
...Ujian bertahan hidup hari pertama....
Sesuai kesepakatan, Akizumi bertugas untuk menciptakan tempat tenda, namun ia mempunyai pemikiran sendiri, lalu Hiroki, Evelyn, dan Shiori akan bertugas untuk mencari logistik untuk persediaan selama 6 hari kedepan.
Saat berjalan, Evelyn juga menyempatkan untuk menciptakan sebuah kristal lalu menempelkannya entah itu pada pohon atau tanah sebagai jalan arah untuk kembali ke tempat Akizumi.
Evelyn.
Power : Crystal / Kristal.
Evelyn dapat menciptakan kristal dan memanipulasi kristal seperti apa yang ia inginkan.
Hiroki sedikit melongo setelah mengetahui kekuatan asli dari Evelyn.
"Oi, Evelyn. Kau bisa menciptakan kristal. Apa itu kristal asli?" tanya Hiroki.
"Ya, benar. Ini kristal asli. Kristal ini juga bisa dijual mahal ke pasaran. Tapi sayang sekali aku tidak boleh menggunakan kekuatan ini oleh keluargaku seenaknya karena bisa merusak harga pasar.." jawab Evelyn.
"Oi, dengan begitu, kau bisa menjual semua kristal yang kau ciptakan untuk banyak uang, kan? Keluarga bangsawan memang beda." ucap Hiroki yang sedikit merasa iri dengan kekuatan Evelyn.
"Tapi aku tidak tertarik untuk menjual semua kristal yang kuciptakan. Lagipula semua kebutuhanku juga sudah terpenuhi.." ucap Evelyn.
"Terlahir di keluarga bangsawan memang luar biasa.." ucap Hiroki.
"Apa kalian tidak khawatir dengan Akizumi yang sendirian disana? Bagaimana kalau dia diserang oleh tim lain?" tanya Shiori dengan nada sedikit gugup.
"Tenang saja. Anak itu cukup kuat untuk melawan tim lain sendirian. Yang harus dikhawatirkan itu adalah kita ini, bagaimana kalau kita diserang oleh tim lain saat mencari kotak logistik seperti ini.." jawab Hiroki.
"A-apa??? Diserang tim lain???" Shiori semakin ketakutan setelah mendengar perkataan Hiroki.
"Entah kenapa, kita juga tidak menemukan monster sama sekali sejak waktu pertama itu. Apa jangan-jangan monster lain sedang mengintai kita dari kejauhan lalu menunggu kita lengah untuk dimangsa.." ucap Evelyn.
"Mo-monster????" Shiori merinding ketakutan.
"Kau ini.. apa bisa tidak mengatakan aneh-aneh di tempat seperti ini.." ucap Hiroki dengan nada mengeluh.
Evelyn juga baru menyadari sesuatu. Selama berjalan, ia sama sekali tidak melihat drone yang berterbangan. Evelyn mulai merasakan firasat buruk dan mencurigai sesuatu. Evelyn melirik ke arah Hiroki dan Shiori.
"Tampaknya mereka berdua tidak curiga dengan hal kecil seperti ini. Seharusnya ada drone pengawas yang terbang disini di sekitar sini.." batin Evelyn.
Sementara itu disisi lain Hutan Angleleaf. Terlihat Tatsuya, Manabu, Helena, dan Keiko yang sudah mendirikan tenda di dekat pohon yang cukup besar. Mereka juga sudah mendapatkan 2 kota logistik berkat kemampuan insting kelinci dari seorang Keiko.
"Dengan begini kita takkan khawatir lagi dengan persediaan logistik untuk enam hari kedepan!" ucap Keiko dengan bersemangat. Ia yang berada dalam mode manusia setengah kelinci pun perlahan berubah menjadi ke bentuk manusia normal.
"Brukk!!!" Manabu ambruk menjatuhkan dirinya ke tanah setelah membuat tenda untuk 4 orang, "Akhirnya selesai juga tugasku!"
