Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 2 - First Day.



"Sepertinya aku sudah berlari cukup jauh dari perempuan itu. Dan tampaknya dia juga tidak mengejarku sampai sini. Dia itu suka ikut campur urusan orang lain.. " ucap Akizumi. Ia menoleh kebelakang untuk memastikan bahwa Hikari tidak mengejarnya.


Hari pertama sebagai murid pindahan, Akizumi mengurungkan niatnya untuk masuk ke Academy dan memilih jalan-jalan berkeliling kawasan Ibukota Westness Highway.


"Selama ini aku hanya berkeliling di Kota Wintergrass. Itupun hanya aktifitas jogging." Kemudian, Akizumi pun melihat ke arah kalung merpati yang ia kenakan di lehernya, "Kau juga pasti belum pernah jalan-jalan ke Ibukota, kan?" Akizumi menatap kalung merpati itu sembari tersenyum lebar.


Akizumi masih berjalan berkeliling di kawasan Kota Lost Hawk. Hingga suatu ketika, Akizumi melihat sebuah jembatan yang menghubungkan 2 jalanan dari sungai selebar 25 meter. Akizumi naik ke jembatan tersebut, dan berhenti ditengah-tengah jembatan sembari melihat pemandangan sungai yang tampak bersih dan jernih, bahkan ikan emas tampak aktif dan berenang bebas tanpa hambatan didalam sungai tersebut.


Akizumi tersenyum lebar ketika melihat pemandangan sungai tersebut, namun ekspresi wajahnya yang awalnya cukup ceria kini perlahan mulai berubah, Akizumi memasang ekspresi datar.


"Bersikap menjadi orang yang bahagia itu sangat menguras tenaga." Nada bicara Akizumi juga tiba-tiba menjadi cukup dingin, berbeda dari biasanya, berbeda seperti sosok Akizumi yang dikenal masyarakat di Kota Wintergrass.


Akizumi melanjutkan jalannya melewati jembatan itu. Akizumi terus berjalan tanpa tahu akan tujuan dia akan kemana. Hingga pada akhirnya Akizumi melihat ke sebuah jalanan dengan pohon sakura yang mengikuti arus jalanan tersebut.


"Pohon sakura, ya. Cukup indah."


Setelah berhenti sejenak, akhirnya Akizumi melanjutkan jalannya kembali. Sudah cukup lama Akizumi berjalan mengelilingi kawasan Kota Lost Hawk.


Secara tanpa sengaja, tiba-tiba saja Akizumi sudah berada didepan gerbang Westness Highschool Academy. Akizumi melihat halaman Academy yang dipenuhi beraneka macam pohon yang indah dari luar gerbang.


"Jadi, Academy ini yang akan aku masuki ya. Pasti hanya orang-orang kaya yang dapat memasuki Academy ini. Berhubung aku dapat pindah kesini berkat orang dalam, yah.. aku jadi minder.. " Akizumi memasang wajah konyolnya ketika melihat betapa elite nya Academy yang akan masuki.


Akizumi menatap Academy tersebut dengan cukup lama. Kemudian, Akizumi membalikkan badannya dan berniat untuk pergi.


"Sepertinya besok aku harus membawa bantal dan selimut. Tidur diatas atap gedung sambil melihat pemandangan pepohonan yang berada dihalaman Academy tampaknya tidak terlalu buruk-"


"Bolos sekolah, ya?" Tiba-tiba seorang siswa sudah berdiri disamping gerbang Academy sekaligus menyapa Akizumi.


Akizumi melirik ke arah siswa tersebut. Ia melihat sosok pemuda berambut panjang berwarna hitam kemerah-merahan, serta kulitnya berwarna putih pucat dengan tatapan tajamnya yang membuat aura mengerikannya dapat dirasakan oleh Akizumi.


"Ya. Hari ini aku berencana membolos. Aku tidak peduli kau akan melaporkanku kepada pihak Academy atau tidak. Tapi hari ini aku memutuskan untuk tidak bersekolah.." ucap Akizumi.


"Oey, bocah. Sepertinya kau tidak tahu siapa diriku ini ya, oleh karena itu kau berbicara tanpa ada rasa takut sekalipun."


"Tidak. Aku sudah merasakan aura yang mengerikan dari dalam dirimu. Aku tahu kau ini orang yang kuat. Tapi aku takkan gemetar karena melihat auramu yang mengerikan."


