesokan harinya ia menulis surat, lalu menyuruh aku mengantarkannya ke Gunung Qingcheng......"