
"Swofff!!!"
Hikari menciptakan lingkaran energi di udara, kemudian Hikari memasukkan salah satu tangannya kedalam lingkaran energi tersebut untuk menarik pedangnya.
"Memaksa orang lain untuk bergabung ke dalam perkumpulan klub anehmu itu merupakan tindakan melanggar kebebasan para murid! Meski kalian bertiga adalah murid terkuat di Academy ini, aku takkan segan-segan untuk mendisiplinkan kalian bertiga!!" Hikari dengan lantangnya mengarahkan pedang miliknya ke arah Ryuma, Reina, dan Eisei.
"H-Hikari, jangan lakukan itu! Kau takkan bisa mengalahkan mere-" ucap Keiko.
"Aku adalah anak dari Pahlawan Kerajaan, Mayor Frederick! Impianku adalah menjadi pahlawan seperti Ayahku! Jadi, aku tidak bisa diam diri melihat murid-murid melanggar aturan.."
Akizumi melirik ke arah Hikari. Akizumi tidak yakin bahwa Hikari bisa mengimbangi tiga murid terkuat di Academy ini. Sementara itu, Ryuma hanya tertawa kecil mendengar pernyataan Hikari.
"Konyol sekali. Aku tidak peduli kau anak pahlawan atau siapa. Tapi saat ini aku sedang membutuhkan Akizumi untuk keperluan rencanaku." ucap Ryuma.
Akizumi berjalan beberapa langkah di depan Hikari, "Hikari, kau tak perlu bertarung dengan mereka. Bahkan kau saja belum tentu bisa mengimbangi kemampuan mereka bertiga.."
"Kau meremehkanku, Akizumi?"
"Tidak. Aku hanya berbicara mengenai fakta. Mereka bertiga sudah berada di level yang berbeda. Itu akan membuang-buang waktu dan tenagamu, Hikari."
"T-tapi..!!"
"Aku akan menghajar mereka bertiga. Aku tidak peduli apa status mereka sekarang. Mereka bertiga sudah mengganggu waktu jam tidurku, padahal malam hari aku harus bekerja part time, sialan.."
"Bagus sekali, bocah. Menghajar kami bertiga, ya? Baiklah, mari bertarung di Arena. Eisei, kau bertarunglah dengan dia terlebih dahulu.." perintah Ryuma.
"Baik-"
"Tidak! Aku akan bertarung melawan kalian bertiga sekaligus!" ucap Akizumi sembari menunjuk jari telunjuknya ke Ryuma, Eisei, dan Reina. Akizumi mengatakan hal itu tanpa ada keraguan.
Hikari dan Keiko pun terkejut dengan Akizumi yang berniat melawan 3 orang sekaligus. Hikari terlihat marah dan kesal. Hikari merasa dirinya tidak berguna sama sekali di saat moment seperti ini. Namun..
Hikari berlari melewati Akizumi. Ia memaksa untuk menyerang Ryuma, Eisei, dan Reina dengan serangan pedangnya, "Tidak! Aku tidak boleh putus asa! Aku kuat! Aku juga bisa menyerang mereka!"
"Hikari!!!" teriak Keiko.
"Kau bodoh ya, Hikari?! Jangan menyerang mereka sembarangan-" ucap Akizumi.
"Blow.."
Reina mengarahkan tangan kanannya ke arah Hikari. Lalu, tiba-tiba pedang Hikari terhempas begitu saja dari genggamannya. Hikari terkejut melihat hal itu. Hikari berhenti dari larinya setelah melihat pedangnya terhempas.
"Object Atttaction.."
Reina menggunakan kekuatannya untuk menarik Hikari, ia berniat mencekik Hikari dengan tangan kanannya. Sementara itu Reina mengeluarkan sebuah pisau dari saku seragamnya.
Akizumi melapisi sekujur tubuhnya dengan Qi miliknya, kemudian ia pun sedikit menekuk lututnya lalu melompat dengan sangat cepat untuk meraih tubuh Hikari, "Swusshh!!!"
Akizumi berhasil meraih tubuh Hikari dengan tangan kirinya sebelum Hikari dicekik oleh Reina. Kemudian Akizumi mengepalkan tangan kanannya, lalu aliran petir hitam muncul dari tangan tangan Akizumi.
Akizumi berniat menyerang Ryuma, Eisei, dan Reina sekaligus.
"Summoner.."
Disaat yang bersamaan, sebuah lingkaran energi muncul tepat dibawah Akizumi dan Hikari, selang beberapa detik kemudian, mulut seekor hiu raksasa dengan gigi taring yang tajam keluar dari lingkaran energi tersebut.
Akizumi mengurungkan niatnya untuk menyerang dan memutuskan untuk bergerak mundur dengan cukup cepat ke arah Keiko. Akizumi menyerahkan Hikari kepada Keiko. Hikari memasang raut wajah syok, dia benar-benar hampir terbunuh bila tidak ditolong oleh Akizumi.
"Rokurokubi!!!"