"Wah-wah. Ini menarik. Aku tidak pernah melihat bocah yang menarik sepertimu."


"Siapa yang kau sebut bocah.." Akizumi sedikit kesal dengan ucapan orang itu.


"Bergabunglah dengan klubku. Besok datanglah ke gedung pertama, aku akan menyambutmu sebagai anggota baruku-"


"Enyah saja. Aku tidak akan bergabung dengan klub sampahmu itu. Besok aku datang hanya untuk tidur, aku tidak ingin membebani pikiranku dengan bergabung klub aneh-"


"Kalau begitu.. Seseorang akan menyeretmu besok. Kau takkan bisa bersembunyi darinya. Tidak ada kata menolak untuk bergabung denganku.."


"Tcih. Dasar pemaksa."


Siswa bernama Shibayanagi Ryuma itu pun langsung membuka gerbang dan memasuki Academy. Sementara itu, Akizumi berjalan ke arah yang berlawanan dari arah Academy.


"Entah kenapa aku merasa dia itu mempunyai kekuatan yang luar biasa. Dari cara bicaranya tanpa beban itu saja aku bisa mengetahui bahwa dia adalah sosok yang sangat kuat." batin Akizumi.


Akizumi pun memutuskan menuju ke Stasiun dan berfikir untuk kembali ke penginapan. Dia harus kembali bekerja sebagai pelayan di sebuah kedai minuman saat malam hari. Akizumi bekerja part time untukmembayar sewa penginapan bulananan.


1 jam kemudian. Akhirnya Akizumi sudah tiba di Kota Wintergrass dengan menaiki kereta. Akizumi memutuskan untuk melakukan jogging ke tempat kerjanya, yaitu di sebuah kedai minuman yang jaraknya tak jauh dari penginapan miliknya.


"Akizumi, selamat sore!" Sapa seorang nenek-nenek yang selalu ditolong oleh Akizumi.


"Selamat sore juga nenek! Jaga kesehatan! Jangan lupa tidur yang cukup! Kalau butuh bantuan langsung hubungi aku saja!" sapa balik Akizumi dengan senyum lebarnya. Ia tampak bersemangat.


"Akizumi anak yang baik." Nenek ini melambai-lambai kan tangannya ke arah Akizumi.


~


Malam pun tiba. Tampak Akizumi yang sedang bekerja di sebuah kedai minuman. Ia terlihat menyajikan berbagai minuman kepada para konsumen yang telah datang. Banyak dari mereka yang datang ke kedai minuman itu adalah para pria paruh baya, bahkan kita bisa menjumpai kakek-kakek yang memesan sake.


"Selamat menikmati!" ucap Akizumi dengan senyum ramahnya.


Kemudian, datanglah seorang pria yang merupakan pekerja senior di kedai minuman tersebut, pria itu bernama Minamoto. Pria paruh baya berumur 39 tahun.


"Yo, Akizumi. Beristirahatlah sebentar, biar aku yang melayani mereka sebentar.."


"Baiklah, Minamoto-san."


Akizumi pun langsung berjalan menuju ke ruangan. Kemudian, ia mengambil segelas air putih lalu duduk di sebuah sofa. Akizumi meminum segelas air tersebut.


"Sayang sekali aku belum berumur dua puluh tahun jadi tidak boleh minum minuman beralkohol."


Beberapa detik kemudian, handphone Akizumi yang berada di saku celananya pun berdering. Akizumi mengambil handphone dari saku celananya dan membukanya. Akizumi menerima pesan dari seseorang yang tak dikenal.


"Huh.. nomor tak dikenal? Siapa juga yang mengirimku pesan malam-malam begini. Bahkan kenalanku saja sedikit.."


Akizumi pun membuka pesan dari handphone nya tersebut. Dan pesan tersebut berisi :


[ Aku akan menunggumu besok di kereta! Aku tidak akan membiarkanmu membolos! Ingat itu! Kau takkan bisa kabur dariku! ]


Akizumi pun langsung memasang ekspresi wajah kesal setelah membaca pesan tersebut.


"Sialan. Ini pesan dari perempuan yang kutemui di kereta waktu itu. Ah, aku lupa siapa namanya. Dia ini.. kenapa bisa tahu nomor teleponku!!"


B E R S A M B U N G