
"Tatsuya. Meski dirimu adalah murid terkuat di kelas satu, aku sama sekali tak gentar. Kalau kau ingin bertengkar, maka aku ladeni.." ucap Julian sembari melepaskan headset lalu menaruh diatas mejanya.
Tatsuya semakin marah. Dia menciptakan api yang membara di tangan kanannya, "Akan kubakar kau sampai hangus, Shirochibi.."
Nanako berlari ke tengah-tengah antara Julian dan Tatsuya. Dengan raut wajah yang cukup panik, Nanako mencoba untuk melerai mereka berdua.
"Cukup hentikan! Kalian berdua hentikan pertengkaran ini! Kita ini teman sekelas! Tak sepantasnya kita bertengkar hanya masalah sepele seperti ini!! Julian, Tatsuya, hentikan!" ucap Nanako.
"Oi, Nanako. Pertengkaran ini karena dirimu yang terlalu ikut campur urusan pribadiku dan sok menasehatiku. Aku takkan segan-segan melukaimu meskipun kau seorang wanita, Nanako.." ucap Tatsuya.
"Clek!!"
Mei datang dan langsung menodongkan pistol ke kepala Tatsuya.
"Hentikan ini, Tatsuya. Meski kau cukup tampan dan populer, kau terlihat begitu arogan juga, ya.." ucap Mei.
"Jangan membuatku tertawa, Aku bisa mengalahkan murid-murid di kelas ini dengan mudah, Mei." ucap Tatsuya.
Situasi di kelas sudah mulai memanas. Selang beberapa detik kemudian, Aiyama datang ditengah-tengah Julian, Nanako, Tatsuya, dan Mei tanpa hawa kehadiran.
Aiyama tersenyum lembut, "Kalian semua hentikan. Sangat tak baik bertarung dengan teman sendiri."
"!!!!!" Tatsuya, Julian, Nanako, dan Mei terkejut dengan kedatangan guru mereka, Aiyama, yang datang tanpa merasakan hawa kehadiran.
"Tcih.." Tatsuya melenyapkan api dari tangan kanannya, kemudian bergegas menuju ke bangkunya.
"Baiklah-baiklah. Nanako, panggil semua teman-teman yang lain untuk masuk kedalam kelas, Sensei punya informasi penting.."
"Baik, Sensei!"
~
Sementara itu di area kolam renang.
Terlihat Akizumi dan Ryuma yang mengambang diatas kolam renang. mereka berdua menatap langit sembari menghembuskan nafas panjangnya.
"Nyaman sekali.."
"Ya, kau benar, Senpai.."
Sementara itu, terlihat Eisei, Reina, Hikari, dan Keiko yang duduk dipinggir kolam renang sembari melihat Akizumi dan Ryuma dengan tatapan bosan.
"Hikari... aku bosan disini! Aku ingin segera pergi ke kelas atau ketempat lain!!" keluh Keiko.
"Aku juga sama, Keiko.." ucap Hikari.
"Hikari! Keiko! Apa kalian berdua tidak ingin berenang juga? Kesempatan tidak datang dua kali loh!" teriak Akizumi yang masih mengambang diatas kolam renang.
"B-bodoh!! Aku tidak mau berenang bersama laki-laki!! Aku tahu pikiran laki-laki kalau berenang bersama dengan perempuan!!" bentak Keiko.
"Pikiran apa?"
"Jangan sok polos kau, Akizumi!"
"Hikari, apa kau tidak mau mencoba berenang?"
"E-"
"Jangan, Hikari!"
"Kalau tidak mau yasudah, aku tidak akan memaksa. Padahal aku ingin kalian berdua menikmati kolam renang sebesar ini.. Aku yakin, meski kalian sudah berada di Academy ini sebelum diriku, tapi kalian belum pernah berenang di kolam ini.."
"B-benar juga.." batin Keiko. Keiko menjadi sedikit bimbang. Benar seperti perkataan Akizumi, ia belum pernah sama sekali berenang di kolam renang Academy.
Beberapa saat kemudian, Nanako pun datang ke area kolam renang untuk memanggil kembali Hikari, Keiko, dan Akizumi masuk kedalam kelas.
"Hikari! Keiko! Akizumi! Murid kelas satu A disuruh masuk kedalam kelas oleh Sensei! Sensei akan mengumumkan informasi penting!" ucap Nanako sembari berjalan mendekati Keiko dan Hikari.
