
...Ujian bertahan hidup hari ketiga....
Kini ujian bertahan hidup sudah memasuki hari ketiga. Selama dua hari berlangsungnya Ujian pertama, hampir dari semua tim saling bertarung satu sama lain untuk mendapatkan point, bahkan ada beberapa tim yang hanya mengandalkan membunuh monster untuk meraih banyak point.
Dari 32 tim yang ikut, di hari ketiga ini hanya menyisakan 22 tim, sementara 10 tim lainnya telah gugur di ujian pertama. Menurut laporan dari pihak guru yang berada di Basecamp Area, inilah total point yang dihasilkan oleh sebagian tim, contohnya sebagai berikut;
• Tim Tatsuya: 300 Point.
Mengalahkan 2 tim + 100 Monster.
• Tim Aragaki: 289 Point.
Mengalahkan 2 tim + 89 Monster.
• Tim Irvin: 275 Point.
Mengalahkan 2 tim + 75 Monster.
• Tim Nanako: 234 Point.
Mengalahkan 1 Tim + 134 Monster.
• Tim Rebecca: 180 Point.
Mengalahkan 1 Tim + 80 Monster.
• Tim Shibayanagi Kazuya: 152 Point.
Mengalahkan 1 Tim + 52 Monster.
• Tim Inoguchi Shin: 134 Point.
Mengalahkan 1 Tim + 34 Monster.
• Tim Hiroki: 70 Point.
Mengalahkan 70 Monster.
• Tim Hikari: 34 Point.
Mengalahkan 34 Monster.
• Tim Jean: 12 Point.
Mengalahkan 12 Monster.
Terdapat dua tim A yang memasuki ranking lima besar dengan perolehan point terbanyak, kedua tim itu adalah tim Tatsuya dan Tim Nanako. Tim Tatsuya menduduki posisi pertama setelah mengalahkan dua tim dan 100 Monster hingga mendapatkan jumlah total point sebanyak 300. Sedangkan tim Nanako berada di ranking keempat setelah berhasil mengalahkan satu tim dan 134 Monster hingga mendapatkan total point 234.
Semakin berjalannya hari, tim-tim yang ikut dalam ujian bertahan hidup juga semakin berkurang. Hanya dalam kurun waktu dua hari, sebanyak sepuluh tim telah gugur dalam ujian. Tim-tim terkuat akan semakin terlihat jelas sampai dengan ujian bertahan hidup berakhir.
Sekitar pukul enam di pagi hari dihutan Angleleaf. Hikari, Evelyn, dan Shiori yang sudah terbangun dari tidur nyenyaknya melihat Hiroki yang tergeletak tak sadarkan diri di dekat api unggun yang sudah padam dan menjadi abu. Mereka bertiga memutuskan untuk turun dari rumah pohon dan menghampiri Hiroki.
"Hiroki, bangunlah!"
Hikari mentoel-toel kepala Hiroki secara berulangkali tapi tak kunjung juga bangun. Shiori juga mencoba membangunkan Hiroki dengan menggoyangkan tubuhnya namun tetap tidak ada respon sama sekali.
Mereka bertiga masih bingung antara Hiroki pingsan, mati, atau tidur dengan pulas. Meski tidur dengan pulas, tidurnya Hiroki bagaikan seorang mayat. Setelah lama tak kunjung bangun, Evelyn membawa seember air lalu mengguyurnya ke kepala Hiroki, "Byurr!!"
"Tolong, aku tenggelam!"
Hiroki terbangun dengan memperagakan seolah-olah dirinya tenggelam ditengah lautan. Hikari, Evelyn, dan Shiori melihat reaksi konyol Hiroki dengan menahan tawa.
"Eh?"
Dengan wajah plonga-plongo Hiroki menatap ke arah Evelyn, Hikari, dan Shiori yang berdiri didekatnya. Hiroki mencoba untuk bangun dan berdiri, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Ah, maafkan aku. Kukira aku tenggelam di dalam lautan yang dalam. Mimpiku terasa sangat nyata.." ucap Hiroki. Kemudian ia menyadari bahwa kepala dan setengah badannya basah kuyub, "Eh, tunggu dulu? Jadi aku benar-benar tenggelam, ya? Kenapa aku bisa basah kuyub seperti ini?"
"E-E-Evelyn menyirammu karena tak kunjung bangun.." ucap Shiori dengan nada gugup.
"Evelyn?" Hiroki menatap ke arah Evelyn yang masih membawa satu ember kosong yang ia gunakan untuk menyiramnya, "Woi, Evelyn! Apa kau tidak bisa membangunkanku dengan cara biasa?!"
"Oi, Hikari. Bicaramu jahat banget berharap aku mati.." ucap Hiroki.
"Hiroki, apa yang membuatmu tertidur disini? Lalu, dimana Akizumi sekarang?" tanya Evelyn.
Pertanyaan Evelyn membuat Hiroki teringat dengan kejadian tadi malam. Hiroki merasa kesal dengan apa yang telah dilakukan Akizumi hingga membuatnya pingsan.
"Akizumi brengsek itu! Aku baru sadar kalau dia membuatku pingsan!"
"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Hikari.