Lalu, Helena menciptakan kupu-kupu yang terbuat dari kekuatan kertas miliknya untuk mengintai tim lain atau monster yang sedang mendekat ke arah tenda.
"Dengan begini, kita akan tahu keadaan sekitar, apakah ada tim lain atau monster yang sedang mengintai kita.." ucap Helena.
"Hari pertama kita cukup sedikit bersantai saja disini. Besok.. kita akan bergerak. Daripada diam dan membunuh monster, lebih baik kita mengalahkan tim lain untuk mendapatkan point.." ucap Tatsuya.
"Memburu tim lain ya?" tanya Manabu.
"Kita akan memburu tim lain besok! Kita kalahkan tim lain sebanyak-banyaknya!" ucap Tatsuya sembari meringis bersemangat.
Kembali kesisi Hiroki, Evelyn, dan Shiori. Tak terasa mereka sudah cukup jauh mereka berjalan, akhirnya mereka bertiga pun telah menemukan 1 kotak logistik.
Hiroki dan Shiori menghembuskan nafas panjangnya karena merasa lega setelah berhasil menemukan kotak logistik setelah sekian lama.
"Akhirnya!!! Kita menemukan kotak logistik juga!!!" teriak Hiroki.
Sementara itu Evelyn kembali mengamati sekitar dan melihat kabut tebal perlahan mulai menyelimuti hutan.
"Ayo kita segera kembali, Hiroki, Shiori. Kabut tebal sudah muncul. Kita tidak boleh berlama-lama disini. Kabut tebal ini sangat berbahaya. Monster-monster liar akan dapat dengan mudah menyerang kita didalam kabut tebal.." ucap Evelyn.
"Hiiiii!!!" Lagi-lagi Shiori kembali ketakutan dan langsung bersembunyi dibelakang Evelyn, "Ayo kita segera kembali!"
Hiroki merasa ujian bertahan hidup ini cukup mudah. Namun, bahaya tengah mengintai mereka. Tepat jauh dibelakang, tepat diatas pohon, terlihat beberapa pembunuh bayaran yang sudah mengintai.
"Apa mereka tim dari Akizumi?"
"Kurasa benar. Kita ikuti mereka. Mereka pasti sedang bergerak menuju ke tempat Akizumi berada."
"Setelah kita berhasil membunuh Akizumi, kita bunuh mereka bertiga untuk menghilangkan barang bukti dan membuat seolah-olah mereka mati karena monster."
"Itu ide bagus."
Hiroki, Evelyn, dan Shiori mulai berjalan kembali ke tempat Akizumi berada dengan mengikuti kristal. Lalu, beberapa pembunuh bayaran juga mengikuti mereka bertiga secara diam-diam menuju ke tempat Akizumi berada.
Beberapa saat kemudian. Hiroki, Evelyn, dan Shiori sudah berhasil kembali ke tempat Akizumi dengan selamat. Namun mereka sama sekali tidak menemukan keberadaan Akizumi. Mereka bertiga cukup kebingungan.
Hingga pada akhirnya saat Evelyn melihat ke atas, ia pun memasang reaksi terkejut, "Itu disana!" Evelyn menunjuk ke atas. Sontak Hiroki dan Shiori juga melihat ke arah yang ditunjuk Evelyn.
Bagaimana mereka bertiga tidak terkejut setelah melihat Akizumi yang berhasil membuat rumah pohon. Rumah pohon yang diciptakan Akizumi lumayan untuk diisi oleh 4 orang ketimbang hanya mendirikan tenda.
"Bagaimana mahakarya yang telah kubuat secara singkat ini? Daripada mendirikan tenda, aku membuat rumah pohon diatas sini. Dengan begini, kita tidak perlu khawatir dengan gangguan hewan liar yang beracun yang berkeliaran disekitar sini.." ucap Akizumi yang berdiri diatas pohon, di dekat rumah pohon yang ia ciptakan.
