Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 37 - Hyperion of Titania.



...Ujian bertahan hidup hari ketiga....


Perkataan Jean dengan mengirimkan seratus pembunuh bayaran untuk membunuh Akizumi memang bukan hanya bualan belaka. Latar belakang Jean yang berasal dari keluarga orang kaya, membuat dirinya dapat dengan mudah menyewa seratus pembunuh bayaran.


Akizumi memutuskan untuk berpisah dengan teman-temannya dan menghadapi seratus pembunuh bayaran ini sendirian agar teman-temannya tidak terlibat dalam urusan pribadinya ini, selain teman-temannya juga bisa menjadi korban atau dijadikan sandera oleh pembunuh bayaran.


Bagi orang normal, satu orang yang telah dikepung oleh seratus pembunuh bayaran mungkin hanya bisa pasrah dan berfikir sudah tidak ada jalan keluar selain dibunuh oleh mereka. Akan tetapi berbeda bagi Akizumi yang sudah mempunyai kekuatan diatas rata-rata..


Akizumi tersenyum bersemangat, "Meski kalian adalah pembunuh profesional, namun target yang sedang kalian incar adalah seekor singa yang sedang tertidur. Apa kalian mengerti bagaimana bila singa itu bangun dari tidurnya?"


"Hey, bocah! Kau terlalu banyak bicara! Aku saja sedikit kebingungan, kenapa Tuan Jean sampai harus menyewa seratus pembunuh bayaran hanya untuk membunuh bocah academi sepertinya. Semuanya, bunuh dia!"


Sekitar empat pembunuh bayaran yang berdiri diatas pohon melompat ke arah Akizumi dengan senjata pedang besar yang berada digenggaman tangan mereka.


Akizumi tersenyum semakin lebar, ia sedikit melebarkan kedua kakinya dan menyilangkan kedua tangannya beberapa centimeter didepan dadanya, "Bzztsss.." Kilat petir hitam, yang merupakan perwujudan Qi Conqueror mulai mengalir di sekujur tubuh Akizumi.


"Hyaaa!!!"


Jarak antara empat pembunuh bayaran dan Akizumi sudah semakin dekat. Keempat pembunuh bayaran itu juga bersiap menghunuskan pedang besarnya ke tubuh Akizumi.


"Kuroi Inazuma!!!"


Akizumi merentangkan kedua tangannya diserati dengan kilat petir hitam yang keluar dari dalam tubuh Akizumi, menyebar hingga mengenai keempat pembunuh bayaran sebelum mereka berhasil menyerangnya, "Bzttsss!!!!"


"Akh!!!"


Para pembunuh bayaran lainnya dibuat terkejut ketika Akizumi memperlihatkan Qi Conqueror miliknya dengan mengalahkan empat pembunuh bayaran sekaligus. Akhirnya para pembunuh bayaran itu mengerti alasan kenapa Jean menyewa seratus pembunuh bayaran untuk membunuh Akizumi.


"Sial! Murid Academi macam apa yang bisa menggunakan Qi Conqueror di usianya?! Apapun yang terjadi, bunuh bocah itu bagaimanapun caranya!! Kalau kita gagal membunuh bocah itu sama saja merusak reputasi kita semua!!!"


"Ya!!!"


"Yeah, kalian semua majulah!" ucap Akizumi dengan nada menantang.


"Jangan sok asik kau bocah!" Salah satu pembunuh bayaran dengan badan kekar sembari membawa sebuah gada besar berduri datang dari arah belakang dan mencoba untuk memukul kepala Akizumi.


Akizumi dapat merasakan hawa kehadiran dari pembunuh bayaran yang berada dibelakangnya, oleh karena itu dengan spontan Akizumi menundukkan kepalanya untuk menghindari pukulan gada itu.


Kemudian Akizumi berbalik, memegang tangan kiri dan pundak kiri dari pembunuh bayaran tersebut, "Serangan seperti itu takkan bisa melukaiku!" Tanpa pikir panjang Akizumi membanting pembunuh bayaran bertubuh kekar tersebut ke tanah, hingga tanah tersebut menciptakan retakan yang cukup besar, "Bruakkkk!!!"


"Uaghhh!!!"


"Bocah itu dapat mengalahkan satu orang dengan mudah, sepertinya kita harus menyerangnya secara bersamaan!" ucap salah satu pembunuh bayaran yang berada di sekitar area.


Akizumi mengamati sekitar dan mengetahui masih banyak pembunuh bayaran yang masih mengepungnya, "Aku yakin, Hiroki dan yang lainnya pasti sedang mencariku sekarang. Mengalahkan seratus pembunuh bayaran sangat membutuhkan waktu yang lama. Tapi aku harus segera mengalahkan kalian semua sebelum teman-temanku datang."


"Memangnya kenapa kalau teman-temanmu datang, dasar bocah sialan? Kau kira bisa mengalahkan kami semua dalam kurun waktu singkat? Jangan sombong atau kau akan mati terlebih dahulu!"


"Sejak dua tahun lamanya aku tidak menggunakan kekuatan ini. Aku jadi sedikit ingin mencobanya, kekuatan Titania!" ucap Akizumi.


Mendengar kata "Titania" para pembunuh bayaran itu sedikit tak percaya dan hanya menganggap perkataan Akizumi cuma omong kosong belaka.