Leher Ryuma memanjang dan bergerak cepat ke arah Akizumi. Bahkan Keiko ketakutan sampai mengeluarkan keringat dingin saat melihat leher Ryuma yang memanjang.
Leher Ryuma terus memanjang dan ia berniat untuk menggigit leher Akizumi. Akizumi berlari zig-zag untuk menghindari serangan Ryuma. Sementara itu, Reina membuat benda-benda yang ada disekitarnya melayang, kemudian ia melesatkannya ke arah Akizumi.
Benda-benda mengarah dengan cepat ke arah Akizumi, sementara dibelakang terlihat leher Ryuma yang masih terus memanjang untuk mengejar Akizumi. Kemudian, muncul sebuah lingkaran energi yang cukup besar dari sisi kanan Akizumi. Tak berselang lama kemudian, muncullah kepala harimau yang siap menggigit Akizumi.
Kini 3 serangan telah menuju ke arah Akizumi. Akizumi berhenti dari larinya, ia melebarkan kedua tangannya secara menyilang.
"Kuroi Inazuma!!!"
Kilat petir hitam muncul di sekujur tubuh Akizumi lalu menyebar luas, "Bztttsss!!!" Secara spontan Ryuma langsung mengembalikan lehernya seperti semula agar tidak terkena serangan dari Akizumi, sementara itu serangan dari Eisei dan Reina lenyap seketika pada saat terkena kilat petir hitam yang dikeluarkan oleh Akizumi.
"Kau sudah melatih potensi Qi mu menuju ke tingkat yang lebih tinggi ya, hebat sekali!! Ini semakin membuat diriku ingin merekrutmu!!!" teriak Ryuma dengan sangat bersemangat, "Kalau begitu aku juga akan serius!!!"
Ryuma melapisi kedua tangannya dengan energi Qi nya. Kemudian, aliran kilat petir hitam muncul di kedua tangan Ryuma.
"Kau juga bisa menguasai Qi tingkat tinggi ya, Senpai!!! Kalau begitu mari kita buktikan siapa yang terkuat!!!" Adrenalin mental Akizumi semakin tak terkendali, ia tersenyum menyeringai.
Ryuma dan Akizumi saling berlari satu sama lain. Kemudian, mereka berdua saling melesatkan pukulan yang telah dilapisi oleh Qi tingkat tinggi, Qi Conqueror.
Pukulan Akizumi dan Ryuma mengalami sebuah bentrokan hingga menciptakan gelombang kejut di area wilayah Academy. Bahkan serangan mereka berdua membuat 2 dampak, yaitu langit tiba-tiba menjadi mendung serta langit yang terbelah menjadi 2.
"Baru kali ini aku melihat Ryuma yang begitu bersemangat seperti saat ini. Mereka berdua benar-benar sangat gila. benturan dari pukulan yang dilapisi oleh Qi Conqueror menciptakan sebuah perubahan cuaca dalam sekejap, bahkan langit pun terbelah.." ucap Reina. Ia mengamati langit.
"Aku juga tak menyangka ada seseorang yang bisa menguasai Qi Conqueror selain Ryuma." ucap Eisei.
Hikari dan Keiko sangat terkejut ketika melihat langit yang tiba-tiba berubah menjadi mendung dan terbelah. Mereka berdua tak bisa berkata apa-apa lagi.
Bahkan Hikari sampai terjatuh dalam posisi terdudu ketika melihat hal itu, "L-langitnya terbelah?! Sejauh apa perbedaan kekuatanku dengan Akizumi?!" batin Hikari. Keringat dinginnya bercucuran di dahinya dengan cukup deras.
Sementara itu, murid-murid yang berada di gedung pertama, kedua, ketiga, dihalaman, sampai para guru yang sedang rapat juga merasakan efek dari gelombang kejut tersebut. Sebagian murid dan guru yang masih berada didalam gedung Academy bergegas menuju ke halaman Academy. Mereka semua juga terkejut ketika melihat kilatan petir hitam diatas atap gedung ketiga serta langit yang terbelah.
Di koridor lantai 3 gedung ketiga Academy..
Tatsuya yang tiba-tiba merasakan gelombang kejut pun sontak bergegas melihat keluar jendela yang berada di koridor lantai 3. Ia melihat perubahan langit yang berubah menjadi mendung hingga terbelah menjadi 2.
"Apa yang sebenarnya terjadi?!" Tetsuya juga melihat banyak dari murid-murid Academy yang berlari keluar dari gedung Academy menuju halaman.
Ushijima berjalan datang menghampiri Tatsuya, "Akizumi dan Ryuma-senpai bertarung di atap gedung. Pihak sekolah pasti takkan tinggal diam melihat kejadian ini.."
"A-Akizumi melawan Ryuma-senpai?! Melawan murid terkuat dari Academy?! Oi, yang benar saja.."
"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua, tapi faktanya, mereka berdualah yang bertarung saat ini.." ucap Ushijima.
"Berisik.." Tatsuya berjalan menuruni tangga dan sedang bergegas menuju ke halaman Academy. Tampaknya Tetsuya begitu kesal dengan kejadian kali ini.
B E R S A M B U N G