Hiroki menaikkan salah satu alisnya dan benar-benar tak percaya dengan apa yang telah dibuat oleh Akizumi, "Oey, Akizumi. Kau ini benar-benar diluar yang nalar, kenapa kau sampai kepikiran untuk membuat rumah pohon? Ya, tapi itu lebih baik ketimbang memasang tenda sih.."
"H-hebat!!!" ucap Shiori.
"Diluar ekspektasi.." ucap Evelyn.
Akizumi menurunkan tangga yang terbuat dari tali, "Cepatlah naik! Hari sudah sore! Lihatlah pemandangan diatas sini.." ajak Akizumi kepada Hiroki, Evelyn, dan Shiori untuk naik ke atas pohon, di dekat rumah pohon.
Evelyn dan Shiori naik ke atas pohon terlebih dahulu lalu disusul oleh Hiroki yang naik sembari membawa kota logistik. Hiroki menaruh kotak logistik itu di dekat rumah pohon.
Hari sudah sore. Langit yang biru perlahan berubah warna menjadi kemerah-merahan. Angin mulai berhembus dengan begitu dingin. Sementara itu, Akizumi berdiri menghadap ke arah barat. Evelyn dan Shiori juga berdiri disamping Akizumi, disusul dengan Hiroki yang berjalan dan berdiri disamping Shiori.
"He-hebat.." Shiori terpukau oleh sesuatu hal.
"Benar, ini pemandangan yang luar biasa." ucap Evelyn.
"Kau sengaja membuat rumah pohon di pohon yang paling tinggi, ya, Akizumi?" tanya Hiroki tersenyum lebar.
"Tentu saja. Aku sudah mempertimbangkan hal ini. Bagaimana rasanya melihat pemandangan matahari terbenam tepat diatas pohon Pinus yang paling tinggi? Kita juga bisa melihat betapa luasnya hutan Angleleaf dari sini.." ucap Akizumi tersenyum bersemangat.
"Hari pertama ujian bertahan hidup akan segera berakhir. Kita tidak boleh lengah. Aku yakin di hari kedua dan seterusnya pasti akan menjadi hari yang sangat berat.." ucap Hiroki.
"Daripada memikirkan sesuatu yang tidak pasti, lebih baik kita menikmati hari ini.." Akizumi berjalan masuk ke dalam rumah pohon untuk mengambil 4 gelas berisi minuman jus. Setelah itu, Akizumi keluar dari rumah pohon dan memberikan setiap gelas jus kepada Hiroki, Evelyn, dan Shiori.
"Jus???" Shiori terkejut.
"Aku menemukan beberapa buah Gooseberries di sekitar sini, jadi aku memutuskan untuk membuat jus.." ucap Akizumi.
"Tcih, tak kusangka kau cukup hebat di alam bebas seperti ini, Akizumi.." ucap Hiroki tersenyum bersemangat sembari melirik ke arah Akizumi.
"Baiklah! Mari kita berpesta di hari pertama ujian bertahan hidup! Naikkan gelas kalian ke atas, menghadap matahari terbenam!" ucap Akizumi. Ia mengangkat gelasnya.
"Baik!" Shiori tersenyum. Ia menuruti apa yang dikatakan Akizumi untuk mengangkat gelasnya menghadap matahari terbenam.
"Ini sangat menarik.." ucap Evelyn, dia juga mengangkat gelasnya.
"Sialan kau, Akizumi. Bisa-bisanya kepikiran hal seperti ini ditengah-tengah ujian. Tapi apa boleh buat, moment seperti ini terkadang hanya terjadi sekali seumur hidup!" ucap Hiroki, ia juga mengangkat gelasnya.
Akizumi, Hiroki, Evelyn, dan Shiori sudah mengangkat gelasnya masing-masing ke atas menghadap matahari terbenam. Mereka berempat tersenyum lebar bahagia.
"Semuanya, bersulang!"
B E R S A M B U N G