"Benar. Aku tidak tahu informasi apa yang akan diberikan oleh Sensei. Jadi cepat bergegaslah menuju ke kelas.."
Mendengar hal itu, Akizumi pun naik ke pinggir kolam renang sembari membunyikan lehernya ke kanan dan ke kiri.
"Padahal aku menikmati kolam renang ini cukup lama." ucap Akizumi dengan sekujur tubuhnya yang basah kuyub.
"Ehhh~" Pipi Nanako memerah dan langsung memalingkan pandangannya dari Akizumi setelah melihat postur tubuh Akizumi yang cukup bagus, ia juga terkejut setelah melihat tubuh Akizumi dipenuhi dengan bekas luka serta bekas jahitan sayatan di dadanya, "I-itu luka apa, Akizumi?"
"Luka ini ya.. luka ini-" ucap Akizumi.
"Hmphhhh!!!" Hikari menggerutu dengan menggembungkan pipinya kembali, "Akizumi, kau curang! Kau ingin memberitahu Nanako tentang luka itu, tapi kau tidak mau memberitahuku!"
"Maksudnya luka ini rahasia, aku baru ingin menjawab itu tapi kau malah memotong pembicaraanku, Hikari.." ucap Akizumi.
"Bohong!" Hikari tak percaya dengan jawaban Akizumi.
"A-apakah ini yang dinamakan cinta segitiga?! Rival cinta antara Ketua kelas dan Wakil kelas! Hebat! Seperti pada film romance!!!" batin Keiko yang dalam pikirannya menggebu-gebu.
~
Beberapa saat kemudian ketika semua Murid kelas 1A sudah masuk kedalam kelas. Terlihat tangan Manabu yang diperban terkena kekuatan api Tatsuya.
"Baiklah, semuanya sudah berkumpul. Kali ini Sensei akan menjelaskan tentang Ujian khusus.."
"Ujian khusus???"
"Selain untuk nilai, ujian khusus juga berguna untuk memperbarui peringkat para murid kelas satu dari yang terkuat sampai yang terlemah. Ini adalah pride untuk kalian sendiri."
Setelah mendengarkan sedikit penjelasan dari Aiyama, murid-murid di kelas 1A tiba-tiba bersemangat. Jiwa bertarung mereka meningkat dengan pesat.
"Baiklah! Ini adalah kesempatanku untuk bersinar! Hiroki dari kelas satu A, siap menunjukkan taringnya!!" teriak Hiroki dengan bersemangat.
"Aku sudah tidak sabar menunggu aksimu, boss!!" ucap Niichi.
"Kau pikir ini mudah, dasar Hiroki bodoh.." sindir Keiko.
"Hah?!!!"
Selang beberapa detik kemudian, Akizumi pun mengangkat tangan kanannya dan meminta izin untuk bertanya, "Aiyama-Sensei, aku ingin bertanya sesuatu.." Lalu, seketika semua mata murid yang ada di kelas 1A tertuju kepada Akizumi.
"Silahkan.."
"Apa aku boleh tidak mengikuti ujian ini, Sensei?"
"Tidak boleh. Semua murid wajib mengikuti ujian kali ini. Ujian kali ini juga ada kaitannya dengan kenaikan kelas.."
Mendengar jawaban itu, Akizumi pun merasa kecewa. Pasalnya ia harus bekerja part time untuk membayar sewa penginapannya. Ekonomi Akizumi saat ini sedang berada dalam masa-masa sulit.
Hikari menoleh ke arah Akizumi sembari menatap tajamnya, "Aku tidak akan membiarkanmu membolos dalam ujian ini. Aku punya tugas untuk mendisiplinkan murid yang tidak taat aturan, awas saja.."
"Oy, Hikari. Jangan mencampuri urusanku lagi.."
"Aku tidak peduli! Aku tidak akan membiarkanmu bolos dalam ujian kali ini!"
"Sensei akan menjelaskan tentang ujian ini lebih detail. Tapi sebelum itu, Sensei akan membentuk sebuah tim berisi empat orang terlebih dahulu." ucap Aiyama.
"Tim??"
"Benar. Ujian pertama sangatlah berbahaya. Jadi pembentukan tim ini adalah untuk saling melindungi satu sama lain."
Akizumi menyandarkan kepalanya di telapak tangannya yang disangga diatas meja bangku nya, "Membosankan. Aku ingin segera pulang. Seandainya aku bisa menikmati kolam renang itu lebih lama lagi."
B E R S A M B U N G
See you next chapter. Jangan lupa like dan koment serta share juga ya..