"Ini benar-benar gawat! Kita harus segera mencarinya dan membantunya! Akizumi sengaja berpisah dengan kita karena dia telah diincar oleh seratus pembunuh bayaran!" ucap Hiroki.
Evelyn, Hikari, dan Shiori terkejut dengan jawaban Hiroki.
"Seratus pembunuh bayaran?! Jadi, apa Akizumi berniat melawan seratus pembunuh bayaran itu sendirian?!" tanya Hikari tak percaya.
"Benar. Si bodoh Akizumi itu tidak ingin kita terlibat oleh urusannya dengan pembunuh bayaran, aku tak terima! Itu seperti meremehkan kita begitu saja! Aku akan mencari si bodoh egois itu sekarang!" ucap Hiroki.
"Aku juga ikut. Sebagai rekan satu tim, aku tidak bisa membiarkan temanku bertarung sendirian.." ucap Evelyn.
"Benar! Aku juga akan ikut!" ucap Hikari.
"A-a-aku juga!" ucap Shiori.
"Baiklah! Ayo kita cari keberadaan si egois Akizumi itu! Seratus pembunuh bayaran itu bukanlah apa-apa! Aku masuk ke Academy agar menjadi semakin kuat!" ucap Hiroki.
Hiroki, Hikari, Evelyn, dan Shiori memutuskan untuk mencari keberadaan Akizumi bersama. Hiroki sedikit merasa tidak terima dianggap seolah-olah dirinya lemah dan tak pantas untuk bertarung membantu Akizumi menghadapi pembunuh bayaran.
Sementara itu di ruangan tersembunyi yang berada di Basecamp Area. Terlihat Kepala Sekolah Tzegyr, Wakil Kepala Sekolah Naivara, Dokter Hideshiro, dan beberapa pengawas berada didalam ruangan tersebut.
"Oi, Tzegyr-san! Kenapa kita harus diam saat melihat Akizumi sedang diincar oleh seratus pembunuh bayaran?!" tanya Hideshiro.
Hideshiro merasa sangat panik ketika mengetahui Akizumi telah diincar oleh seratus pembunuh bayaran. Hideshiro bersikukuh untuk masuk kedalam hutan Angleleaf namun kepala sekolah Tzegyr tetap menolaknya.
"Hohoho.." Tzegyr tertawa dengan tawa khas nya. Tzegyr menoleh ke arah Hideshiro sembari mengelus-elus janggut putih panjangnya, "Tidak perlu khawatir, Hideshiro. Dia pasti bisa mengatasinya.."
"Apa maksud anda, Tzegyr-san? Aku tahu Akizumi memang kuat, tapi menghadapi seratus pembunuh bayaran berpengalaman itu sangat mustahil baginya. Akizumi masih seorang bocah-"
"Dia bukan sembarang bocah, Hideshiro. Lagipula akulah yang merekomendasikan dia untuk masuk ke Academy ini, jadi aku sudah tahu semua potensinya."
"Ya, memang benar sih, kalau anda lah yang merekomendasikan dirinya untuk pindah ke Academy ini. Namun seratus pembunuh bayaran itu sangatlah banyak!"
"Hohohohoho..!! Jangan terlalu tegang, Hideshiro. Apa kau sudah lupa kalau Akizumi adalah pewaris kekuatan Hyperion of Titania."
"Tzegyr-san, tapi itu tetap saja berbahaya baginya! Lagipula kau merekomendasikan Akizumi masuk ke Academy ini agar anda bisa leluasa untuk mengawasinya, bukan?"
"Benar, itu tepat sekali, Hideshiro!"
"Kalau Akizumi menggunakan kekuatan itu disini, akan sangat bahaya kalau dia diketahui oleh publik, mengingat tragedi dua tahun lalu di Kota Callbourn, dimana dalang dari tragedi itu masih belum diketahui. Siapapun bisa saja menjadi musuh dalam selimut!"
"Aku juga sudah tahu itu, Hideshiro! Ah, kau ini banyak omong sekali! Kau cukup diam dan amati saja, bodoh!"
Kesabaran Tzegyr setipis tisu ketika melihat dan mendengar Hideshiro yang terus mengoceh membantahnya. Tzegyr pun menjitak kepala Hideshiro dengan sangat keras hingga menciptakan benjolan besar.
"Aduh, sakit, Tzegyr-san!!"
"Itu hukumanmu karena terlalu banyak mengoceh, Hideshiro!"
Kembali lagi ke hutan Angleleaf. Satu kilometer arah barat daya dari lokasi Hiroki dan yang lainnya berada. Terlihat Akizumi yang tengah dikepung oleh seratus pembunuh bayaran dengan senjatanya masing-masing.
"Oh, jadi kau berniat menjauhkan kami dari teman-temanmu agar tidak ikut campur, ya? Kau percaya diri sekali seolah-olah bisa mengalahkan kami sendirian, Bocah!" ucap salah satu pembunuh bayaran yang berdiri di salah satu pohon yang tinggi.
"Konyol sekali berencana mengalahkan kami yang sangat banyak sendirian!"
"Janji gak nangis minta ampun? Huahaha!!"
"Aku sendiri saja cukup untuk mengalahkan tikus-tikus seperti kalian.." ucap Akizumi tersenyum menyeringai.
B E R S A M B U N G