"Jangan bercanda! Kau memiliki kekuatan Titania? Oey-oey! Pengguna kekuatan Titania di Kerajaan Euthoria sudah mati delapan tahun lalu dalam tragedi di Kota Callbourn. Apa kau hanya mencoba menggertak kami?!"


Beberapa pembunuh bayaran mengeluarkan pistol dari dalam saku celananya lalu mengarahkan dan menembakkannya ke arah Akizumi secara bersamaan, "Dor! Dor! Dor!"


Dan disaat yang bersamaan juga, sebuah energi dengan perwujudan asap berwarna kuning muncul dari dalam tubuh Akizumi, "Set! Set! Set!" Akizumi berhasil menghindari semua tembakan pistol itu hanya dalam tiga kali gerakan.


"Apa?!"


"Bagaimana bisa?!"


Para pembunuh bayaran itu tidak percaya dan merasa cukup mustahil bisa menghindari tembakan pistol yang mereka lesatkan. Mereka mulai menyadari keanehan pada tubuh Akizumi. Mereka perlahan memasang raut wajah panik.


"Setttt!!!" Akizumi bergerak cepat bagai cahaya ke salah satu pembunuh bayaran yang berdiri diatas pohon, "Buaghh!!!" kedua kaki Akizumi diselimuti oleh energi berwarna kuning, ia juga langsung melesatkan tendangan kuat.


"Brakkk!! Brakkk!! Brakkk!!" Pembunuh bayaran yang telah ditendang Akizumi tersebut pun terpental hingga menabrak beberapa pohon dan mengakibatkan pohon-pohon tersebut tumbang


"Gawat!! Dia disana!! Bagaimana bocah itu bergerak dengan sangat cepat?!"


Semua mata pembunuh bayaran tertuju ke arah Akizumi. Sekali lagi Akizumi bergerak dengan sangat cepat, seolah-olah dirinya telah menghilang dalam sekejap mata. Para pembunuh bayaran itu mulai kebingungan dengan keberadaan Akizumi.


"Uaghhh!!!" Akizumi menyerang salah satu pembunuh bayaran lainnya, kemudian bergerak cepat kembali.


Setiap Akizumi berhasil mengalahkan satu pembunuh bayaran, ia bergerak ke arah pembunuh bayaran lainnya dalam sekejap mata. Menyerang dan bergerak kembali. Serangan Akizumi bagaikan sinar laser yang bisa bergerak ke segala arah.


"Apa jangan-jangan apa yang dikatakan bocah itu benar?! Apa bocah itu memang seorang Titania?!"


"Aku sudah mengatakan sejak awal kalau aku mempunyai kekuatan Titania, sebenarnya aku tidak boleh mengatakan hal ini kepada siapapun.." ucap Akizumi.


"Lalu kenapa kau mengatakannya kepada kami woi!!"


"Tentu saja kalian harus merahasiakannya, dasar bodoh! Kenapa harus bertanya kepadaku!" bentak Akizumi.


"Buaghhh!!!" Akizumi menendang pembunuh bayaran tersebut hingga terpental sangat jauh.


"Menggunakan kekuatan Titania sangatlah menguras tenaga, tapi kalau aku tidak mengasah kekuatan ini, maka aku tidak akan berkembang. Tingkat kekuatan Titania yang hanya bisa kulakukan saat ini hanyalah mengeluarkan energinya dan melapisinya ke tubuhku untuk meningkatkan serangan, sama seperti yang kulakukan pada Qi Conqueror.." ucap Akizumi.


Tingkat kekuatan Titania yang bisa dikuasai oleh Akizumi saat ini hanya pada level dasar. Akizumi harus terus melatih kekuatan Titania nya agar dapat mengeluarkan seluruh potensi kekuatan Titania miliknya. Akizumi memanfaatkan seratus pembunuh bayaran untuk melatih kekuatan Titanianya agar semakin berkembang dan menjadi lebih kuat.


Akizumi menghadapi satu persatu para pembunuh bayaran tersebut dengan kekuatan Titanianya. Dan hanya dalam kurun waktu lima menit, Akizumi sudah berhasil mengalahkan puluhan pembunuh bayaran sekaligus.


Sebagian pembunuh bayaran terlihat ketakutan dan mencoba untuk kabur. Namun, Akizumi dengan kekuatan Titanianya bisa bergerak dengan kecepatan cahaya, berhasil mengalahkan dan membuat pingsan mereka.


Akizumi sangat menikmati pertempuran itu.


Hingga beberapa saat kemudian, Akizumi berhasil mengalahkan seratus pembunuh bayaran. Terlihat Akizumi yang duduk diatas tumpukan tubuh puluhan pembunuh bayaran yang telah pingsan setelah dikalahkan olehnya.


"Aku terlalu bersemangat, kini staminaku telah terkuras cukup banyak setelah menggunakan kekuatan Titania. Sepertinya aku harus melatih kekuatan fisikku beberapa kali lipat lagi.." ucap Akizumi.


Einingger Akizumi, selain menguasai Qi tingkat tinggi, Qi Conqueror, kekuatannya adalah Hyperion of Titania, Titania Cahaya, salah satu kekuatan warisan dari 12 dewa Titania.


B E R S A M B U N G